MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Rabu, 31 Januari 2018 09:31
"Petani Tidak Boleh Berpenghasilan Rendah"
PERLU TEROBOSAN: Minimnya produksi pangan membuat negara ini masih mengandalkan impor beras untuk memenuhi keperluan. (ALAN RUSANDI/KP)

PROKAL.CO, SWASEMBADA beras terancam gagal terwujud dalam dua periode kepemimpinan Awang Faroek Ishak sebagai gubernur Kaltim. Pada tahun terakhir jabatan, Faroek mulai lempar handuk mengejar mimpi.

Kondisi cuaca diklaim turut menggagalkan Kaltim mandiri beras. Faktor petani yang minim regenerasi ikut disebut menjadi penyebabnya. Hal itu diakui Awang Faroek yang ditemui selepas salat Jumat di Masjid Al Mu'min, Kompleks Lamin Etam, Kegubernuran, Samarinda, pekan lalu. Faroek menguraikan kegelisahannya ketika diwawancarai Kaltim Post. Berikut petikan tanya jawabnya.

Indonesia sedang ramai kebijakan impor beras. Sudahkah Kaltim berkontribusi terhadap persediaan beras nasional?

Kami baru rapat. Insyaallah Kaltim bisa mandiri. Terutama PPU dan Paser, itu sumber untuk kita bisa swasembada. Termasuk juga Kukar.

Tahun lalu Anda bicara soal target Kaltim swasembada beras pada 2018…

Ya, tapi dengan cuaca begini, banyak yang gagal panen. Target minimal adalah pangan kita bisa swasembada. Bukan beras.

Beras Kaltim pada 2017 hanya menyentuh 60 persen dari tingkat pemenuhan kebutuhan provinsi. Langkah apa yang diambil untuk menekan angka tersebut?

Kami terus melakukan upaya-upaya agar semua sentra beras di Kaltim tidak ada masalah. Terutama dari segi pengairan. Tapi karena hujan, banyak yang gagal panen. Untungnya, Kaltim sudah swasembada untuk ikan.

Sebenarnya, kami terus berupaya mencapai swasembada beras. Beberapa daerah tumpuan adalah PPU, Paser, Kukar, dan Kubar. Mudah-mudahan semua bisa berjalan dengan baik. Waduk Marangkayu di Kukar bisa selesai tepat waktu. Waduk Telake di PPU dan Paser juga bisa selesai. Air sangat penting bagi petani.

Bagaimana progresnya?

Sudah satu selesai di Balikpapan. Waduk Teritip. Yang lain dalam perencanaan.

Sensus pertanian menunjukkan penurunan tenaga tani. Hal ini berpengaruh terhadap produksi beras. Bagaimana pandangan Anda?

Itu juga (masalahnya). Kami berharap ada kader-kader muda dari petani kita yang mau terjun mengikuti orangtuanya. Sekarang banyak anak-anak petani yang tak lagi bekerja di pertanian. Mereka bekerja di bidang lain yang hasilnya lebih bagus. Banyak lari ke batu bara, menjadi karyawan batu bara. Karena itu tadi, mereka ingin penghasilan bagus. Ke depan, kita harus pikirkan agar penghasilan petani lebih baik. Harus lebih sejahtera. Itulah yang harus kita pikirkan sama-sama. Itu tugas HKTI, KTNA, bersama pemerintah untuk menggodok.

Kaltim memiliki sekolah pertanian. Namun, sudah mampukah mencetak lebih banyak petani?

Begini, ada 10 orang saya tanya dan dari 10 itu hanya dua yang mau ke pertanian. Jadi, minat mereka untuk ke pertanian juga kurang. Padahal, visi Kaltim adalah agrobisnis. Makanya, mereka tak boleh lagi membayangkan petani berpenghasilan rendah. Petani harus berpenghasilan tinggi. Kesejahteraan masyarakat dan keluarga petani harus terjamin. (tim kp)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 10:12

Literasi Keuangan (Jangan) Disepelekan

Literasi keuangan belum menunjukkan angka ideal. Realita yang rawan disalahgunakan oknum jahat, yang…

Kamis, 20 September 2018 09:53

Literasi Minim, Wanprestasi Menghantui

SEMENTARA tingkat penggunaan produk keuangan publik Kaltim mencapai 74,9 persen, level pemahaman terhadap…

Senin, 17 September 2018 09:18

Buku (Bukan Lagi) Jendela Ilmu

Dahulu buku jendela dunia. Namun, perlahan-lahan sang primadona mulai hilang pamor. Era digital disebut-sebut…

Senin, 17 September 2018 09:14

Ideal Baca 6 Jam Sehari

DUA pekan lalu menjadi hari penting bagi pecinta buku. Sebab 8 September ditetapkan sebagai hari literasi…

Senin, 17 September 2018 09:06

Koleksi Perpustakaan Daerah Belum Lengkap

BERBAGAI cara dilakukan untuk berkontribusi menambah literasi dari masyarakat lokal. Sejarawan lokal…

Senin, 17 September 2018 09:04

Menanti Inovasi Tenaga Pendidik

MEMBANGUN budaya literasi memang tak mudah. Tapi harus dilakukan serius, setahap demi setahap hingga…

Senin, 17 September 2018 09:01

Cerita Unta Bawa Kitab untuk Motivasi Membaca

TIDAK ada usaha yang mengkhianati hasil. Itulah yang menggambarkan sosok Rudini. Pria kelahiran Lampung,…

Senin, 17 September 2018 08:59

Menyentuh Angkasa dengan Buku

Oleh: Raden Roro Mira(Wartawan Kaltim Post (Juara 3 Duta Baca Kaltim 2018–2020) BENDA apa yang…

Jumat, 14 September 2018 08:48

Bergantung Anggaran yang Tak Tentu

PARIWISATA Samarinda kalah banyak dan kalah tenar ketimbang pertumbuhan perhotelan atau hiburan lainnya.…

Jumat, 14 September 2018 08:46

Pandangan Geologi dalam Potensi Wisata Alam Samarinda

OLEH: FAJAR ALAM(Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia Pengurus Daerah Kalimantan Timur) BUMI, sebagaimana…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .