MANAGED BY:
SENIN
21 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Rabu, 31 Januari 2018 09:31
"Petani Tidak Boleh Berpenghasilan Rendah"
PERLU TEROBOSAN: Minimnya produksi pangan membuat negara ini masih mengandalkan impor beras untuk memenuhi keperluan. (ALAN RUSANDI/KP)

PROKAL.CO, SWASEMBADA beras terancam gagal terwujud dalam dua periode kepemimpinan Awang Faroek Ishak sebagai gubernur Kaltim. Pada tahun terakhir jabatan, Faroek mulai lempar handuk mengejar mimpi.

Kondisi cuaca diklaim turut menggagalkan Kaltim mandiri beras. Faktor petani yang minim regenerasi ikut disebut menjadi penyebabnya. Hal itu diakui Awang Faroek yang ditemui selepas salat Jumat di Masjid Al Mu'min, Kompleks Lamin Etam, Kegubernuran, Samarinda, pekan lalu. Faroek menguraikan kegelisahannya ketika diwawancarai Kaltim Post. Berikut petikan tanya jawabnya.

Indonesia sedang ramai kebijakan impor beras. Sudahkah Kaltim berkontribusi terhadap persediaan beras nasional?

Kami baru rapat. Insyaallah Kaltim bisa mandiri. Terutama PPU dan Paser, itu sumber untuk kita bisa swasembada. Termasuk juga Kukar.

Tahun lalu Anda bicara soal target Kaltim swasembada beras pada 2018…

Ya, tapi dengan cuaca begini, banyak yang gagal panen. Target minimal adalah pangan kita bisa swasembada. Bukan beras.

Beras Kaltim pada 2017 hanya menyentuh 60 persen dari tingkat pemenuhan kebutuhan provinsi. Langkah apa yang diambil untuk menekan angka tersebut?

Kami terus melakukan upaya-upaya agar semua sentra beras di Kaltim tidak ada masalah. Terutama dari segi pengairan. Tapi karena hujan, banyak yang gagal panen. Untungnya, Kaltim sudah swasembada untuk ikan.

Sebenarnya, kami terus berupaya mencapai swasembada beras. Beberapa daerah tumpuan adalah PPU, Paser, Kukar, dan Kubar. Mudah-mudahan semua bisa berjalan dengan baik. Waduk Marangkayu di Kukar bisa selesai tepat waktu. Waduk Telake di PPU dan Paser juga bisa selesai. Air sangat penting bagi petani.

Bagaimana progresnya?

Sudah satu selesai di Balikpapan. Waduk Teritip. Yang lain dalam perencanaan.

Sensus pertanian menunjukkan penurunan tenaga tani. Hal ini berpengaruh terhadap produksi beras. Bagaimana pandangan Anda?

Itu juga (masalahnya). Kami berharap ada kader-kader muda dari petani kita yang mau terjun mengikuti orangtuanya. Sekarang banyak anak-anak petani yang tak lagi bekerja di pertanian. Mereka bekerja di bidang lain yang hasilnya lebih bagus. Banyak lari ke batu bara, menjadi karyawan batu bara. Karena itu tadi, mereka ingin penghasilan bagus. Ke depan, kita harus pikirkan agar penghasilan petani lebih baik. Harus lebih sejahtera. Itulah yang harus kita pikirkan sama-sama. Itu tugas HKTI, KTNA, bersama pemerintah untuk menggodok.

Kaltim memiliki sekolah pertanian. Namun, sudah mampukah mencetak lebih banyak petani?

Begini, ada 10 orang saya tanya dan dari 10 itu hanya dua yang mau ke pertanian. Jadi, minat mereka untuk ke pertanian juga kurang. Padahal, visi Kaltim adalah agrobisnis. Makanya, mereka tak boleh lagi membayangkan petani berpenghasilan rendah. Petani harus berpenghasilan tinggi. Kesejahteraan masyarakat dan keluarga petani harus terjamin. (tim kp)


BACA JUGA

Jumat, 11 Mei 2018 09:41
Nasib Beruang Madu di Kaltim

Lirik Jerman, Siap Go International

SEJAK UU 23/2014 tentang Pemerintah Daerah berlaku, Dinas Kehutanan Kaltim memegang kendali atas Kesatuan…

Jumat, 11 Mei 2018 09:10

Eksklusif namun Dilupakan

DOSEN Kehutanan Universitas Mulawarman Samarinda Rustam menyebut, sejak awal pendiriannya pada 2005,…

Jumat, 11 Mei 2018 09:06

Tunggu Serah-Terima Aset

KONDISI Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH) Balikpapan terombang-ambing. Terutama pengelolaan…

Jumat, 11 Mei 2018 09:03

Perlu Kolaborasi Dinas Kehutanan dan Pro Natura

OLEH: AGUSDIN(Perintis dan Pemerhati KWPLH) SEBELUM merintis KWPLH, saya bergabung dalam penyelamatan…

Jumat, 27 April 2018 13:43

Belum Ada Pasien Kanker Akibat Kopi

KOPI jadi simalakama. Mulanya tanaman tersebut mengandung antioksidan, zat yang melindungi tubuh dari…

Jumat, 27 April 2018 13:40

Bisnis Kopi, Antara Rasa dan Citra

EMPAT bulan menjelang akhir 2015, Semenjana hadir memenuhi dahaga penikmat kopi. Adalah Rifki Ramadhan…

Jumat, 27 April 2018 13:30

Kopi Itu Seksi

TIDAK hanya sekolah barista atau pembuat kopi, tempat belajar bagi mereka yang menyukai proses sangrai…

Jumat, 27 April 2018 09:25

MENGGUGAT KENIKMATAN SECANGKIR KOPI

Secangkir kopi bukan sekadar bubuk hitam dan air gula. Ini soal sensasi kegembiraan, magnet penyatu,…

Jumat, 27 April 2018 09:21

Kopi Instan, Pilihan Aman?

SECANGKIR kopi tubruk, bagi sebagian orang satu hal wajib dan pantang untuk dilewatkan setiap hari.…

Jumat, 27 April 2018 08:58

Pro-Kontra Kopi, Sudah Biasa

Oleh: Kris Nugraha(Penikmat kopi dan pemilik kedai Republik Coffee) BILA bicara soal pro-kontra, kopi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .