MANAGED BY:
SENIN
10 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM PEMBACA

Selasa, 30 Januari 2018 07:45
Jaga Momentum Perbankan Syariah

PROKAL.CO, CATATAN: BAMBANG SAPUTRA
Komisi Ekonomi MUI Kota Balikpapan

BEBERAPA tahun belakangan, perbankan syariah berkembang pesat di Balikpapan.Sampai Desember 2017 lalu, pangsa pasarnya sudah menyentuh 8,03 persen dari total kinerja bank umum.

Pangsa perbankan syariah di Kota Minyak itu lebih tinggi dibanding tingkat nasional yang hanya 5,57 persen per September 2017. Sedangkan di level Kaltim, perbankan syariah baru merebut pasar sekitar 5,8 persen.

Perkembangan pesat perbankan syariah di Balikpapan didukung pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai 16,77 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara kucuran pembiayaan naik 6,33 persen untuk rentang periode yang sama.

Selanjutnya, pertumbuhan pasar perbankan syariah di Balikpapan juga tampak dari kinerjanya yang cenderung lebih ekspansif. Itu tergambar dari rasio pembiayaan yang disalurkan terhadap DPK atau financial to deposit (FDR) di level 133,37 persen. Artinya, kucuran pembiayaan lebih tinggi dari penghimpunan DPK.

Tren itu menandakan, jasa keuangan dengan segmen khusus ini masih maksimal menopang aktivitas perekonomian di Balikpapan dan sekitarnya. Meski agresif, risikonya tetap terjaga. Tampak dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan(NPL) yang hanya 3,75 persen. Jauh di bawah perbankan konvensional yang mencapai 8,54 persen per Desember tahun lalu.

Secara teoritis maupun praktik, perbankan syariah memiliki keunggulan konsep yang dapat menampung berbagai kepentingan sektor usaha. Ini bisa dilihat dari ragam produk berupa yang terbagi atas akad-akad (perjanjian) lintas sektor.

Misalnya, dalam bentuk kerja sama, terdapat akad musyarakahdan mudharabah; muzara’ah dan musaqah, khususuntuk sektor pertanian dan perkebunan, serta industri. Kemudian, ada wadi’ah, ijarah, wakalah, kafalah, hawalah dan rahn yang meliputi sektor jasa. Lalu murabahah, salam, dan istisna’ untuk sektor perniagaan.

Artinya, ragam akad-akad tersebut memungkinkan perbankan syariah bisa berekspansi ke berbagai sektor dengan berbagai model kesepakatan bersama nasabah. Lebih dari itu, dalam pelaksanaannya, perbankan syariah tetap terjaga dalam prinsip-prinsip dan nilai syariah.

Salah satunya, pola pengambilan keuntungan yang ditentukan melalui tiga saluran utama. Pertama, prinsip bagi hasil atau profit and loss sharing, lalu ada margin jual-beli, dan ketiga lewat skema ujroh atau sewa/upah.

Pada saat yang sama, pengambilan keuntungan dengan metode perhitungan bunga (interest) tidak dibenarkan. Bahkan, denda yang diperoleh dari nasabah yang terlambat membayar angsuran, tidak diakui sebagai pendapatan bank. Melainkan sebagai pendapatan non-halal yang diperuntukkan sebagai dana qardhul hasan.

Penulis optimistis, dengan ragam produk dan tren positifnya merebut pangsa pasar, perbankan syariah di Balikpapan insyaallah tumbuh lebih baik tahun ini. Optimisme itu pun didukung perbaikan kondisi ekonomi Kaltim, dan peningkatan tren gaya hidup halal masyarakat, khusunya kelas menengah.

Untuk itu, gerakan meningkatkan literasi dan preferensi masyarakat dalam bentuk sosialisasi intensif ke berbagai lapisan, harus terus ditingkatkan. Baik oleh pelaku perbankan syariah, maupun penggiat ekonomi syariah.

Kegiatan menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat juga harus terus ditingkatkan, dan dievaluasi secara rutin. Itu dapat dilakukan dengan memanfaatkan perkembangan fintech. Dengan menggaet badan usaha keuangan digital itu, masyarakat lebih mudah mengakses pembiayaan. UMKM pun bisa mendapatkan sumber modal yang halal dengan cara lebih mudah, efisien, dan transparan.  

Hal penting yang juga harus dilakukan pelaku perbankan syariah untuk menjaga momentum, dengan pendekaatan kultural ke pemerintah daerah dan tokoh masyarakat. Upaya silaturahmi tersebut akan meningkatkan political will untuk meningkatkan peran perbankan syariah dalam membangun Kaltim.

Dalam konteks nasional, isu Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) terkait pembentukan bank BUMN syariah besar, integrasi zakat, pengembangan gaya hidup halal, juga harus didukung. Termasuk memaksimalkan Bank Wakaf, yang menjadi Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS). (aji/man/k9)


BACA JUGA

Senin, 10 Desember 2018 06:58

Atlet Jadi Idola Baru Kawula Muda

Oleh: Elsa Malinda EUFORIA Asian Games 2018 memang telah berlalu,…

Senin, 10 Desember 2018 06:56

Potensi Kawasan Karst Kaltim

Oleh: Meltalia Tumanduk S. Pi (Pemerhati Lingkungan) KAWASAN karst di…

Sabtu, 08 Desember 2018 06:45

Embrio: Manusia Kecil yang Harus Diselamatkan

DEWASA  ini kemajuan biomedis menawarkan aneka manfaat bagi manusia. Teknologi…

Sabtu, 08 Desember 2018 06:43

Mengenal Obat Diabetes Oral dan Suntikan Insulin

MENURUT data hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi penyakit…

Jumat, 07 Desember 2018 06:57

Kegalauan antara Haq dan Hak (HAM)

Oleh: Andi Putri Marissa SE (Relawan Penulis Balikpapan) BELUM lama…

Jumat, 07 Desember 2018 06:55

Guru Honorer Dulu dan Kini

Oleh: Isromiyah SH (Pemerhati Generasi dan Mengajar di Lembaga Al…

Jumat, 07 Desember 2018 06:53

Suguhkan Kepakaran Seseorang dalam Teknologi

Oleh: Olli Chandra (Mahasiswa Teknik Informatika Fakultas Ilmu Komputer &…

Kamis, 06 Desember 2018 07:05

Longsor Sanga-Sanga: Kehendak Tuhan atau Ulah Manusia?

OLEH: FUAD FANSURI (Dosen Ilmu Alquran dan Tafsir IAIN Samarinda…

Kamis, 06 Desember 2018 07:02

Psikologi Lingkungan: Ironi dan Kutukan SDA di “Odah Etam”

OLEH: RANDI M GUMILANG (Dosen Bimbingan dan Konseling Islam/Gusdurian Kaltim)…

Rabu, 05 Desember 2018 06:49

Marginalisasi Penyandang Disabilitas: Renungan Hari Disabilitas dalam Perspektif Kebijakan Publik

Oleh: Dr Bambang Irawan (Kepala Laboratorium Kebijakan Publik FISIP Universitas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .