MANAGED BY:
MINGGU
22 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Sabtu, 27 Januari 2018 07:02
Merasakan Serunya Memacu Ski-doo

Ke Eropa ketika Salju Masih Tebal (2-Habis)

SENSASI JAMES BOND: Marsudi Sukmono bersiap memacu ski-doo.

PROKAL.CO, Setelah kunjungan ke pabrik alat-alat berat, saatnya menjajal lokasi wisata. Menikmati keseruan ski-doo di Taman Nasional Ukko Koli Slope hingga kota tua Helsinki.

MARSUDI SUKMONO SE Ak, Finlandia

TIGA hari berturut-turut kami mengunjungi pabrik Mantsinen yang memproduksi alat-alat berat untuk bongkar-muat barang. Kepada kami ditunjukkan cara kerja unloading equipment yang kami beli, untuk operasional pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), milik perusahaan tempat kami bekerja, PT Kaltim Elektrik Power (PT KEP–Kaltim Post Group), yang beroperasi di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Pada hari keempat, kami diajak mengunjungi tempat wisata di seputaran Kota Joensuu oleh Markku Vuorinen. Dia direktur penjualan perusahaan alat berat dan bongkar-muat "Mantsinen".

Kami dibawa ke Taman Nasional Ukko Koli Slope yang lokasinya berbukit-bukit dan bersalju tebal. Di sepanjang perjalanan yang tampak hanya pohon-pohon pinus diselimuti salju. Yang saya tahu, Finlandia adalah negara penghasil pulp (bubur kertas), yang bahannya dari pohon pinus, termasuk yang terbesar di dunia.

Markku yang menyopiri sendiri mobil yang kami tumpangi, sepanjang perjalanan bercerita banyak hal tentang Finlandia. Di antaranya, dari negaranya diproduksi telepon genggam merek Nokia. Merek yang sempat merajai dunia, namun sekarang sudah kalah bersaing dengan Samsung (Korea), Apple (Amerika Serikat), maupun produk-produk pabrikan Tiongkok. Tapi, saya lihat Markku masih menggunakan handphone merek Nokia yang sudah sangat jarang dipakai di Indonesia.

Markku juga bercerita bahwa kisah Sinterklas, asal-usulnya dari Finlandia. Ada satu area yang merupakan “rumah” Sinterklas. Sekitar 800 km dari Joensuu ke arah utara, namanya Korvantunturi, padang di dekat kota Lapland.

Kisah tentang Sinterklas ini sangat populer di Indonesia, khususnya pada perayaan Natal setiap tahunnya. Yakni, kisah orang berpakaian khas merah dan putih, ke mana-mana membawa bingkisan mainan, pakaian, dan makanan untuk dibagikan kepada anak-anak. Biasanya Sinterklas mengendarai kereta kuda yang bisa terbang. "Itu kisah legenda yang mendunia," kata Markku.

Markku ternyata pemandu wisata yang memikat. Tak terasa kami sudah tiba di kawasan perbukitan taman nasional itu. Di sana terlihat banyak orang bermain ski. Kami memilih bermain ski-doo. Yakni semacam sepeda motor yang bisa dipacu di padang salju. Persis orang mengendarai jet ski di teluk Balikpapan.

Meskipun sudah berpakaian tebal, berlapis-lapis, mengenakan penutup kepala, juga berhelm dan berkacamata, dingin udara tetap menembus ke kulit. Wajah saya seakan mati rasa. Namun, asyiknya mengendarai ski-doo membuat saya mengabaikan dingin yang menusuk kulit. Saya merasakan sensasi bagai James Bond, dalam salah satu sekuel jagoan 007, yang menunggang ski-doo, kejar-kejaran dengan musuh-musuhnya sambil baku tembak.

Selama satu jam saya dikawal Markku mengendarai ski-doo naik-turun perbukitan yang sangat ramai orang mengendarai ski-doo juga ataupun bermain ski es.

Esoknya kami diajak Markku terbang ke Belanda, berjalan-jalan di kota Amsterdam. Suhu udaranya, dari alat pengukur suhu, di angka minus 3 derajat celsius. Namun terasa lebih dingin dibandingkan di Finlandia. Sebab, di Amsterdam anginnya sangat kencang.

Setelah dua malam di Amsterdam, kami kembali ke Helsinki, ibu kota Finlandia. Kami menginap satu malam. Tampak Helsinki merupakan kota tua yang teratur dan bersih. Terasa sebagai ibu kota negara yang makmur. Yang pernah saya baca, Finlandia diakui badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai negara dengan model pendidikan terbaik di dunia.

Setelah malam itu, kami kembali ke Tanah Air. Setibanya di Jakarta, masih terasa jet lag, belum sempat kembali ke Balikpapan, saya harus terbang lagi ke Singapura. Bos besar kami, Dahlan Iskan, mengajak meeting di negara pulau itu. (***/dwi/k8)

 


BACA JUGA

Sabtu, 14 Juli 2018 06:29

Berkat Keisengan, Raih Omzet Puluhan Juta Rupiah

Aziz sebelumnya menghasilkan uang dari membawakan sebuah acara. Namun kini, selain bercuap-cuap dia…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .