MANAGED BY:
KAMIS
17 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Sabtu, 27 Januari 2018 06:53
Tumbuh Subur, Suplai Hasil Panen ke Hotel dan Perusahaan

Melihat Hidroponik Warga Binaan di Lapas Klas II A Balikpapan

SEGAR DAN HIJAU: Kepala Lapas Klas II A Balikpapan Imam Setya Gunawan menunjukkan selada dan sawi daging hasil hidroponik warga binaan.

PROKAL.CO, Tak banyak yang tahu kegiatan narapidana di dalam lapas. Selama ini, mereka hanya diidentikkan terisolasi dalam ruangan berjeruji besi. Namun, di Lapas Klas II A Balikpapan, warga binaan atau narapidana punya kegiatan positif, yakni diajarkan tanaman hidroponik.

 Tumbuh segar dan sangat hijau. Inilah tanaman hidroponik yang ada di Lapas Klas II A Balikpapan. Bibit yang sudah ditanam selama sebulan itu tumbuh lebat. Seminggu lagi sudah siap panen.

Tanaman selada dan pakcoy (sawi daging) tersebut tampak mencolok. Lokasinya di belakang halaman Rumah Dinas Kepala Lapas Klas II A Balikpapan Imam Setya Gunawan. Hanya berjarak sekitar 15 meter dari luar bangunan lapas.

Kedua sayuran tersebut ditanam menggunakan sistem hidroponik. Bangunan dari pipa dan rangka besi 2x4 meter tersebut menghabiskan bujet Rp 8 juta. Terdapat sepuluh pipa dengan panjang empat meter. Dengan 20 lubang hidroponik di setiap pipa. Bila dihitung ada 200 bibit yang bisa dipanen tiap bulannya. “Tanaman hidroponik cepat tumbuh dan ringkas dalam perawatan. Dalam sebulan saja sudah bisa panen,” ujar Imam.

Sebagai media bibit, Imam menuturkan, biji sayuran lebih dulu ditanam menggunakan rockwool. Bahan non-organik tersebut mampu menahan air dan udara yang cukup banyak, sehingga bagus sebagai media tanam bibit. “Sekali pembibitan biji yang ditanam berjumlah 210 butir. Harga bibit Rp 20 ribu untuk 3.500 biji. Sekali panen bisa lebih 10 kilogram,” tambah Herlambang, salah seorang tahanan yang dipercaya merawat hidroponik.

Herlambang cukup cakap mengenai tatanan menanam hidroponik. Pria yang divonis 6 tahun karena tersandung kasus pidana umum ini mengaku tertarik setelah mendapat pelatihan dari Balai Latihan Kerja (BLK) Balikpapan di dalam lapas. Ia lantas menuturkan, untuk pengairan tanaman hidroponik menggunakan air galon. Sebab, hidroponik memerlukan air dengan kandungan 1.000 ppm (part per million).

Air pada wadah yang berada di bawah dipompa menggunakan selang. Air yang digunakan juga dicampur dengan vitamin tambahan sebagai nutrisi sayuran. Tak mengeluarkan dana besar, penggunaan listrik untuk memompa air dalam sebulan hanya menghabiskan Rp 50 ribu. ”Tiap pagi pukul 08.00 saya juga mesti menyemprot sayuran agar tetap segar,” ucapnya.

Herlambang, yang sudah empat tahun di dalam lapas dan mengikuti program asimilasi ini mengaku, sangat senang bisa menghabiskan waktu dengan menanam sayuran hidroponik. Dua tahun lagi, bila diperbolehkan pulang saat bebas, Herlambang menuturkan ingin mengembangkan bisnis hidroponik. Ia berharap, bisa join dengan pihak lapas agar bisa membantu para tahanan lainnya.

“Akhir Desember lalu, kami sudah uji tanam pertama dan sukses. Sayuran dipasarkan pihak BLK ke hotel hingga ke perusahaan-perusahaan dengan harga Rp 5.000 per batang. Banyaknya sesuai permintaan hotel dan perusahaan. Sekarang, kami akan menambah lagi agar bisa menghasilkan 2 ribu batang sayuran sekali panen,” ujarnya. (*/lil/one/k15)


BACA JUGA

Sabtu, 12 Januari 2019 07:19

Kuasai Semua Alat Musik di Pendopo

Kondisi Djoko Sudiro memang terbatas. Namun, Djoko tidak berhenti belajar,…

Sabtu, 12 Januari 2019 07:02
Melihat Pelatihan Make-up di Rutan Klas IIB Balikpapan

Tepis Bosan, Modal agar Tak Kembali Terjerumus

Bayangan terhadap kelam dan buruknya kehidupan di balik dinding penjara…

Minggu, 06 Januari 2019 08:52

Mingalabar from Myanmar

Oleh: Firman Wahyudi   PERJALANAN dari Balikpapan ke Myanmar memakan…

Sabtu, 05 Januari 2019 06:57

Raih Harmony Award, Warga Punya Peran Besar

Kalimantan Utara (Kaltara) dinobatkan Kementerian Agama (Kemenag) sebagai provinsi dengan…

Sabtu, 29 Desember 2018 06:59

Evaluasi APBD Sudah Rampung, Menunggu Pengesahan DPRD

Draf APBD Kalimantan Utara (Kaltara) 2019 sudah dievaluasi Kementerian Dalam…

Rabu, 26 Desember 2018 11:54
Kisah Para Nelayan Pandeglang yang Selamat dari Tsunami

Selembar Penutup Boks Ikan Jadi Penyelamat

Kuatnya terjangan tsunami membuat kapal-kapal pencari ikan itu pecah. Nelayan…

Sabtu, 22 Desember 2018 06:59
Menengok MRI Anyar Milik RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo

Bantu Dokter Mampu Visualisasikan Jaringan Tubuh Terkecil Pasien

Setahun lalu diusulkan, Magnetic Resonance Imaging (MRI) baru milik RSUD…

Sabtu, 22 Desember 2018 06:45
AKP MD Djauhari, Kapolsek Loa Janan Peraih Medali Perak Porprov

Tetap Percaya Diri Meski Bersaing dengan Atlet Muda

Nama AKP MD Djauhari tak asing lagi di lingkungan atlet…

Sabtu, 22 Desember 2018 06:38

Ikuti Adik Jajal Samarinda, Sudah Bidik Pasar Luar Negeri

Memiliki jiwa bisnis, putra sulung Presiden RI ke-7, Joko Widodo,…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:12

Penularan “Santun”, Pasien Tak Perlu Dijauhi

Stigma HIV/AIDS di kalangan masyarakat masih buruk. Penderitanya kerap dikucilkan:…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*