MANAGED BY:
SELASA
19 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Jumat, 26 Januari 2018 09:31
Ke Eropa ketika Salju Masih Tebal (1)
Tetap Produktif meski Dingin Bikin Muka Mati Rasa
DIPELUK DINGIN: Dari kiri, Marsudi Sukmono, Aksanul Kholikin, dan Markku Vourinen (kanan) di halaman pabrik Mantsinen di Joensuu, Finlandia. Mengenakan seragam perusahaan.(sofyansyah/radar bogor)

PROKAL.CO, Direktur PT Kaltim Electric Power (PT KEP–Kaltim Post Group), Marsudi Sukmono SE Ak, baru pulang dari kunjungan kerja ke Finlandia, pertengahan Januari tadi. Saat Eropa sedang puncaknya musim dingin. Salju sangat tebal. Namun, warga benua biru itu tetap produktif. Berikut catatan perjalanannya.

DINGIN membeku. Begitulah yang selalu terbayang ketika saya menunggu penerbangan dari Jakarta ke Singapura, dilanjutkan ke Eropa. Tepatnya ke Kota Joensuu, Finlandia. Saya tahu sekarang sedang puncaknya musim dingin di Eropa. Tetapi perjalanan ke sana tidak bisa ditunda lagi. Alat pendukung produksi yang kami pesan sangat penting untuk operasional sehari-hari. Saya harus melihat langsung pembelian unloading equipment Mantsinen 160 Hybrilift, untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sebelum dikirim ke Lombok, kami harus mengecek dulu di pabriknya, di Joensuu, satu setengah jam terbang dengan pesawat dari ibu kota Finlandia, Helsinki. Saya ditemani General Manager (GM) PLTU di Lombok. Namanya, Aksanul Kholikin. Masih muda, badannya kekar.

Ini untuk pertama kalinya saya, juga Aksan, ke Eropa. Kami terbang dari Jakarta ke Singapura naik pesawat Garuda Indonesia. Sekira dua jam. Setelah transit, kami melanjutkan penerbangan ke Helsinki, selama 12 jam naik Finnair.

Ketika ada pengumuman dari pilot pesawat Finnair, bahwa beberapa saat lagi burung besi akan mendarat di Helsinki Airport, saya melongok dari balik jendela. Yang tampak hanyalah pemandangan putih. Seperti hamparan kapas tak berbatas.

Begitu mendarat, ternyata memang hampir semua area bandar udara tertutup salju. Pagi itu saya lihat jam dinding ruang kedatangan menunjukkan angka 09.00. Sinar matahari menyorot bumi Finlandia. Tapi alat pengukur temperatur suhu udara menunjukkan angka minus sebelas derajat celsius.

Kami hanya transit satu jam. Selanjutnya terbang lagi ke Joensuu dengan pesawat Nordic Regional Airlines. Pesawatnya berbaling-baling, mirip pesawat ATR milik Wings Air.

Ketika berjalan kaki menuju pesawat Nordic itulah, saya sempatkan menjumput salju. Itulah salju pertama yang saya jamah sejak dilahirkan. Kota tempat saya dilahirkan, Temanggung, juga dikenal sebagai tempat berhawa sejuk di Jawa Tengah. Tetapi dinginnya salju pagi itu terasa menusuk tulang. Karena itu, saya cepat-cepat ingin sampai ke kabin pesawat.

Tiba di Joensuu kami menginap di Hotel Sokos. Langsung istirahat, meluruskan tubuh rebahan di tempat tidur. Sepanjang perjalanan hampir 24 jam, baru itu sempat berbaring.

Besoknya kami mengunjungi pabrik alat-alat bongkar muat barang. Nama pabriknya Mantsinen Group Ltd Oydi Välikankaantie. Mantsinen itu nama si pendiri pabrik. Dia mempekerjakan 400 orang.

Orangnya masih segar bugar. Saya sempat berjabat tangan dengannya, ketika diperkenalkan oleh direksi pabrik itu.

Di salah satu ruang rapat pabrik, kami mendapatkan paparan profil perusahaan lengkap dengan macam-macam produknya. Mereka memasarkan produk sampai ke negara-negara di Asia Tenggara.

Ketika tiba waktunya makan siang, kami diajak makan bersama di kantin tempat semua pekerja makan. Menunya salad sayuran segar. Ada sosis, burger, dan sup ikan salmon. Saya sempat mengambil sosis yang cukup besar. Ternyata diingatkan oleh salah seorang direksi. Namanya Markku Vourinen. Kata dia, sosis itu terbuat dari daging babi. Saya pun batal memakan sosis, menggantinya dengan sup ikan salmon dan roti.

Dinginnya suhu siang itu yang mencapai minus sebelas derajat celsius, tidak menghambat produktivitas para pekerja di pabrik itu, baik yang bekerja di ruangan maupun di tempat terbuka. Padahal udaranya membuat kulit wajah saya sampai mati rasa, meskipun sudah memakai penutup muka. (far/k8)


BACA JUGA

Senin, 18 Juni 2018 08:19

Usai Lebaran, Selamat Datang Kemacetan

TENGGARONG – Hampir saban tahun saat Lebaran, jalan poros Balikpapan-Samarinda padat. Namun, titik…

Senin, 18 Juni 2018 08:05

TEGAS..!! RM Tahu Sumedang Harus Tutup saat Idulfitri

BATAS waktu pengurusan izin RM Tahu Sumedang, Jalan Soekarno-Hatta, Km 50, di kawasan Tahura Bukit Soeharto…

Senin, 18 Juni 2018 07:55

Bukan Panggung Rookie

PIALA Dunia 2018 bukan untuk rookie. Peringatan ini wajib didengar Inggris. Apalagi setelah melihat…

Senin, 18 Juni 2018 07:51

PLIISSSS NAH..!! Aturan KPR Dilonggarkan Dong....

SURABAYA – Pengembang properti meminta kelonggaran regulasi kredit pemilikan rumah (KPR). Itu…

Senin, 18 Juni 2018 07:50

Jalin Komunikasi dengan para Pemimpin hingga Jenguk Senior yang Sakit

Momen Idulfitri dimanfaatkan umat muslim untuk bersilaturahmi. Begitu juga yang dilakukan Gubernur Kalimantan…

Minggu, 17 Juni 2018 01:37

Libur Panjang Reduksi Kepadatan

SAMARINDA  –  Kebijakan pemerintah memberi porsi besar untuk cuti bersama pada periode…

Minggu, 17 Juni 2018 01:26

Ambulans saat Lebaran

SETELAH salat Idulfi tri, dari Balikpapan saya dan keluarga langsung bertolak ke Sangasanga, Kutai Kartanegara.…

Minggu, 17 Juni 2018 01:20

Perjalanan Via Darat, Waspada Mobil Terbakar

ANCAMAN  dalam setiap perjalanan darat, termasuk saat arus balik, bisa menimpa siapa saja. Tragedi…

Minggu, 17 Juni 2018 01:11

Minimalisir Kebakaran, Remajakan Listrik Setiap 15 Tahun

SANGATTA  -  Musibah tak mengenal momen. Perayaan Idulfitri hari kedua di Sangatta, diwarnai…

Minggu, 17 Juni 2018 01:08

Siapa pun yang Menang, Rakyat Korbannya

Seandainya koalisi tidak melancarkan serangan besar-besaran ke Al Hudaida pekan lalu, dunia mungkin…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .