MANAGED BY:
JUMAT
16 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM PEMBACA

Kamis, 25 Januari 2018 08:40
Ketahanan Pangan dan Potensi Pertanian (2-Habis)

PROKAL.CO, OLEH: SUHARYONO SOEMARWOTO MM
(Pemerhati Ketenagakerjaan & Ekonomi Kerakyatan,
Mahasiswa S-3 Program Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Trisakti)
e-mail: [email protected]; www.webkita.net

KETAHANAN pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tecermin dari ketersediaan pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan.

Setidaknya ada empat aspek penting yang harus diperhatikan, yaitu produksi dan ketersediaan pangan, distribusi, konsumsi, dan kemiskinan. Strategi yang dilakukan, antara lain peningkatan kapasitas produksi pangan nasional secara berkelanjutan (minimum setara laju pertumbuhan penduduk) melalui intensifikasi, ekstensifikasi dan diversifikasi.

Revitalisasi industri hulu produksi pangan (benih, pupuk, pestisida dan alat dan mesin pertanian), revitalisasi industri pascapanen dan pengolahan pangan; revitalisasi dan restrukturisasi kelembagaan pangan yang ada; koperasi, UKM dan lumbung desa. Pengembangan kebijakan yang kondusif untuk terciptanya kemandirian pangan yang melindungi pelaku bisnis pangan dari hulu hingga hilir. meliputi penerapan technical barrier for trade (TBT) pada produk pangan, insentif, alokasi kredit, dan harmonisasi tarif bea masuk, pajak resmi dan tak resmi.

DIVERSIFIKASI PANGAN

Diversifikasi pangan diartikan sebagai pengurangan konsumsi beras yang dikompensasi oleh penambahan konsumsi bahan pangan nonberas diiringi dengan ditambahnya makanan pendamping. Dimensi diversifikasi konsumsi pangan tidak hanya terbatas pada pangan pokok, tetapi juga pangan jenis lainnya, karena konteks diversifikasi tersebut adalah meningkatkan mutu gizi masyarakat secara kualitas dan kuantitas, sebagai usaha untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Gerakan untuk beralih ke substitusi (pengganti) beras berupa singkong, ubi, jagung, dan lain-lain harus dilakukan untuk mengurangi konsumsi beras mengingat keterbatasan lahan pertanian yang beralih fungsi maupun untuk mengantisipasi jumlah penduduk yang semakin bertambah banyak. Lepas dari persoalan impor beras; setidaknya ada dua cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi krisis beras, yaitu mempercepat/memacu peningkatan produksi beras dan menurunkan konsumsi beras melalui metode substitusi.

Cara pertama bisa dilakukan melalui tiga hal, yaitu menggunakan bibit yang lebih bagus, pupuk yang lebih berimbang, dan metode penanaman yang lebih baik. Terkait metode penanaman yang lebih baik, dapat dilakukan dengan system of rice intensification (SRI). SRI merupakan suatu metode menanam padi dengan menggunakan bibit, pupuk, dan air yang lebih sedikit, namun hasil produksinya lebih tinggi.

Cara kedua melalui metode substitusi. Metode ini juga sudah lama dilakukan di Indonesia, mulai dari substitusi jagung, singkong, sagu, sukun, dan sebagainya. Namun, pola konsumsi masyarakat Indonesia di mana “belum makan kalau belum makan nasi” membuat program diversifikasi pangan ini belum berjalan optimal. Terkait substitusi beras, IPB telah membuat diversifikasi untuk memenuhi pola konsumsi Indonesia. Substitusi ini bernama Beras Analog. Beras ini mirip dengan dengan beras padi, namun berbahan sagu, sorgum, dan jagung.

POTENSI PERTANIAN KALTIM

Upaya mencari penopang perekonomian baru, sebagai pengganti sektor pertambangan, Provinsi Kalimantan Timur memiliki potensi lahan pertanian mencapai 2.468.328 hektare yang terdiri atas lahan kering seluas 1.846.328 hektare dan lahan basah sekitar 622 ribu hektare. Selain itu, program integrasi perlu digalakkan dalam suatu kawasan dengan beberapa kegiatan usaha pertanian. Misalnya, integrasi peternakan sapi di lahan kebun sawit ataupun bekas lahan tambang, termasuk integrasi tanaman jagung di perkebunan kelapa sawit.

Target produksi padi tahun 2018 sebesar 608 ribu ton, dan siap menjadi lumbung padi nasional. Dikaitkan jumlah penduduk Kaltim sebanyak 3.575.499 jiwa, maka jumlah beras yang dikonsumsi sebanyak 500.569 ton; sehingga surplus sekitar 107 ribu ton. Ini peluang yang sangat baik bagi Pemerintah Daerah Kaltim untuk menyejahterakan rakyatnya, sekaligus lumbung pangan nasional. Semoga. (*/one/k15)


BACA JUGA

Kamis, 15 November 2018 07:03

Fakultas “Medsos” Jurusan “Meme” ala Presiden Abad 21

Oleh: Darwan(Mahasiswa Program Pascasarjana Ekonomi Syariah IAIN Samarinda) ORASI Presiden Joko Widodo…

Kamis, 15 November 2018 07:01

Indeks Pembangunan Pemuda di Kaltim Meningkat

Oleh: Marinda Asih Ramadhaniah(Staf Bidang Ekonomi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kaltim) KINERJA…

Rabu, 14 November 2018 06:53

Takdir Hidup Bersama Banjir

Oleh: Dr Ir Sunarto Sastrowardojo M Arch(Dosen Sekolah Pascasarjana Perencanaan dan Pengembangan Wilayah…

Rabu, 14 November 2018 06:51

Mengapa Angka Penyakit TBC Tidak Pernah Turun?

Oleh: Ferry Fadzlul Rahman(Dosen Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Kaltim) BERDASAR data…

Rabu, 14 November 2018 06:49

Bonus Demografi untuk Kaltim: Berkah atau Bencana?

Oleh: Rezaneri Noer Fitrianasari(Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Data Analisis di Badan Pusat Statistik)…

Selasa, 13 November 2018 06:58

Merosotnya Nilai-Nilai Kepahlawanan

Oleh: Suharyono Soemarwoto MM(Pemerhati Ketenagakerjaan dan Ekonomi Kerakyatan, Kandidat Doktor Ilmu…

Selasa, 13 November 2018 06:56

Dunia Penerbangan Kita

Oleh: RP Yohanes Antonius Lelaona SVD(Rohaniwan di Paroki St Pius X Tenggarong) TERBANG ke sana kemari…

Senin, 12 November 2018 07:01

Berkembang atau Tumbang di Tengah Jalan?

Oleh: Rahiman Al Banjari(Pemuda Muhammadiyah Balikpapan) “KITA akan menjadi saksi perubahan. baik…

Senin, 12 November 2018 06:59

Tingkatkan Hasil Belajar Matriks melalui Problem Based Learning

Oleh: Drs Mulyono(Guru SMA 5 Balikpapan) SALAH satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan kita adalah…

Sabtu, 10 November 2018 06:19

Menyongsong Era Digital Pemilu di Indonesia

PEMILU  pada awalnya ditujukan untuk memilih anggota lembaga perwakilan, yaitu DPR, DPRD Provinsi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .