MANAGED BY:
SABTU
24 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Minggu, 21 Januari 2018 19:05
Kisruh Hanura, Menkumham Condong Kemana?
Menkumham Yasonna H Laoly. Foto: dok jpnn

PROKAL.CO, Konflik internal di Partai Hanura jelas membelah para kader. Belum lagi terkait verifikasi faktual partai oleh KPU untuk Pileg 2019. Lalu bagaimana sikap Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H Laoly?  menyoroti konflik internal tersebut. Menurut dia, tak seharusnya konflik internal mencuat hingga membelah partai yang didirikan Wirantoitu menjadi dua kubu.

Yasonna mengatakan, konflik berkepanjangan tak akan menguntungkan bagi Hanura. Karena itu, Hanura sebaiknya bisa segera mengatasi persoalan internalnya ketimbang malah merugi.

“Kedua pihak sebaiknya duduk bersama. Cobalah cari penyelesaian karena pertikaian ini akan merugiakan Hanura,” ucap dia di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (21/1).

Yasonna mengaku telah mengirimkan surat keputusan (SK) Kemenkumham tentang pengesahan kepengurusan Hanura kepada Oesman Sapta Odang (OSO). Tapi, dia juga mengaku menerima berkas hasil Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Hanura kubu Sarifuddin Sudding Cs.

“Kan SK sudah ada, kemudian ada kelompok (munaslub) Ambahara (pengurus Hanura kubu Sudding, red). Dari kelompok Ambahara datang ke saya menyerahkan hasil munas," tambah dia.

Namun, politikus PDI Perjuangan itu tak buru-buru mengambil langkah. Dia lantas menghubungi Mentero Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto yang juga ketua Dewan Pembina Hanura.

Yasonna mengingatkan Wiranto bahwa saat ini Komisi Pemilihan Umum (KPI) sedang melakukan verifikasi terhadap partai politik yang akan mengikuti Pemilu Legislatif 2019. Karena itu Yasonna mengatakan, konflik internal Hanura jangan sampai membuat partai yang berdiri pada 2006 itu tak bisa ikut pemilu.

Menurut Yasonna, SK Kemenkumham bernomor M.HH-01.AH.11.01 Tahun 2018 tentang kepengurusan Hanura di bawah pimpinan Oso justru demi mempermudah partai pemilik 16 kursi di DPR RI itu untuk menjalani verifikasi KPU.

"SK yang lalu dalam rangka kepastian, supaya ikut verifikasi partai politik karena Pak OSO tidak bisa tanda tangani surat tanpa sekjen (Sudding, red). Sekjen tidak bisa tanda tangani surat tanpa ketua umum, maka untuk kepastian saya kasih," tandas dia.(mg1/jpnn)


BACA JUGA

Jumat, 23 Februari 2018 13:02

Setnov "Nyanyi" Ganjar Pranowo Terima USD 500 Ribu

Setya Novanto (Setnov) "bernyanyi" keras di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (8/2). Mantan ketua DPR…

Jumat, 23 Februari 2018 12:45

Lega, Tunjangan Guru Besar Belum akan Dihapus

Sempat jadi polemik, akhirnya kabar melegakan datang juga untuk 3.800 lebih guru besar alias…

Jumat, 23 Februari 2018 12:39

Jamin Aman, Rumah Novel Baswedan Dipantau Tiap Hari

Tak ingin peristiwa penyerang terhadap Novel Baswedan terulang, kediaman penyidik senior di…

Kamis, 22 Februari 2018 19:56
BREAKING NEWS

WASPADALAH, Napi Teroris Tembus 600 Orang 

  JAKARTA – Indonesia serius melakukan pencegahan aksi radikalisme dan terorisme. Terbukti,…

Kamis, 22 Februari 2018 19:50

JK Ditagih Janji Angkat Guru Honorer jadi CPNS

Pengabdian guru honorer harus dibalas sepantasnya dengan cara mengangkat mereka sebagaiCPNS. Demikian…

Kamis, 22 Februari 2018 19:38

Novel Diingatkan Dia Bukan Selebriti

Setelah setahun lebih di Singapura, Novel Baswedan balik ke Indonesia. Kembalinya penyidik senior…

Kamis, 22 Februari 2018 18:57
BREAKING NEWS

LUAR BIASA, FKPT Kaltim Terbaik di Indonesia 

  JAKARTA – Prestasi moncer berhasil ditorehkan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT)…

Rabu, 21 Februari 2018 11:45

WADUH..!! Gara-Gara Ini, Proyek Tol Seluruh Indonesia Dihentikan Sementara, Termasuk Tol Balikpapan-Samarinda?

JAKARTA- Proyek-proyek besar di Indonesia yang membutuhkan pekerjaan berat dihentikan sementara. Keputusan…

Rabu, 21 Februari 2018 11:42

BAHAYA..!! Indonesia Jadi Kelinci Percobaan Narkoba Jenis Baru

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso tidak main-main dalam upaya pemberantasan…

Rabu, 21 Februari 2018 11:34
Ini Pendapat Pengamat

YAKIN..? Kalau Penyerangan Ulama hanya Insiden?

JAKARTA - Pengamat intelijen dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .