MANAGED BY:
SELASA
24 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Sabtu, 20 Januari 2018 07:08
Abaikan Ejekan Perawan Tua, Target Umrah Sekaligus Bulan Madu

Aisyah 48 Tahun Merawat Cinta Demi Menunggu Diwaja

TERLANJUR CINTA: Lalu Diwaja dan Baiq Aisyah saat melangsungkan pernikahan di Desa Suradadi, Lombok Timur, awal bulan ini.

PROKAL.CO, Tak bisa dibayangkan seorang gadis rela menunggu pria idamannya untuk menikahinya hingga dia menginjak usia 65 tahun. Itu terjadi di Desa Suradadi Kecamatan Terara, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Bukti nyata, cinta memang harus diperjuangkan.

 HAMDANI WATHONI, Lombok Timur

 

DISAKSIKAN mega yang menggelayut di langit, sepasang pengantin baru itu terlihat tengah berkemas. Sebentar lagi, keduanya hendak bersiap melakukan perjalanan jauh. Pergi ke Dompu. Bukan untuk bulan madu, namun menuju rumah tempat mereka akan tinggal dan merajut harapan dan merenda kebahagiaan.

 Pasangan yang sedang berbahagia itu adalah Lalu Diwaja dan Baiq Aisyah. Di hadapan penghulu dan disaksikan para handai tolan, keduanya melangsungkan pernikahan pada 10 Januari lalu.

 Bukan sembarang pasangan. Lalu Diwaja dan Baiq Aisyah adalah pasangan yang kini cukup terkenal di kampungnya. Lantaran mereka menikah setelah melalui perjuangan yang cukup panjang. Menjalin kasih sekitar tahun 1970 silam, mereka akhirnya baru bisa menikah tahun ini.

 Pasangan ini adalah salah satu gambaran bagaimana kompleksnya persoalan asmara. Tak hanya itu, campur tangan Tuhan akan datangnya jodoh begitu terlihat nyata dalam pernikahan mereka. Sepasang mantan kekasih yang dipertemukan kembali dalam ikatan suci nan tulus setelah terpisah puluhan tahun. Menjalin kisah cinta sejak remaja, mereka akhirnya menikah pada usia senja.

 "Saya melihat wajahnya sama seperti saat saya melihat dia di usia 17 tahun. Bukan hanya jantung saya yang berdebar, tapi tangan dan kaki saya gemetar," begitu penggalan kalimat pertama yang terlontar dari bibir Lalu Diwaja ketika diwawancarai Lombok Post (Kaltim Post Group) kemarin (18/1).

 Lalu Diwaja, 78 tahun, adalah duda anak empat dengan cucu 12 orang. Dia warga asli Desa Suradadi, Lombok Timur yang transmigrasi ke Kabupaten Dompu. Sama dengan Diwaja, Baiq Aisyah juga warga asli Desa Suradadi. Tapi, bukannya bertemu di desa, keduanya malah mengaku kali pertama bertemu di Desa Lanci, Kabupaten Dompu.

 "Waktu itu saya ikut kakak pergi ke Lanci. Di sana saya bertemu suami saya ini, tepatnya di sawah ketika dia sedang mencangkul," tutur Aisyah.

 Entah apa namanya, Aisyah tak bisa mengungkapkan perasaannya dengan kata-kata. Ketika melihat Diwaja, dia merasa ada sesuatu yang berguncang di dalam dadanya. Dia bertanya dalam hati apakah ini yang dinamakan cinta pada pandangan pertama?

 Gayung bersambut, Diwaja yang juga pertama kali menatap Aisyah langsung jatuh hati. Dia merasakan hal yang sama pada gadis desa yang baru pertama kali dilihatnya. Dari mata turun ke hati, di sanalah semua berawal. Kisah asmara dua sejoli yang menjemput kembali takdir mereka setelah lama terpisah.

 "Dari sana kami terus terang saling suka," ujar Diwaja dan Aisyah sambil tersipu malu mengungkapkan perasaannya masing-masing.

 Setelah mencoba mendekati Aisyah, Diwaja pun lama kelamaan menjadi akrab. Jadi, tak butuh waktu lama dia menyatakan perasaannya kepada Aisyah bahwa dia mencintai perempuan 17 tahun kala itu. Tak bisa membohongi perasaannya sendiri, Aisyah pun menaruh hati pada Diwaja yang kala itu berusia sekitar 30 tahun.

 Sayang seribu sayang, Aisyah tak bisa menerima cinta Diwaja serta-merta. Meskipun dia menyimpan perasaan yang begitu besar pada pria yang dianggapnya rajin, pekerja keras, ramah, dan baik kepadanya.

 Musababnya, status Diwaja saat itu sudah beristri dengan empat orang anak. Ironisnya lagi, istri Diwaja merupakan sepupu Aisyah. Jadi, meski sangat mencintai Diwaja, dia tak ingin menyakiti hati sepupunya.

 "Akhirnya, saya pun berpacaran dengan pria lain asal Lombok Tengah sekitar enam bulan. Untuk melupakan Diwaja," kata Aisyah.

 Yang namanya sudah telanjur cinta, bagaimanapun Aisyah mencoba melupakan Diwaja, bayang-bayang pria tersebut tak bisa hilang dari ingatannya. Jadi, hubungannya dengan pria asal Lombok Tengah itu pun kandas. Dengan Diwaja kembali merapat padanya. "Dia bilang ke saya, nama kita sama-sama enam huruf. Kita akan berjodoh apapun yang terjadi," ungkap Aisyah kepada Lombok Post.

 Kalimat tersebut seolah menjadi pengikat hati Aisyah. Tak ada cinta lagi yang bisa masuk menyentuh hatinya. Dia pun setia menunggu Diwaja datang menjemput dan mempersuntingnya. Terlebih ketika Diwaja mengaku dirinya menikah dengan istrinya almarhum Baiq Masban setelah dijodohkan orangtua mereka. Bukan dilatari cinta pada pandangan pertama seperti cintanya pada Aisyah.

 Sayang, ketika cinta mereka sedang bersemi, Aisyah harus pergi. Dia kembali ke Desa Suradadi mengikuti keluarganya. Meninggalkan Diwaja di Dompu bersama anak istrinya. Meski dia mengaku sulit merelakan orang yang dicintainya.

 "Dari sana saya mulai menunggu dia. Banyak yang datang melamar saya ke rumah, saya tidak mau menikah. Orangtua saya marah, tapi saya tetap mau menunggu Diwaja. Saya yakin dia datang," ujar perempuan tersebut polos menatap wajah Diwaja yang sudah terlihat berkeriput.

 Dia dikucilkan dan dianggap perawan tua. Namun, semua ucapan masyarakat hingga ucapan orangtuanya yang memintanya menerima lamaran sejumlah pria diabaikannya. "Jodoh saya akan datang. Bukan pria lain, tapi Diwaja," yakinnya, tanpa keraguan.

 Hari terus berganti, bulan hingga tahun, Diwaja tak kunjung datang. Tak ada kabar dari surat, SMS, ataupun telepon. Namun, Aisyah tak goyah. Dia memilih setia menunggu hingga usianya mencapai 65 tahun.

 Penantian panjang itu pun akhirnya berakhir. Awal tahun baru, dia mendapat kabar seorang pria mencarinya lewat telepon. Dengan perantara Lalu Mustiarep, salah seorang warga, Diwaja menanyakan kabar dirinya.

 "Istri saya meninggal sekitar setahun lalu. Saya kesepian. Makanya saya iseng-iseng telepon ke teman di Desa Suradadi menanyakan namanya Aisyah," aku Diwaja.

 Tak pernah dia sangka, jawaban yang dia dapat Aisyah masih hidup dengan status perawan tua dan belum pernah menikah sekali pun. "Saya pikir dia sudah meninggal. Makanya saya tidak percaya ketika dikasih tahu kalau dia masih hidup dan belum menikah," aku Diwaja menitikkan air mata.

 Dia pun bergegas pulang ke kampung halamannya di Desa Suradadi. Dia tak sabar menunggu cinta pandangan pertamanya puluhan tahun silam.

 "Saya ingat betul pertama kali melihat wajahnya ketika pertama berjumpa. Masih sama ketika dia usia 17 tahun. Saya tidak percaya Aisyah mau menunggu saya," ujarnya.

 Tanpa pikir panjang, dia pun segera melamar Aisyah dan menikahi perempuan pujaan hatinya tersebut di Musala desa setempat. Akad pernikahan mereka berjalan lancar dan viral setelah salah seorang warga merekamnya dan mengunggahnya ke media sosial.

 "Sekarang saya mau ajak dia ke Dompu. Kami ingin hidup tenang di sana mengerjakan sawah dan menggembala hewan ternak," ujar Diwaja.

 Tak ada kemewahan ataupun hidup indah yang bisa diberikan Diwaja pada Aisyah di Dompu. Namun, pria ini mengaku akan membayar penantian Aisyah yang begitu lama dengan membahagiakannya di sisa usia mereka.

 "Keluarga saya di Dompu sudah tahu dan mereka juga hadir saat pernikahan saya kemarin," akunya.

 "Jika Allah berkehendak, saya ingin mengajak Aisyah ke Tanah Suci berhaji atau umrah. Sekalian bulan madu berdua," jelasnya sambil bersiap mengemas barang. Karena kendaraan minibus telah menunggu mereka berdua untuk menuju Dompu. (*/r2/r8/jpnn/far/k11)


BACA JUGA

Sabtu, 07 April 2018 07:20

Menolak Partai demi Warga Kaltim, Target Jadi Ketua DPD RI

Polemik rencana pergantian Mahyudin di wakil ketua MPR mulai meredup. Hingga kemarin (6/4), dia masih…

Sabtu, 07 April 2018 07:09

DP Hanya Rp 3 Juta Bisa Pilih Lokasi

BALIKPAPAN  —  Borneo Paradiso tak pernah berhenti menyuguhkan hunian terbaik bagi warga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .