MANAGED BY:
SABTU
24 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Kamis, 18 Januari 2018 09:16
Pasar Pariwisata Belum Terbentuk

Angkat Market Size, Pikirkan Catchment Area

-

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Dua bandar udara besar di Balikpapan dan Samarinda akan membelah pasar penerbangan Kaltim. Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan dan APT Pranoto diharapkan tak saling membunuh, tapi tumbuh bersama.

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Handy Heryudhitiawan mengatakan, pasar kemungkinan masih besar di Balikpapan. Masih ada market dari daerah PPU dan sekitarnya. Sebab itu, Handy semakin optimistis menjalankan bisnis selama satu tahun ke depan.

“Kita tidak berbicara market share semata, atau head to head antara Samarinda dan Balikpapan. Tetapi, bagaimana market size ini bisa bertambah,” ucapnya kepada Kaltim Post, Rabu (17/1).

Menurutnya, investasi besar sudah ditanam di Samarinda dan Balikpapan. Bahkan, investasi yang digelontorkan untuk pembangunan Bandara SAMS Balikpapan belum balik modal. Tentunya butuh strategi agar dua bandara ini tetap berjalan bersama dengan mencatatkan kinerja positif. Salah satunya dengan meningkatkan market size yang ada. Total penumpang di Kaltim, atau yang berangkat dan datang lewat Balikpapan, tahun lalu sekitar 6,4 juta penumpang. Turun tipis 1 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Berdua harus mencari market di luar Kaltim. Potensi di luar sana sebenarnya sangat besar. Bahkan, dari keberangkatan umrah rute direct Balikpapan ke Madinah. Banyak orang ditarik dari Banjarmasin dan Makassar untuk lewat Balikpapan. Oleh karena itu, tiap satu hari dalam sepekan, penerbangan milik Lion Air ini selalu terbang. Okupansinya rata-rata di atas 400 penumpang,” terang GM muda itu.

Dia melanjutkan, urusan bandara dilihat dari catchment area. Bukan Kaltim saja. Pasar Kaltim datang dari Jakarta, Surabaya, Manado, Gorontalo, Mamuju, Makassar, dan lainnya. “Ya, kita manfaatkan bisa menarik penumpang dari daerah-daerah itu. Itulah yang di-create. Tarik untuk datang ke Kaltim. Ya, seperti umrah itu, bisa menarik penumpang dari daerah lain,” tutur pria yang belum genap satu tahun memimpin di AP I Balikpapan.

Handy menerangkan, penumpang datang tahun lalu sekitar 3,5 juta orang. Kemudian, penumpang berangkat 2,9 juta. Sementara, market Indonesia sekitar 250 juta penumpang. Inilah yang harus disinergikan Balikpapan dan Samarinda untuk meningkatkan market size. Kalau bisa, penumpang datang melonjak tinggi karena banyak penumpang dari daerah lain bisa transit atau datang ke Kaltim.

“Daya tarik lainnya adalah pariwisata. Bisa juga mengembangkan pariwisata secara merata di Kaltim. Pasalnya, market dari pariwisata ini belum terbentuk. Rata-rata penumpang di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan ini urusan bisnis. Dari survei kami hanya 2-5 persen saja yang tujuannya wisata. Artinya, masih besar potensi dari pariwisata. Ya, kami tidak bisa sendiri. Butuh support dari pemerintah dan pihak terkait,” ulasnya.

Sejauh ini, sambung Handy, antara AP I dan Dinas Perhubungan Kaltim sudah melakukan komunikasi. Dinas sangat welcome. AP I dilihat sebagai mitra yang baik. Dari sisi AP I, Handy mengaku siap jika ditunjuk sebagai operator di Bandara APT Pranoto Samarinda. “Sejauh ini, memang belum ada keputusan final,” bebernya.

Kasus seperti Bandara APT Pranoto Samarinda dan Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan hampir mirip kasus antara bandara di Bandung yang dikelola AP II dan Bandara di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, yang dikelola pemerintah provinsi. Tetapi, statusnya bandara di Majalengka belum rampung, progresnya masih 80 persen.

Potensi menggerus penumpang dari Bandara Internasional Husein Sastranegara, Bandung, memang ada. Tetapi, tidak semudah itu. Mengoperasikan bandara disebut tidak gampang. Bandara Majalengka diapit Bandung, Jakarta, kemudian Semarang di timur.

Handy mengatakan, di Indonesia, bandara yang tidak dikelola AP I dan II sekitar 260 buah. Beberapa di antaranya berstatus internasional. Seperti Tarakan yang dimiliki pemerintah melalui Dinas Perhubungan.

Lebih lanjut, pria ramah ini menuturkan, mengelola bandara tidak semudah membalikkan tangan. Minimal, bandara harus memiliki tiga juta penumpang per tahun. Di bawah angka itu, kondisi financial pasti buruk.

“Lalu, perawatan bandara ini tidak murah. Maintenance landasan pacu (runway) itu menghabiskan dana miliaran rupiah per enam bulan. Belum lagi perawatan terminal, parkir, logistik, dan lain sebagainya,” jelasnya.

Sebagai informasi, jumlah penerbangan di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan sebanyak 90 penerbangan. Tahun ini, Handy menargetkan bisa menjadi 100 penerbangan. Rute direct dari Balikpapan ada sekitar 25 tujuan, yakni Jakarta (CGK, HLP), Pontianak (PNK), Bandung (BDO), Semarang (SRG), Jogjakarta (JOG), Solo (SOC), Denpasar (DPS), Surabaya (SUB), Berau (BEJ), Tarakan (TRK), Banjarmasin (BDJ), Palangka Raya (PKY), Makassar (UPG), Palembang (PLM), Mamuju (MJU), Batam (BTH), Medan (MES), Lombok (LOP), Samarinda (SRI), Palu (PLW), Manado (MDC), Kendari (KDI), Singapura (SING), dan Madinah (MED).

KLAIM PALING LENGKAP

Sementara itu, Sekretaris Kota Balikpapan Sayid MN Fadli optimistis pengguna Bandara SAMS Sepinggan akan tetap tinggi meski Bandara APT Pranoto beroperasi. Sebab, pemerintah kota sudah jauh-jauh hari komitmen mewujudkan Kota Minyak sebagai kota Meeting, Incentive, Convention, dan Exhibition (MICE).

Secara infrastruktur, meski di tengah keterbatasan, Fadli menyebut, sudah cukup baik. Bahkan, paling siap sebagai kota jasa dibanding kota-kota lain di Kaltim. Misalnya, soal ketersediaan penginapan dan hotel. Lengkap dari yang bintang satu sampai bintang lima. “Dari segi harga, yang paling murah sampai yang mahal ada,” ujarnya.

Kemudian Balikpapan juga punya banyak ruang pertemuan. Misalnya yang kapasitas paling besar di Dome, Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC). Ada juga Gedung Kesenian Balikpapan yang megah dengan kapasitas 1.000 penonton yang kerap jadi venue untuk pertunjukan seni. Seperti pertunjukan band, orkestra, sampai stand-up comedy.

Sarana olahraga kelas internasional juga ada di Balikpapan. Venue eks PON Kaltim 2008 seperti Lapangan Tennis Indoor dan Gedung Squash. Termasuk Stadion Batakan yang saat ini tengah dalam tahap penyelesaian. Bahkan, sudah sempat menggelar laga internasional Balikpapan Masters Cup, November lalu.

Dia juga bersyukur karena pengusaha-pengusaha Balikpapan yang kreatif. Pemkot juga mendukung sinergi antara pemerintah dengan swasta. Seperti rencana pemanfaatan eks terminal keberangkatan Bandara SAMS Sepinggan. “Saya dengar sudah ada pengusaha yang ingin menyulap gedung itu menjadi tempat eksibisi,” kata Fadli.

Ekshibisi tersebut bisa berupa apa saja. Seperti pameran seni, sampai alat berat dan sebagainya. Melalui sinergi pemerintah dan swasta juga, merencanakan megaproyek coastal area memanfaatkan posisi Balikpapan yang dikelilingi lautan. Proyek reklamasi di pesisir pantai Balikpapan itu akan dikembangkan menjadi pusat kota baru. Pemandangan laut bakal lebih ter-ekspose ditambah fasilitas perkantoran, pusat belanja, hotel, dan entertain di areal reklamasi sepanjang 7,5 kilometer. “Kalau itu jadi, orang pasti tertarik mengunjungi Balikpapan,” tambahnya.

Tak hanya itu, perbaikan objek wisata juga terus dilakukan. Seperti di Pantai Manggar yang terus berbenah. Seperti disediakan jalan masuk alternatif bekerja sama dengan pengusaha lokal. Selain itu, beberapa kawasan pantai juga dikelola swasta dan menjadi daya tarik wisata tersendiri.

Keberadaan Kawasan Industri Kariangau (KIK) juga terus dimaksimalkan. Dengan infrastruktur yang ada, investasi diharapkan terus tumbuh. Apalagi, ada bandara berkelas internasional. “Kami juga komunikasi dengan BUMN dan juga kementerian agar ketika ada event dengan skala besar bisa digelar di Balikpapan,” imbuhnya.

Makanya, Fadli mendorong pembangunan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda bisa segera selesai. Dengan berbagai daya tarik yang dimiliki Kota Minyak, ketika akses darat sudah semakin mudah, masyarakat dari bagian utara Kaltim pun akan lebih tertarik datang ke Balikpapan.

Fadli juga sempat mengusulkan dibangun elevated road (jalan layang) dari jalan tol langsung masuk ke Bandara Sepinggan. “Tiga tahun lalu, sudah pernah saya usulkan waktu ada rapat di provinsi. Tapi, belum ditanggapi,” pungkasnya. (aji/rsh/dwi/k11)


BACA JUGA

Jumat, 23 Februari 2018 10:50
PGK Bukan Ajang Kampanye Paslon Pilgub Kaltim

INGAT..!! Panitia akan Usir Oknum yang Pakai Atribut Paslon

SAMARINDA- Siang ini Piala Gubernur Kaltim (PGK) II/2018 resmi dibuka. Nah, kebetulan interval waktu…

Jumat, 23 Februari 2018 08:59

GARA-GARA INI, Tol Balsam Kena Imbas, Bisa Molor Lagi....

SAMARINDA – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyetop seluruh…

Jumat, 23 Februari 2018 08:57
Polres Periksa Oknum Polisi Penambang Ilegal di Kuburan

Sempat Menambang di Dua Lokasi

SAMARINDA – Tambang ilegal mulai menjamur di Kota Tepian setelah aktivitas terlarang itu sempat…

Jumat, 23 Februari 2018 08:51

Pengacara Rita: Angka Gratifikasi Cuma Asumsi Jaksa

JAKARTA – Gratifikasi senilai Rp 469 miliar yang didakwakan jaksa kepada Bupati Kutai Kartanegara…

Jumat, 23 Februari 2018 08:46

Indonesia Simpan Cadangan Bahan Baku hingga Ribuan Tahun

Thorium dianggap salah satu solusi terbaik untuk pengembangan pembangkit listrik. Inventarisasi Badan…

Jumat, 23 Februari 2018 08:40

Godaan ATM

LANGSUNG ke anjungan tunai mandiri (ATM) begitu dapat kabar transferan? Tentu wajar. Asal jangan lantas…

Kamis, 22 Februari 2018 10:19
Maut di Dalam Rumah

Fenomena Kekerasan kepada Anak yang Makin Marak

Kekerasan kepada anak cenderung meningkat. Mereka disiksa di tempat yang seharusnya paling aman dan…

Kamis, 22 Februari 2018 10:05

Umbar Senyum, Diajak Kakak Foto Bareng

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) nonaktif Rita Widyasari menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak…

Kamis, 22 Februari 2018 09:56

Mendeteksi Jantung Bawaan sejak Dini

CATATAN: DR RAFLES PH SIMBOLON (*) TETRALOGI fallot (TF). Dua kata tersebut mungkin belum awam di tengah…

Kamis, 22 Februari 2018 09:48

Ekonomi Tak Boleh Jadi Alasan

PENGANGGURAN dan impitan ekonomi bisa menjadi biang kekerasan dalam rumah tangga. Dua variabel tersebut…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .