MANAGED BY:
MINGGU
21 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM REDAKSI

Kamis, 18 Januari 2018 08:53
Chandra dan Dukungan

PROKAL.CO, OLEH: RAYMOND

SATU nama lagi dari Kaltim mencuat di kancah nasional, menyita perhatian seantero Indonesia. Chandra Wahyudi, penyanyi yang membawa nama Samarinda di ajang pencarian bakat idola di TV swasta itu, membuat bangga Samarinda. Di balik kepopuleran itu, dia mengecewakan sebagian warga Kutim.

Diketahui, pemuda 24 tahun itu lolos dari babak audisi Indonesian Idol dengan kesuksesan lebih. Namanya viral di media sosial, karena berhasil membuat salah satu juri, Maia Estianty, menyatakan bahwa dirinya meleleh akibat tipe suara Chandra yang disebutnya jantan. Bahkan ditambahkan Ari Lasso dengan kata ‘merembes’.

Sampai Selasa (16/1) sore, video Chandra saat audisi sudah mencapai 7,5 juta viewers. Kariernya pun meningkat, sehingga lolos penjaringan dan terus berlanjut ke panggung live idola pada Senin (15/1) malam.

Chandra yang merupakan warga asli Kecamatan Muara Bengkal, Kutim, didukung oleh warga Kutim sampai ke Jakarta. Tertangkap kamera beberapa orang penting dari Kutim dan jajarannya berada di bangku penonton, meneriakkan dukungan di depan panggung acara TV swasta itu.

Sayangnya, dia membawa nama Samarinda. Padahal, para pendukungnya yang datang dari Kutim, sudah tampil dengan pakaian yang menonjolkan nama Kutim, yakni baju bergambar Sangkulirang Rock Arts. Tentu mereka bermaksud membawa nama pariwisata alam andalan Kutim yang berusia jutaan tahun tersebut sebagai karakter Kutim.

Di balik sorak-sorai di ibu kota negara, banyak warga Kutim yang menyatakan kekecewaannya, karena Chandra bernyanyi di panggung tersebut dengan membawa nama Samarinda. Sebab diketahui, setelah lolos audisi, lelaki berambut kribo itu langsung datang ke Sangatta, menemui Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang dan beberapa pejabat pemkab lain, lalu meminta “dukungan”. Tentu pemkab tidak tega jika hanya memberi dukungan moral, tentu dibarengi materi.

Tulisan ini bukan ingin membahas rasa kecewa warga Kutim terhadap drama panggung idola tersebut. Chandra pun tidak salah. Sebab, saya yang merupakan warga asli Samarinda tahu, bahwa dia cukup lama berkarier musik di ibu kota Kaltim. Bahkan beberapa kali, dia menjuarai kompetisi musik lokal.

Tetapi tidak dapat dimungkiri, dirinya yang meminta dukungan ke Pemkab Kutim dan telah mendapatkannya, sebenarnya diharap membantu mengangkat nama daerah. Hal ini kasuistik sekali.

Banyak contoh kasus, ketika para seniman mampu membawa nama dirinya ke kancah nasional, secara otomatis itu membukakan pintu untuk mengharumkan nama daerah. Semakin banyak putra daerah yang berkarya di Ibu Kota, semakin terdengung nama suatu daerah.

Katakan saja Jogjakarta, Bandung, Bali, atau Medan. Masih bagus lagi nama Papua dalam hal seni. Atau terdekat, Banjarmasin dan Balikpapan. Dua kota itu jauh lebih dikenal dibanding Samarinda maupun Kutim. Ketika semakin banyak orang Kaltim sukses, meningkat pula nama kota yang dibawanya.

Ini sebenarnya merupakan pengalaman yang patut jadi catatan khusus. Sebelumnya, ada kejadian, di mana saat band asal Samarinda, yakni ZerosiX Park berhasil menjadi runner-up di ajang pencarian bakal TV swasta lainnya, Rising Star Indonesia, Pemprov Kaltim buru-buru memberi dukungan, dipimpin seorang bakal calon gubernur yang masih menjabat sekprov Kaltim.

Padahal, sebelumnya tak ada dukungan seperti itu. Beruntung Chandra mendapat dukungan lebih dulu, tidak seperti ZerosiX Park yang sedikit terlambat didukung. Seandainya dukungan pemerintah daerah dipersiapkan jauh hari, tentu akan lebih banyak nama dari Samarinda, Kutim, dan daerah Kaltim lainnya.

Tidak perlu uang banyak. Pemerintah hanya perlu rutin menyiapkan panggung yang terkonsep dan rutin digelar, serta forum musisi yang terorganisasi. Lalu, target musisi yang akan dijadikan andalan, serta bimbing orang-orang yang berpotensi. Jadikan hal itu didukung masyarakat luas. Mudah-mudahan banyak Chandra Kaltim lainnya yang mengharumkan nama daerah. (*/one/k15)


BACA JUGA

Sabtu, 06 Oktober 2018 06:05

Abstrak

TIGA tahun lalu, saya mengikuti pelatihan jurnalistik bagi pemimpin redaksi (pemred) se-Jawa Pos Group…

Sabtu, 06 Oktober 2018 06:03

Inkubator untuk Korban Gempa

SELIMUT mural di badan bangunan kecil itu menyita perhatian. Didominasi warna kuning. Gambar tokoh-tokoh…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .