MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 17 Januari 2018 09:16
Sejarah Lapangan Terbang Sepinggan, Balikpapan
Luluh Lantak di Tangan Jepang dan Sekutu
-

PROKAL.CO, PESAWAT sekutu melayang-layang di langit Balikpapan seperti burung elang yang siap menerkam mangsanya. Pasukan Jepang yang terus-menerus dijatuhi bom semakin terdesak. Mereka bertahan di penjuru kota, termasuk di lapangan terbang yang berdiri di wilayah bernama Sepinggan. Kejatuhan kota ke tangan sekutu, bagi Jepang, bisa berarti kehancuran propaganda Kesemakmuran Asia Timur Raya yang mereka bawa.

Pekan pertama Juni 1945, Balikpapan telah berubah menjadi medan perang. Pasukan sekutu di bawah komando Jenderal Douglas MacArthur siap merebut Balikpapan dari tangan Jepang. Sebagai penghasil minyak, Balikpapan menyumbang posisi penting bagi kekuatan Jepang dalam Perang Dunia II. Dari kota itulah, Jepang bersama-sama Jerman memproduksi bahan bakar untuk armada udara (World War II: Unforgettable Eyewitness Accounts of the Momentous Military Struggles, 1996).

Jepang, yang karena ulahnya mengebom Pearl Harbor, sibuk meladeni Amerika Serikat di Front Pasifik. Jerman yang baru dua bulan ditinggal mati pemimpin Nazi, Adolf Hitler, susah payah bertahan dari gempuran sekutu. Merebut Balikpapan sebagai penyuplai bahan bakar pesawat Jepang, dalam pandangan sekutu, diprediksi melemahkan kekuatan tentara Negeri Matahari di seluruh Pasifik (The Royal Australian Navy & MacArthur, 2009).

Sekutu hanya perlu tiga pekan memereteli kekuatan Jepang. Bom-bom sekutu terus dijatuhkan dari pesawat yang bolak-balik ke kapal induk di teluk. Serangan dari laut juga tak berhenti. Kota Balikpapan, termasuk bandara di Sepinggan, luluh lantak. Bandara itu sebenarnya sudah hancur tiga tahun sebelumnya atau pada 1942. Pada saat Jepang datang, pertempuran dengan Belanda merusak fasilitas penerbangan. Jepang masih menggunakan bandara tersebut meskipun dalam kondisi tak sempurna.

Dari atas dek kapal penjelajah USS Cleveland pada 1 Juli 1945, Jenderal MacArthur mengamati Balikpapan dari balik kacamata hitamnya. Banyak serdadu Jepang terpanggang hidup-hidup. Pasukan pendarat (amfibi) Australia dari Divisi ketujuh bergerak maju. Mereka disambut serangan senyap pasukan Jepang yang bersembunyi di gua-gua. MacArthur geregetan. Peraih medal of honor yang gemar mengisap pipa cerutu itu turun ke daratan Balikpapan. Di tengah desing peluru, dia merancang serangan di atas lembaran peta kota (The Most Dangerous Man in America: The Making of Douglas MacArthur, 2014).

Dua puluh hari lamanya Balikpapan diserang dari tiga jurusan yaitu udara, laut, dan darat. Hampir semua fasilitas utama luluh lantak dalam Operasi Oboe Two yang diklaim sebagai operasi militer besar terakhir sekutu dalam Perang Pasifik. Sayonara buat Jepang, Balikpapan akhirnya dikuasai penuh oleh sekutu selepas bom atom jatuh di Hiroshima sebulan kemudian.

 "Dalam pertempuran di Balikpapan, Bandara Sepinggan ikut hancur," jelas Rosalinda Tumbelaka, anggota Komunitas Balikpapan Tempoe Doeloe, kepada Kaltim Post pekan lalu.

Kekalahan Jepang membuat bandara beralih ke tangan sekutu. Netherlands-Indies Civil Administration atau NICA, pemerintah Belanda yang dibonceng sekutu, lantas merenovasi bandara tersebut.

Tidak ada rekaman yang bisa memastikan tarikh pembangunan awal bandara di Sepinggan. Menurut catatan Komunitas Balikpapan Tempoe Doeloe, bandara di tepi laut itu diperkirakan dibangun Belanda pada 1930-an. Pesawat Hindia Belanda di bawah bendera maskapai bernama Koninklijke Nederlandsch-Indische Luchtvaart Maatschappij mulai masuk Sepinggan pada rentang waktu tersebut.

Satu yang bisa dipastikan bahwa bandara di Balikpapan dibangun sebagai infrastruktur penunjang operasi Bataafse Petroleum Maatschappij (BPM). Perusahaan minyak milik Belanda itu mengambil alih kegiatan eksploitasi di Kaltim dari Shell. BPM, yang kemudian dinasionalisasi menjadi Pertamina, mengatur pola jalur pipa minyak, telegram, telepon, permukiman, jalan raya, pelabuhan, hingga lapangan udara. "Seluruh infrastruktur dibangun BPM mulai 1910 hingga 1935," terang Ocha, sapaan Rosalinda.

Frekuensi pesawat pemerintah kolonial diketahui hanya sekali dalam sepekan. Rute penerbangan pada 1930 adalah dari Batavia, transit Surabaya, lalu Balikpapan.

Setelah kemerdekaan Indonesia, Bandara Sepinggan mulai aktif dipakai dalam kegiatan perusahaan minyak. Pada 1960, kewenangan pengelolaan bandara diserahkan kepada Jawatan Penerbangan Sipil, sekarang Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Dari saat itulah, kesibukan bandara mulai menggeliat hebat.

Sebagai lapangan terbang di kota yang memproduksi minyak bumi, Bandara Sepinggan makin ramai. Para investor minyak dan gas bumi dari Amerika Serikat dan Eropa datang ke Benua Etam. Sebagian besar penerbangan digunakan Pertamina dan kontraktornya. Frekuensi penerbangan dari sektor minyak dan gas bumi menembus 35 persen dari total lalu lintas udara.

Balikpapan berubah menjadi kota industri, pekerja, dan transit. Bandara Sepinggan juga berperan menghubungkan Indonesia bagian tengah dengan timur. "Sudah ramai sekali orang keluar-masuk Balikpapan. Baik pegawai dari dalam maupun luar negeri," lanjut Ocha. Sebagai contoh, satu rig migas atau pengeboran di tengah laut, memerlukan 200 orang. Pada 1980-an, Sepinggan telah menjadi bandara ketiga tersibuk setelah Jakarta dan Surabaya.

Pemerintah yang melihat potensi bandara segera mengeluarkan Peraturan Pemerintah 1/1987. Surat tertanggal 9 Januari 1987 itu mengamanatkan pengelolaan bandara dialihkan kepada Perum Angkasa Pura I. Bandara Sepinggan lalu direnovasi besar-besaran pada kurun 1991–1994.

Perum AP I membangun fasilitas bandara dan keselamatan penerbangan tahap pertama. Perbaikan meliputi pengembangan landasan pacu (runway), landasan hubung (taxiway), apron, terminal penumpang, dan terminal barang. “Saat itulah terminal penumpang yang lama, yang didesain dengan ukiran khas Dayak, mulai dibangun,” lanjut Ocha lagi.

Setelah 25 tahun, bandara makin sesak. Penumpang di Bandara Sepinggan telah menembus 5,5 juta orang per tahun. General Manager PT AP I Bandara Sepinggan Handy Heryuditiawan menjelaskan, terminal lama hanya berdaya tampung 1,1 juta penumpang per tahun. Pengelola memutuskan membangun terminal baru yang kelar pada 2014. Memiliki luas 110 ribu meter persegi, terminal berkapasitas 10 juta penumpang per tahun. Bandara Sepingan sekarang telah melayani 23 rute. Airports Council International bahkan menganugerahi Sepinggan sebagai bandara terbaik di dunia kategori 5 juta sampai 10 juta penumpang. (tim kp)


BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 09:05

Tugas Pertama Menyambut Jamaah Haji

PENAJAM - Penajam Paser Utara (PPU) resmi memiliki bupati dan wakil bupati baru. Abdul Gafur Mas’ud…

Kamis, 20 September 2018 10:32

Unang Bunuh Pasutri dengan Tenang

BALIKPAPAN – Publik dibuat heran dengan Unang Sudrajat (49). Otak pembunuhan pasangan suami-istri,…

Kamis, 20 September 2018 10:27

Diminta Kawal Proyek Strategis

SAMARINDA – Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak melantik bupati dan wakil bupati Penajam Paser…

Kamis, 20 September 2018 10:23

Diprediksi Rampung Pertengahan Tahun Depan

Ada kabar gembira. Dari rencana pembangunan Transmart Samarinda. Di pengujung masa jabatannya, Gubernur…

Kamis, 20 September 2018 10:04

Curigai Iming-Iming Untung Tinggi

MENGETAHUI sebuah investasi bodong atau tidak sebenarnya sederhana. Kategori tersebut bisa diketahui…

Rabu, 19 September 2018 13:00

Korban Aktif Pengajian dan Dermawan

DUA mobil jenazah tiba pukul 15.53 Wita di Masjid Al Mushawwir, Jalan Strat VI Balikpapan Utara, Selasa…

Rabu, 19 September 2018 12:22

Perusda Didorong Garap IUP

SAMARINDA – Minimnya kontribusi badan usaha milik Pemprov Kaltim terhadap peningkatan pendapatan…

Rabu, 19 September 2018 12:00

Ngga Jelas, Ternyata Kilang Bontang Masih Tunggu Investor

BONTANG – Pembangunan kilang minyak di Bontang belum ada kejelasan. Pemerintah belum memutuskan…

Selasa, 18 September 2018 12:00

KEJI..!! Bapak-Anak Habisi Bos Sendiri

BALIKPAPAN – Aksi kejahatan yang masih mewarnai Balikpapan membuat kota ini tak lagi aman. Setelah…

Selasa, 18 September 2018 12:00

Kaltim Masih Diuntungkan dari Ekspor yang Tinggi

SAMARINDA – Mata uang negeri ini masih terpuruk. Hingga kemarin (17/9), nilai tukar rupiah berada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .