MANAGED BY:
SELASA
20 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Rabu, 17 Januari 2018 08:49
Vaksin Difteri Diwarnai Penolakan

Gubernur dan Kemenkes Pastikan Halal

-

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Jumlah suspect atau orang yang disangka menderita difteri berdasarkan gejala klinis dan uji laboratorium mikroskopis terus bertambah. Setelah sebelumnya ada enam orang, Selasa (16/1), jumlahnya sudah bertambah menjadi 13 orang. Baru satu orang yang dinyatakan positif difteri. Sementara sisanya, masih menunggu hasil tes kultur tenggorokan dari laboratorium di Surabaya.

Hal ini disampaikan Wali Kota Rizal Effendi di sela-sela Rapat Koordinasi Kewaspadaan Dini dan Penanggulangan KLB Difteri, di Hotel Royal Suite, kemarin. Sayangnya, dalam upaya vaksin massal atau Outbreak Response Immunization (ORI) menemui sejumlah kendala.

“Saya ada laporan masih ada masyarakat yang menolak. Di Balikpapan misalnya Hidayatullah dan Ibnul Qoyyim agak menolak. Walaupun kan sebetulnya sudah sudah ada surat edaran dari MUI (soal tak ada unsur nonhalal dalam vaksin),” kata Rizal.

Makanya, Rizal menyebut perlu kerja sama dengan MUI dan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) untuk melakukan pendekatan secara agama. Sehingga, persepsi mengenai vaksin difteri tersebut bisa sama. Dan tidak menimbulkan keraguan pada masyarakat luas.

Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak yang juga hadir dalam acara tersebut membenarkan. Dia menyebut, saat ini di Kaltim sudah ada 45 orang yang disangka difteri. Tugas mencegah bukan hanya pada pemerintah, melainkan pada masyarakat sendiri, keluarga, dan komunitas. “Vaksin yang dipersoalkan seolah-olah ada unsur babi itu tidak benar,” tegasnya.

Dia mengimbau warga, khususnya usia kurang dari 5 tahun untuk segera mengikuti imunisasi lengkap. “Selamatkan keluarga Anda. Segera imunisasi, insyaallah selamat. Saya juga sudah instruksikan Dinas Sosial untuk terus melakukan sosialisasi di lapangan,” tambahnya.

Kembali ke Rizal, dia menyebut persoalan lainnya terkait ketersediaan vaksin. Di mana untuk usia 5-7 tahun stok sudah habis. Jumlahnya memang terbatas dan tak lagi diproduksi di Indonesia. “Ini kan jadi persoalan. Biofarma disuruh bikin lagi tapi baru setahun lagi tersedia. Padahal kan harus vaksin ulang terutama di daerah yang terinfeksi,” kata Rizal.

Rizal juga mengusulkan, harus ada laboratorium yang mampu meneliti kultur tenggorokan di Kalimantan. Saat ini, uji kultur harus dilakukan di Surabaya dan harus antre karena melayani dari berbagai daerah. Ketersediaan ruang isolasi juga menjadi masalah. Yang mana setiap rumah sakit hanya memiliki satu ruang isolasi. Hanya RSUD Kanujoso Djatiwibowo yang punya enam. 

“Nanti dibahas apakah bisa dengan Perwali, pada saat kondisi seperti ini setiap rumah sakit wajib menyediakan ruang isolasi lebih. Misalnya tiga atau empat tiap rumah sakit,” imbuhnya. Dia juga menyarankan kepada Pangdam VI/Mulawarman dan Wakapolda Kaltim agar pengadaan dan distribusi vaksin bisa lewat jalur TNI/Polri. Sehingga, vaksin juga diberikan di RS Bhayangkara dan RS Tentara minimal untuk anggota TNI/Polri sendiri.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Balerina menyebut, baru 600 anak yang sudah divaksin. Sementara jumlah anak di Balikpapan usia 1-7 tahun sebanyak 4 ribuan. Sedangkan anak usia 7-19 tahun sebanyak 23 ribuan. Sementara stok vaksin yang ada hanya untuk usia 7-19 tahun sebanyak 1.000 satuan. Vaksinasi akan dilanjutkan pekan ini untuk pelajar SMP.

Sementara Kasubdit Surveilans dan Karantina Kesehatan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Nancy menyebut, saat ini dalam tahap pengadaan vaksin. “Tahun lalu, karena akhir tahun kita tidak bisa melakukan pengadaan. Baru awal tahun ini pengadaan vaksin jalan. Targetnya, pekan depan sudah mulai distribusi ke daerah,” pungkasnya. (rsh2/k15)


BACA JUGA

Minggu, 18 Februari 2018 08:41

Kehilangan Penjaga 300 Ha Mangrove

BALIKPAPAN – kehilangan salah satu warga berprestasinya. Sabtu (17/2), sekira pukul 10.30 Wita,…

Minggu, 18 Februari 2018 08:36

Segera Cabut MoU Supermal

BALIKPAPAN – Pembangunan proyek supermal di eks lahan Puskib, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Mekarsari,…

Minggu, 18 Februari 2018 08:33

Bantah Tunjangan Guru Telat

BALIKPAPAN - Tersiar kabar bahwa tunjangan guru selama dua bulan terakhir mengalami keterlambatan pencairan.…

Sabtu, 17 Februari 2018 07:33

Terkendala Internet Lelet

BALIKPAPAN  –  Tahun ini, seluruh SMP baik negeri maupun swasta akan menggelar Ujian…

Sabtu, 17 Februari 2018 07:30

Kisi-Kisi Soal Disusun

BALIKPAPAN  –  Bukan hanya sarana dan prasarana, Disdikbud juga tengah mempersiapkan…

Sabtu, 17 Februari 2018 07:30

Atraksi Barongsai untuk Tolak Bala

BALIKPAPAN  –  Suasana Kelenteng Setya Dharma Guang De Miao selalu ramai dipenuhi umat…

Sabtu, 17 Februari 2018 07:26

Gagal Untung Ratusan Juta

BALIKPAPAN   -  Sebuah kapal diamankan kapal patroli Direktorat Polisi Perairan Udara…

Jumat, 16 Februari 2018 06:53

Postingan di Medsos Masih Diragukan

BALIKPAPAN – Media sosial kembali dihebohkan dengan dugaan kasus kekerasan di jalan raya. Setelah…

Jumat, 16 Februari 2018 06:48

“Semakin Tinggi, Semakin Sukses”

BALIKPAPAN - Kemeriahan malam perayaan Tahun Baru Imlek begitu terasa di Ballroom Hotel Blue Sky Balikpapan,…

Jumat, 16 Februari 2018 06:39

Dua Pasangan Terciduk Berduaan di Malam Valentine

BALIKPAPAN - Sebut saja Joni (22) dan Inem (19). Sepasang muda-mudi yang dimabuk asmara. Belum terikat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .