MANAGED BY:
SENIN
20 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Rabu, 17 Januari 2018 08:49
Vaksin Difteri Diwarnai Penolakan

Gubernur dan Kemenkes Pastikan Halal

-

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Jumlah suspect atau orang yang disangka menderita difteri berdasarkan gejala klinis dan uji laboratorium mikroskopis terus bertambah. Setelah sebelumnya ada enam orang, Selasa (16/1), jumlahnya sudah bertambah menjadi 13 orang. Baru satu orang yang dinyatakan positif difteri. Sementara sisanya, masih menunggu hasil tes kultur tenggorokan dari laboratorium di Surabaya.

Hal ini disampaikan Wali Kota Rizal Effendi di sela-sela Rapat Koordinasi Kewaspadaan Dini dan Penanggulangan KLB Difteri, di Hotel Royal Suite, kemarin. Sayangnya, dalam upaya vaksin massal atau Outbreak Response Immunization (ORI) menemui sejumlah kendala.

“Saya ada laporan masih ada masyarakat yang menolak. Di Balikpapan misalnya Hidayatullah dan Ibnul Qoyyim agak menolak. Walaupun kan sebetulnya sudah sudah ada surat edaran dari MUI (soal tak ada unsur nonhalal dalam vaksin),” kata Rizal.

Makanya, Rizal menyebut perlu kerja sama dengan MUI dan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) untuk melakukan pendekatan secara agama. Sehingga, persepsi mengenai vaksin difteri tersebut bisa sama. Dan tidak menimbulkan keraguan pada masyarakat luas.

Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak yang juga hadir dalam acara tersebut membenarkan. Dia menyebut, saat ini di Kaltim sudah ada 45 orang yang disangka difteri. Tugas mencegah bukan hanya pada pemerintah, melainkan pada masyarakat sendiri, keluarga, dan komunitas. “Vaksin yang dipersoalkan seolah-olah ada unsur babi itu tidak benar,” tegasnya.

Dia mengimbau warga, khususnya usia kurang dari 5 tahun untuk segera mengikuti imunisasi lengkap. “Selamatkan keluarga Anda. Segera imunisasi, insyaallah selamat. Saya juga sudah instruksikan Dinas Sosial untuk terus melakukan sosialisasi di lapangan,” tambahnya.

Kembali ke Rizal, dia menyebut persoalan lainnya terkait ketersediaan vaksin. Di mana untuk usia 5-7 tahun stok sudah habis. Jumlahnya memang terbatas dan tak lagi diproduksi di Indonesia. “Ini kan jadi persoalan. Biofarma disuruh bikin lagi tapi baru setahun lagi tersedia. Padahal kan harus vaksin ulang terutama di daerah yang terinfeksi,” kata Rizal.

Rizal juga mengusulkan, harus ada laboratorium yang mampu meneliti kultur tenggorokan di Kalimantan. Saat ini, uji kultur harus dilakukan di Surabaya dan harus antre karena melayani dari berbagai daerah. Ketersediaan ruang isolasi juga menjadi masalah. Yang mana setiap rumah sakit hanya memiliki satu ruang isolasi. Hanya RSUD Kanujoso Djatiwibowo yang punya enam. 

“Nanti dibahas apakah bisa dengan Perwali, pada saat kondisi seperti ini setiap rumah sakit wajib menyediakan ruang isolasi lebih. Misalnya tiga atau empat tiap rumah sakit,” imbuhnya. Dia juga menyarankan kepada Pangdam VI/Mulawarman dan Wakapolda Kaltim agar pengadaan dan distribusi vaksin bisa lewat jalur TNI/Polri. Sehingga, vaksin juga diberikan di RS Bhayangkara dan RS Tentara minimal untuk anggota TNI/Polri sendiri.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Balerina menyebut, baru 600 anak yang sudah divaksin. Sementara jumlah anak di Balikpapan usia 1-7 tahun sebanyak 4 ribuan. Sedangkan anak usia 7-19 tahun sebanyak 23 ribuan. Sementara stok vaksin yang ada hanya untuk usia 7-19 tahun sebanyak 1.000 satuan. Vaksinasi akan dilanjutkan pekan ini untuk pelajar SMP.

Sementara Kasubdit Surveilans dan Karantina Kesehatan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Nancy menyebut, saat ini dalam tahap pengadaan vaksin. “Tahun lalu, karena akhir tahun kita tidak bisa melakukan pengadaan. Baru awal tahun ini pengadaan vaksin jalan. Targetnya, pekan depan sudah mulai distribusi ke daerah,” pungkasnya. (rsh2/k15)


BACA JUGA

Minggu, 19 Agustus 2018 08:06

Adu Kompak, Polri-TNI Panjat Pinang

BALIKPAPAN - Dibutuhkan kekuatan fisik dan kekompakan untuk menaklukkan pinang setinggi 10 meter. Apalagi…

Minggu, 19 Agustus 2018 07:59

Ikut Waktu Wukuf, Pilih Iduladha Selasa

BALIKPAPAN - Tahun ini, peringatan Iduladha di beberapa wilayah Indonesia cukup berwarna dan berbeda.…

Minggu, 19 Agustus 2018 07:57

Soal Banjir di Balikpapan, Tunggu Paparan Konsultan

BALIKPAPAN -  Pemkot terus mencari solusi terbaik terhadap persoalan banjir. Sebab, rencana melebarkan…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:58

Denda Pajak Kendaraan Dihapus

BALIKPAPAN  –  Penunggak pajak kendaraan kini bisa bernapas lega. Pemprov Kaltim memberikan…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:57
Apa Kabar Tol Balikpapan-Samarinda

Terkendala Kepemilikan Ganda dan Kontur Tanah

BALIKPAPAN  –  Target Jalan Tol Balikpapan-Samarinda rampung akhir 2018 dipastikan meleset.…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:56

Tak Menyangka Lahir pada 17 Agustus

HUT ke-73 Proklamasi Kemerdekaan RI jadi momen tak terlupakan bagi Agus dan Isnayanti. Bertepatan 17…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:54

Hari Merdeka, 16 Napi Langsung Bebas

BALIKPAPAN  –  Sebanyak 16 narapidana (napi) mendapat berkah HUT ke-73 Proklamasi Kemerdekaan…

Jumat, 17 Agustus 2018 11:00
Terminal Lama Jadi Lokasi Parkir Taksi Gelap

Jangan Ada Taksi Gelap Lagi, Ini Solusi dari Angkasa Pura I

BALIKPAPAN – Meski dibolehkan memanfaatkan terminal lama Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad…

Jumat, 17 Agustus 2018 07:37

Hidangan Nusantara Tersedia 24 Jam

JELANG puncak ibadah haji, suhu di Makkah mencapai 50 derajat celsius. Hal ini diungkapkan Muhammad…

Jumat, 17 Agustus 2018 07:34

PLTU Muara Jawa Mulai Sinkronisasi

BALIKPAPAN – PLTU Mulut Tambang (MT) dengan kapasitas 2 x 27,5 MW di Kecamatan Muara Jawa, Kukar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .