MANAGED BY:
MINGGU
27 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Senin, 15 Januari 2018 08:53
Rp 62,4 Miliar dari Kaltim Cemerlang
-

PROKAL.CO, BEASISWA penuh bagi seluruh mahasiswa Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Kaltim adalah tawaran yang paling menarik. Ditanggung program Kaltim Cemerlang, puluhan mahasiswa yang sebelumnya menumpang di Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta telah lulus.

Nur Intan Savitri dan Siti Suhada adalah dua orang dari angkatan pertama ISBI Kaltim. Menyelesaikan seluruh perkuliahan di Kota Pelajar, keduanya menerima ijazah ISI Jogjakarta.

Intan dan Siti mengakui, beasiswa yang mereka terima sangat cukup untuk menyelesaikan sarjana. Pada tahun pertama, beasiswa dari Pemprov Kaltim sebesar Rp 9 juta sampai Rp 10 juta. "Sudah dipotong untuk biaya semester,” terang Siti. Pada tahun berikutnya, Siti mengelola sendiri uang beasiswa yang masuk ke rekening sebesar Rp 25 juta. Tidak ada lagi pemotongan. Uang itu disimpan untuk membayar uang kuliah dan mengontrak rumah.

Belajar di Program Studi Televisi dan Film akan memerlukan biaya tambahan. Tugas membuat karya audiovisual, sebagai contoh, mengeluarkan biaya produksi yang tak sedikit. "Kembali kepada mahasiswa untuk memanajemen beasiswa," terang Intan.

Sepanjang menuntut ilmu di Jogja, Intan dan Siti terus memantau perkembangan ISBI Kaltim. Keduanya mengaku pernah melihat miniatur rancangan gedung ISBI di grup percakapan Line. Dari sana, dia mulai yakin gedung kampusnya segera rampung. Sampai Intan dan Siti lulus, gedung itu tak selesai dibangun.

Kuliah di ISI Jogjakarta, Intan dan Siti menerima kurikulum setempat. Tentu saja tidak ada materi budaya dari Kalimantan. Sinta Nurul Fauziah, mahasiswi Program Studi Seni Tari di ISBI Kaltim, membenarkan hal itu. Dia hanya menerima mata kuliah Tari Bali, Jogja, Sumatra, dan Jawa Timur. Tidak ada pelajaran yang menyinggung Kalimantan. Padahal, mahasiswi angkatan 2013 itu sangat berharap mendapat mata kuliah berkenaan dengan asal daerahnya. “Memang begitu kurikulum di sana,” jelas Sinta.

Keinginannya mempelajari budaya lokal akhirnya dipuaskan lewat tugas akhir. Sistem tugas akhir di ISI Jogjakarta dibagi dua pilihan, pengkajian atau penciptaan. Objek penelitian dikembalikan kepada mahasiswa. Jika pengkajian, mahasiswa akan mempelajari tari-tarian. Sementara jika mengambil penciptaan, mereka bisa menampilkan tari-tari tersebut. Sinta akhirnya memilih tari khas suku Dayak sebagai objek penelitian tugas akhirnya.

Semua yang dilewati Intan, Siti, dan Sinta, berkebalikan dengan mahasiswa angkatan 2016 ISBI Kaltim. Sistem dosen terbang dan gedung kuliah yang tidak jelas menjadi persoalan. Intan menyayangkan sikap Pemprov Kaltim yang terkesan memaksakan mahasiswa angkatan 2016 kuliah di Tenggarong. Sebagai alumni kampus, Intan khawatir kualitas perkuliahan di Kaltim berbeda jauh dengan di Jogjakarta.

Siti Lailatul Fitria dan Muhammad Adiat, dua mahasiswa ISBI Kaltim angkatan 2016, membenarkan hal itu. Keduanya kuliah di Tenggarong dan sudah memasuki semester tiga. Bersama 74 mahasiswa angkatan 2016, Siti dan Adiat juga menerima beasiswa Rp 25 juta per tahun dari Pemprov Kaltim.

Kepada Kaltim Post, Siti dan Adiat mengatakan, beasiswa hanya diberikan selama empat tahun. Seorang mahasiswa akan menerima Rp 200 juta selama 8 semester. Jika ISBI Kaltim telah "merekrut" 312 mahasiswa dari enam angkatan, total Beasiswa Kaltim Cemerlang yang sudah dan harus dikucurkan menembus Rp 62,4 miliar.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat, Sekretariat Provinsi Kaltim, Elto, menyatakan, provinsi masih mempertimbangkan pengucuran beasiswa tahun ini. Kucuran dana tersebut, kata dia, juga menjadi stimulan kepada siswa yang lulus ujian nasional untuk kuliah di ISBI. "Kami berharap tetap ada, tetapi tentu dengan melihat kemampuan keuangan daerah yang sedang terbatas," jelasnya.

Mahasiswa yang belum lulus setelah empat tahun, atau sesuai batas beasiswa, harus menanggung uang kuliah sendiri. Namun, bukan itu yang menjadi sumber kegalauan. "Fasilitas di Tenggarong sangat jauh berbeda dengan di Jogja. Di sini, gedung belum ada. Peralatan dan studio masih kurang memadai," terang Adiat. Untuk jurusan tari, lanjutnya, mahasiswa memerlukan studio cermin yang besar. Ruangan yang tersedia saat ini tidak sanggup menampung 25 mahasiswa.

Siti dari Jurusan Etnomusikologi juga mengakui alat praktikum sangat kurang mencukupi. Ketika teori membahas kolintang, alat musik itu justru tak ada. "Sudah sering seperti itu," akunya. Mahasiswa akhirnya menyesuaikan dengan alat  musik lain yang kira-kira suaranya sama. Siti teringat perkuliahan di semester pertama. Tidak ada alat musik sama sekali. Mahasiswa terpaksa tarik suara lewat akapela.

"Kami kecewa dipindah ke sini, gedung tidak ada," timpal Adiat. (*/rdm/riz/fel/k11)


BACA JUGA

Jumat, 25 Mei 2018 08:40

Tetap Bersama walau Dini Hari

RAGAM pilihan melewati sahur yang tak kalah favorit adalah menikmati santapan di luar rumah. Untuk opsi…

Rabu, 23 Mei 2018 09:16

Trah-Kultur Lahirkan Bibit Unggul

DALAM buku sejarah, nama Aji Batara Agung Dewa Sakti disebut sebagai raja pertama Kerajaan Kutai…

Rabu, 23 Mei 2018 09:01

“Badan ABRI, Wajah Penyanyi"

“Kesulitan hidup itu merupakan kepastian. Makna kemiskinan sudah turun-temurun dihayati oleh keluarga…

Rabu, 23 Mei 2018 08:53

Siapkan Revitalisasi, Kembalikan Ikon Kukar

SEJUMLAH jejak peninggalan para pesohor asal Kampung Panji, Sukarame, dan Melayu di Kecamatan Tenggarong,…

Rabu, 23 Mei 2018 08:52

Produksi dengan Teknik Baru Harus Dikembangkan

UNTUK mengejar pendidikan yang layak, Aji Ismet Hakim harus jualan pisang goreng dan ketan di Tenggarong.…

Rabu, 23 Mei 2018 08:49

Kampung Melayu yang Religius

Oleh: Encik Akhmad Syaifudin(Wakil Rektor III Universitas Mulawarman) MENULISKAN cerita dan harapan…

Senin, 21 Mei 2018 09:04

Terbang.. Terbang.. Tinggi Daging Ayam

Saban tahun hukum ekonomi berlaku mutlak di Balikpapan. Ramadan, terlebih jelang Lebaran, harga-harga…

Senin, 21 Mei 2018 09:01

Pengepul Memainkan Harga

HARGA di pasar-pasar tradisional terkerek tinggi, tak terkontrol. Terkait itu, Kepala Kantor Pengawasan…

Senin, 21 Mei 2018 08:45

Permintaan Tinggi Pengaruhi Inflasi

HINGGA pekan kedua Mei, Bank Indonesia (BI) mencatat komoditas pangan yang mengalami kenaikan adalah…

Senin, 21 Mei 2018 08:42

Dipengaruhi Virus IBH

KEPALA Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DPPP) Balikpapan, Yosmianto, melihat ada beberapa faktor…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .