MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Minggu, 14 Januari 2018 14:43
Fredrich, Kini Tak Bisa Lagi Bermewah-mewahan

PROKAL.CO, style="text-align: justify;">Menarik melihat perjalanan mantan pengacara Setya Novanto, terutama hubungannya dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebab lembaga antirasuah ini tak asing buat Fredrich Yunadi. Sebelum menjadi tahanan dengan status tersangka dalam kasus dugaan menghalangi dan merintangi penyidikan kasus e-KTP dengan tersangka Setya Novanto, Fredrich pernah mengikuti seleksi calon pimpinan KPK.

Pada 2010, pria kelahiran Jakarta 68 tahun lalu itu sempat lolos dari seleksi makalah hingga psikotes. Namun, pada akhirnya tetap tidak terpilih. Komisi III DPR RI memilih Abraham Samad, Bambang Widjojanto, Adnan Pandu Praja, dan Zulkarnain sebagai pimpinan KPK yang baru.

Fredrich sudah cukup lama menjadi pengacara. Lebih dari 20 tahun. Pria yang dikenal dengan kumis lebatnya itu mendirikan kantor hukum Yunadi & Associates bersama 12 rekan pada 1994. Sejumlah kasus pernah dia tangani. Salah satunya kasus Bank Exim pada medio 1998-1999. Fredrich juga pernah menangani kasus korupsi berjamaah DPRD Sidoarjo di era Ustman Ikhsan pada 2004.

Nama Fredrich mencuat kala menangani kasus e-KTP dengan menjadi pengacara mantan Ketua DPR RI Setya Novanto. Perhatian publik mulai tertuju ke Fredrich saat dia memberikan keterangan peristiwa kecelakaan yang dialami Setnov akibat mobil Toyota Fortuner yang dikendarai menabrak lampu di kawasan Permata Hijau 16 November lalu. Saat itu, Frederich menyebut kliennya mengalami benjolan sebesar bakpao di dahi kiri hingga membuatnya tidak sadarkan diri.

KPK menengarai Fredrich telah merancang skenario kecelakaan itu agar Setnov bisa menghindari penyidikan. Dalam dugaan KPK, Frederich memesan RS Medika Permata Hijau bahkan sebelum Setnov datang ke RS itu karena kecelakaan.

Sementara Bimanesh Sutarjo yang merupakan dokter penyakit dalam di RS Medika Permata Hijau, diduga memanipulasi data medis pasiennya sehingga memungkinkan Novanto menghindari pemeriksaan oleh penyidik KPK. Fredrich diduga telah memesan satu lantai di RS Medika Permata Hijau untuk Novanto.

Fredrich semakin mendapat perhatian saat dalam sebuah wawancara televisi mengaku bahwa bayarannya sebagai pengacara tergolong mahal. Dia juga mengungkapkan secara gamblang bahwa dia suka berfoya-foya dengan kemewahan. ’’Saya kalau ke luar negeri, sekali pergi itu saya minimum spend (Rp) 3 M, 5 M,’’ ungkapnya dalam talk show Mata Najwa. Dia mencontohkan, tas mewah dengan brand Hermes seharga Rp 1 miliar juga dibelinya. ’’Saya suka kemewahan,’’ tegasnya.

Gaya hidup mewah Fredrich juga tergambar dari hadiah undian yang dia dapatkan awal tahun ini dari mal menjual produk-produk mewah kelas atas di Jakarta Pacific Place. Akun Instagram Pacific Place Jakarta Selasa (9/1) lalu mengunggah foto Fredrich saat menerima hadiah. Dalam undian tersebut, Fredrich memenangkan sebuah mobil Porsche Panamera putih yang harganya diperkirakan lebih dari Rp 1,3 miliar. Fredrich merupakan salah satu gold member di mall tersebut, karena tergolong sering berbelanja.

Kini, di Rutan KPK, alumni Universitas Jakarta itu tidak bisa lagi bergaya hidup layaknya orang kaya. Tidak ada fasilitas air conditioner (AC) di dalamnya. Saluran udara hanya masuk dan keluar melalui jendela ventilasi dan exhaust fan di sisi atas penjara. Meski demikian, di setiap ruangan terdapat fasilitas toilet dan instalasi air bersih untuk mandi. 

Ada pula beberapa ruang kosong sejenis aula yang bisa digunakan untuk tempat berkumpul para tahanan, bercengkerama atau berolahraga ringan. Setnov kerap memanfaatkan aula tersebut untuk bermain tenis meja. Fredrich mungkin perlu mencoba bermain pingpong dengan mantan kliennya itu untuk mengusir rasa jenuh. (byu/tyo/kim)


BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 12:23

KPU Jawab Keraguan Kualitas Kotak Suara Pemilu, Katanya Tahan Air dan Tak Mudah Rusak

JAKARTA – Kotak suara untuk Pemilu 2019 sudah didistribusikan ke…

Sabtu, 15 Desember 2018 12:17

MAKJLEB..!! Bupati Cianjur Ditangkap KPK, Warganya Syukuran

CIANJUR- Sebagai bentuk wujud syukur atas peristiwa oeprasi tangkap tangan…

Jumat, 14 Desember 2018 10:54

Tiga Pengeroyok Anggota TNI Diringkus

JAKARTA–Polisi fokus mengejar pengeroyok anggota TNI-AL Kapten Komaruddin dengan anggota…

Rabu, 12 Desember 2018 10:33

Istri Bos "Kuda-Kudaan" di Gudang dengan Karyawan

Usia Karin memang tak muda lagi. Sudah 47 tahun. Tapi…

Selasa, 11 Desember 2018 12:47

Soal HAM, Prabowo dan Jokowi 11-12

JAKARTA - Partai Demokrat menyatakan Prabowo Subianto belum tentu lebih…

Selasa, 11 Desember 2018 12:22

Awas Kasus e-KTP DANGER!

JAKARTA-Komisi Pemilihan Umum (KPU) menilai kasus-kasus yang terkait dengan KTP…

Minggu, 09 Desember 2018 11:09

Banyuwangi Dinilai Paling Inovatif

BANYUWANGI - Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur meraih penghargaan sebagai…

Minggu, 09 Desember 2018 11:08

Rencana Menikah Tinggal Kenangan

Tak pernah terbersit di benak keluarga, Muhammad Agus alias Aso…

Minggu, 09 Desember 2018 11:01

Bantuan Parpol Bisa Tembus Rp 9 Triliun

JAKARTA – Wacana agar negara berkontribusi lebih besar dalam pendanaan…

Minggu, 09 Desember 2018 11:01

Hujan dan Angin Kencang sampai Besok

JAKARTA – Hujan deras yang mengguyur sejumlah daerah di Jawa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .