MANAGED BY:
MINGGU
21 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Minggu, 14 Januari 2018 14:35
Kaget Dokter dan Pengacara Setnov Ditahan KPK

PROKAL.CO, Penetapan dokter dan pengacara Setya Novanto (Setnov) sebagai tersangka oleh KPK mengagetkan sejumlah pihak. Termasuk Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman.  Ia mengaku cukup kaget saat pertama kali mengetahui Fredrich Yunadi dan Bimanesh Sutarjo menjadi tersangka dan ditahan KPK.

Awalnya, dia khawatir komisi yang diketuai Agus Rahardjo itu salah dalam menetapkan keduanya sebagai tersangka.

Sebab, lanjutnya, berdasarkan aturan perundang-undangan, dokter dan pengacara tidak bisa dipidana selama tidak menyalahgunakan profesinya. Dalam menjalankan profesinya, mereka dilindungi undang-undang.

Namun, tutur dia, setelah mendengarkan keterangan yang disampaikan KPK, dia menilai tindakan yang dilakukan komisi antirasuah sudah tepat.

“Setelah mengetahui alasan KPK dalam menetapkan Fredrich dan Bimanesh sebagai tersangka,” ucapnya.

Pria asal Ponorogo itu mengatakan, tampaknya KPK punya data bahwa keduanya melakukan rekayasa rekam medik dan mengatur rumah sakit.

Menurut dia, hal itu jelas sudah melampaui profesi keduanya. Mereka sudah menyalahgunakan wewenang dalam hukum dan menyalahgunakan profesi.

Khusus untuk tindakan Fredrich, lanjut Boyamin, sudah diduga melakukan pelanggaran hukum. Jika demikian, maka Fredrich pun sudah pasti melanggar kode etik sebagai advokat.

“Kalau melanggar etik kan belum tentu melanggar hukum,” mantan aktivis Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta itu.

Dia menerangkan, apa yang dilakukan Fredrich dan Bimanesh menjadi pelajaran dan peringatan bagi semua pihak agar tidak menggunakan profesi untuk menghalangi penyidikan. Khususnya kasus korupsi.

Sebab, itu sama dengan menyalahgunakan profesi. Apalagi, tindakan itu berkaitan dengan pengusutan kasus dugaan korupsi yang merugikan negara seperti yang dilakukan Setnov. (tyo/lum)


BACA JUGA

Sabtu, 20 Januari 2018 12:46

Dua Siswi Kecanduan Seks, Diberi Penurun Libido

SURABAYA- Komisi D DPRD Surabaya ikut menyoroti kasus dua bocah perempan kecanduan seks, yang selama…

Sabtu, 20 Januari 2018 12:33

PARAH..!! Siswi SD Langsung Nafsu Birahi Bila Bertemu Laki-Laki

SURABAYA- Pemkot Surabaya menemukan dua bocah yang terkena dampak buruk keberadaan lokalisasi. Seorang…

Jumat, 19 Januari 2018 16:46

ASTAGA! Kemenkominfo Catat ada 169 Situs LGBT Asusila

Ini jelas bukan berita baik. Berdarakan penelusuran dan pengaduan masyarakat sejak awal Januari, Kementerian…

Jumat, 19 Januari 2018 16:34

OSO Siap Pecat Wiranto!

Inilah politik, tak ada teman yang abadi. Lihatlah, Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang marah…

Jumat, 19 Januari 2018 16:25

Temui Mendagri, ADKASI Perjuangkan Honorer K2

Berlarut-larutnya masalah honorer K2 disikapi cepat oleh Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI).…

Jumat, 19 Januari 2018 16:21

Antisipasi Langkah Gatot? Jokowi Gaet Agum dan Moeldoko

Dua jenderal pensiunan dan berpengalaman di pemerintahan, yakniJenderal (Purn) Agum Gumelar dan…

Jumat, 19 Januari 2018 09:07

Susi Tegaskan Cantrang Harus Dihapus

JAKARTA – Ketangguhan koboi laut Susi Pudjiastuti tengah diuji. Ombak kritik dan demonstrasi besar-besaran…

Jumat, 19 Januari 2018 09:06

27 Ribu Jamaah Belum Berangkat

JAKARTA – Kasus seperti First Travel bakal meledak lagi. Biro perjalanan umrah Abu Tours kini…

Jumat, 19 Januari 2018 09:05

Agung Tolak Jadi Saksi Ringankan Yunadi

JAKARTA – Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono menolak jadi saksi meringankan untuk Fredrich…

Kamis, 18 Januari 2018 18:55

Lengserkan OSO, Munaslub Hanura Pilih Daryatmo

Sempat tarik ulur, Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Hanura kubu Sarifuddin…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .