MANAGED BY:
RABU
23 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MASKULIN

Minggu, 14 Januari 2018 11:02
Makan Nasi Sesuai Kebiasaan
BATASI: Nasi merah dan hitam memang lebih kaya nutrisi. Tapi Anda tetap boleh makan nasi putih, asalkan tidak berlebihan.

PROKAL.CO, MENGONSUMSI nasi putih merupakan hal lumrah, tapi hingga saat ini masih jadi perdebatan. Sebab, nasi putih dikatakan tidak memiliki kelebihan vitamin, tapi kalorinya banyak. Rekomendasi makan nasi merah dan hitam pun bermunculan, karena dipercaya lebih kaya serat dan vitamin.

Menurut ahli gizi Suska Aris, nasi putih memang tidak boleh dimakan terlalu banyak. Batas konsumsinya harus disesuaikan dengan kebutuhan dan aktivitas Anda. Nasi putih juga lebih tinggi kandungan glukosanya dibandingkan dengan nasi merah dan hitam.

"Sedangkan beras merah kaya serat, mengandung vitamin B, kalsium, seng, zat besi, mangan, selenium, dan nutrisi lain. Beras merah pun mengandung antioksidan yang bisa membantu melawan radikal bebas dalam tubuh. Kalau beras hitam, kandungan nutrisinya lebih baik dari beras merah, tapi jarang ditemukan," papar ahli gizi dari Puskesmas Bantuas Samarinda itu.

Menurut Suska, banyaknya kandungan nutrisi dalam beras merah atau hitam, maka tidak masalah jika Anda ingin mengonsumsinya setiap hari, apalagi bagi Anda yang sedang menjalani diet atau pasien diabetes.

"Tapi bukan berarti beras merah wajib dikonsumsi. Karena tak semua orang terbiasa makan nasi merah yang teksturnya lebih keras atau tidak pulen. Kalau mau makan nasi putih pun tetap boleh, tapi porsinya saja yang harus dikurangi atau disesuaikan kebutuhan," paparnya.

Bagi Anda yang ingin mengganti beras merah atau hitam, perubahan tersebut dasarnya juga bisa mengubah porsi makan secara keseluruhan. Misalnya, jika Anda terbiasa makan nasi putih sekitar 200–250 gram, 100 gram sayur, dan 100 gram lauk.

"Karena serat dalam nasi merah juga cukup tinggi, otomatis porsi untuk serat atau sayur perlu dikurangi supaya tidak berlebihan. Sebab itu, ada baiknya Anda menghitung ulang asupan yang sesuai, jika bingung bisa minta pertolongan dokter atau ahli gizi," pungkas dia. (*/ni2/k9)


BACA JUGA

Minggu, 20 Januari 2019 10:30

Membuat Amplang di Papua

HINGGA kini, Taufik Rahmani masih aktif mengikuti berbagai kegiatan kewirausahaan…

Minggu, 20 Januari 2019 10:28

Wajib Belajar dari Kegagalan

Sejak 1992 hingga kini, usaha amplang Taufik Rahmani semakin eksis.…

Minggu, 06 Januari 2019 08:34

Penting..!! Cek Kolesterol Usai Liburan

Liburan bisa membuat Anda relaks dan mengisi ulang energi dan…

Minggu, 30 Desember 2018 11:02

Maratua Istimewa

Komunitas gowes Kaltim Post, Samarinda Blue Bike Community (SBBC), kembali…

Minggu, 30 Desember 2018 10:47

Tubuh Ideal dan Pertahanan Diri

SALAH satu olahraga bela diri yang cukup populer berasal dari…

Minggu, 16 Desember 2018 11:13

Cegah Terkena Diabetes Melitus

Jumlah penderita diabet melitus (DM) di Indonesia terus meningkat. Menurut…

Minggu, 16 Desember 2018 07:56

Asmara dalam Pigura

DALAM mengambil gambar untuk pre-wedding, ada beberapa hal yang harus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*