MANAGED BY:
SABTU
24 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Minggu, 14 Januari 2018 08:39
Butuh Kawasan Kuliner Baru

Tangkap Peluang Kebutuhan Makanan Jadi dan Properti

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Tingginya kebutuhan kuliner dan properti di Balikpapan bisa menjadi peluang bagi pengusaha. Namun perlu adanya dorongan Pemkot Balikpapan untuk menciptakan kawasan kuliner baru. Sedangkan di sektor properti saat ini masih wait and see. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim Slamet Brotosiswoyo mengatakan, Kota Minyak tak memiliki lahan pertanian dan perkebunan.

Lebih banyak pusat perkantoran dari anak perusahaan yang tersebar di Benua Etam. Makanya, kata dia, masyarakat Balikpapan lebih banyak kerja kantoran. Dengan kondisi seperti itu, menurut Slamet, membuat para karyawan merasa lebih efisien membeli makanan jadi ketimbang masak sendiri di rumah.

Dengan tingginya kebutuhan kuliner dan properti di Kota Beriman, tentu menjadi peluang bagi pengusaha. Namun, untuk bisnis kuliner, menurutnya, Pemkot Balikpapan harus menciptakan kembali pusat kuliner terutama untuk UMKM.

“Jadi bertambah lagi kawasan khusus kuliner yang menjadi tujuan wisata di Balikpapan,” urai dia.

Sedangkan sektor properti, menurut Slamet, sempat mengalami stagnan. Namun dengan mulai menanjaknya sektor batu bara, penjualan rumah akan terdongkrak. Slamet mengungkapkan, imbas menurunnya perekonomian itu masih terasa di perumahan kelas menengah ke atas. Masih banyak orang yang menjual atau menyewakan rumahnya. Bahkan, banyak juga rumah yang dilelang oleh bank.

“Kebanyakan pemilik rumah itu orang luar Balikpapan. Atau kerja di Balikpapan. Setelah kontraknya habis atau dirumahkan akhirnya rumah itu dijual lagi,” jelas dia. Selain itu, yang dulunya bekerja di tambang membeli rumah dengan cicilan besar agar cepat lunas. Tapi saat tambang merosot dan dia dirumahkan tak mampu melanjutkan cicilan, akhirnya rumahnya disita bank. “Waktu masih kerja merasa mampu melunasi, makanya berani ambil cicilan besar demi cepat lunas. Ternyata hasilnya di luar prediksi,” kata pengusaha yang hobi bermain golf tersebut.

Sementara itu, Kepala BPS Balikpapan Nur Wahid mengatakan, perumahan merupakan kebutuhan mendasar. Minat penduduk untuk memiliki rumah pribadi, disebutnya sangat tinggi. Rumah tangga yang memiliki rumah pribadi, kata dia, mencapai 61,48 persen dari jumlah penduduk. Sedangkan rumah dengan status kontrak atau sewa sebesar 22,92 persen. Sementara sisanya, tinggal di fasilitas lain dari instansi tertentu. Nur menjelaskan, Balikpapan merupakan salah satu kota dengan biaya hidup yang cukup tinggi di Indonesia. Dari hasil Susenas 2017, rata-rata pengeluaran per kapita per bulan mencapai Rp 1.843.111. Pengeluaran tertinggi berasal dari kelompok bukan makanan yang mencapai Rp 1.072.511, dengan andil tertinggi dari kelompok perumahan sebesar Rp 571.354.

Sedangkan kelompok makanan menyumbang sebesar Rp 770.601. Tingginya pengeluaran per kapita pada kelompok bukan makanan menunjukkan bahwa ciri khas kota yang lebih mengutamakan aset daripada konsumsi harian. Selain itu, modernisasi dan tingginya kreativitas di bidang kuliner, juga membuat masyarakat lebih memilih mengonsumsi makanan dan minuman jadi ketimbang memasak sendiri.

“Sebab, dipandang lebih cepat dan praktis,” urai dia. Rektor Universitas Balikpapan Piatur Pangaribuan menambahkan, makanan merupakan biaya pengeluaran yang paling besar. Menurut dia, gaya hidup selalu beli makanan jadi mesti diubah. Sebab, lebih hemat dan sehat masak sendiri di rumah. Mereka yang beli makanan jadi, hampir seluruhnya bermotif tak ingin repot. Tapi konsekuensinya, biaya konsumsi membengkak.

“Lebih sehat masak sendiri. Sebab, minyak goreng tidak dipakai berulang kali, dan makanan tidak dipanaskan beberapa kali,” sebut dia. Menurut dia, gaya hidup seperti itu perlu diubah. Pengeluaran rumah tangga, disebutnya lebih baik ditabung untuk membeli kebutuhan primer lain, seperti rumah.

Piatur menjelaskan, di berbagai negara berkembang seperti Belanda dan Kroasia, rata-rata masyarakat masak sendiri di rumah. Jadi, tidak heran bila setiap rumah punya peralatan masak dan makanan yang lengkap. “Beli di luar mahal. Makanya mereka masak sendiri untuk menghemat biaya hidup. Dengan demikian, kemampuan membeli rumah tercukupi,” papar dia.

Meski demikian, dia menegaskan adanya fakta ini menjadi peluang bagi pengusaha Kota Beriman. Yakni di sektor kuliner dan properti. Usaha tersebut dapat menciptakan lapangan kerja dan menggairahkan ekonomi. “Apalagi pemkot masih lamban dalam upaya mengembangkan lapangan kerja. Ini bisa jadi solusi,” ujarnya. (*/hdd/iza/k9)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 23 Februari 2018 08:35

Satu Jalur di Klandasan Ditutup Tiga Jam

BALIKPAPAN - Ribuan warga Balikpapan bakal tumpah di Jalan Jenderal Sudirman, Minggu (25/2) lusa. Pemkot…

Jumat, 23 Februari 2018 08:31

Asrama Lama Ponpes Asy-Syifa Ambruk

BALIKPAPAN - Kondisi bangunan asrama lama di Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Asy-Syifa memprihatinkan.…

Jumat, 23 Februari 2018 08:28

Sistem ERI, Cegah Kejahatan Pemalsuan Surat Kendaraan

BALIKPAPAN - Sistem Eri atau electronic regident mulai difungsikan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas)…

Kamis, 22 Februari 2018 09:30

Bocah Kelas 6 SD Hanyut Terbawa Arus

BALIKPAPAN - Nasib malang menimpa seorang bocah bernama Muhammad Iqbal. Murid kelas VI SD 028 itu hanyut…

Kamis, 22 Februari 2018 09:22

Jaga Kondusivitas, TNI Siap Awasi Tempat Ibadah

BALIKPAPAN - Tindak kekerasan terhadap pemuka agama di Pulau Jawa menjadi atensi khusus semua pihak.…

Kamis, 22 Februari 2018 09:19

Hadapi Massa, Personel Antisipasi Bentrok

BALIKPAPAN – Kepala Biro Operasi Polda Kaltim Kombes Pol Heri Heryandi menegaskan, anggota yang…

Kamis, 22 Februari 2018 09:18

Terpilih karena Mahir Berbahasa Arab dan Tilawah

Mahir berbahasa Arab membuat Dede Wijaya Nasution mendapat pengalaman berharga tugas di Sudan, Afrika.…

Rabu, 21 Februari 2018 09:14

Sepakat, DPRD Batal Miliki Gedung Baru

BALIKPAPAN - Pembatalan pembangunan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mencapai kesepakatan.…

Rabu, 21 Februari 2018 09:08

Peserta Duta Wisata Bersiap Masuk Karantina

BALIKPAPAN - Sebanyak 24 peserta lolos seleksi pemilihan Duta Wisata Manuntung Balikpapan 2018. Mereka…

Rabu, 21 Februari 2018 09:06

Satgas Siber Radar Kejahatan Dunia Maya

BALIKPAPAN – Usai dibentuk pada Senin (19/1), tim Satgas Siber langsung menjalankan tugas. Ada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .