MANAGED BY:
SENIN
10 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Sabtu, 13 Januari 2018 07:06
Tambah Produksi, Target Bor 69 Sumur

Pengapalan Minyak Mentah Perdana PHM di Blok Mahakam

LANGSUNG GO…: Proses pengapalan minyak mentah perdana oleh PHM dari Blok Mahakam, Kutai Kartanegara (Kukar), kemarin. -

PROKAL.CO, BALIKPAPAN –  Pertamina gerak cepat. Setelah alih kelola Blok Mahakam, Pertamina Mahakam Hulu (PHM) melakukan berbagai upaya agar produksi tetap terjaga. Teknologi dan inovasi modern diterapkan supaya proses pengeboran cepat terealisasi.

Vice President Field Operation PHM Anto Sunaryanto mengatakan, untuk menjaga produksi, sejak Juli lalu, BUMN minyak dan gas bumi (migas) ini melakukan pengeboran. Total 16 sumur dan terealisasi 15 sumur. Sisanya kemungkinan dalam waktu dekat.

“Dari pengeboran ini, kami berhasil meningkatkan produksi kurang dari 10 persen. Berapa produksi saat ini detailnya kami belum mendapatkan informasi terkini,” ucapnya.

Menurut dia, peralihan baru berjalan hampir dua minggu. Tentu banyak persoalan yang harus diselesaikan. Jadi, pihaknya belum bisa menyebutkan informasi lebih luas. Tetapi, dia membeberkan telah melakukan strategi pengeboran agar produksi tetap terjaga. Dari data SKK Migas, produksi tahun lalu Blok Mahakam yakni 1.600 MMSCFD untuk gas dan minyak 50 MBOPD.

“Pengeboran yang kami lakukan di Blok Mahakam bahkan mencetak sejarah bagi Pertamina. Kami berhasil mengebor satu sumur dalam waktu hanya empat hari. Biasanya paling cepat 10 hari,” tuturnya, Jumat (12/1), di sela acara pengapalan minyak mentah perdana PHM.

Upaya ini memang menjadi strategi PHM yang merupakan anak Pertamina untuk meningkatkan produksi. Pengeboran cepat, hasil yang didapat pun cepat. Bahkan, dari segi biaya lebih hemat. Hanya menghabiskan biaya pengeboran sekitar USD 5 juta. Biaya normalnya bisa dikeluarkan sekitar USD 20 juta untuk offshore.

Kenapa bisa lebih cepat? Dia menjelaskan, ada beberapa faktor. Pertama drilling menggunakan inovasi dan teknologi yang modern. Skema yang dibuat berjalan dengan baik. Ditambah kerja sama tim.

Kendati demikian, skema pengeboran cepat tidak bisa diterapkan di semua medan. Hanya bisa dipakai di area rawa-rawa (swamp). Kalau di Blok Mahakam bisa diterapkan di Lapangan Tunu. Kondisi area Tunu memang cenderung rawa-rawa. Skema ini bisa diterapkan. 

Sebelumnya, Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam mengatakan, produksi migas di blok ini turun, artinya kondisi cadangan (reservoir) sudah tua. Kemudian, banyak muncul gas tapi fasenya sudah turun sekarang.

“Tantangan ini jelas tidak mudah bagi kami. Strategi mempertahankan produksi harus cepat mencari titik pengeboran baru,” ucapnya saat kunjungannya di Balikpapan awal bulan lalu.

Untungnya, sambung dia, banyak karyawan yang stay. Harapannya ritme kerja mereka yang sebelumnya sudah dilakukan dapat ditularkan kepada pekerja dari PT Pertamina.

Lebih lanjut, Anto kembali mengatakan, kemarin, PHM telah melakukan pengapalan perdana minyak mentah dari Terminal Senipah. Pengapalan ini perdana dilakukan sejak PHM menjadi operator di wilayah kerja Mahakam per 1 Januari 2018.

“Pengapalan minyak mentah dilakukan untuk pembeli domestik PT Pertamina Integrated Supply Chain dari Terminal Senipah yang merupakan bagian dari Lapangan Senipah Peciko South (SPS) Mahakam,” tuturnya.

Anto menjelaskan, pengapalan perdana berupa Handil Mix Crude (jenis minyak mentah yang diproduksi langsung oleh PHM) dengan volume 150 ribu barel dan diangkut menggunakan kapal tanker MT Gede milik Pertamina.

Minyak mentah itu akan dibawa ke kilang minyak Pertamina Refinery Unit (RU) V Balikpapan. “Lapangan SPS ini merupakan terminal utama untuk lifting minyak mentah dan kondensat di blok migas ini (Blok Mahakam),” imbuhnya.

Hal ini juga sebagai tanda alih kelola dari “bapak” sebelumnya Total E&P Indonesie ke PHM berjalan dengan lancar. "Ini merupakan wujud dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri. Pasalnya, hasil produksi ini dipakai untuk kebutuhan domestik," imbuhnya.

Penyaluran minyak mentah  dan kondensat dari Terminal Senipah ke tanker MT Gede dilakukan menggunakan fasilitas single buoy mooring yang berada sekitar 11 km dari pantai dan dioperasikan oleh PT PHM sendiri.

Selain Handil Mix Crude, PHM menghasilkan Bekapai Crude Oil  yang diproduksi dari Lapangan Bekapai. Namun, PHM secara tidak langsung juga memproduksi Badak Crude Oil yang merupakan produk unitisasi dari lapangan Badak yang dioperasikan oleh VICO Indonesia.

PHM juga memproduksi kondensat yakni Senipah Condensate dan Bontang Return Condensate "Khusus untuk pengapalan Bontang Return Condensate dan Badak Crude Oil dilaksanakan dari Terminal Santan yang dioperasikan oleh Chevron Indonesia," sambungnya.

Adapun, wilayah kerja Mahakam ditargetkan memproduksi 42 ribu barel minyak mentah dan kondensat per hari dan akan di-lifting melalui 68 kali pengapalan dari Terminal Senipah serta 9 kali dari Terminal Santan. Target itu sesuai dengan program kerja dan anggaran 2018 untuk wilayah kerja Mahakam.

"Seluruh produksi minyak mentah dan kondensat dari WK Mahakam akan dialokasikan ke kilang-kilang minyak dalam negeri milik Pertamina seperti RU V Balikpapan, RU IV Cilacap. Sementara untuk Bontang Return Condensate dikapalkan ke kilang TPPI Tuban," terangnya.

PHM juga akan mengebor beberapa sumur baru di lapangan Handil dan lapangan lainnya sehingga dipastikan akan ada penambahan produksi. "Tahun ini target 69 sumur," tutupnya. (aji/far/k8)


BACA JUGA

Senin, 10 Desember 2018 09:14

WOW..!! Gubernur Bertemu Dubes Rusia, Proyek Kereta Api Dilanjutkan

DENPASAR- Sempat vakum selama dua tahun, proyek kereta api di…

Senin, 10 Desember 2018 07:34

Air Mata Naga

JAKARTA – Ruang ganti Mitra Kukar mendadak hening. Semua penggawanya…

Minggu, 09 Desember 2018 23:25

Naga Akhirnya Turun Kasta, Ini Kata Pelatih RD

Perjuangan itu akhinya kandas. Ya Mitra Kukar secara resmi dipastikan…

Minggu, 09 Desember 2018 23:19

Kenapa Prabowo-Sandi Pindahkan Markas ke Jawa Tengah?

Keputusan Tim Prabowo-Sandiaga memindahkan markas perjuangannya ke Jawa Tengah, banyak…

Minggu, 09 Desember 2018 08:17

“Kakak Saya Lari, lalu Ditembak Mati”

BALIKPAPAN - Petrus Tandi sibuk dengan telepon genggamnya. Beberapa kali…

Sabtu, 08 Desember 2018 19:38

Jenazah Samuel Korban KKB Papua Tiba, Warga Menyambut dengan Duka

TENGGARONG  - Jenazah korban Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di lokasi…

Sabtu, 08 Desember 2018 10:42

Intensitas Hujan di Kaltara Masih Normal

TANJUNG SELOR–Intensitas hujan di Kabupaten Bulungan terus meningkat. Namun, menurut…

Sabtu, 08 Desember 2018 07:11

Mengantre hingga Akhir Tahun

BALIKPAPAN  –  Untuk menjawab keresahan masyarakat Balikpapan yang gerah dengan…

Sabtu, 08 Desember 2018 06:10

MANTAP WAL..!! Citilink Mulai Mengudara di APT Pranoto

SAMARINDA  -   Pilihan maskapai masyarakat Samarinda yang akan pergi…

Sabtu, 08 Desember 2018 06:06

Program Direct Call, Minta Utamakan Kapal Lokal

SAMARINDA  -  Program direct call atau ekspor-impor langsung dari Kaltim…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .