MANAGED BY:
KAMIS
18 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Sabtu, 13 Januari 2018 06:22
Produksi Masih di Bawah Prediksi

Serapan Batu Bara Domestik Belum Capai Target

TERHAMBAT IZIN: Produksi batu bara 461 juta ton tahun lalu masih di bawah rencana kerja perusahaan yang dilaporkan ke pemerintah.

PROKAL.CO, JAKARTA  -  Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat produksi batu bara sepanjang tahun lalu mencapai 461 juta ton. Meski terjadi kenaikan dibanding 2016 yang tercatat 456 juta ton, angka itu disebut masih lebih rendah dari Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Batu Bara.

“Target produksi batu bara sesuai RKAP 2017 itu 477 juta ton. Jadi, realisasinya masih di bawah (target),” ujar Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara, Bambang Gatot di Kementerian ESDM, Kamis (11/1). Menurutnya, realisasi produksi batu bara masih di bawah perkiraan RKAP, karena ada beberapa perusahaan yang mengalami kendala, misalnya terkait masalah perizinan. Melihat kondisi tersebut, pemerintah disebutnya masih harus bekerja keras untuk mengendalikan produksi.

Sesuai Rencana Pembangunan Jangan Pendek dan Menengah 2015-2019, pemerintah berharap bisa menekan produksi batu bara ke level 400 juta ton pada tahun 2019. Untuk mengendalikannya, pemerintah memberikan toleransi kenaikan produksi tahun depan sebesar 5 persen dibandingkan tahun lalu. Artinya, produksi tahun depan diperkirakan mencapai 484,05 juta ton. “Kalau mengikuti perusahaan, mungkin kenaikan produksinya bisa menjadi lebih dari 500 juta ton,” ujarnya.


Bambang mengungkapkan, produksi batu bara diutamakan untuk menjamin pemenuhan kebutuhan sumber energi primer dalam energi. Sebagai catatan, lebih dari separuh pembangkit listrik di Indonesia sumber energinya berasal dari batu bara.
Selain itu, batu bara juga digunakan sebagai bahan baku dalam negeri serta pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik Uap (PLTU) Mulut Tambang. Sisanya menjadi komoditas ekspor.

Sepanjang tahun lalu, jumlah batu bara yang dimanfaatkan di dalam negeri mencapai 97 juta ton. Angka itu memang lebih besar dari tahun sebelumnya, yang tercatat 90,5 juta ton. Namun, pemanfaatan tersebut masih di bawah target pemerintah, di angka 121 juta ton.
Tahun depan, pemerintah menargetkan pemanfaatan batu bara domestik mencapai 121 juta ton. “Kami berharap, pemanfaatan batu bara domestik meningkat,” ujar Bambang.

Proyeksi lebih tinggi atas produksi batu bara nasional bukan tanpa alasan. Sepanjang tahun lalu, harga emas hitam memang berada di level terbaik, setidaknya jika dibandingkan dalam lima tahun belakangan, atau sejak 2013 lalu.

Dalam harga batu bara acuan (HBA) yang dikeluarkan Ditjen Minerba Kementerian ESDM, perbaikan memang terjadi sejak Oktober 2016, dengan menyentuh kisaran USD 80 per metrik ton. Sebelumnya, dalam tiga tahun terakhir, harga komoditas tersebut lama tertahan di level USD 50-60.

Harga batu bara terus berfluktuasi, hingga sempat menyentuh USD 100 per metrik ton. Desember lalu, posisinya berada di level USD 94,04 per metrik ton. (ant/man2/k15)


BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2018 06:50

Promosikan Wisata Halal Lombok

BADUNG – Pariwisata menjadi tema lanjutan pertama yang dibahas setelah pertemuan tahunan bertajuk…

Rabu, 17 Oktober 2018 06:48

Pengusaha Butuh Kepastian Pasar

SAMARINDA - Program mandatori biodiesel 20 persen (B20)  atau pencampuran minyak kelapa sawit ke…

Rabu, 17 Oktober 2018 06:48

Furnitur Impor Mulai Terdampak Kenaikan Dolar

BALIKPAPAN - Keperkasaan dolar Amerika Serikat (USD) terhadap rupiah tak serta-merta memengaruhi penjualan…

Rabu, 17 Oktober 2018 06:45

MAUNYA SIH..!! Maloy Harus Beroperasi Bulan Ini

SAMARINDA - Sempat tertunda beroperasi dari target awal pada Agustus, Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta…

Rabu, 17 Oktober 2018 06:43

Jalan Dua Bulan, WP Meningkat hingga 18.424 Orang

BALIKPAPAN – Sejak Juli lalu, tarif pajak penghasilan (PPh) Final untuk usaha mikro, kecil, dan…

Selasa, 16 Oktober 2018 06:44

Triton Masih Jadi Unggulan

BALIKPAPAN - Membaiknya kinerja pertambangan batu bara di Bumi Etam turut mengerek penjualan Mitsubishi.…

Selasa, 16 Oktober 2018 06:42

Minyak Mentah Turun Bisa Jadi Penolong Rupiah

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) masih sulit meninggalkan level 15.000.…

Selasa, 16 Oktober 2018 06:32

Pacu Pembangunan Pembangkit Listrik Energi Terbarukan

JAKARTA - Indonesia memerhatikan laporan terbaru panel antar pemerintah tentang perubahan iklim …

Senin, 15 Oktober 2018 06:36

BI Sebut Kebutuhan Dolar Masih Besar

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memproyeksi kebutuhan valuta asing dalam bentuk dolar Amerika Serikat…

Senin, 15 Oktober 2018 06:29

Kerek Okupansi Hotel

BALI – Gelaran pertemuan tahunan bertajuk Annual Meetings International Monetary Fund World Bang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .