MANAGED BY:
RABU
23 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Sabtu, 13 Januari 2018 06:22
Produksi Masih di Bawah Prediksi

Serapan Batu Bara Domestik Belum Capai Target

TERHAMBAT IZIN: Produksi batu bara 461 juta ton tahun lalu masih di bawah rencana kerja perusahaan yang dilaporkan ke pemerintah.

PROKAL.CO, JAKARTA  -  Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat produksi batu bara sepanjang tahun lalu mencapai 461 juta ton. Meski terjadi kenaikan dibanding 2016 yang tercatat 456 juta ton, angka itu disebut masih lebih rendah dari Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Batu Bara.

“Target produksi batu bara sesuai RKAP 2017 itu 477 juta ton. Jadi, realisasinya masih di bawah (target),” ujar Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara, Bambang Gatot di Kementerian ESDM, Kamis (11/1). Menurutnya, realisasi produksi batu bara masih di bawah perkiraan RKAP, karena ada beberapa perusahaan yang mengalami kendala, misalnya terkait masalah perizinan. Melihat kondisi tersebut, pemerintah disebutnya masih harus bekerja keras untuk mengendalikan produksi.

Sesuai Rencana Pembangunan Jangan Pendek dan Menengah 2015-2019, pemerintah berharap bisa menekan produksi batu bara ke level 400 juta ton pada tahun 2019. Untuk mengendalikannya, pemerintah memberikan toleransi kenaikan produksi tahun depan sebesar 5 persen dibandingkan tahun lalu. Artinya, produksi tahun depan diperkirakan mencapai 484,05 juta ton. “Kalau mengikuti perusahaan, mungkin kenaikan produksinya bisa menjadi lebih dari 500 juta ton,” ujarnya.


Bambang mengungkapkan, produksi batu bara diutamakan untuk menjamin pemenuhan kebutuhan sumber energi primer dalam energi. Sebagai catatan, lebih dari separuh pembangkit listrik di Indonesia sumber energinya berasal dari batu bara.
Selain itu, batu bara juga digunakan sebagai bahan baku dalam negeri serta pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik Uap (PLTU) Mulut Tambang. Sisanya menjadi komoditas ekspor.

Sepanjang tahun lalu, jumlah batu bara yang dimanfaatkan di dalam negeri mencapai 97 juta ton. Angka itu memang lebih besar dari tahun sebelumnya, yang tercatat 90,5 juta ton. Namun, pemanfaatan tersebut masih di bawah target pemerintah, di angka 121 juta ton.
Tahun depan, pemerintah menargetkan pemanfaatan batu bara domestik mencapai 121 juta ton. “Kami berharap, pemanfaatan batu bara domestik meningkat,” ujar Bambang.

Proyeksi lebih tinggi atas produksi batu bara nasional bukan tanpa alasan. Sepanjang tahun lalu, harga emas hitam memang berada di level terbaik, setidaknya jika dibandingkan dalam lima tahun belakangan, atau sejak 2013 lalu.

Dalam harga batu bara acuan (HBA) yang dikeluarkan Ditjen Minerba Kementerian ESDM, perbaikan memang terjadi sejak Oktober 2016, dengan menyentuh kisaran USD 80 per metrik ton. Sebelumnya, dalam tiga tahun terakhir, harga komoditas tersebut lama tertahan di level USD 50-60.

Harga batu bara terus berfluktuasi, hingga sempat menyentuh USD 100 per metrik ton. Desember lalu, posisinya berada di level USD 94,04 per metrik ton. (ant/man2/k15)


BACA JUGA

Rabu, 23 Januari 2019 07:03

Pengusaha Mamin Keluhkan Masalah Gula Lokal

JAKARTA - Penggunaan gula rafinasi impor untuk industri makanan dan…

Selasa, 22 Januari 2019 06:53

Kenaikan Harga Diklaim Wajar

BALIKPAPAN - Otoritas bandara berencana mengajukan perubahan tarif batas atas…

Selasa, 22 Januari 2019 06:47

Produksi Udang Windu Dituntut Meningkat

SAMARINDA - Udang windu Kaltim saat ini menjadi andalan Indonesia…

Selasa, 22 Januari 2019 06:45

Perjuangkan Bea Masuk Ekspor Perhiasan 0 Persen

JAKARTA – Industri perhiasan masih menjadi salah satu andalan untuk…

Selasa, 22 Januari 2019 06:41

Inka Ekspor Gerbong ke Bangladesh

SURABAYA – Kebutuhan sarana transportasi kereta di berbagai negara masih…

Selasa, 22 Januari 2019 06:40

2020, Target Kirim 30,3 Juta Ton Batu Bara

PALEMBANG - PT Bukit Asam (BA) Tbk terus meningkatkan pengiriman…

Selasa, 22 Januari 2019 06:39

PGN Optimistis Capai 244.043 Pelanggan

JAKARTA - Setelah resmi mengakuisisi 51 persen saham PT Pertamina…

Selasa, 22 Januari 2019 06:39

Maret, VietJet Air Buka Rute Vietnam-RI

JAKARTA - Maskapai penerbangan asal Vietnam, VietJet Air akan membuka…

Selasa, 22 Januari 2019 06:38

BTN Pacu Pembiayaan Perumahan di Sektor Nonformal

JAKARTA - Skema pembiayaan perumahan untuk pekerja informal jadi peluang…

Senin, 21 Januari 2019 06:57

Infrastruktur Jadi kendala

SAMARINDA – Pemprov Kaltim diminta memberi perhatian lebih kepada jalur…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*