MANAGED BY:
JUMAT
19 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Sabtu, 13 Januari 2018 06:12
Bankaltimtara Incar Rp 1 Triliun lewat Obligasi
CARI DANA EKSTERNAL: Sembari menyiapkan penerbitan obligasi, Bankaltimtara kini tengah mengupayakan perbaikan peringkat perusahaan.

PROKAL.CO, SAMARINDA  -  Perubahan status badan hukum menjadi perseroan, dimaksimalkan PT Bank Pembangunan Daerah Kaltim-Kaltara (Bankaltimtara) dengan memaksimalkan sumber pendapatan. Salah satunya, dengan melakukan penerbitan surat utang atau obligasi, yang tahun ini nilainya ditarget hingga Rp 1 triliun.

Memasuki 2018, bank yang sebelumnya berstatus perusahaan daerah itu memang menjadikan penerbitan surat utang sebagai salah satu lini pendapatan strategis. Terutama, setelah membaiknya persepsi pasar atas risiko pada industri perbankan, sekaligus meningkatnya kebutuhan modal bagi lembaga keuangan.

Bertambahnya kebutuhan dana untuk permodalan dan mengejar target kredit, dinilai sebagai momen tepat bagi perbankan untuk mencari pendanaan eksternal. Kepala Sekretariat Bankaltimtara, Abdul Haris Sahilin mengungkapkan, dengan berubah bentuk hukum menjadi perseroan terbatas, penerbitan obligasi bisa menjadi potensi baru. Saat masih berstatus perusda, langkah ini memang belum diperkenankan.

“Saat status perseroan diresmikan, penerbitan obligasi sudah ditarget Rp 500 miliar. Namun memasuki 2018, target itu dinaikkan jadi Rp 1 triliun. Langkah ini semua memang butuh banyak tahapan,” tutur Haris saat ditemui Kaltim Post di kantornya, Jalan Jenderal Sudirman, Samarinda, Kamis (11/1).

Menurutnya, saat ini Bankaltimtara fokus pada pemeringkatan badan usaha. Hal itu, kata dia, akan memberi penaruh besar terhadap kepercayaan publik atas produk surat berharga yang diterbitkan perusahaan.

Haris menyebut, Bankaltimtara menargetkan label AA, atau setidaknya BB+. Kata dia, semakin bagus pemeringkatan, semakin murah syarat untuk menerbitkan obligasi.

“Karena jika peringkat kami tidak baik, harganya sangat mahal. Dalam  hal ini, maksudnya bunganya harus tinggi, untuk mengimbangi risiko,” ujarnya.

Haris melanjutkan, Bankaltimtara sudah menyiapkan alternatif jika opsi obligasi belum dapat segera terealisasi sebagai sumber pendapatan eksternal. Pilihan lain itu adalah penerbitan Medium Term Notes (MTN), yang memiliki kriteria hampir sama seperti surat utang, dengan jangka waktu 5 hingga 10 tahun.

“Persyaratan MPN itu lebih mudah, tidak perlu tercatat di bursa. Tapi penjualannya terbatas, sedangkan obligasi penjualannya umum. Makanya banyak yang lebih memilih penerbitan obligasi,” tutupnya. (*/ctr/man/k15)


BACA JUGA

Kamis, 18 Januari 2018 07:31

LCGC Sumbang 75 Persen Pangsa Pasar

JAKARTA - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menargetkan penjualan kendaraan…

Kamis, 18 Januari 2018 07:24

Peluang Menang Masih Terbuka

BALIKPAPAN - Program Strukvaganza sudah memasuki bulan ketiga sejak diluncurkan pada November lalu.…

Kamis, 18 Januari 2018 07:24

Survive meski Pasang Harga 20 Kali Lebih Mahal

Merek kaca film V-Kool mungkin tak asing bagi pemilik mobil di Kaltim. Keberhasilan brand tersebut meraup…

Kamis, 18 Januari 2018 07:20

Jargas Masih Bergantung APBN

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berharap pembangunan jaringan gas (Jargas)…

Kamis, 18 Januari 2018 07:19

Persaingan Global, Sektor Pertanian Mesti Efisien

JAKARTA - Globalisasi juga diyakini melanda sektor pertanian. Untuk menghadapinya, salah satu langkah…

Rabu, 17 Januari 2018 07:05

Subsidi Listrik 2018 Membengkak

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengaku masih memiliki utang Rp 7 triliun atas PT Perusahaan…

Rabu, 17 Januari 2018 07:03

43 Persen Penjualan dari Produk Baru

MELUNCURNYA beberapa produk baru sepanjang tahun lalu ternyata sukses menjaga pertumbuhan pasar PT Astra…

Rabu, 17 Januari 2018 07:02

LCK Global Catatkan IPO Pertama Tahun Ini

JAKARTA - Arus pendaftaran emiten baru tahun ini mulai terlihat. Selasa (16/2), Bursa Efek Indonesia…

Rabu, 17 Januari 2018 07:01

Februari, Penerima Bantuan Nontunai Ditambah

JAKARTA - Bantuan pangan nontunai (BPNT) mulai disalurkan bulan depan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian…

Selasa, 16 Januari 2018 07:19

Moratorium Tak Ganggu Produksi Sawit

SAMARINDA - Tahun ini, Pemprov Kaltim menegaskan, moratorium penerbitan izin baru pertambangan, perkebunan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .