MANAGED BY:
SABTU
21 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Sabtu, 13 Januari 2018 06:11
BTN Tak Dapat Jatah FLPP

Direksi Sebut Hanya karena Miskomunikasi

BUKAN TAK MAU: BTN akan kembali mengajukan keterlibatan dalam penyaluran KPR subsidi dengan skema FLPP.

PROKAL.CO, JAKARTA  -   PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk tak mendapat jatah dalam anggaran fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dari pemerintah tahun ini. KPR subsidi dari bank pelat merah itu hanya akan menggunakan skema subsidi selisih bunga (SSB).

“Betul, BTN belum masuk daftar bank pelaksana FLPP,” kata Direktur BTN, Iman Nugroho Soeko, Selasa (9/1). Dia menjelaskan, KPR SSB masih akan diberikan kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Sasaran pembiayaan tersebut juga akan tetap mendapatkan bunga kredit 5 persen sampai lunas, sama seperti pada KPR FLPP.

Menurut Iman, ada ketidaksamaan pendapat antara BTN dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). “Karena ada kekeliruan persepsi, BTN hanya ingin menyalurkan KPR subsidi SSB seperti tahun lalu. Tahun lalu, BTN memang berjanji hanya menyalurkan SSB agar defisit APBN 2017 bisa dipersempit,” tuturnya.

Perusahaan pelat merah tersebut, kata Iman, memang sempat berhenti menyalurkan FLPP pada tengah tahun lalu. Sebab, anggaran untuk program tersebut dikurangi.

Menurutnya, KPR subsidi adalah skema yang paling tepat, baik untuk bank maupun pemerintah, adalah FLPP. Khusus bagi bank, FLPP lebih menguntungkan. Sebab, subsidi diberikan sekali di muka sampai KPR lunas dalam bentuk dana investasi. Yang perlu dilakukan bank, tinggal penyediaan dana antara 85 hingga 90 persen dari harga rumah, dengan bunga murah 0,5 persen dari pemerintah.

Sementara itu, SSB mensyaratkan ada biaya tahunan yang harus dianggarkan sampai KPR lunas. Jumlah subsidi tersebut tiap tahun akan semakin besar seiring dengan jumlah unit KPR yang dibiayai.

Ditanya terkait miskomunikasi antara pemerintah dan BTN, Iman menjawab secara gamblang. “Maksudnya, pemangku kepentingan mungkin mengira BTN tidak ingin menyalurkan FLPP lagi,” ungkapnya.

Terlepas dari itu, dia berharap, pemerintah masih mau mengubah keputusan dengan memberikan kesempatan bagi BTN untuk menjadi penyalur KPR FLPP. Pasalnya, sejak 2015, kinerja BTN dalam menyukseskan program sejuta rumah sebenarnya sangat baik.

Realisasi penyaluran kredit perumahan pada 2015, misalnya, mencapai 110 persen dari target atau mencapai 474.099 unit rumah. Pada tahun berikutnya, dari target 570.000 unit rumah, realisasi penyaluran kreditnya mencapai 104,5 persen atau setara 595.540 unit. Sementara itu, hingga November 2017, BTN telah menyalurkan pembiayaan untuk 549.699 unit rumah.

Terpisah, Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Lana Winayanti membenarkan bahwa BTN tak lagi ditunjuk sebagai penyalur KPR FLPP. “Sekarang ini, BTN masih fokus di KPR SSB,” ujar Lana. (rin/and/c17/sof/jpnn/man/k15)


BACA JUGA

Jumat, 20 Juli 2018 07:01

Semester I, PPN Kaltimra Capai Rp 2,08 T

SAMARINDA – Semester I tahun ini, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kaltim-Kaltara (Kaltimra) mencatatkan…

Jumat, 20 Juli 2018 06:52

Bukopin Optimistis Penyaluran KPR Rp 1,3 triliun

JAKARTA – Manajemen Bank Bukopin (BBKP) optimistis target penyaluran Kredit Kepemilikan Rumah…

Kamis, 19 Juli 2018 07:03

Pemkab PPU Harus Siapkan Modal

BALIKPAPAN - Langkah Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) bekerja sama dengan Pertamina Hulu Kalimantan…

Kamis, 19 Juli 2018 07:01

Izin Usaha Bisa Dicabut

SAMARINDA - Distributor kebutuhan bahan pokok di Kaltim dituntut memiliki Tanda Daftar Pelaku Usaha…

Kamis, 19 Juli 2018 06:59

Kelompok Volatile Foods Patut Diwaspadai

BALIKPAPAN - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Minyak berencana menjalin kerja sama dengan daerah…

Kamis, 19 Juli 2018 06:55

Musim Haji, Pertamina Tambah Pasokan Avtur

BALIKPAPAN – Memasuki musim haji tahun ini, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region…

Kamis, 19 Juli 2018 06:53

Pacu Pembangunan Infrastruktur hingga Ajang Promosi Daerah

Annual Meeting International Monetary Fund-World Bank Group (IMF-WBG) 2018 baru digelar Oktober mendatang.…

Kamis, 19 Juli 2018 06:49

Afrika Bisa Jadi Alternatif

JAKARTA – Kebijakan bea masuk tinggi dari sejumlah mitra dagang dinilai menjadi biang kerok jatuhnya…

Kamis, 19 Juli 2018 06:48

Perbankan Dorong UMKM Naik Kelas

SURABAYA – Tak hanya mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) baru, perbankan…

Kamis, 19 Juli 2018 06:47

Harga Gas Bisa Lebih Murah, Jika....

JAKARTA – Konsumen rumah tangga maupun industri bisa berharap harga jual gas semakin murah. Itu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .