MANAGED BY:
KAMIS
26 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Sabtu, 13 Januari 2018 06:11
BTN Tak Dapat Jatah FLPP

Direksi Sebut Hanya karena Miskomunikasi

BUKAN TAK MAU: BTN akan kembali mengajukan keterlibatan dalam penyaluran KPR subsidi dengan skema FLPP.

PROKAL.CO, JAKARTA  -   PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk tak mendapat jatah dalam anggaran fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dari pemerintah tahun ini. KPR subsidi dari bank pelat merah itu hanya akan menggunakan skema subsidi selisih bunga (SSB).

“Betul, BTN belum masuk daftar bank pelaksana FLPP,” kata Direktur BTN, Iman Nugroho Soeko, Selasa (9/1). Dia menjelaskan, KPR SSB masih akan diberikan kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Sasaran pembiayaan tersebut juga akan tetap mendapatkan bunga kredit 5 persen sampai lunas, sama seperti pada KPR FLPP.

Menurut Iman, ada ketidaksamaan pendapat antara BTN dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). “Karena ada kekeliruan persepsi, BTN hanya ingin menyalurkan KPR subsidi SSB seperti tahun lalu. Tahun lalu, BTN memang berjanji hanya menyalurkan SSB agar defisit APBN 2017 bisa dipersempit,” tuturnya.

Perusahaan pelat merah tersebut, kata Iman, memang sempat berhenti menyalurkan FLPP pada tengah tahun lalu. Sebab, anggaran untuk program tersebut dikurangi.

Menurutnya, KPR subsidi adalah skema yang paling tepat, baik untuk bank maupun pemerintah, adalah FLPP. Khusus bagi bank, FLPP lebih menguntungkan. Sebab, subsidi diberikan sekali di muka sampai KPR lunas dalam bentuk dana investasi. Yang perlu dilakukan bank, tinggal penyediaan dana antara 85 hingga 90 persen dari harga rumah, dengan bunga murah 0,5 persen dari pemerintah.

Sementara itu, SSB mensyaratkan ada biaya tahunan yang harus dianggarkan sampai KPR lunas. Jumlah subsidi tersebut tiap tahun akan semakin besar seiring dengan jumlah unit KPR yang dibiayai.

Ditanya terkait miskomunikasi antara pemerintah dan BTN, Iman menjawab secara gamblang. “Maksudnya, pemangku kepentingan mungkin mengira BTN tidak ingin menyalurkan FLPP lagi,” ungkapnya.

Terlepas dari itu, dia berharap, pemerintah masih mau mengubah keputusan dengan memberikan kesempatan bagi BTN untuk menjadi penyalur KPR FLPP. Pasalnya, sejak 2015, kinerja BTN dalam menyukseskan program sejuta rumah sebenarnya sangat baik.

Realisasi penyaluran kredit perumahan pada 2015, misalnya, mencapai 110 persen dari target atau mencapai 474.099 unit rumah. Pada tahun berikutnya, dari target 570.000 unit rumah, realisasi penyaluran kreditnya mencapai 104,5 persen atau setara 595.540 unit. Sementara itu, hingga November 2017, BTN telah menyalurkan pembiayaan untuk 549.699 unit rumah.

Terpisah, Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Lana Winayanti membenarkan bahwa BTN tak lagi ditunjuk sebagai penyalur KPR FLPP. “Sekarang ini, BTN masih fokus di KPR SSB,” ujar Lana. (rin/and/c17/sof/jpnn/man/k15)


BACA JUGA

Kamis, 26 April 2018 07:47
Konsumsi BBG Stagnan

Konverter Terus Ditambah, Lokasi SPBG Jadi Kendala

BALIKPAPAN – Alokasi konverter kit untuk kendaraan pengguna bahan bakar gas (BBG) di Balikpapan…

Rabu, 25 April 2018 07:23

Blok Terminasi Bisa Tutupi Beban Pertamina

JAKARTA – Penugasan kepada PT Pertamina (Persero) untuk mengelola tujuh wilayah kerja (WK) atau…

Rabu, 25 April 2018 07:20

TUH..!! Tak Ada Penerbangan Malam di APT Pranoto

SAMARINDA - Beroperasinya Bandara Aji PangeranTumenggung (APT) Pranoto di Samarinda ternyata belum menyeluruh.…

Rabu, 25 April 2018 07:17

MESKI PNPB Naik 114 persen, Masih Tak Mampu Atasi Devisit

SAMARINDA -  Realisasi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNPB) di Kaltim mencapai Rp 2,6 triliun sepanjang…

Rabu, 25 April 2018 07:17

Pengusaha Sebut Maloy Bisa Sia-Sia

SAMARINDA - Kawasan ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK), diklaim sudah bisa beroperasi…

Rabu, 25 April 2018 07:14

Waspada Dampak Panic Buying

BALIKPAPAN – Lonjakan kebutuhan pangan saat Ramadan diklaim sudah diantisipasi oleh stakeholder…

Rabu, 25 April 2018 07:11

Pengusaha Keluhkan Bea Impor Tinggi di Afrika

JAKARTA - Pemerintah disebut perlu meminta negara-negara di Afrika menurunkan tarif bea masuk untuk…

Selasa, 24 April 2018 12:30

WARNING..!! Rupiah Terus Melemah, Ini yang Dilakukan BI

Nilai mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami pelemahan yang cukup dalam…

Selasa, 24 April 2018 07:20
Operasional Bandara APT Pranoto Samarinda

MANTAP..!! Bisa Topang Kinerja Tiga Sektor Ekonomi

SAMARINDA - Dampak ekonomi dari beroperasinya Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto di Samarinda…

Selasa, 24 April 2018 07:18

Penjualan Daihatsu Tumbuh 10 Persen

JAKARTA – Daihatsu mencatatkan pertumbuhan penjualannya di Indonesia, sepanjang kuartal pertama…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .