MANAGED BY:
RABU
17 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Sabtu, 13 Januari 2018 06:11
BTN Tak Dapat Jatah FLPP

Direksi Sebut Hanya karena Miskomunikasi

BUKAN TAK MAU: BTN akan kembali mengajukan keterlibatan dalam penyaluran KPR subsidi dengan skema FLPP.

PROKAL.CO, JAKARTA  -   PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk tak mendapat jatah dalam anggaran fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dari pemerintah tahun ini. KPR subsidi dari bank pelat merah itu hanya akan menggunakan skema subsidi selisih bunga (SSB).

“Betul, BTN belum masuk daftar bank pelaksana FLPP,” kata Direktur BTN, Iman Nugroho Soeko, Selasa (9/1). Dia menjelaskan, KPR SSB masih akan diberikan kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Sasaran pembiayaan tersebut juga akan tetap mendapatkan bunga kredit 5 persen sampai lunas, sama seperti pada KPR FLPP.

Menurut Iman, ada ketidaksamaan pendapat antara BTN dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). “Karena ada kekeliruan persepsi, BTN hanya ingin menyalurkan KPR subsidi SSB seperti tahun lalu. Tahun lalu, BTN memang berjanji hanya menyalurkan SSB agar defisit APBN 2017 bisa dipersempit,” tuturnya.

Perusahaan pelat merah tersebut, kata Iman, memang sempat berhenti menyalurkan FLPP pada tengah tahun lalu. Sebab, anggaran untuk program tersebut dikurangi.

Menurutnya, KPR subsidi adalah skema yang paling tepat, baik untuk bank maupun pemerintah, adalah FLPP. Khusus bagi bank, FLPP lebih menguntungkan. Sebab, subsidi diberikan sekali di muka sampai KPR lunas dalam bentuk dana investasi. Yang perlu dilakukan bank, tinggal penyediaan dana antara 85 hingga 90 persen dari harga rumah, dengan bunga murah 0,5 persen dari pemerintah.

Sementara itu, SSB mensyaratkan ada biaya tahunan yang harus dianggarkan sampai KPR lunas. Jumlah subsidi tersebut tiap tahun akan semakin besar seiring dengan jumlah unit KPR yang dibiayai.

Ditanya terkait miskomunikasi antara pemerintah dan BTN, Iman menjawab secara gamblang. “Maksudnya, pemangku kepentingan mungkin mengira BTN tidak ingin menyalurkan FLPP lagi,” ungkapnya.

Terlepas dari itu, dia berharap, pemerintah masih mau mengubah keputusan dengan memberikan kesempatan bagi BTN untuk menjadi penyalur KPR FLPP. Pasalnya, sejak 2015, kinerja BTN dalam menyukseskan program sejuta rumah sebenarnya sangat baik.

Realisasi penyaluran kredit perumahan pada 2015, misalnya, mencapai 110 persen dari target atau mencapai 474.099 unit rumah. Pada tahun berikutnya, dari target 570.000 unit rumah, realisasi penyaluran kreditnya mencapai 104,5 persen atau setara 595.540 unit. Sementara itu, hingga November 2017, BTN telah menyalurkan pembiayaan untuk 549.699 unit rumah.

Terpisah, Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Lana Winayanti membenarkan bahwa BTN tak lagi ditunjuk sebagai penyalur KPR FLPP. “Sekarang ini, BTN masih fokus di KPR SSB,” ujar Lana. (rin/and/c17/sof/jpnn/man/k15)


BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2018 06:45

MAUNYA SIH..!! Maloy Harus Beroperasi Bulan Ini

SAMARINDA - Sempat tertunda beroperasi dari target awal pada Agustus, Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta…

Selasa, 16 Oktober 2018 06:44

Triton Masih Jadi Unggulan

BALIKPAPAN - Membaiknya kinerja pertambangan batu bara di Bumi Etam turut mengerek penjualan Mitsubishi.…

Selasa, 16 Oktober 2018 06:42

Minyak Mentah Turun Bisa Jadi Penolong Rupiah

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) masih sulit meninggalkan level 15.000.…

Selasa, 16 Oktober 2018 06:32

Pacu Pembangunan Pembangkit Listrik Energi Terbarukan

JAKARTA - Indonesia memerhatikan laporan terbaru panel antar pemerintah tentang perubahan iklim …

Senin, 15 Oktober 2018 06:36

BI Sebut Kebutuhan Dolar Masih Besar

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memproyeksi kebutuhan valuta asing dalam bentuk dolar Amerika Serikat…

Senin, 15 Oktober 2018 06:29

Kerek Okupansi Hotel

BALI – Gelaran pertemuan tahunan bertajuk Annual Meetings International Monetary Fund World Bang…

Senin, 15 Oktober 2018 06:28

Jaga Daya Beli, Jokowi Pastikan Premium Tidak Naik

JAKARTA - Pekan lalu publik sempat dihebohkan dengan pengumuman kenaikan bahan bakar minyak (BBM) jenis…

Minggu, 14 Oktober 2018 06:53

Puaskan Dulu Karyawan, lalu Pelanggan

ASET terpenting dalam usaha adalah karyawan. Sebab, sekuat apapun tenaga pemilik, pasti tetap membutuhkan…

Sabtu, 13 Oktober 2018 00:08

Groceries Penopang Revenue Hypermart

BALIKPAPAN  -  Hypermart masih mengandalkan segmen groceries sebagai tulang punggung pendapatan.…

Sabtu, 13 Oktober 2018 00:07

Waspada Migrasi ke Pertalite

BALIKPAPAN  -  Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax dan Dex Series, serta…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .