MANAGED BY:
KAMIS
18 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Sabtu, 13 Januari 2018 06:10
Harga Naik, Dikawal Lebih Ketat
SESUAIKAN PRODUKSI: Di area Kalimantan, tahun ini harga rumah murah ditetapkan Rp 142 juta per unit.

PROKAL.CO, HARGA rumah murah bersubsidi dipastikan naik tahun ini, menyesuaikan perubahan harga komponen produksi. Bersama dengan itu, pemerintah juga akan memastikan, program ini dikawal lebih ketat.

Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Lana Winayanti optimistis, saat kondisi properti yang mulai rebound pada tahun ini, minat masyarakat terhadap program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) akan meningkat. Meskipun, pemerintah sudah menetapkan harga hunian bersubsidi tersebut akan naik 5 persen.

“Tahun ini, akan ada kenaikan (harga rumah subsidi). Kenaikannya sebesar 5 persen per tahun. Ini sesuai dengan indeks kemahalan konstruksi dan menyesuaikan inflasi suatu daerah,” kata Lana, beberapa waktu lalu.

Untuk wilayah Jawa (kecuali Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi), harga rumah subsidi tahun ini naik menjadi Rp 130 juta, dari sebelumnya Rp 123 juta. Begitu pula untuk wilayah Sumatra (kecuali Kepulauan Riau dan Bangka Belitung).

Untuk wilayah Kalimantan, harga hunian bersubsidi juga akan meningkat menjadi Rp 142 juta. Sementara di Sulawesi, naik jadi Rp 136 juta.

Lalu di wilayah Maluku dan Maluku Utara, akan meningkat menjadi Rp 148,5 juta, dari tahun 2017 yang hanya sebesar Rp 141 juta. Kemudian, di wilayah Bali dan Nusa Tenggara sebesar Rp 148,5 juta, lalu Rp 205 juta untuk Papua dan Papua Barat.

Sebelumnya, selain harga, kualitas rumah subsidi memang menjadi sorotan, karena banyak ditemukan tak layak huni. Kondisi itu diduga karena pengawasan yang kurang optimal dari seluruh pihak terkait, dalam program yang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) ini.


Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengakui hal tersebut. Untuk itu, dia berjanji akan meningkatkan pengawasan untuk menjaga kualitas rumah subsidi yang dibangun.


“Saya enggak terlalu mengerti soal financing. Tapi saya mau bilang, ke depan saya ingin lebih melindungi customer. Banyak sekali selama ini komplain dari pengembang dan masyarakat. Sudah akad, tapi rumah belum dibangun. Sudah dibangun, belum ditempati. Saya bertanggung jawab untuk melindungi, karena ada uang rakyat di sana,” katanya di Jakarta, akhir Desember lalu.

Tahun ini, Kementerian PUPR melalui Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) akan meningkatkan pengawasan soal kualitas rumah subsidi yang dibangun, lewat program registrasi kepada pengembang. Selanjutnya, PPDPP juga akan bertanggung jawab untuk mengawasi pelaksanaan fisiknya.

“Karena sekarang ini banyak sekali rumah FLPP yang kualitasnya tidak baik,” tutur Basuki. Adanya perubahan sertifikasi rumah layak huni juga diyakini akan menekan risiko kualitas hunian yang tak memenuhi standar kelayakan. (man2/k15)


BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2018 06:50

Promosikan Wisata Halal Lombok

BADUNG – Pariwisata menjadi tema lanjutan pertama yang dibahas setelah pertemuan tahunan bertajuk…

Rabu, 17 Oktober 2018 06:48

Pengusaha Butuh Kepastian Pasar

SAMARINDA - Program mandatori biodiesel 20 persen (B20)  atau pencampuran minyak kelapa sawit ke…

Rabu, 17 Oktober 2018 06:48

Furnitur Impor Mulai Terdampak Kenaikan Dolar

BALIKPAPAN - Keperkasaan dolar Amerika Serikat (USD) terhadap rupiah tak serta-merta memengaruhi penjualan…

Rabu, 17 Oktober 2018 06:45

MAUNYA SIH..!! Maloy Harus Beroperasi Bulan Ini

SAMARINDA - Sempat tertunda beroperasi dari target awal pada Agustus, Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta…

Rabu, 17 Oktober 2018 06:43

Jalan Dua Bulan, WP Meningkat hingga 18.424 Orang

BALIKPAPAN – Sejak Juli lalu, tarif pajak penghasilan (PPh) Final untuk usaha mikro, kecil, dan…

Selasa, 16 Oktober 2018 06:44

Triton Masih Jadi Unggulan

BALIKPAPAN - Membaiknya kinerja pertambangan batu bara di Bumi Etam turut mengerek penjualan Mitsubishi.…

Selasa, 16 Oktober 2018 06:42

Minyak Mentah Turun Bisa Jadi Penolong Rupiah

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) masih sulit meninggalkan level 15.000.…

Selasa, 16 Oktober 2018 06:32

Pacu Pembangunan Pembangkit Listrik Energi Terbarukan

JAKARTA - Indonesia memerhatikan laporan terbaru panel antar pemerintah tentang perubahan iklim …

Senin, 15 Oktober 2018 06:36

BI Sebut Kebutuhan Dolar Masih Besar

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memproyeksi kebutuhan valuta asing dalam bentuk dolar Amerika Serikat…

Senin, 15 Oktober 2018 06:29

Kerek Okupansi Hotel

BALI – Gelaran pertemuan tahunan bertajuk Annual Meetings International Monetary Fund World Bang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .