MANAGED BY:
JUMAT
19 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Sabtu, 13 Januari 2018 06:10
Harga Naik, Dikawal Lebih Ketat
SESUAIKAN PRODUKSI: Di area Kalimantan, tahun ini harga rumah murah ditetapkan Rp 142 juta per unit.

PROKAL.CO, HARGA rumah murah bersubsidi dipastikan naik tahun ini, menyesuaikan perubahan harga komponen produksi. Bersama dengan itu, pemerintah juga akan memastikan, program ini dikawal lebih ketat.

Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Lana Winayanti optimistis, saat kondisi properti yang mulai rebound pada tahun ini, minat masyarakat terhadap program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) akan meningkat. Meskipun, pemerintah sudah menetapkan harga hunian bersubsidi tersebut akan naik 5 persen.

“Tahun ini, akan ada kenaikan (harga rumah subsidi). Kenaikannya sebesar 5 persen per tahun. Ini sesuai dengan indeks kemahalan konstruksi dan menyesuaikan inflasi suatu daerah,” kata Lana, beberapa waktu lalu.

Untuk wilayah Jawa (kecuali Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi), harga rumah subsidi tahun ini naik menjadi Rp 130 juta, dari sebelumnya Rp 123 juta. Begitu pula untuk wilayah Sumatra (kecuali Kepulauan Riau dan Bangka Belitung).

Untuk wilayah Kalimantan, harga hunian bersubsidi juga akan meningkat menjadi Rp 142 juta. Sementara di Sulawesi, naik jadi Rp 136 juta.

Lalu di wilayah Maluku dan Maluku Utara, akan meningkat menjadi Rp 148,5 juta, dari tahun 2017 yang hanya sebesar Rp 141 juta. Kemudian, di wilayah Bali dan Nusa Tenggara sebesar Rp 148,5 juta, lalu Rp 205 juta untuk Papua dan Papua Barat.

Sebelumnya, selain harga, kualitas rumah subsidi memang menjadi sorotan, karena banyak ditemukan tak layak huni. Kondisi itu diduga karena pengawasan yang kurang optimal dari seluruh pihak terkait, dalam program yang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) ini.


Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengakui hal tersebut. Untuk itu, dia berjanji akan meningkatkan pengawasan untuk menjaga kualitas rumah subsidi yang dibangun.


“Saya enggak terlalu mengerti soal financing. Tapi saya mau bilang, ke depan saya ingin lebih melindungi customer. Banyak sekali selama ini komplain dari pengembang dan masyarakat. Sudah akad, tapi rumah belum dibangun. Sudah dibangun, belum ditempati. Saya bertanggung jawab untuk melindungi, karena ada uang rakyat di sana,” katanya di Jakarta, akhir Desember lalu.

Tahun ini, Kementerian PUPR melalui Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) akan meningkatkan pengawasan soal kualitas rumah subsidi yang dibangun, lewat program registrasi kepada pengembang. Selanjutnya, PPDPP juga akan bertanggung jawab untuk mengawasi pelaksanaan fisiknya.

“Karena sekarang ini banyak sekali rumah FLPP yang kualitasnya tidak baik,” tutur Basuki. Adanya perubahan sertifikasi rumah layak huni juga diyakini akan menekan risiko kualitas hunian yang tak memenuhi standar kelayakan. (man2/k15)


BACA JUGA

Kamis, 18 Januari 2018 07:33
PAD Restoran Naik 100 Persen dalam Tiga Tahun

Masyarakat Konsumtif, Peluang di Depan Mata

SAMARINDA - Tak hanya menggenjot pertumbuhan ekonomi, sektor makanan dan minuman menjadi andalan Pemkot…

Kamis, 18 Januari 2018 07:28

Terkerek Tahun Politik

PEMILIHAN kepala daerah (pilkada) serentak tahun ini berdampak beragam terhadap masing-masing sektor…

Kamis, 18 Januari 2018 07:26

Direct Call Tak Kunjung Jalan

BALIKPAPAN - Upaya mempercepat realisasi pelayaran internasional langsung atau direct call di Balikpapan…

Kamis, 18 Januari 2018 07:24

Survive meski Pasang Harga 20 Kali Lebih Mahal

Merek kaca film V-Kool mungkin tak asing bagi pemilik mobil di Kaltim. Keberhasilan brand tersebut meraup…

Rabu, 17 Januari 2018 07:17

Kuliner Jadi Favorit Pemula

SAMARINDA - Perlambatan ekonomi Kaltim sejak 2013 lalu rupanya tak berlaku merata. Di level usaha mikro…

Rabu, 17 Januari 2018 07:14

Auto2000 Geber Program Undian

BALIKPAPAN - Beragamstrategi dijalankan diler untuk menggenjot penjualan unit roda empat tahun ini.…

Rabu, 17 Januari 2018 07:12

Mini University Cetak 359 Pengusaha Baru

SAMARINDA - Program Mini University yang dirintis Kantor Perwakilan Bank Indonesia (Kpw-BI) Kaltim sejak…

Rabu, 17 Januari 2018 07:11

WIDIH..!! Konsumen Lebih Suka Beras Mahal

BALIKPAPAN - Isu kelangkaan beras medium di beberapa daerah diyakini tak berlaku di Balikpapan. Di Kota…

Rabu, 17 Januari 2018 07:09

Petani Kaltim Belum Juga Surplus

SAMARINDA - Sektor pertanian belum juga menjanjikan untuk Kaltim. Hal itu tergambar dari nilai tukar…

Rabu, 17 Januari 2018 07:07

Krisis Regenerasi, Produk Kalah Saing dengan Kain Cetak

Permukiman penenun sudah terbangun puluhan tahun lalu di Samarinda Seberang. Oleh pemerintah, kawasan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .