MANAGED BY:
RABU
23 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Sabtu, 13 Januari 2018 06:07
Momen Kejar Segmen Lebih Besar
- Bhima Yudhistira

PROKAL.CO, TAK terlibatnya PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) dalam program penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi belum sepenuhnya menjadi petaka. Bank pelat merah itu diyakini tetap survive dengan membidik segmen lain yang kelasnya lebih besar.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance Bhima Yudhistira menilai, ada beberapa hal yang harus dilakukan agar pemerintah kembali memercayai perseroan sebagai penyalur KPR FLPP. Yakni, mengevaluasi realisasi sasaran KPR subsidi. Perlu dipastikan apakah sudah tepat sasaran untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Kemudian, kata Yudhistira, manajemen perlu meninjau kredit macet. BTN dapat mengubah fokus bisnisnya agar didominasi KPR untuk segmen menengah dan menengah ke atas. “Tahun ini, saya lihat properti memang tumbuh. Tapi, yang kelas menengah ke atas belum tumbuh signifikan,” ujar Bhima, Rabu (10/1).

Porsi penyaluran KPR subsidi dan nonsubsidi dari BTN tahun lalu cukup seimbang.

Hingga November 2017, bank tersebut menyalurkan KPR nonsubsidi Rp 65 triliun, dan KPR subsidi Rp 68 triliun.

Pertumbuhan KPR subsidi memang lebih pesat ketimbang nonsubsidi.  Saat KPR subsidi tumbuh 35 persen secara year on year (yoy), KPR nonsubsidi hanya tumbuh 11 persen (yoy).

Senada dengan Bhima, analis senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan, BTN sebaiknya berfokus pada KPR menengah dan menengah ke atas. Reza meyakini, perusahaan tersebut mampu menunjukkan kinerja yang baik tahun ini.

Sebab, kata dia, BTN masih menyalurkan KPR subsidi, meski skemanya SSB. Selain itu, BTN memiliki pengalaman yang cukup untuk KPR, termasuk segmen menengah ke atas.

“FLPP kan hanya salah satu produk yang ditawarkan kepada MBR. Nah, kalau menyasar segmen menengah ke atas, BTN masih bisa mendapatkan margin yang besar,” terangnya. Sementara itu, BTN menyatakan masih bersikukuh ingin menjadi penyalur KPR FLPP pada 2018. Manajemen akan berupaya agar bisa kembali berkomunikasi dengan pemerintah dan diberi kesempatan untuk menjadi salah satu bank penyalur.

“Sebab, dari berbagai aspek, BTN memenuhi syarat sebagai bank pelaksana KPR subsidi pemerintah,” ungkap Direktur BTN, Iman Nugroho Soeko. (rin/c18/sof/jpnn/man/k15)


BACA JUGA

Rabu, 23 Januari 2019 07:03

Pengusaha Mamin Keluhkan Masalah Gula Lokal

JAKARTA - Penggunaan gula rafinasi impor untuk industri makanan dan…

Selasa, 22 Januari 2019 06:53

Kenaikan Harga Diklaim Wajar

BALIKPAPAN - Otoritas bandara berencana mengajukan perubahan tarif batas atas…

Selasa, 22 Januari 2019 06:47

Produksi Udang Windu Dituntut Meningkat

SAMARINDA - Udang windu Kaltim saat ini menjadi andalan Indonesia…

Selasa, 22 Januari 2019 06:45

Perjuangkan Bea Masuk Ekspor Perhiasan 0 Persen

JAKARTA – Industri perhiasan masih menjadi salah satu andalan untuk…

Selasa, 22 Januari 2019 06:41

Inka Ekspor Gerbong ke Bangladesh

SURABAYA – Kebutuhan sarana transportasi kereta di berbagai negara masih…

Selasa, 22 Januari 2019 06:40

2020, Target Kirim 30,3 Juta Ton Batu Bara

PALEMBANG - PT Bukit Asam (BA) Tbk terus meningkatkan pengiriman…

Selasa, 22 Januari 2019 06:39

PGN Optimistis Capai 244.043 Pelanggan

JAKARTA - Setelah resmi mengakuisisi 51 persen saham PT Pertamina…

Selasa, 22 Januari 2019 06:39

Maret, VietJet Air Buka Rute Vietnam-RI

JAKARTA - Maskapai penerbangan asal Vietnam, VietJet Air akan membuka…

Selasa, 22 Januari 2019 06:38

BTN Pacu Pembiayaan Perumahan di Sektor Nonformal

JAKARTA - Skema pembiayaan perumahan untuk pekerja informal jadi peluang…

Senin, 21 Januari 2019 06:57

Infrastruktur Jadi kendala

SAMARINDA – Pemprov Kaltim diminta memberi perhatian lebih kepada jalur…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*