MANAGED BY:
JUMAT
19 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Jumat, 12 Januari 2018 10:31
Mira Dikira Tidur, Endang Posisi Sujud, Rudy Diduga Sakit

Tiga Hari, Tiga Jasad di Dalam Rumah

DIDUGA SAKIT: Petugas mengevakuasi jenazah Rudy Salbianto dari indekosnya.

PROKAL.CO, Kurun tiga hari sejak Selasa hingga kemarin (11/1), publik Samarinda digemparkan dengan temuan jasad. Yang pertama adalah Mira. Penyebab tewasnya masih misterius. Kemudian Endang Puspaningrum dan teranyar adalah Rudy Salbianto, pegawai Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kaltim yang ditemukan tewas di indekosnya.

BERALASKAN karpet, sesosok perempuan rebah di lantai menghadap dinding dekat pintu utama. Mira, gadis 23 tahun itu sudah tak bernyawa. Jasadnya ditemukan pertama kali oleh Reza Febrian Dani Swara (13), keluarga korban menjelang matahari terbit pada Selasa (9/1). Dari rumah di Jalan Kertak Hanyar, RT 30, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, jasad Mira dievakuasi ke RSUD AW Sjahranie.

Reza menyebut sempat melihat mobil berhenti di depan rumah. Tetapi, dia tak melihat jelas jenis mobil dan siapa yang turun lantaran jaraknya tak begitu dekat. “Karena ada mobil lewat, makanya sempat keluar dari warnet. Samar-samar begitu,” ujarnya.

Namun, dia bisa memastikan mobil tersebut berhenti di depan rumahnya dan langsung bergegas pergi. Nah menjelang pukul 05.00 Wita, Reza pulang untuk tidur. Mengetahui ada Mira, dia berusaha membangunkan. “Mbak! Mbak! Geser sedikit. Saya juga mau istirahat (tidur),” ucapnya.

Karena tak merespons dan mengira Mira masih dalam keadaan terlelap, remaja 13 tahun itu memilih tidur di rumah sebelah, yang juga milik keluarganya. Sebelum meninggalkan Mira untuk tidur di ruang tamu, mata Reza sempat melihat pergelangan dan telapak kaki Mira sudah membiru.

Mira adalah dara asal Kembang Janggut, Kutai Kartanegara (Kukar). Perempuan muda dengan rambut sebahu itu dikabarkan sedang menjalin hubungan dengan seorang pria di Samarinda. Menjelang Selasa petang, rekan pria yang dimaksud sedang menjalani pemeriksaan. Ada yang janggal dengan meninggalnya Mira.

Pantauan Kaltim Post di lokasi kejadian, tak ditemukan identitas Mira. Dari dalam rumah, anggota Polsek Sungai Kunjang membawa plastik hitam berukuran sedang. Sepintas isinya barang-barang milik Mira. Kejanggalan lain adalah pintu rumah yang tak terkunci saat Reza menemukan korban. Hingga Rabu (10/1) polisi masih menunggu hasil pemeriksaan dari rumah sakit. “Kami tunggu hasil visum,” terang Kanit Reskrim Polsek Sungai Kunjang Ipda Suyatno. Tanda-tanda bekas penganiayaan juga tak ditemukan di tubuh Mira.

Sementara itu, Rabu pagi, Endang Puspaningrum, tenaga honorer di RSKD Atma Husada Mahakam, ditemukan tak bernyawa. Hanya menggunakan pakaian tidur, Endang ditemukan dengan posisi sujud, sembari tangan memegang dada. Di dalam rumah perempuan 41 tahun itu, didapati banyak jenis obat. Dari penuturan Gunawan (30), tetangga Endang, dia merasa aneh karena sejak pagi Endang tak kunjung keluar.

“Biasanya sudah beraktivitas pagi-pagi,” sebutnya. Walhasil, bersama warga lain, pintu rumah Endang didobrak. Lanjut Gunawan, Endang adalah perempuan yang ramah dengan tetangga. Di rumah, perempuan paruh baya itu tinggal sendiri. “Anaknya di Jawa,” sambung Gunawan. Jasadnya langsung dikebumikan setelah warga menolak untuk dilakukan visum.

Terbaru, Rudy didapati tak bernyawa di dalam kamar indekosnya di Jalan Juanda 7, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu, sekitar pukul 10.00 Wita, Kamis (11/1). Dari keterangan Aldrie, rekan satu kantor Rudy, Senin siang, pria 49 tahun itu terakhir berada di kantor bercanda bersama rekan kerja. “Memang punya riwayat penyakit. Di kantor sering batuk-batuk dan penyakit mag sudah akut,” sebut Aldrie. Di dalam kamar indekos bercat hijau yang disewa Rudy, tampak obat-obatan.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu Iptu Yunus Kello menjelaskan, sejauh ini, kesimpulan awal meninggalnya Rudy karena sakit. “Tapi kami tetap menunggu hasil pemeriksaan dokter dari rumah sakit,” tegas Yunus. (*/dra/iza/k8)


BACA JUGA

Rabu, 17 Januari 2018 10:55
Hasil Tes Kesehatan Balon Kepala Daerah

Jangan Harap Detailnya

SAMARINDA – Hasil pemeriksaan kesehatan empat pasang bakal calon gubernur (cagub) dan calon wakil…

Rabu, 17 Januari 2018 10:50

DANGER..!!! Satu Tahanan Positif Difteri

SAMARINDA – Bahaya difteri terus menghantui masyarakat ibu kota Kaltim. Jumlah kasus yang terus…

Rabu, 17 Januari 2018 08:37

Gubernur Hadiri Harlah Ke-92 NU

BALIKPAPAN – Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak memuji kiprah Nahdlatul Ulama (NU) dalam…

Rabu, 17 Januari 2018 08:34

Awang: Kaltim Belum KLB Difteri

BALIKPAPAN - Kaltim belum KLB difteri. Demikian ditegaskan Gubernur Awang Faroek Ishak kepada para wartawan…

Rabu, 17 Januari 2018 08:33

Pandailah Melihat Peluang Usaha

SAMARINDA - Sebanyak 359 peserta Mini University Bank Indonesia (MUBI) angkatan 2017 mengikuti prosesi…

Rabu, 17 Januari 2018 08:31

Kepala OPD Harus Cepat Ambil Keputusan

SAMARINDA - Gubernur  Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak meminta kepada kepala organisasi perangkat…

Rabu, 17 Januari 2018 08:30

Jadikan Pekerjaan sebagai Ibadah

SAMARINDA - Pemprov Kaltim tahun ini melaksanakan tahun terakhir Rencana Pembangunan Jangka Menengah…

Selasa, 16 Januari 2018 10:50

Samarinda KLB Difteri, Tak Perlu Panik

SAMARINDA – Seturut dengan Kota Minyak, petaka difteri di Samarinda juga masuk kejadian luar biasa…

Selasa, 16 Januari 2018 10:49

SP3 Pelindo Tak Cacat Hukum

SAMARINDA – Praperadilan yang menyoal penghentian penyidikan dugaan korupsi pendapatan nasional…

Selasa, 16 Januari 2018 10:49

Rumah Dibongkar, Akses Jalan BSB Segera Diaspal

SAMARINDA – Akses jalan masuk ke Bandara Samarinda Baru (BSB) atau Bandara APT Pranoto memasuki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .