MANAGED BY:
KAMIS
18 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Jumat, 12 Januari 2018 09:26
Diskes Sisir Difteri di Muara Rapak
Esther Vonny

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Penanggulangan wabah difteri masih digencarkan Dinas Kesehatan (Diskes) Balikpapan. Saat ini, sudah ada enam pasien suspect difteri. Tapi tiga pasien dinyatakan tidak difteri, sisanya masih diobservasi oleh rumah sakit.

Kabid Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Diskes Balikpapan Esther Vonny mengatakan, sebagai tindak lanjut pencegahan difteri, pihaknya telah melakukan Outbreak Response Immunization (ORI) pada Kamis (11/1) di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kelurahan Muara Rapak.

ORI itu dilakukan pada 936 murid. Pelaksanaan di MTs ini, kata dia, terkait kontak kasus kultur positif di mana seluruh siswa merupakan orang kontak kasus positif yang harus diberikan kekebalan melalui imunisasi. Dijelaskannya, tenaga kesehatan yang dilibatkan sebanyak 60 orang. Terdiri dari tenaga kesehatan dari Diskes Balikpapan, PKM Muara Rapak, Dokter Internship PKM/RS, PKM Karang Joang, KKP Balikpapan, Dosen Poltekkes Kementerian Kesehatan. Tim ini dibagi menjadi 14 kelompok. “Masing-masing kelompok bertanggung jawab atas dua kelas. Jumlah kelas semuanya 28 dengan total murid 947,” jelas dia.

Esther mengatakan, pencapaian imunisasi Kamis (11/1) lalu sebanyak 936 siswa. Ada 11 siswa yang berhalangan hadir. Untuk itu akan diberikan imunisasi lanjutan di PKM Muara Rapak. Menurut dia, dengan dilaksanakan ORI di MTs itu dapat terbentuk kekebalan secara kelompok pada area fokus kasus kultur difteri positif sehingga mata rantai penularan itu terputus.

Dijelaskannya, kegiatan itu didukung lintas sektor, seperti Kecamatan Balikpapan Utara, Kelurahan Muara Papak, Babinsa, Babinkamtibmas, dan seluruh guru-guru MTs. Sejauh ini, kata dia, sudah ada enam pasien suspect difteri. Tapi ini belum diagnosa pasti. Masih berupa dugaan. Makanya kata dia disebut suspect. “Dari enam pasien itu, tiga sudah sembuh dan bukan difteri, dan tiga lagi masih dalam observasi rumah sakit,” papar dia.

Enam pasien itu, jelas dia, berasal dari Kelurahan Batu Ampar, Gunung Samarinda Baru, Baru Tengah, Sepinggan Raya, Margasari, dan Muara Rapak. Esther menyebut, imunisasi akan dilanjutkan ke wilayah dengan kasus mikroskopis positif. Sebelumnya, pada 5-6 Januari lalu sudah melaksanakan ORI di Kelurahan Margasari. Pada 5 Januari itu, kata dia, ada 125 orang yang divaksinasi.

Sementara pada 6 Januari yang divaksinasi ada 70 orang. Sebelumnya, satu warga Margasari berusia 15 tahun terjangkit difteri. Sejak 2 Januari lalu, Pemkot Balikpapan menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) supaya penyakit ini tak meluas. Pemkot menggunakan pos dana tak terduga tahun anggaran 2018 untuk menanggulangi kasus ini.

Warga diimbau tidak panik dan menjaga kesehatan serta kebersihan lingkungan. Pasien positif difteri telah dirawat sejak 22 Desember dan kini telah sembuh. Meski begitu, status KLB tak serta-merta dicabut.

Diketahui, difteri adalah penyakit fatal yang bisa menyebabkan kematian. Tapi, bisa dicegah dengan vaksin. Difteri merupakan penyakit infeksi akut pada saluran pernapasan atas dan terkadang pada kulit. Ini disebabkan oleh racun difteri yang dihasilkan oleh corynebacterium diphtheria atau oleh corynebacterium ulcerans. Sumber penularannya melalui batuk, bersin, dan kontak dengan barang infektif, seperti tisu, gelas minum bekas maupun dengan luka infektif.

Gejala difteri, seperti nyeri menelan, pembesaran kelenjar getah bening di leher, adanya selaput kelabu yang tebal menutupi tenggorokan dan amandel. Pasien sulit bernapas, demam, dan menggigil. (*/hdd/one/k15)


BACA JUGA

Senin, 15 Oktober 2018 22:24

Ramai Isu LGBT di Balikpapan, Ini Pandangan Piatur Pangaribuan dari Sisi Hukum..

BALIKPAPAN - Para pelaku lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) tidak bisa dihukum secara pidana.…

Minggu, 14 Oktober 2018 15:37

Posko Pengungsian Resmi Ditutup, Ada Pengungsi yang Masih Tidur di Bandara SAMS, Ini Alasannya..

PENGUNGSI BANDARA: Muzain (29) bersama kedua anaknya masih bertahan di posko pengungsian Bandara SAMS,…

Sabtu, 13 Oktober 2018 13:18

Posko Pengungsian di Bandara SAMS Sepinggan Resmi Ditutup, Ini Lokasi Posko Jika Masih Mau Serahkan Bantuan..

BALIKPAPAN - Posko pengungsi korban bencana alam Sulawesi Tengah di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman…

Jumat, 12 Oktober 2018 16:10

Suruh Pacar Ketemuan sama Mantan, Eh Ternyata Ada Udang di Balik Batu, Ini yang Dilakukannya..

BALIKPAPAN- Seorang pemuda diamankan anggota Polsek Balikpapan Barat karena diduga melakukan pencurian…

Jumat, 12 Oktober 2018 15:12

Ini Kronologi Penemuan Mayat di Stadion Batakan, Benarkah Ada Gas Beracun di Stadion?

BALIKPAPAN- Kapolsek Balikpapan Timur, Kompol Dody Susantyoko memastikan kematian pria di dalam Stadion…

Jumat, 12 Oktober 2018 15:09

Penemuan Mayat di Stadion Batakan, Ditemukan Usai Persiba Balikpapan Selesai Latihan

BALIKPAPAN - Suasana istirahat tim Persiba Balikpapan usia melakukan latihan mendadak riuh. Seluruh…

Selasa, 09 Oktober 2018 08:31

Capaian Imunisasi MR Baru 47,23 Persen

BALIKPAPAN – Pemkot Balikpapan dapat kesempatan kedua. Menggenjot capaian vaksinasi measles dan…

Selasa, 09 Oktober 2018 08:27

India Pertama, Australia Terakhir

BALIKPAPAN – Sejak kejadian gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) hampir dua pekan lalu,…

Senin, 08 Oktober 2018 12:18

Balikpapan Waspada Pengungsi “Gelap”

BALIKPAPAN – Keputusan pemerintah menunjuk Balikpapan sebagai kota penyangga evakuasi korban bencana…

Senin, 08 Oktober 2018 12:16

Sumbangan Ditutup 10 Oktober

DANA sumbangan yang dikumpulkan Kodam VI/Mulawarman untuk korban bencana alam di Sulawesi Tengah mencapai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .