MANAGED BY:
KAMIS
26 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM PEMBACA

Jumat, 12 Januari 2018 09:09
Pilgub dan Persiapan Pilpres

PROKAL.CO, Oleh: Ariful Amin
(Ketua Komunitas Pemerhati Balikpapan)

POLITIK itu dinamis dan cair sebagaimana bentuk cair dapat berubah bentuk sesuai yang ditempatinya. Termasuk berubah warna sesuai campuran warna di dalamnya. Begitu cair dan dinamisnya sehingga pilgub kali ini terjadi perubahan yang sangat cepat dari waktu ke waktu. Dari mulai bongkar pasang pasangan bakal calon sampai partai pengusung pun berubah-ubah.

Sebagaimana sifat cair adalah mudah sekali dipanasi, berbeda dengan sifat barang padat. Proses politik dalam pencalonan gubernur mengirim pesan ke masyarakat adanya situasi yang panas. Tapi, sebagaimana sifat barang cair mudah didinginkan tapi dalam hal ini tidak terjadi.

Politik yang cair dan dinamis sebenarnya diperlukan oleh masyarakat agar dapat pemimpin yang benar-benar mengerti dan paham kemauan yang punya mandat tertinggi, yakni rakyat. Namun, apakah cair dan dinamisnya ini dalam upaya tersebut? Bila dilihat dari perjalanan selama ini, masih jauh dengan kemauan masyarakat. 

Seperti halnya pasangan dibutuhkan chemistry dengan pasangannya. Chemistry tidak dapat dibangun hanya sesaat, namun harus terus-menerus mendalami satu sama lain. Kesamaan visi bukan karena kesamaan kepentingan sesaat. Karena ketidakadaan chemistry pasangan hanya berumur jagung dan pecah kongsi di tengah jalan yang merugikan rakyatnya.

Cairnya politik ternyata tidak disertai cairnya ke masyarakat. Politik lebih hanya sekadar mempertahankan kekuasaan, sehingga terlihat lebih besar titipan penguasa dibanding titipan rakyat.

Pilgub yang terjadi, akhirnya seperti pemanasan menuju Pilpres. Seakan-akan pemenang pilgub mempunyai kemampuan mengarahkan rakyat, yang juga punya hati dan pikiran untuk mendukung presiden pilihannya. Pasangan calon tidak lagi melihat akar di mana kaki berpijak dan menyerap sari pati. Tapi, hitungan strategi mengadang untuk meloloskan calon dalam kepentingan persiapan pilpres.

Kadang kala banyaknya calon diartikan sebagai keuntungan rakyat karena banyak pilihan, tapi tidak pernah dibahas bahwa banyaknya calon juga menunjukkan sulitnya calon pemimpin mempersatukan kepentingannya. Padahal, bila pemimpin benar lahir dari rakyat, rakyatlah yang berbondong-bondong memberikan amanahnya, bukan dengan cara mencalonkan diri. Pilpres biarlah berjalan dan menentukan sendiri lahirnya seorang pemimpin. Pilgub pun diberi ruang yang cukup untuk lahir seorang pemimpin, bukan lagi dengan cara mengemas dan dijadikan industri. Masyarakat lebih sehat diberi pemahaman tentang pemimpin yang baik, bukan dipengaruhi dengan tekanan dan menyodorkan pemimpin yang penuh rekayasa. (*/one/k15)


BACA JUGA

Rabu, 25 April 2018 08:17

Satu Tahun Menyongsong Pemilu Serentak

OLEH: NOOR THOHA SPD SH(Ketua KPU Kota Balikpapan) SATU tahun menyongsong pemilihan umum legislatif…

Sabtu, 14 April 2018 06:00

Menjamin Perlindungan Perempuan dan Anak di Kaltim, Siapa Berani?

OLEH: SUWARDI SAGAMA SH MH(Ketua Program Studi Hukum Tata Negara/Siyasah)IAIN Samarinda PERHELATAN pilkada…

Kamis, 12 April 2018 08:20

Konde Versus Cadar, Polemik Puisi Sukmawati

Oleh: Rusdi Abdullah Minda, MSI, Dosen IAIN Samarinda KASUS kontroversi kembali terjadi. Beberapa hari…

Rabu, 11 April 2018 09:25

Isra Mikraj, Tragedi Teluk, dan Banjir

CATATAN: BAMBANG ISWANTO* ADA tiga peristiwa pada Rajab 1439 H, yakni peringatan Isra Mikraj, tragedi…

Rabu, 11 April 2018 08:35

Profesionalisme Kepala Sekolah

OLEH: NOOR AIDAWATI, M.PD.(Guru SMK 1 Samarinda) KEPALA sekolah adalah orang yang diberi wewenang dan…

Rabu, 11 April 2018 07:26

Konsekuensi Revolusi Industri (2-Habis)

OLEH: SUHARYONO SOEMARWOTO(Pemerhati Ketenagakerjaan & Ekonomi Kerakyatan) MENANGGAPI revolusi industri…

Selasa, 10 April 2018 08:16

Jika Sungai Mahakam Tanpa Ikan

Oleh: Etik Sulistiowati Ningsih SP MSi(Lecture and Enumerator Unmul Samarinda) MENYUSUR sepanjang Sungai…

Selasa, 10 April 2018 07:05

Konsekuensi Revolusi Industri (1)

OLEH: SUHARYONO SOEMARWOTO(Pemerhati Ketenagakerjaan & Ekonomi Kerakyatan) WALAU isunya sudah sedikit…

Minggu, 08 April 2018 07:55

Ketimpangan Akses Informasi Kesehatan

CATATAN: dr DANIAL* BEBERAPA waktu lalu, kesedihan menimpa seorang kerabat penulis. Betapa tidak, sang…

Jumat, 06 April 2018 08:40

Mewaspadai Politisasi Agama dalam Pilgub Kaltim

 OLEH: BAMBANG ISWANTO(Pemerhati Pemilu, Dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda) PROGRES…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .