MANAGED BY:
JUMAT
06 MEI
HOME | UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Kamis, 26 September 2013 09:08
DPR RI Panggil Pelindo IV Samarinda

Antikorupsi, Dahlan Iskan Bersih-Bersih di BUMN

BALIKPAPAN - Dugaan korupsi di PT Pelindo IV Cabang Samarinda berefek ganda. Tak hanya aspek hukum yang tentu jalan terus, DPR RI juga gerah dengan kasus yang mencuat ini.

Adalah Nanang Sulaiman, anggota Komisi VI DPR RI yang merespons kasus tersebut. Wakil rakyat daerah pemilihan (dapil) Kaltim ini, saat menghubungi Kaltim Post, mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim mengusut tuntas masalah yang mendera salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut.
Sebagai informasi, salah satu mitra Komisi VI adalah Kementerian BUMN. Pelindo merupakan satu dari 140 perusahaan negara di bawah Kemen-BUMN.

"Kasus ini harus diusut tuntas. Ini seperti mencoreng, saat Pak Dahlan (Dahlan Iskan, menteri BUMN) sedang melakukan bersih-bersih di internalnya, ada kasus yang tentu saja melibatkan oknum," kata politisi PPP itu.

Selain mendorong kasus ini terus didalami hingga tuntas oleh penegak hukum, komisinya juga berencana memanggil para petinggi PT Pelindo IV.

Pemanggilan, kata dia, salah satunya sebagai bentuk meminta penjelasan dari PT Pelindo IV yang membawahi cabang di Samarinda. Di sisi lain, dengan mencuatnya kasus ini, dirinya juga mengindikasi kasus serupa tak hanya terjadi di Sungai Mahakam, Samarinda.

Tapi juga sungai-sungai di daerah lain di Kaltim yang ada aktivitas pengangkutan batu bara. Bahkan tak hanya Pelindo, tak menutup kemungkinan unit usaha lainnya di Benua Etam ada juga yang melakukan kecurangan.

Diketahui, Kejati Kaltim mengungkap dugaan korupsi pendapatan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp 1,3 miliar di PT Pelindo IV Cabang Samarinda. Angka tersebut kemungkinan masih akan bertambah, karena yang ditelusuri baru PNBP 2012 di BUMN.

Kepada Kaltim Post, Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kaltim Risal NF mengatakan, pihaknya sudah menetapkan dua tersangka. Yakni, Jhonson Simanjorang dan Edy Djoni MN dari PT Pelindo IV.

"JS (tersangka Jhonson Simanjorang, Red) adalah Bagian Keuangan di Pelindo IV. Sedangkan ED (tersangka Edy Djoni MN, Red) adalah general manager. Untuk sementara, dua orang itu tersangkanya," terang Risal, seperti diberitakan sebelumnya.

DAHLAN AUDIT

Nah, semangat DPR RI memperjelas kasus ini, sudah senada dengan niat Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menekan kasus korupsi di perusahaan negara. Kemarin, Dahlan Iskan meluncurkan roadmap BUMN Bersih. Dengan program tersebut, hampir seluruh jajaran perusahaan yang ada dalam naungan Kementerian BUMN bakal diaudit menyeluruh.

Menteri BUMN Dahlan Iskan menerangkan, wacana BUMN bersih sudah muncul sejak 3 bulan lalu. Ide tersebut dicanangkan karena ditemukannya tindak korupsi pada BUMN yang sudah menerapkan tata kelola perusahaan baik (Good Corporate Government/GCG).

’’Selama ini, banyak BUMN sudah bangga dengan GCG (Good Corporate Governance) yang baik. Tapi, BUMN GCG yang sudah baik ternyata masih ditemukan korupsi. Jadi, GCG saja nggak cukup,’’ ujarnya di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta.

Dalam acara tersebut, Dahlan menunjuk lima orang menjadi Tim BUMN Bersih. Antara lain, Staf Ahli Kementerian BUMN Hari Susetio, Direktur Utama PT KAI Ignatius Jonan, Komisaris PT PLN Zulifli Zaini, Mantan Wakil Ketua KPK Erry Riyana Hardjapamekas, dan Drektur Utama PT PMN Suparman. “Timnya diketuai pak Hari. Tugasnya untuk merumuskan roadmap BUMN Bersih,” tambahnya.

Selain penerapan GCG (Good Corporate Governance), Dahlan meminta perusahaan pelat merah untuk menambah perangkat pendukung untuk meningkatkan transparansi. Misalnya, whistle blowing system, code of conduct, dan laporan harta kekayaan penyelenggara negara yang lengkap.

“Ada tiga jenjang jabatan yang akan diperiksa. Serta, service level agreement bagi BUMN yang memiliki PSO (Public Service Obligation), CSR (Corporate Social Responsibility), dan kewajiban-kewajiban lainnya secara hukum dan etika,” terangnya.

Dia merinci, tiga jenjang jabatan tersebut bakal dibagi dalam beberapa tahap. Pada tahap pertama, proses BUMN Bersih bakal dilakukan di tingkat direksi dan komisaris BUMN. Jajaran petinggi perusahaan itu diberikan waktu selama tiga bulan untuk melakukan bersih-bersih. Setelah itu, Badan Pemeriksaan Keuangan Pembangunan (BPKP) akan melakukan assessment terhadap perusahaan tersebut.

“Komisaris dan direksi harus bersih sejak 1 Oktober ini. Ini bertujuan untuk mencegah korupsi. Nah, Kedudukan dia atas harus memberi contoh untuk yang di bawah-bawahnya,” ungkapnya.

Setelah itu, jabatan di bawah direksi seperti kepala divisi diberikan juga penilaian selama enam bulan. Evaluasi tersebut bakal dilakukan oleh direksi yang sudah lolos penilaian dan dibantu oleh BPKP. “Kemudian, bersih-bersih akan dilakukan penilaian terhadap jabatan level manajer. Direksi dan komisaris harus dijamin bahwa dia benar-benar bersih. Ini akan dinilai selama sembilan bulan,’’ jelasnya.

Menurut informasi, sudah ada 30 BUMN yang mengikuti program tersebut. Seperti, RNI, Mandiri, BNI, BRI, BTN, PLN, Pertamina. Sedangkan, bagi BUMN yang sudah siap, Dahlan mendorong agar perseroan cepat mendaftarkan diri kepada tim Roadmap BUMN Bersih (RBB) paling lambat 31 Oktober 2013.
“Bagi BUMN yang menyatakan siap, BPKP akan melakukan survei paling lambat akhir November 2013,” katanya. (bil/jpnn/far/che/k1)
 

BACA JUGA
Rabu, 04 Mei 2016 12:09

Guru Disebut Hanya Buru Tunjangan, Sertifikasi Mengejar Ekspektasi

SAMARINDA – Sertifikasi guru belum sesuai harapan. Sejumlah pendidik hanya ribut memenuhi kuota…

Rabu, 04 Mei 2016 12:00

Biksu di Balik Keajaiban si Rubah

BIKSU dan Leicester City. Dua hal itu yang mengingatkan akan kisah kenshi Myanmar Cherry Faw. Tak beda…

Rabu, 04 Mei 2016 12:00

Militer Filipina Bungkam soal Nasib 4 WNI

ZAMBOANGA - Nasib empat WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina belum jelas. Lokasi mereka…

Rabu, 04 Mei 2016 10:51

Ini Gagasan Besar Para Guru Besar, Berjiwa Pemenang atau Terus Kecanduan

Sejarah baru tercipta pada Hari Pendidikan Nasional di Kaltim. Mahaguru di Bumi Etam berkumpul menuangkan…

Rabu, 04 Mei 2016 10:17

Dokter M Iqbal Bicara soal STEMI, Tipe Paling “Membunuh” dari Penyakit Jantung

Lebih 95 persen penyebab kematian di Indonesia karena jantung koroner. Penyakit ini duduk di peringkat…

Rabu, 04 Mei 2016 10:12

Kerja Ringan Malah Gugat Perusahaan

PEGAWAI umumnya mengeluh kalau pekerjaan menumpuk. Sebab, bakal menguras pikiran dan tenaga. Tapi, pekerja…

Selasa, 03 Mei 2016 12:09

Sudah Bebas 10 Orang, Posisi Empat WNI Lain Masih Dipantau

JAKARTA – Setelah sukses memulangkan 10 anak buah kapal (ABK) Brahma 12 dengan selamat, pemerintah…

Selasa, 03 Mei 2016 12:00

ADUH..ADUH....Tarif Listrik Naik 10 Persen

BALIKPAPAN – Mulai bulan ini, 12 golongan tarif listrik nonsubsidi mengalami kenaikan. Besarnya…

Selasa, 03 Mei 2016 11:18

Juknis Tersendat, Ribuan Guru Belum Terima Tunjangan Profesi

BALIKPAPAN – Sertifikasi guru bukan satu-satunya masalah di dunia pendidikan. Selain belum semua…

Selasa, 03 Mei 2016 09:55

"Guru Besar Keluarlah, Jangan Lagi Hanya di Depan Kelas"

Cara berbeda memaknai Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei. Gubernur dan guru besar duduk bersama dalam satu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2015 Kaltim Post Group. All Right Reserved.