MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 12 Januari 2018 07:33
Jaga Demand, Tawarkan Cicilan DP

REI Balikpapan: Pengembang Masih Bangun Ruko Baru

YANG PENTING BANGUN DULU: Salah satu kompleks properti komersial di kawasan Balikpapan Timur. (PAKSI SANDANG/KP)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Meski pasarnya tengah lesu, pengembang di Balikpapan disebut masih menggarap properti komersial seperti rumah toko (ruko) dan rumah kantor (rukan). Untuk menjaga minat beli konsumen, developer pun disarankan menawarkan uang muka yang bisa dicicil dalam jangka waktu lebih panjang.

Tak hanya Balikpapan, lesunya iklim bisnis properti juga terjadi di darah lain di Kaltim. Terutama dalam tiga tahun terakhir. Selama periode tersebut, hanya properti tipe menengah dan kecil yang permintaannya masih tumbuh, khususnya untuk hunian bersubsidi. Sementara hunian tipe besar, seperti tipe 70 ke atas, serta properti komersial seperti ruko dan rukan, permintaannya masih lesu.

Namun, Ketua REI Balikpapan, Edi Djuwadi mengatakan, sebagian pengembang mulai menggarap segmen properti komersial tahun ini. Bahkan, kata dia, momen tahun politik yang disebut bakal menahan investasi, tak akan banyak berpengaruh.

“Kewaspadaan atas tahun politik memang ada. Dari yang sudah-sudah, memang produksi properti cenderung landai. Tapi kali ini, kami optimistis penjualan bisa tumbuh, karena ekonomi juga mulai pulih. Bagus,” ucapnya kepada Kaltim Post, Rabu (11/1).

Meski begitu, Edi menilai, jumlah permintaan properti komersial belum mampu mengimbangi, atau masih di bawah stok unit yang sudah dibangun pengembang. Kalangan developer di Balikpapan, disebutnya masih melanjutkan tren produksi, dengan membangun unit baru.

“Ada yang terintegrasi dalam satu kawasan, ada yang terpisah dengan mengambil lokasi di pinggir jalan. Mereka berpikir, yang penting bangun dulu, laku atau tidaknya urusan nanti. Bisa dilihat, sangat mudah menemukan ruko atau rukan dengan label dijual atau disewakan, yang sampai bertahun-tahun tak mendapat konsumen.

“Kita lihat saja, rumah harga Rp 500 juta ke atas saja sulit laku. Apalagi ruko dan rukan, yang harganya sekarang bisa Rp 1 miliar ke atas. Kalau sewa, bisa sampai ratusan juta per tahun. Yang tidak butuh tidak akan membeli atau menyewa,” beber Edi.

Untuk menjaga pertumbuhan, dia menyebut, banyak pengembang yang telah menyiapkan program khusus. Seperti menerapkan skema cicilan uang muka jangka panjang, yang sebenarnya juga sudah diterapkan beberapa tahun terakhir.

“Dengan cicilan DP (down payment) jangka panjang, konsumen biasanya lebih tertarik. Harapan kami, mereka tidak takut menginvestasikan uangnya dengan membeli properti,” tuturnya.

Kebanyakan pengembang, kata dia, menerapkan cicilan uang muka sampai 36 bulan. “Memang, untuk menerapkan skema tersebut, tidak semua developer mampu. Karena perlu modal kerja yang lebih besar, agar perputaran uang terjaga,” jelasnya.

Berdasarkan survei terakhir dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan tahun lalu, pangsa pasar properti komersial memang belum cukup menggembirakan. Dari seluruh unit yang tersebar, hanya 53,70 persen yang terisi pada triwulan ketiga tahun lalu.

Sebelumnya, selain permintaan yang lesu, tren kebutuhan properti komersial juga bergeser. Di beberapa kota besar, pelaku usaha sudah banyak memilih perkantoran modern sebagai kantor.

Namun, KetuaREI Kaltim Arief Rahman Hasyim menyebut, di Benua Etam, tren itu belum terjadi. Ruko konvensional, kata dia, masih menjadi sasaran utama bagi perusahaan.

Arief menjelaskan, di kota-kota besar, kantor memang harus bersaing untuk tetap berada di pusat kota, atau kawasan perkantoran. Sementara di sisi lain, lahan sudah semakin terbatas.

“Sehingga, wajar jika tren perkantoran bergeser menjadi satu gedung dengan beberapa kantor,” ucapnya saat ditemui Kaltim Post di kantornya, Jalan Siradj Salman, Samarinda, Rabu (10/1).

Sebab, sampai sekarang, daerah-daerah utama di Kaltim masih memiliki lahan cukup luas. “Kecuali lahannya sudah habis, lalu penduduknya sudah sepadat Jakarta atau Surabaya, mungkin bisa bergeser,” ungkapnya.

Meski pasarnya tak bergeser, dia mengakui, para pengembang yang menggarap ruko mulai kesulitan menjualnya sejak 2015 lalu. Penurunan dalam dua tahun terakhir ini, kata Arief, mencapai 60 persen.

Tahun ini pun, pengembang kawasan Grand Mahakam itu menilai, bisnis properti komersial masih sulit pulih. Di satu sisi, penjualan oleh beberapa pengembang memang tumbuh. Namun di sisi lain, banyak stok ruko lama yang tak lagi digunakan oleh pemiliknya, dan lantas dijual kembali.

“Sehingga nett demand tidak bertambah. Sebab, ada unit yang tak lagi digunakan dan dijual. Jadi, pertumbuhan penjualan ruko-ruko baru itu hanya menjadi penyeimbang. Pasar ruko memang masih sulit,” jelasnya. (aji/man2/k15)


BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 06:59
Permintaan Bertambah, Harga Acuan Meningkat

Batu Bara Kembali Menjadi Primadona

SAMARINDA - Kaltim bisa membantu pemerintah dalam memacu kinerja ekspor dan memperbaiki neraca perdagangan,…

Selasa, 18 September 2018 06:55

Tiongkok dan AS Jadi Tujuan Utama Ekspor

JAKARTA – Upaya pemerintah menggenjot ekspor masih belum menunjukkan hasil membanggakan. Badan…

Selasa, 18 September 2018 06:49

Wajib Pajak Tak Patuh Bakal Diperiksa

JAKARTA – Masyarakat diminta tak perlu takut menghadapi pemeriksaan pajak seiring keluarnya Surat…

Selasa, 18 September 2018 06:45

Sasar Komunitas Kaum Hawa

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (BBTN) menyasar komunitas kaum hawa sebagai nasabah tabungan dan kredit.…

Selasa, 18 September 2018 06:45

Lanjutkan Program Pengendalian Inflasi

BALIKPAPAN – Guna menekan laju inflasi di Kota Minyak, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI)…

Senin, 17 September 2018 07:11

Selamatkan Devisa lewat B20

SAMARINDA – PT Pertamina (Persero) terus mengintensifkan monitoring implementasi mandatori Biodiesel…

Senin, 17 September 2018 07:09

Asa Pariwisata Kota Minyak

BALIKPAPAN – Pemerintah tampaknya harus bekerja lebih serius dalam meningkatkan pariwisata. Minimnya…

Senin, 17 September 2018 07:05

Cocok dengan Medan Kaltim

SAMARINDA – Hadirnya produk baru, New Triton Athlete berhasil mendongkrak penjualan mobil Mitsubishi.…

Senin, 17 September 2018 07:02

Impor Barang Rp 1,1 Juta Kena Bea Masuk

JAKARTA – Pemerintah mengubah ketentuan batas nilai impor barang kiriman dengan mengenakan bea…

Senin, 17 September 2018 06:56

RI Poros Ekonomi Kreatif 2030

JAKARTA – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) berkomitmen menjadikan Indonesia sebagai salah satu poros…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .