MANAGED BY:
RABU
26 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 12 Januari 2018 07:28
Tahun Ini, Proyeksi Inflasi Lebih Tinggi
TERUS DIANTISIPASI: Inflasi pada kelompok bahan makanan disebut sudah lebih terkendali, dibanding beberapa tahun sebelumnya. (ANGGI PRADITHA/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA - Tahun lalu, inflasi Kaltim finis di level 3,15  persen, atau masih dalam rentang target 4 plus minus 1 persen yang dipatok Bank Indonesia. Memasuki 2018, potensi kenaikan harga disebut lebih besar, karena tekanan yang bersumber dari faktor eksternal. Salah satunya, kenaikan harga minyak dunia yang akan berdampak pada harga BBM.

Kepala Kantor Perwakilan BI Kaltim Muhamad Nur mengatakan, untuk mengantisipasi risiko tersebut, pihaknya terus mengamati berbagai indikator makroekonomi global, nasional, dan regional. Di sisi lain, juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah.

“Capaian inflasi Kaltim tahun lalu sudah sangat baik di level 3,15 persen. Itu terendah jika dibandingkan lima tahun terakhir, yang mencapai 5,67 persen,” ujarnya kepada Kaltim Post, Kamis (11/1).

Tahun ini, kata dia, inflasi diproyeksi pada level 3,39 persen. “Tahun ini, inflasi diprediksi masih stabil dan terjaga. BI sudah mengantisipasi dari sisi demand, terutama pada kelompok volatile food. Di sisi lain, dampak inflasi administered prices (produk yang harganya ditetapkan pemerintah) juga diantisipasi,” ungkapnya.

“Pergerakan inflasi inti Kaltim tahun lalu akan relatif stabil, di tengah risiko peningkatan permintaan masyarakat,” tuturnya.

Sepanjang 2017 lalu, Nur menjelaskan, terdapat beberapa faktor yang memengaruhi tekanan inflasi kelompok inti. Di antaranya, pembayaran tunjangan hari raya (THR) yang jatuh pada pertengahan tahun, lalu penyesuaian tarif pulsa ponsel, periode musiman saatRamadan, dan hari besar keagamaan nasional (HBKN) lain, serta tahun ajaran baru.

“Tahun lalu, kelompok volatile food juga deflasi. Itu merupakan kali pertama selama tujuh tahun terakhir di Kaltim. Penurunan harga bawang merah yang terjadi dalam skala nasional turut memengaruhi. Beberapa komoditas pada subkelompok bumbu-bumbuan juga harganya turun, seperti cabai dan kacang-kacangan,” jelasnya.

Nur menyebut, jika dilihat di sisi lain, inflasi kelompok administered prices memang meningkat, namun masih terkendali. Tingginya inflasi kelompok inidisebabkan penghapusan subsidi listrik untuk pelanggan 900 VA, yang dilakukan secara bertahap selama tahun 2017. Lalu, biaya administrasi pengurusan STNK pada awal tahun yang naik 100 persen, serta adanya kenaikan tarif cukai tembakau yang memengaruhi harga rokok.  (*/ctr/man/k15)


BACA JUGA

Selasa, 25 September 2018 06:56

Harus Sejalan Hadirkan Hilirisasi

SAMARINDA - Terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2018 terkait penundaan dan evaluasi…

Selasa, 25 September 2018 06:55

Kejar Target Penerimaan

BALIKPAPAN - Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Balikpapan tampaknya masih harus…

Selasa, 25 September 2018 06:49

Jaga Inflasi lewat Klaster Sapi

SAMARINDA - Pemerintah dan Bank Indonesia terus berinovasi dalam menjaga inflasi di Kaltim. Salah satunya…

Selasa, 25 September 2018 06:44

Waspada Perekonomian Global

JAKARTA - Para emiten harus mengantisipasi perekonomian global. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai,…

Selasa, 25 September 2018 06:43

Ritel Turunkan Target Pertumbuhan 5–7 Persen

JAKARTA – Kinerja sektor ritel belum sepenuhnya pulih. Berdasar data yang dirilis Bank Indonesia…

Selasa, 25 September 2018 06:43

PLN Kembangkan Infrastruktur di Jember

JEMBER – PT PLN sedang mengembangkan sistem ketenagalistrikan tegangan tinggi di tiga lokasi di…

Selasa, 25 September 2018 06:42

Dorong Penjualan dengan Inovasi

SURABAYA – Kondisi pasar elektronik secara umum sedang menurun. Karena itu, produsen elektronik…

Selasa, 25 September 2018 06:42

Hadirkan Pembayaran Nontunai di SPBU

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) terus melakukan inovasi terkait sistem pembayaran nontunai di SPBU.…

Senin, 24 September 2018 07:08

Moratorium Jangan Dianggap Negatif

SAMARINDA – Pemerintah memenuhi komitmennya dalam melakukan perbaikan tata kelola perkebunan sawit.…

Senin, 24 September 2018 07:06

Pertamina Keluhkan Suplai Minyak Nabati

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) mendukung kebijakan mandatori Biodiesel 20 persen (B20) yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .