MANAGED BY:
RABU
17 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 12 Januari 2018 07:28
Tahun Ini, Proyeksi Inflasi Lebih Tinggi
TERUS DIANTISIPASI: Inflasi pada kelompok bahan makanan disebut sudah lebih terkendali, dibanding beberapa tahun sebelumnya. (ANGGI PRADITHA/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA - Tahun lalu, inflasi Kaltim finis di level 3,15  persen, atau masih dalam rentang target 4 plus minus 1 persen yang dipatok Bank Indonesia. Memasuki 2018, potensi kenaikan harga disebut lebih besar, karena tekanan yang bersumber dari faktor eksternal. Salah satunya, kenaikan harga minyak dunia yang akan berdampak pada harga BBM.

Kepala Kantor Perwakilan BI Kaltim Muhamad Nur mengatakan, untuk mengantisipasi risiko tersebut, pihaknya terus mengamati berbagai indikator makroekonomi global, nasional, dan regional. Di sisi lain, juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah.

“Capaian inflasi Kaltim tahun lalu sudah sangat baik di level 3,15 persen. Itu terendah jika dibandingkan lima tahun terakhir, yang mencapai 5,67 persen,” ujarnya kepada Kaltim Post, Kamis (11/1).

Tahun ini, kata dia, inflasi diproyeksi pada level 3,39 persen. “Tahun ini, inflasi diprediksi masih stabil dan terjaga. BI sudah mengantisipasi dari sisi demand, terutama pada kelompok volatile food. Di sisi lain, dampak inflasi administered prices (produk yang harganya ditetapkan pemerintah) juga diantisipasi,” ungkapnya.

“Pergerakan inflasi inti Kaltim tahun lalu akan relatif stabil, di tengah risiko peningkatan permintaan masyarakat,” tuturnya.

Sepanjang 2017 lalu, Nur menjelaskan, terdapat beberapa faktor yang memengaruhi tekanan inflasi kelompok inti. Di antaranya, pembayaran tunjangan hari raya (THR) yang jatuh pada pertengahan tahun, lalu penyesuaian tarif pulsa ponsel, periode musiman saatRamadan, dan hari besar keagamaan nasional (HBKN) lain, serta tahun ajaran baru.

“Tahun lalu, kelompok volatile food juga deflasi. Itu merupakan kali pertama selama tujuh tahun terakhir di Kaltim. Penurunan harga bawang merah yang terjadi dalam skala nasional turut memengaruhi. Beberapa komoditas pada subkelompok bumbu-bumbuan juga harganya turun, seperti cabai dan kacang-kacangan,” jelasnya.

Nur menyebut, jika dilihat di sisi lain, inflasi kelompok administered prices memang meningkat, namun masih terkendali. Tingginya inflasi kelompok inidisebabkan penghapusan subsidi listrik untuk pelanggan 900 VA, yang dilakukan secara bertahap selama tahun 2017. Lalu, biaya administrasi pengurusan STNK pada awal tahun yang naik 100 persen, serta adanya kenaikan tarif cukai tembakau yang memengaruhi harga rokok.  (*/ctr/man/k15)


BACA JUGA

Senin, 15 Januari 2018 07:18

Nontunai Tumbuh, Transaksi Konvensional Tetap Dominan

SAMARINDA – Upaya mendorong transaksi nontunai mulai membuahkan hasil. Sayangnya, pertumbuhan dari transaksi…

Senin, 15 Januari 2018 07:17

Harga Naik, Rumah Subsidi Tetap Favorit

BALIKPAPAN – Tahun ini, pemerintah pusat telah menetapkan kenaikan harga unit rumah sederhana…

Senin, 15 Januari 2018 07:16

Ekspor Produk Laut Terus Naik

JAKARTA – Tak hanya illegal fishing, ekspor hasil laut juga di Indonesia juga menjadi fokus utama…

Senin, 15 Januari 2018 07:14

Insentif Pajak Sepi Peminat

JAKARTA – Pengurangan pajak penghasilan (PPh) atau tax allowance dan pembebasan PPh alias tax…

Sabtu, 13 Januari 2018 06:22

Produksi Masih di Bawah Prediksi

JAKARTA  -  Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat produksi batu bara…

Sabtu, 13 Januari 2018 06:20

PetroChina Ikut Incar Blok Mahakam

JAKARTA  -  Perusahaan minyak dan gas bumi (migas) asal Tiongkok, PetroChina turut meramaikan…

Sabtu, 13 Januari 2018 06:19

Target Investasi Naik Dua Kali Lipat

KEMENTERIAN  Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan total investasi migas, baik hulu…

Sabtu, 13 Januari 2018 06:16

Clearance Berlalu, Traffic Tetap Tinggi

SAMARINDA  - Tahun berganti, promo baru langsung tersaji di Hypermart BIGmall Samarinda. Langkah…

Sabtu, 13 Januari 2018 06:14

Genjot Produksi Lada dan Karet

SAMARINDA  -  Tak hanyasawit, komoditas juga bakal menjadi fokus pengembangan produksi perkebunan…

Sabtu, 13 Januari 2018 06:12

Bankaltimtara Incar Rp 1 Triliun lewat Obligasi

SAMARINDA  -  Perubahan status badan hukum menjadi perseroan, dimaksimalkan PT Bank Pembangunan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .