MANAGED BY:
JUMAT
19 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 12 Januari 2018 07:17
Fintech Sudah Salurkan Rp 2,5 Triliun
GANDENG PERBANKAN: Beberapa perusahaan fintech meyakini nominal pinjaman yang mereka salurkan bisa tumbuh pesat tahun ini. (ANGGI PRADITHA/KP)

PROKAL.CO, JAKARTA - Sistem pembiayaan gotong royong secara online atau melalui perusahaan teknologi keuanganatau financial technology (fintech)dengan pola peer to peer (P2P) lending terus tumbuh. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut, nilai total dana yang disalurkan sudah mencapai lebih dari Rp 2,5 triliun sepanjang tahun lalu.

“Pendanaan fintech P2P lending telah memberikan kontribusi yang baik bagi langkah awal upaya inklusi finansial di Indonesia dengan pendanaan lebih dari Rp 2,5 triliun sepanjang tahun 2017,” ujar Direktur Pengaturan Perizinan Pengawasan Fintech OJK Hendrikus Passagi, dalam keterangan resminya, Rabu (10/1).

OJK pun, lanjut dia, berharap model pendanaan gotong royong online ini akan lebih banyak memberikan dukungan pendanaan di sektor hulu pertanian, nelayan, dan UMKM. Selama ini, sektor tersebut belum sepenuhnya dilayani industri keuangan konvensional.

Menurut data otoritas, terdapat kebutuhan kredit bagi UMKM sebesar Rp 1.700 triliun per tahun di Indonesia. Saat ini, lembaga keuangan yang ada hanya dapat memenuhi Rp 700 triliun dari kebutuhan tersebut, sehingga ada kekurangan pendanaan bagi UMKM sebesar Rp 1.000 triliun setiap tahunnya.

Situasi ini tak hanya merugikan industri usaha kecil, tetapi juga melemahkan ekonomi negara. Studi Oliver Wyman dan Modalku (salah satu perusahaan fintech) menemukan bahwa kurangnya akses terhadap pinjaman bagi UMKM Indonesia yang ingin berkembang, menyebabkan kerugian sebesar 14 persen dari total PDB nasional pada 2015 lalu. Oleh karena itu, diperlukan sumber pendanaan alternatif bagi UMKM Indonesia, terutama karena kontribusi UMKM yang besar bagi negara sebesar 60,34 persen dari PDB nasional dan memperkerjakan 97 persen dari tenaga kerja Indonesia.

Adapun dari total pinjaman Rp 2,5 triliun, tersalur ke beberapa perusahaan fintech. Baru-baru ini, UangTeman mengumumkan penyaluran pinjaman mereka sudah mencapai Rp 150 miliar tahun lalu. Perusahaan tersebut juga optimistis dapat mengucurkan pinjaman hingga Rp 1 triliun tahun ini.

Perusahaan lainnya, PT Mitrausaha Indonesia Grup melalui brand ModalKu, tahun lalu juga telah mengucurkan pinjaman hingga Rp 520 miliar. “Kami sangat bangga atas pencapaian yang telah diraih ModalKu selama 2017, khususnya mendapatkan pengakuan dunia bahwa kami memberikan dampak yang positif bagi masyarakat Indonesia serta mendukung inklusi keuangan nasional,” ujar Co-Founder dan CEO ModalKu, Reynold Wijaya.

Selain menyalurkan pinjaman melalui mekanisme P2P lending di Indonesia, ModalKu juga menyalurkan pinjaman ke Malaysia dan Singapura. Total pinjaman ModalKu di tiga negara tersebut mencapai sekitar Rp 1 triliun. (man2/k15)


BACA JUGA

Kamis, 18 Januari 2018 07:33
PAD Restoran Naik 100 Persen dalam Tiga Tahun

Masyarakat Konsumtif, Peluang di Depan Mata

SAMARINDA - Tak hanya menggenjot pertumbuhan ekonomi, sektor makanan dan minuman menjadi andalan Pemkot…

Kamis, 18 Januari 2018 07:31

LCGC Sumbang 75 Persen Pangsa Pasar

JAKARTA - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menargetkan penjualan kendaraan…

Kamis, 18 Januari 2018 07:28

Terkerek Tahun Politik

PEMILIHAN kepala daerah (pilkada) serentak tahun ini berdampak beragam terhadap masing-masing sektor…

Kamis, 18 Januari 2018 07:26

Direct Call Tak Kunjung Jalan

BALIKPAPAN - Upaya mempercepat realisasi pelayaran internasional langsung atau direct call di Balikpapan…

Kamis, 18 Januari 2018 07:24

Peluang Menang Masih Terbuka

BALIKPAPAN - Program Strukvaganza sudah memasuki bulan ketiga sejak diluncurkan pada November lalu.…

Kamis, 18 Januari 2018 07:24

Survive meski Pasang Harga 20 Kali Lebih Mahal

Merek kaca film V-Kool mungkin tak asing bagi pemilik mobil di Kaltim. Keberhasilan brand tersebut meraup…

Kamis, 18 Januari 2018 07:20

Jargas Masih Bergantung APBN

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berharap pembangunan jaringan gas (Jargas)…

Kamis, 18 Januari 2018 07:19

Persaingan Global, Sektor Pertanian Mesti Efisien

JAKARTA - Globalisasi juga diyakini melanda sektor pertanian. Untuk menghadapinya, salah satu langkah…

Rabu, 17 Januari 2018 07:17

Kuliner Jadi Favorit Pemula

SAMARINDA - Perlambatan ekonomi Kaltim sejak 2013 lalu rupanya tak berlaku merata. Di level usaha mikro…

Rabu, 17 Januari 2018 07:14

Auto2000 Geber Program Undian

BALIKPAPAN - Beragamstrategi dijalankan diler untuk menggenjot penjualan unit roda empat tahun ini.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .