MANAGED BY:
SENIN
22 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 12 Januari 2018 07:17
Fintech Sudah Salurkan Rp 2,5 Triliun
GANDENG PERBANKAN: Beberapa perusahaan fintech meyakini nominal pinjaman yang mereka salurkan bisa tumbuh pesat tahun ini. (ANGGI PRADITHA/KP)

PROKAL.CO, JAKARTA - Sistem pembiayaan gotong royong secara online atau melalui perusahaan teknologi keuanganatau financial technology (fintech)dengan pola peer to peer (P2P) lending terus tumbuh. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut, nilai total dana yang disalurkan sudah mencapai lebih dari Rp 2,5 triliun sepanjang tahun lalu.

“Pendanaan fintech P2P lending telah memberikan kontribusi yang baik bagi langkah awal upaya inklusi finansial di Indonesia dengan pendanaan lebih dari Rp 2,5 triliun sepanjang tahun 2017,” ujar Direktur Pengaturan Perizinan Pengawasan Fintech OJK Hendrikus Passagi, dalam keterangan resminya, Rabu (10/1).

OJK pun, lanjut dia, berharap model pendanaan gotong royong online ini akan lebih banyak memberikan dukungan pendanaan di sektor hulu pertanian, nelayan, dan UMKM. Selama ini, sektor tersebut belum sepenuhnya dilayani industri keuangan konvensional.

Menurut data otoritas, terdapat kebutuhan kredit bagi UMKM sebesar Rp 1.700 triliun per tahun di Indonesia. Saat ini, lembaga keuangan yang ada hanya dapat memenuhi Rp 700 triliun dari kebutuhan tersebut, sehingga ada kekurangan pendanaan bagi UMKM sebesar Rp 1.000 triliun setiap tahunnya.

Situasi ini tak hanya merugikan industri usaha kecil, tetapi juga melemahkan ekonomi negara. Studi Oliver Wyman dan Modalku (salah satu perusahaan fintech) menemukan bahwa kurangnya akses terhadap pinjaman bagi UMKM Indonesia yang ingin berkembang, menyebabkan kerugian sebesar 14 persen dari total PDB nasional pada 2015 lalu. Oleh karena itu, diperlukan sumber pendanaan alternatif bagi UMKM Indonesia, terutama karena kontribusi UMKM yang besar bagi negara sebesar 60,34 persen dari PDB nasional dan memperkerjakan 97 persen dari tenaga kerja Indonesia.

Adapun dari total pinjaman Rp 2,5 triliun, tersalur ke beberapa perusahaan fintech. Baru-baru ini, UangTeman mengumumkan penyaluran pinjaman mereka sudah mencapai Rp 150 miliar tahun lalu. Perusahaan tersebut juga optimistis dapat mengucurkan pinjaman hingga Rp 1 triliun tahun ini.

Perusahaan lainnya, PT Mitrausaha Indonesia Grup melalui brand ModalKu, tahun lalu juga telah mengucurkan pinjaman hingga Rp 520 miliar. “Kami sangat bangga atas pencapaian yang telah diraih ModalKu selama 2017, khususnya mendapatkan pengakuan dunia bahwa kami memberikan dampak yang positif bagi masyarakat Indonesia serta mendukung inklusi keuangan nasional,” ujar Co-Founder dan CEO ModalKu, Reynold Wijaya.

Selain menyalurkan pinjaman melalui mekanisme P2P lending di Indonesia, ModalKu juga menyalurkan pinjaman ke Malaysia dan Singapura. Total pinjaman ModalKu di tiga negara tersebut mencapai sekitar Rp 1 triliun. (man2/k15)


BACA JUGA

Minggu, 21 Oktober 2018 06:46

Tempat Cukur Idola Pesepak Bola

WALAU terkesan sepele, bisnis tempat cukur khusus pria alias barbershop ternyata tak semudah yang dibayangkan.…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:08

Siapkan Promo Unggulan selama Natal dan Tahun Baru

BALIKPAPAN  –  Pelanggan setia Hypermart jangan sampai ketinggalan penawaran terbaik.…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:07

Segudang Keuntungan Miliki Kartu GPN

SAMARINDA  -  Bank Indonesia terus mendorong masyarakat menerapkan sistem pembayaran baru…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:06

Milenial Harus Selektif Berinvestasi

JAKARTA -  Generasi milenial mulai melek dunia investasi. Tidak sedikit generasi muda sudah menyisihkan…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:04

Insentif Pajak Dorong Perekonomian Lebih Cepat

JAKARTA  –  Pemerintah kehilangan potensi penerimaan Rp 298,3 triliun akibat pemberian…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:02

Pasar Fleet Naik 15 Persen

JAKARTA  –  Penjualan ritel kendaraan bermotor pada Januari–September 2018 tumbuh…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:02

BNI Bukukan Laba Bersih Rp 11,4 Triliun

JAKARTA  –  PT Bank Negara Indonesia (BBNI) pada kuartal tiga 2018 mencatat laba bersih…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:00

Investor AS Bidik Kos Eksklusif-Healthcare

SURABAYA –  Potensi bisnis real-estate dan healthcare services (layanan kesehatan) di Indonesia…

Jumat, 19 Oktober 2018 10:57

Begini Strategi Bankaltimtara Syariah Dongkrak Pangsa Pasar

SAMARINDA- Bankaltimtara Syariah terus berusaha meningkatkan sektor ekonomi syariah di Kalimantan Timur.…

Jumat, 19 Oktober 2018 07:02

Risiko Perbankan Syariah Aman

SAMARINDA - Risiko kredit dan likuiditas perbankan syariah berada pada level yang aman dan lebih rendah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .