MANAGED BY:
MINGGU
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 12 Januari 2018 07:15
Lahan dan SDM Jadi Tantangan Sektor Pertanian
-

PROKAL.CO, JAKARTA - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menyoroti rendahnya kesejahteraan petani, yang berimplikasi terhadap banyak hal. Salah satunya, krisis regenerasi, sementara beberapa tahun ke depan, negara ini akan mengalami bonus demografi. 

Ketua Umum HKTI, Moeldoko menilai, sudah saatnya untuk mempersiapkan sumber daya dalam pembangunan petani. “Isu yang penting untuk diperhatikan terkait kondisi pertanian Indonesia saat ini untuk ke depannya, yaitu SDM, pengembangan kawasan perdesaan, lahan, kemudian reforma agraria,” kata Moeldoko dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (10/1).

Mantan Panglima TNI ini menyatakan, untuk kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani, lahan merupakan hal paling mendasar. Ada empat hal yang dibahas dalam hubungannya dengan hal tersebut, yakni tata kuasa, tata kelola, tata niaga dan distribusi, dan terakhir tata produksi lahan.

“Banyak program untuk pengentasan kemiskinan, kedaulatan, sebenarnya kalau ditarik semua kaitannya dengan reforma agraria dan tanah. Lahan pertanian yang dikonversi peruntukannya ke hal lain, salah satunya,” ujar dia.

Moeldoko mendorong konsolidasi lahan pertanian guna meningkatkan kesejahteraan petani di dalam negeri. Sebab, kepemilikan lahan petani dalam negeri terhitung masih kecil dan kurang produktif.

Dia menjelaskan, dalam penciptaan lahan konsolidasi pertanian rakyat, diperlukan pemberian sertifikat strata title versi pertanian, yang disesuaikan kebutuhan setiap komoditas. “Sektor pertanian memegang andil penting dalam perekonomian suatu negara. Selain sebagai penghasil devisa negara, juga berkontribusi dalam ketahanan dan kedaulatan pangan,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Moeldoko, pembangunan pertanian memang tidak pernah terlepas dari salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan petani. Oleh karena itu, SDM yang menggantungkan hidup di sektor pertanian harus dipedulikan dan dijaga.

“Kalau kita sepakat jika sektor pertanian ini adalah ruang ekonomi rakyat, maka perlu dipahami agar SDM-nya perlu diperhatikan. Pertanian harus tetap menjadi ruang ekonomi rakyat,” kata dia. (man2/k15)


BACA JUGA

Sabtu, 22 September 2018 00:08

AH MASAK SIH..?? Pelemahan Rupiah Untungkan Kaltim

SAMARINDA   -  Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) diklaim menguntungkan…

Sabtu, 22 September 2018 00:07

Realisasi Pajak Capai Rp 12,8 T

BALIKPAPAN   -   Direktorat Jenderal Pajak Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimra)…

Sabtu, 22 September 2018 00:06

Tabungan Masih Mendominasi

BALIKPAPAN  -  Membaiknya perekonomian di Kaltim turut mengerek dana pihak ketiga (DPK) di…

Sabtu, 22 September 2018 00:06

Proyek Infrastruktur Dongkrak Kinerja Investasi

SAMARINDA   -  Kinerja pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi Kaltim pada…

Sabtu, 22 September 2018 00:04

Optimistis Capai Target

JAKARTA  –  Pemerintah terus memantapkan program mandatori biodiesel 20 persen (B20)…

Sabtu, 22 September 2018 00:02

Kemenkeu Imbau Perusahaan Gunakan Rupiah

JAKARTA  –  Pemerintah menggunakan serangkaian strategi jitu untuk memperkuat rupiah.…

Sabtu, 22 September 2018 00:00

Perbaiki Data Produksi Beras

0

Jumat, 21 September 2018 23:59

Pengusaha Pemula Harus Jeli

JAKARTA  –  Pengusaha baru di Indonesia terus tumbuh seiring kemudahan akses informasi…

Jumat, 21 September 2018 07:15

Kredit Macet Kaltim Tertinggi di Kalimantan

SAMARINDA - Masyarakat Kaltim dituntut bijak dalam berutang. Saat ini, Bumi Etam menjadi daerah dengan…

Jumat, 21 September 2018 07:13

Pertamina Butuh Investasi USD 56 M

SAMARINDA – PT Pertamina tampaknya harus bekerja ekstra untuk meningkatkan produksi minyak dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .