MANAGED BY:
RABU
23 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 12 Januari 2018 07:14
Dana Bergulir untuk UKM Kembali Dianggarkan
-

PROKAL.CO, JAKARTA - Kementerian Koperasi dan UKM melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) siap menyalurkan dana bergulir senilai Rp 1,2 triliun untuk usaha kecil dan menengah tahun ini. Agar tepat sasaran dan merata hingga ke pelosok Indonesia, pemerintah sudah menyiapkan beberapa strateginya.

Pertama, memperkuat jaringan untuk membantu proses penyaluran dan pengembalian. Seperti perusahaan menjalin kerja sama dengan Jamkrindo dan seluruh Jamkrida, semisal Yayasan Santripreneur, Young on Top (Billy Boen), hingga 34 Dinas Koperasi, dan UKM di seluruh Indonesia.

“Ini merupakan bagian dari paradigma baru, dengan menempatkan perusahaan penjaminan di awal proses pengajuan dana bergulir di LPDB. Sebelumnya, perusahaan penjaminan ditempatkan di akhir pengurusan,” terang Direktur Utama LPDB Braman Setyo dalam Siaran Pers Kemenkop dan UKM, Kamis (11/1).

Strategi kedua, lanjut Braman, lebih memperkuat kerja sama teknologi informasi dengan services provider, untuk lebih menjangkau UKM di seluruh pelosok Indonesia. “UKM tidak perlu lagi datang ke Jakarta untuk mengurus dana bergulir, karena bisa diurus melalui sistem fintech. Kita sedang menunggu rekomendasi OJK, terkait vendor yang bisa kerja sama. Fintech ini di awalnya akan menyasar para wirausaha pemula,” terangnya.

Ketiga, LPDB KUMKM akan membangun Core Micro Financing System (CMFS). Dengan sistem tersebut, seluruh aktivitas pembiayaan akan diakses secara online yang bertujuan untuk mempermudah koperasi dan UKM mengakses pembiayaan. Lembaga tersebut, nantinya bisa memantau secara real time para debitur dana bergulir.

“Keempat, kita melakukan perombakan SOP dengan berkoordinasi dengan lembaga penjaminan. Sekarang, perusahaan penjaminan yang akan menjaring koperasi yang ingin mengajukan dana bergulir,” tuturnya.

Braman menambahkan, target dana bergulir sebesar Rp 1,2 triliun yang akan dialokasikan dengan pola konvensional sebesar Rp 750 miliar. Sisanya Rp 450 miliar dengan pola syariah.

Tahun lalu, realisasi penyaluran mencapai Rp 793,9 miliar. Nilai itu hanya 79,40 persen dari target Rp 1 triliun yang ditetapkan Kementerian Koperasi dan UKM. (man2/k15)


BACA JUGA

Rabu, 23 Januari 2019 07:03

Pengusaha Mamin Keluhkan Masalah Gula Lokal

JAKARTA - Penggunaan gula rafinasi impor untuk industri makanan dan…

Selasa, 22 Januari 2019 06:53

Kenaikan Harga Diklaim Wajar

BALIKPAPAN - Otoritas bandara berencana mengajukan perubahan tarif batas atas…

Selasa, 22 Januari 2019 06:47

Produksi Udang Windu Dituntut Meningkat

SAMARINDA - Udang windu Kaltim saat ini menjadi andalan Indonesia…

Selasa, 22 Januari 2019 06:45

Perjuangkan Bea Masuk Ekspor Perhiasan 0 Persen

JAKARTA – Industri perhiasan masih menjadi salah satu andalan untuk…

Selasa, 22 Januari 2019 06:41

Inka Ekspor Gerbong ke Bangladesh

SURABAYA – Kebutuhan sarana transportasi kereta di berbagai negara masih…

Selasa, 22 Januari 2019 06:40

2020, Target Kirim 30,3 Juta Ton Batu Bara

PALEMBANG - PT Bukit Asam (BA) Tbk terus meningkatkan pengiriman…

Selasa, 22 Januari 2019 06:39

PGN Optimistis Capai 244.043 Pelanggan

JAKARTA - Setelah resmi mengakuisisi 51 persen saham PT Pertamina…

Selasa, 22 Januari 2019 06:39

Maret, VietJet Air Buka Rute Vietnam-RI

JAKARTA - Maskapai penerbangan asal Vietnam, VietJet Air akan membuka…

Selasa, 22 Januari 2019 06:38

BTN Pacu Pembiayaan Perumahan di Sektor Nonformal

JAKARTA - Skema pembiayaan perumahan untuk pekerja informal jadi peluang…

Senin, 21 Januari 2019 06:57

Infrastruktur Jadi kendala

SAMARINDA – Pemprov Kaltim diminta memberi perhatian lebih kepada jalur…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*