MANAGED BY:
JUMAT
19 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Kamis, 11 Januari 2018 09:53
Sekolah Pastikan Pengajar dan Sarpras

Penerapan Lima Hari Belajar di SMP

-

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Sejak kemarin, pelajar SMP di Kota Minyak merasakan pengalaman yang beda dari rutinitas sekolah biasa. Mereka turut merasakan penerapan konsep sekolah lima hari yang sudah terlebih dahulu berlaku di SMA/SMK. Berlokasi di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik), Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi secara langsung meluncurkan program sekolah lima hari untuk SMP, Senin (8/1) lalu.

Totalnya, terdapat 48 SMP baik negeri dan swasta yang mulai menerapkan sekolah lima hari sejak semester genap tahun ajaran 2017/2018. Kepala Disdik Balikpapan Muhaimin menyebutkan, sesunguhnya sekolah lima hari di Balikpapan bukan barang baru. Terutama sekolah swasta yang sudah melaksanakannya jauh hari.

“Kepala SMP terutama negeri ingin juga melaksanakan program ini,” katanya kepada Kaltim Post, kemarin. Ia menjelaskan, puluhan sekolah yang menerapkan konsep ini sebelumnya telah melalui beragam proses. Misalnya dari proses evaluasi terhadap ketersediaan sarana prasarana (sarpras) dan guru atau tenaga kependidikan (GTK).

Kedua elemen itu penting dan menjadi syarat utama sekolah untuk melaksanakan program sekolah lima hari. Rinciannya, sarana dan prasarana seperti jumlah kelas yang mencukupi. Kemudian, fasilitas penunjang laboratorium dan lainnya sudah tersedia.

“Lalu ketersediaan jumlah GTK. Kalau guru SMP sudah guru yang tetap mengajar di sekolah itu. Beda dengan guru SD yang bisa mengajar di sekolah lain untuk mengejar 40 jam dalam seminggu,” jelasnya.

Muhaimin menjelaskan, proses evaluasi ini kurang lebih memakan waktu selama enam bulan sepanjang semester ganjil lalu. Tak hanya evaluasi, Disdik turut meminta manajemen sekolah untuk melakukan studi banding di Samarinda.

“Waktu selama itu juga termasuk melihat perkembangan SMA/SMK yang sudah melakukan konsep ini dari tahun ajaran baru. Mereka cari informasi tentang plus minus sekolah lima hari. Kalau sudah yakin dan merasa konsep itu bagus, mereka mengusulkan ke dinas,” tuturnya.

Dari segala evaluasi dan studi banding, Disdik meminta seluruh kepala SMP melalui musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) SMP berunding dengan Kabid SMP Disdik Balikpapan. Hasilnya dari 75 SMP negeri dan swasta yang ada di Balikpapan, sekitar 48 sekolah mengaku bersedia menerapkan sekolah lima hari. Terdiri dari 22 SMP negeri dan 26 SMP swasta.

“Hampir seluruh SMP menerapkan, kecuali SMP 21 terhambat karena lokasi. Kami menawarkan ke seluruh sekolah, kuncinya hanya dua syarat itu (sarpras dan GTK),” imbuhnya.

Terakhir, hal yang tak kalah penting, yakni kesepakatan sekolah dengan orangtua untuk menerapkan sekolah lima hari. “Sebelum launching, sekolah sudah sampaikan rencana ini ke wali murid. Jadi, sudah ada komunikasi dan kesepakatan antara sekolah dan orangtua,” imbuhnya.

Muhaimin menjelaskan, soal jumlah jam pelajaran tidak ada perubahan dalam sekolah lima hari. Siswa tetap mendapatkan 40 jam pelajaran dalam seminggu. Hanya saja, mereka tidak perlu masuk sekolah di hari Sabtu. Namun, selama Senin–Kamis waktu sekolah bertambah satu jam dari waktu biasa.

Awalnya, setiap Senin–Kamis siswa pulang pukul 14.15 Wita lalu berubah menjadi pukul 15.15 Wita. Sedangkan Jumat, mereka mendapatkan kelas ekstrakurikuler wajib, yakni pramuka sehabis waktu salat Jumat. “Di antara Senin sampai Kamis, siswa bisa mengambil ekstrakurikuler pilihan dengan durasi waktu tambahan satu jam. Kalau dulu ekstrakurikuler tertumpuk di Sabtu,” ujarnya.

Perbedaan lainnya juga terdapat sebelum memulai jam pertama. Siswa mendapatkan pendidikan agama berupa tadarus bersama selama 15 menit. Sementara untuk nonmuslim bisa membaca kitab masing-masing. Setelah itu, sekolah juga memberikan kesempatan siswa untuk salat Duha di sela-sela waktu pelajaran.

“Kemudian waktu istirahat salat Zuhur sekaligus makan siang. Banyak dari siswa akhirnya bawa bekal dari rumah. Ternyata antarsiswa juga saling bertukar lauk-pauk, jadi banyak interaksi sosial satu sama lain dan menumbuhkan rasa empati,” tuturnya.

Sebagai informasi, penerapan konsep sekolah lima hari ini bukan tanpa alasan. Semua tertuang dalam Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017. Serta Perpres Nomor 87 Tahun 2017 tentang pendidikan karakter. Di mana, penguatan karakter anak bukan hanya tugas guru di sekolah. Namun, juga butuh peran serta orangtua dalam menumbuhkembangkan karakter anak.

Tentu tak semua sekolah bisa menerapkan konsep tersebut. Maka dari itu, Kemendikbud tetap menyerahkan keputusan ini sesuai kesiapan masing-masing daerah. “Niat utamanya memberikan keleluasaan waktu luang bagi anak untuk berkumpul dengan keluarga dan lingkungan,” katanya.

Sehingga, Sabtu–Minggu bisa digunakan untuk meningkatkan interaksi antara anak, keluarga, dan lingkungan sekitar. Itulah bagian dari pendidikan karakter. “Tentu ada pro kontra, tapi kita coba dulu saja. Toh SMA sudah mulai duluan,” sebutnya.

Muhaimin menambahkan, konsep sekolah lima hari ini masih sulit untuk diterapkan SD. Mengingat banyaknya jumlah siswa yang tak sebanding dengan jumlah kelas. Menurutnya, banyak SD yang masih menerapkan kelas pararel. Kelas terbagi dari pagi, siang, dan sore.

Belum lagi, GTK di SD juga belum memenuhi syarat. Biasanya satu guru bisa mengajar di beberapa sekolah untuk memenuhi kewajiban mengajar 40 jam per minggu. “SD bukan tidak mungkin, tapi belum bisa sekarang ini karena tidak memenuhi syarat utama tadi,” pungkasnya.(gel/one/k15)


BACA JUGA

Rabu, 17 Januari 2018 08:45

Soal Tagar AsalbukanJADI, Rizal: Asal Bukan Golput

BALIKPAPAN – Wali KotaRizal Effendi tengah jadi rebutan para calon gubernur dan wakil gubernur…

Rabu, 17 Januari 2018 08:44

Umat Islam Kini Tarik-menarik

Ketua Dewan Syuro Partai Persatuan Pembangunan (PPP) KH Maimun Zubair bertandang ke Kota Minyak sejak…

Selasa, 16 Januari 2018 08:42

Sudah 600 Anak Diimunisasi Difteri

BALIKPAPAN - Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan terus menggenjot vaksinasi difteri terhadap anak…

Selasa, 16 Januari 2018 08:41

NU Komitmen Sukseskan Pilkada

BALIKPAPAN - Ribuan umat Islam memenuhi Dome, Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) dalam peringatan…

Selasa, 16 Januari 2018 08:38

Suarakan Keterlibatan Tenaga Kerja Lokal

BALIKPAPAN - Peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek pengembangan kilang minyak Balikpapan…

Selasa, 16 Januari 2018 08:37

Butuh 300 Tiang dan Jembatan Apung

BALIKPAPAN – Kondisidermaga speedboat Kampung Baru Tengah kerap dikeluhkan. Terutama saat air…

Selasa, 16 Januari 2018 08:35

Gelar Liga Futsal Diselingi Lomba Catur dan Karaoke

Berbagai cara pembinaan dilakukan Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B Balikpapan. Menghidupkan suasana yang…

Selasa, 16 Januari 2018 08:18

Reuni Seniman dan Musisi Balikpapan

BALIKPAPAN - Musisi Balikpapan yang tergabung dalam wadah Organisasi D'LegiuM atau The Legium of Musician…

Senin, 15 Januari 2018 09:48

Hujan Datang, Siaga Banjir

BALIKPAPAN – Ketika hujan tiba, bukan malah tidur atau bersantai, anggota Search and Rescue (SAR)…

Senin, 15 Januari 2018 09:47

Sebar Informasi Hoax, Denda Rp 1 M

BALIKPAPAN – Kebiasaan menyebar kabar bohong atau hoax ke media sosial (medsos), meski sekadar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .