MANAGED BY:
RABU
26 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Kamis, 11 Januari 2018 09:53
Sekolah Pastikan Pengajar dan Sarpras

Penerapan Lima Hari Belajar di SMP

-

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Sejak kemarin, pelajar SMP di Kota Minyak merasakan pengalaman yang beda dari rutinitas sekolah biasa. Mereka turut merasakan penerapan konsep sekolah lima hari yang sudah terlebih dahulu berlaku di SMA/SMK. Berlokasi di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik), Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi secara langsung meluncurkan program sekolah lima hari untuk SMP, Senin (8/1) lalu.

Totalnya, terdapat 48 SMP baik negeri dan swasta yang mulai menerapkan sekolah lima hari sejak semester genap tahun ajaran 2017/2018. Kepala Disdik Balikpapan Muhaimin menyebutkan, sesunguhnya sekolah lima hari di Balikpapan bukan barang baru. Terutama sekolah swasta yang sudah melaksanakannya jauh hari.

“Kepala SMP terutama negeri ingin juga melaksanakan program ini,” katanya kepada Kaltim Post, kemarin. Ia menjelaskan, puluhan sekolah yang menerapkan konsep ini sebelumnya telah melalui beragam proses. Misalnya dari proses evaluasi terhadap ketersediaan sarana prasarana (sarpras) dan guru atau tenaga kependidikan (GTK).

Kedua elemen itu penting dan menjadi syarat utama sekolah untuk melaksanakan program sekolah lima hari. Rinciannya, sarana dan prasarana seperti jumlah kelas yang mencukupi. Kemudian, fasilitas penunjang laboratorium dan lainnya sudah tersedia.

“Lalu ketersediaan jumlah GTK. Kalau guru SMP sudah guru yang tetap mengajar di sekolah itu. Beda dengan guru SD yang bisa mengajar di sekolah lain untuk mengejar 40 jam dalam seminggu,” jelasnya.

Muhaimin menjelaskan, proses evaluasi ini kurang lebih memakan waktu selama enam bulan sepanjang semester ganjil lalu. Tak hanya evaluasi, Disdik turut meminta manajemen sekolah untuk melakukan studi banding di Samarinda.

“Waktu selama itu juga termasuk melihat perkembangan SMA/SMK yang sudah melakukan konsep ini dari tahun ajaran baru. Mereka cari informasi tentang plus minus sekolah lima hari. Kalau sudah yakin dan merasa konsep itu bagus, mereka mengusulkan ke dinas,” tuturnya.

Dari segala evaluasi dan studi banding, Disdik meminta seluruh kepala SMP melalui musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) SMP berunding dengan Kabid SMP Disdik Balikpapan. Hasilnya dari 75 SMP negeri dan swasta yang ada di Balikpapan, sekitar 48 sekolah mengaku bersedia menerapkan sekolah lima hari. Terdiri dari 22 SMP negeri dan 26 SMP swasta.

“Hampir seluruh SMP menerapkan, kecuali SMP 21 terhambat karena lokasi. Kami menawarkan ke seluruh sekolah, kuncinya hanya dua syarat itu (sarpras dan GTK),” imbuhnya.

Terakhir, hal yang tak kalah penting, yakni kesepakatan sekolah dengan orangtua untuk menerapkan sekolah lima hari. “Sebelum launching, sekolah sudah sampaikan rencana ini ke wali murid. Jadi, sudah ada komunikasi dan kesepakatan antara sekolah dan orangtua,” imbuhnya.

Muhaimin menjelaskan, soal jumlah jam pelajaran tidak ada perubahan dalam sekolah lima hari. Siswa tetap mendapatkan 40 jam pelajaran dalam seminggu. Hanya saja, mereka tidak perlu masuk sekolah di hari Sabtu. Namun, selama Senin–Kamis waktu sekolah bertambah satu jam dari waktu biasa.

Awalnya, setiap Senin–Kamis siswa pulang pukul 14.15 Wita lalu berubah menjadi pukul 15.15 Wita. Sedangkan Jumat, mereka mendapatkan kelas ekstrakurikuler wajib, yakni pramuka sehabis waktu salat Jumat. “Di antara Senin sampai Kamis, siswa bisa mengambil ekstrakurikuler pilihan dengan durasi waktu tambahan satu jam. Kalau dulu ekstrakurikuler tertumpuk di Sabtu,” ujarnya.

Perbedaan lainnya juga terdapat sebelum memulai jam pertama. Siswa mendapatkan pendidikan agama berupa tadarus bersama selama 15 menit. Sementara untuk nonmuslim bisa membaca kitab masing-masing. Setelah itu, sekolah juga memberikan kesempatan siswa untuk salat Duha di sela-sela waktu pelajaran.

“Kemudian waktu istirahat salat Zuhur sekaligus makan siang. Banyak dari siswa akhirnya bawa bekal dari rumah. Ternyata antarsiswa juga saling bertukar lauk-pauk, jadi banyak interaksi sosial satu sama lain dan menumbuhkan rasa empati,” tuturnya.

Sebagai informasi, penerapan konsep sekolah lima hari ini bukan tanpa alasan. Semua tertuang dalam Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017. Serta Perpres Nomor 87 Tahun 2017 tentang pendidikan karakter. Di mana, penguatan karakter anak bukan hanya tugas guru di sekolah. Namun, juga butuh peran serta orangtua dalam menumbuhkembangkan karakter anak.

Tentu tak semua sekolah bisa menerapkan konsep tersebut. Maka dari itu, Kemendikbud tetap menyerahkan keputusan ini sesuai kesiapan masing-masing daerah. “Niat utamanya memberikan keleluasaan waktu luang bagi anak untuk berkumpul dengan keluarga dan lingkungan,” katanya.

Sehingga, Sabtu–Minggu bisa digunakan untuk meningkatkan interaksi antara anak, keluarga, dan lingkungan sekitar. Itulah bagian dari pendidikan karakter. “Tentu ada pro kontra, tapi kita coba dulu saja. Toh SMA sudah mulai duluan,” sebutnya.

Muhaimin menambahkan, konsep sekolah lima hari ini masih sulit untuk diterapkan SD. Mengingat banyaknya jumlah siswa yang tak sebanding dengan jumlah kelas. Menurutnya, banyak SD yang masih menerapkan kelas pararel. Kelas terbagi dari pagi, siang, dan sore.

Belum lagi, GTK di SD juga belum memenuhi syarat. Biasanya satu guru bisa mengajar di beberapa sekolah untuk memenuhi kewajiban mengajar 40 jam per minggu. “SD bukan tidak mungkin, tapi belum bisa sekarang ini karena tidak memenuhi syarat utama tadi,” pungkasnya.(gel/one/k15)


BACA JUGA

Selasa, 25 September 2018 08:03

Wali Kota Sentil Mafia Tanah

BALIKPAPAN – BadanPertanahan Nasional (BPN) Balikpapan kini harus bekerja ekstra siang dan malam.…

Selasa, 25 September 2018 08:01

Enam Anak Diculik Dipastikan Hoax

BALIKPAPAN – Kabar penculikan anak yang beredar di lini masa media sosial (medsos) dipastikan…

Selasa, 25 September 2018 07:58

Kawasan Peredaran Narkoba Bergeser

BALIKPAPAN – Balikpapan masih jadi target utama perdagangan narkoba dari luar negeri. Meski telah…

Selasa, 25 September 2018 07:54

Kloter Terakhir Tiba Hari Ini

ROMBONGAN terakhir jamaah haji Embarkasi Balikpapan yang kembali ke Indonesia dijadwalkan tiba hari…

Senin, 24 September 2018 08:35

Pipa PDAM Bocor Lagi

BALIKPAPAN – Kebocoran pipa PDAM lagi-lagi jadi momok warga Balikpapan. Fenomena yang terus berulang…

Senin, 24 September 2018 08:34

Tren Kesan Dramatik dan Lebih Natural

JEMARI Nanda Hidayah menari di wajah Dea Nada Rifdah. Dengan pelan, Nanda mengayun kuas dengan vertikal…

Senin, 24 September 2018 08:28

Pilihan Utama dan Terpercaya di Indonesia

BALIKPAPAN – PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia (Mandiri Inhealth) kembali menggelar customer…

Senin, 24 September 2018 08:20

Seketika Bisa Membuat Saraf Lumpuh

Ada banyak cara bakteri bisa meninggalkan racun pada makanan. Ancaman terbesarnya bisa menyebabkan kematian.…

Minggu, 23 September 2018 08:40

Tunggu SK Menteri LH

BALIKPAPAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan memastikan rehabilitasi daerah yang tercemar…

Minggu, 23 September 2018 08:32

Tiga Unsur Dinilai, Harus Tampil Total

BALIKPAPAN – Puluhan perempuan dari usia anak hingga remaja tampil cantik mengenakan kebaya di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .