MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Kamis, 11 Januari 2018 09:34
USBN Delapan Mapel Dibatalkan

Kembali Tiga, Mendikbud Klaim Ada Oknum Keceplosan

-

PROKAL.CO, JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan resmi menyampaikan bahwa Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) jenjang Sekolah dasar (SD) tahun 2018 akan tetap menguji tiga mata pelajaran (mapel). Ketiganya adalah Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Matematika. Penetapan keputusan ini sebagai bentuk pembatalan wacana USBN yang mengujikan delapan mata pelajaran yang sempat menjadi polemik di masyarakat dan dunia pendidikan.

 “Ada beberapa perubahan terkait USBN jenjang SD. Masih sama dengan 2017, tahun 2018 ini tetap menguji tiga mapel,”terang Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud, Totok Suprayitno dalam konferensi pers USBN SD 2018 di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Rabu (10/1).

Totok menjelaskan, baru tahun 2018 ini jenjang SD wajib mengikuti USBN. Sebelumnya ini sudah diterapkan di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Dirincikan, porsi soal dalam USBN SD 2018 sekitar 90 persen pilihan ganda, dan sekitar 10 persen esai. Mapel tersebut, kata Totok, merupakan mata pelajaran yang sebelumnya diujikan dalam Ujian Sekolah (US). Soal-soal disusun oleh Kelompok Kerja Guru (KKG).

“Sedangkan untuk mapel Pendidikan Agama, PKn, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Seni Budaya dan Keterampilan, Penjaskes dan Olahraga, naskah soal ujian 100 persen disiapkan oleh sekolah,” terang Totok.

Untuk jenjang SMP, SMA dan SMK, porsi soal 75-80 persen naskah disiapkan oleh pada satuan pendidikan dan dikonsolidasikan dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), sisanya 20-25 persen soal disiapkan oleh pusat sebagai soal jangkar (anchor). Selanjutnya, untuk SDLB, SMPLB, dan SMALB 100 persen soal ujian disiapkan oleh sekolah berdasarkan kisi-kisi nasional.

Kepala Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP), Bambang Suryadi mengatakan, pelaksanaan USBN dilakukan masing-masing satuan pendidikan. Mengenai jadwalnya, Bambang menyebutkan bahwa itu dapat ditentukan sendiri oleh sekolah.

“Jadwal USBN ini kami serahkan kepada sekolah. Asalkan proses belajar mengajar di sekolah sudah tuntas menyelesaikan kurikulum yang ada. Untuk jenjang SMP, SMA, dan SMK boleh digelar sebelum Ujian Nasional (UN) atau setelahnya. Antara Maret hingga Mei,” kata Bambang.

Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kemendikbud, Hamid Muhammad menjelaskan, dalam waktu dekat segera disosialisasikan dan diperkuat dengan adanya Permendikbud Nomor 3/2017 tentangPenilaian Hasil Belajar Oleh Satuan Pendidikan. Pasalnya, Permendikbud tersebut nantinya akan menjadi payung hukum untuk menggelar USBN mulai dari jenjang SD hingga SMA/SMK/ Sederajat.  “Revisi diperkirakan rampung pekan ini. Karena harus segera disosialisasikan ke daerah,” jelasnya. 

Masih di tempat yang sama, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menambahkan, keputusan penetapan USBN jenjang SD mengujikan tiga mapel agak lama karena harus dibicarakan dan dikoordinasikan dulu dengan pihak-pihak terkait.

 “Keputusan ini agak lama karena harus dibicarakan dulu, koordinasi, dan sudah ada yang keceplosan delapan mapel. Yang jelas beda dengan tahun lalu. Kalau tahun lalu Ujian Sekolah (US) sekarang menjadi USBN,” tegas Muhadjir.

Meskipun tahun ini masih mengujikan tiga mapel, Muhadjir memengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan tahun depan akan ada penambahan mapel. “Tahun depan nanti akan kami evaluasi, kalau tahun depan sudah siap, bisa saja sebagian ditambah lagi atau semua mapel di-USBN-kan. Karena itu kami evaluasi,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Muhadjir turut menerangkan terkait keterlibatan guru tahun ini  yang dituntut untuk mampu menyusun soal USBN. Pasalnya, selama ini memang belum pernah diukur bagaimana kompetensi guru dalam membuat soal ujian. Maka itu, dengan keterlibatan guru dalam membuat soal USBN tersebut dapat dijadikan bahan pemetaan dalam mengukur kompetensi dan kemampuan guru dalam menyusun soal.

“Guru itu selalu dimanjakan dengan berbagai macam fasilitas sehingga tidak terbiasa membikin soal, karena soal dibuat oleh provinsi atau institusi tertentu seperti lembaga bimbingan belajar (bimbel) ataupun dari Lembar Kerja Siswa (LKS),” papar Muhadjir.

Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini berharap, USBN dapat mengambil kembali peranan guru yang selama ini hilang. Sehingga, tahun lalu sudah diadakan pelatihan membuat soal dan evaluasi.

“Bayangkan selama ini guru itu tidak bisa membuat soal. Jadi nanti tidak boleh lagi guru mengambil soal dari LKS atau bimbel. Guru harus membikin soal, dan soalnya kemudian juga dibimbing agar lebih berkualitas. Jadi konteksnya untuk guru terkait USBN seperti itu,” pungkasnya. (sar/dwi)


BACA JUGA

Minggu, 20 Januari 2019 11:00

Presiden Kesampingkan Aturan Menteri

JAKARTA – Pemberian pembebasan bersyarat (PB) untuk terpidana kasus terorisme…

Minggu, 20 Januari 2019 10:59

Segera Tuntaskan 15 Kasus Umrah

JAKARTA – Regulasi acuan harga minimal paket Rp 20 juta…

Minggu, 20 Januari 2019 10:58

Tol Trans Jawa Tak Gratis Lagi

JAKARTA – Setelah sebulan lebih digratiskan untuk mendukung kelancaran arus…

Minggu, 20 Januari 2019 10:40

HOT BANGET..!! Rekaman Panas Itu Bener-Bener ...Uhhhhh.....

Adegan demi adegan dalam video panas pria dan wanita asal…

Minggu, 20 Januari 2019 10:23

TEGAS..!! Warga Kesal, Tolak Jablay Masuk Kampung

Warga Kampung Tegallega Palasari, Kecamatan Cipanas, Cianjur mengambil sikap tegas…

Jumat, 18 Januari 2019 10:44

Debat Pertama Ngga Seru, Ini Saran dari JK

JAKARTA- Wakil Presiden Jusuf Kalla memberi masukan dalam Debat Pilpres…

Kamis, 17 Januari 2019 11:32

Aturan Kenaikan Gaji Tuntas Bulan Ini

JAKARTA – Pemerintah pusat menargetkan draf rancangan peraturan pemerintah (RPP)…

Selasa, 15 Januari 2019 10:25
Gaji Perangkat Desa Setara PNS Golongan IIA

Jelang Pemilu, Kebijakan Populis Dikeluarkan

JAKARTA – Jelang pemilu, kebijakan populis kembali dikeluarkan pemerintah. Kali…

Selasa, 15 Januari 2019 10:12

Janjikan Transformasi di Lima Sektor Utama

JAKARTA – Isu swasembada di berbagai bidang menjadi poin utama…

Selasa, 15 Januari 2019 10:09

Kecewa Isu Perempuan Tak Masuk Debat

JAKARTA – Debat paslon presiden dan wakil presiden putaran pertama…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*