MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Kamis, 11 Januari 2018 09:34
USBN Delapan Mapel Dibatalkan

Kembali Tiga, Mendikbud Klaim Ada Oknum Keceplosan

-

PROKAL.CO, JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan resmi menyampaikan bahwa Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) jenjang Sekolah dasar (SD) tahun 2018 akan tetap menguji tiga mata pelajaran (mapel). Ketiganya adalah Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Matematika. Penetapan keputusan ini sebagai bentuk pembatalan wacana USBN yang mengujikan delapan mata pelajaran yang sempat menjadi polemik di masyarakat dan dunia pendidikan.

 “Ada beberapa perubahan terkait USBN jenjang SD. Masih sama dengan 2017, tahun 2018 ini tetap menguji tiga mapel,”terang Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud, Totok Suprayitno dalam konferensi pers USBN SD 2018 di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Rabu (10/1).

Totok menjelaskan, baru tahun 2018 ini jenjang SD wajib mengikuti USBN. Sebelumnya ini sudah diterapkan di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Dirincikan, porsi soal dalam USBN SD 2018 sekitar 90 persen pilihan ganda, dan sekitar 10 persen esai. Mapel tersebut, kata Totok, merupakan mata pelajaran yang sebelumnya diujikan dalam Ujian Sekolah (US). Soal-soal disusun oleh Kelompok Kerja Guru (KKG).

“Sedangkan untuk mapel Pendidikan Agama, PKn, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Seni Budaya dan Keterampilan, Penjaskes dan Olahraga, naskah soal ujian 100 persen disiapkan oleh sekolah,” terang Totok.

Untuk jenjang SMP, SMA dan SMK, porsi soal 75-80 persen naskah disiapkan oleh pada satuan pendidikan dan dikonsolidasikan dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), sisanya 20-25 persen soal disiapkan oleh pusat sebagai soal jangkar (anchor). Selanjutnya, untuk SDLB, SMPLB, dan SMALB 100 persen soal ujian disiapkan oleh sekolah berdasarkan kisi-kisi nasional.

Kepala Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP), Bambang Suryadi mengatakan, pelaksanaan USBN dilakukan masing-masing satuan pendidikan. Mengenai jadwalnya, Bambang menyebutkan bahwa itu dapat ditentukan sendiri oleh sekolah.

“Jadwal USBN ini kami serahkan kepada sekolah. Asalkan proses belajar mengajar di sekolah sudah tuntas menyelesaikan kurikulum yang ada. Untuk jenjang SMP, SMA, dan SMK boleh digelar sebelum Ujian Nasional (UN) atau setelahnya. Antara Maret hingga Mei,” kata Bambang.

Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kemendikbud, Hamid Muhammad menjelaskan, dalam waktu dekat segera disosialisasikan dan diperkuat dengan adanya Permendikbud Nomor 3/2017 tentangPenilaian Hasil Belajar Oleh Satuan Pendidikan. Pasalnya, Permendikbud tersebut nantinya akan menjadi payung hukum untuk menggelar USBN mulai dari jenjang SD hingga SMA/SMK/ Sederajat.  “Revisi diperkirakan rampung pekan ini. Karena harus segera disosialisasikan ke daerah,” jelasnya. 

Masih di tempat yang sama, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menambahkan, keputusan penetapan USBN jenjang SD mengujikan tiga mapel agak lama karena harus dibicarakan dan dikoordinasikan dulu dengan pihak-pihak terkait.

 “Keputusan ini agak lama karena harus dibicarakan dulu, koordinasi, dan sudah ada yang keceplosan delapan mapel. Yang jelas beda dengan tahun lalu. Kalau tahun lalu Ujian Sekolah (US) sekarang menjadi USBN,” tegas Muhadjir.

Meskipun tahun ini masih mengujikan tiga mapel, Muhadjir memengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan tahun depan akan ada penambahan mapel. “Tahun depan nanti akan kami evaluasi, kalau tahun depan sudah siap, bisa saja sebagian ditambah lagi atau semua mapel di-USBN-kan. Karena itu kami evaluasi,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Muhadjir turut menerangkan terkait keterlibatan guru tahun ini  yang dituntut untuk mampu menyusun soal USBN. Pasalnya, selama ini memang belum pernah diukur bagaimana kompetensi guru dalam membuat soal ujian. Maka itu, dengan keterlibatan guru dalam membuat soal USBN tersebut dapat dijadikan bahan pemetaan dalam mengukur kompetensi dan kemampuan guru dalam menyusun soal.

“Guru itu selalu dimanjakan dengan berbagai macam fasilitas sehingga tidak terbiasa membikin soal, karena soal dibuat oleh provinsi atau institusi tertentu seperti lembaga bimbingan belajar (bimbel) ataupun dari Lembar Kerja Siswa (LKS),” papar Muhadjir.

Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini berharap, USBN dapat mengambil kembali peranan guru yang selama ini hilang. Sehingga, tahun lalu sudah diadakan pelatihan membuat soal dan evaluasi.

“Bayangkan selama ini guru itu tidak bisa membuat soal. Jadi nanti tidak boleh lagi guru mengambil soal dari LKS atau bimbel. Guru harus membikin soal, dan soalnya kemudian juga dibimbing agar lebih berkualitas. Jadi konteksnya untuk guru terkait USBN seperti itu,” pungkasnya. (sar/dwi)


BACA JUGA

Jumat, 22 Juni 2018 15:28

Divonis Hukuman Mati, Aman Abdurrahman Sujud, Polisi Langsung Lakukan Ini...

Pimpinan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Aman Abdurrahman telah dijatuhi vonis mati oleh Majelis…

Jumat, 22 Juni 2018 10:45

Dipukuli Ibunya, Anak Ini Minta Ampun, Akhirnya Tewas

Suasana duka tampak menyelimuti rumah korban di Dusun Tempur, Desa Pagak, Kecamatan Pagak, Kabupaten…

Kamis, 21 Juni 2018 23:19

NGGA KUAT..!! Godaan Teman Adik Ipar Bikin Ngga Nahan

Donwori termasuk lelaki tak tahu diuntung. Punya istri yang cantik namun juga belum bersyukur. Dasar…

Kamis, 21 Juni 2018 23:03

Anak Buah SBY Balas Serangan Ketua DPP PDIP

Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon membantah pernyataan Ketua DPP PDI Perjuangan Bambang DH…

Kamis, 21 Juni 2018 23:01

Gara-Gara Ini, PDIP vs Demokrat Makin Panas

Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon geram dengan omongan Ketua DPP PDI Perjuangan Bambang DH…

Rabu, 20 Juni 2018 19:26
Kasus Meninggalnya Wartawan di Tahanan

Tim Pencari Fakta Kasus M Yusuf Mulai Pencocokan Fakta

JAKARTA- Mengawali rencana bekerja mulai 22 Juni yang akan datang, Tim Pencari Fakta atau TPF PWI Pusat,…

Rabu, 20 Juni 2018 13:19

PSK Afrika Layani Pria Mesir di Bali, Begini Nih Ujungnya

 Seorang warga negara asing (WNA) bernama Careen Bahati Mussa (25) tengah berurusan dengan kepolisian…

Senin, 18 Juni 2018 20:12

SADIS..!! Ini Pengakuan Ibu Muda yang Cincang Bayinya Sendiri

MUARA DUA- Polisi masih terus mendalami kasus pembunuhan bayi laki-laki yang dilakukan ibu kandungnya…

Senin, 18 Juni 2018 20:10

KEJINYA..!! Ibu Muda Cincang Bayinya Hingga Tewas

MUARA DUA- Seorang ibu berinisial NA, 21, di desa Kepayang Kecamatan Mekakau Ilir, kabupaten OKU Selatan,…

Minggu, 17 Juni 2018 09:46

AKHIRNYA..!! Polisi Ngaku Hentikan Kasus Chat Rizieq dan Firza

Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) akhirnya bersuara mengenai kabar yang beredar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .