MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Kamis, 11 Januari 2018 07:30
Candaan Sara Bikin Murka
Tiara Amalia Diandra

PROKAL.CO, GE Pamungkas dan Joshua Suherman, komika terkenal di Tanah Air, baru-baru ini dapat sorotan tajam dari netizen se-Indonesia. Ulah mereka yang memasukkan unsur sara dalam materi stand up comedy yang dibawakan tentu bikin semua orang kesal. Bahkan, kasus ini sampai dibawa ke ranah hukum dengan tuduhan pelecehan agama lho! Well, bagaimana pendapatmu menyikapi hal kayak gini? (*/yjm/*/ewy/k18)

Anisa Nur Fitriani
SMA 5 Samarinda

Kembangkan Ide

“Mau bagaimanapun juga, Ge Pamungkas dan Joshua Suherman emang salah sih. Soalnya sampai saat ini, isu pelecehan agama jadi hal yang disorot di Indonesia. Buat komika lainnya, sebaiknya mulai memikirkan materi stand up yang lebih berbobot dan enggak menyinggung orang lain, apalagi soal suku, agama, dan ras. Misalnya tentang pengalaman yang dibawakan dengan kocak kayak yang sering dilakukan Raditya Dika.”

Tiara Amalia Diandra
SMA 2 Samarinda

Masyarakat Harus Cerdas

“Terlepas dari sengaja atau enggaknya Ge Pamungkas dan Joshua Suherman menistakan agama, menurutku masyarakatlah yang harus berpikir lebih cerdas. Jangan jadi generasi yang mudah disulut dan langsung emosian. Bangun filter agar bisa memerhatikan kasus ini dengan kritis, namun tetap menggunakan kepala dingin. Lagi pula, Indonesia merupakan negara hukum kok. Biar aparat berwajib yang mengambil tindakan buat mereka berdua.”

Taufiq Hidayat
Universitas Mulawarman Samarinda

Minta Maaf Terbuka

“Segala sesuatu yang bersangkutan dengan agama pasti sangat sensitif. Setiap orang emang punya cara berbeda untuk menanggapi hal seperti ini. Ada yang biasa aja, namun enggak sedikit yang menjadi panas karena tersulut emosi. Karena mereka merupakan public figure dan dikenal luas, aku menyarankan mereka berdua untuk minta maaf secara terbuka di depan publik. Menurutku, itulah hal paling bijaksana yang bisa Ge Pamungkas dan Joshua Suherman saat ini.”

Muhammad Nur Hidayat
SMK 5 Samarinda

Perlu Proses Hukum

“Itulah sebabnya ada istilah mulutmu harimaumu. Jangan sampai, niat awal untuk menghibur justru berubah jadi bercanda yang mengangkat isu sara. Menghina agama lain emang enggak bisa disepelekan, tapi bukan berarti masyarakat bisa menghakimi seenaknya. Karena kasus Joshua sudah dilaporkan ke polisi, kita tinggal menunggu hasil keputusan pihak berwenang aja. Meski kejam, semoga bakal menimbulkan efek jera supaya orang lebih berhati-hati ketika berbicara.”


BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 06:54

Digoyang, Mang!

TREN  dalam bermusik semakin banyak. Di era kini, kamu bebas…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:50

Sesi Sharing Tantang Sixteenagers Berkreasi

YIPPEE! Zetizen kembali mengentak lewat acara Zetizen Youthnalism. Mengajak anak…

Kamis, 13 Desember 2018 07:19

Enak atau Bikin Zonk?

KREATIVITAS nggak hanya dituangkan dalam bentuk seni. Bahkan, makanan bisa…

Kamis, 13 Desember 2018 07:17

Thumbs-up or Thumbs-down

VIRAL di media sosial membuat tren weird food combination ini…

Kamis, 13 Desember 2018 07:16

Rekomendasi ala Zetizen

MASIH penasaran dan pengin nyoba bikin weird food combination sendiri?…

Rabu, 12 Desember 2018 07:42

RUTINITAS PADAT BIKIN PENAT

RUTINITAS itu-itu aja bikin semangat atau ’’api’’ kita menghilang. Alhasil,…

Rabu, 12 Desember 2018 07:39

Mengenal Burnout, si Nakal Penghilang Semangat

BANGUN pagi, sarapan, sekolah, istirahat makan bekal, pulang, lanjut les,…

Rabu, 12 Desember 2018 07:37

Ubah Plastik Jadi Bahan Bakar ala SMPN 44 Surabaya

HAYO, ngaku deh! Di antara kita pasti risih kalau melihat…

Selasa, 11 Desember 2018 06:57

Dear Human, Let Us Alive!

AKHIR-AKHIR ini, media sosial dipenuhi berita miris yang bakal bikin…

Selasa, 11 Desember 2018 06:56

Sama-Sama Melindungi yuk!

UNTUK menjaga kelestarian alam dan satwa yang ada, kita emang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .