MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 11 Januari 2018 07:22
Ruko Konvensional Masih Diminati

Pengembang Akui Pasar Lesu, tapi Belum Bergeser

MASIH BANYAK LAHAN: Maket salah satu kawasan komersial di Jalan MT Haryono, Balikpapan. Pertumbuhan pasar ruko disebut sebagai gambaran kondisi ekonomi di suatu daerah. (ANGGI PRADITHA/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA - Pergeseran pasar ruko di beberapa kota besar diyakini belum terjadi di Kaltim. Meski demikian, pengembang mengakui, pasar properti komersial memang belum pulih sejak beberapa tahun terakhir.

Di kota besar seperti Jakarta, kebutuhan kantor memang mulai bergeser. Dari semula menggunakan ruko konvensional, menjadi perkantoran modern yang ditawarkan di gedung-gedung komersial.

Terkait hal itu, KetuaReal Estate Indonesia (REI) Kaltim Arief Rahman Hasyim menyebut, di Benua Etam, tren itu belum terjadi. Ruko konvensional, kata dia, masih menjadi sasaran utama bagi perusahaan.

Arief menjelaskan, di kota-kota besar, kantor memang harus bersaing untuk tetap berada di pusat kota, atau kawasan perkantoran. Sementara di sisi lain, lahan sudah semakin terbatas.

“Sehingga, wajar jika tren perkantoran bergeser menjadi satu gedung dengan beberapa kantor,” ucapnya saat ditemui Kaltim Post di kantornya, Jalan Siradj Salman, Samarinda, Rabu (10/1).

Sebab, sampai sekarang, daerah-daerah utama di Kaltim masih memiliki lahan cukup luas. “Kecuali lahannya sudah habis, lalu penduduknya sudah sepadat Jakarta atau Surabaya, mungkin bisa bergeser,” ungkapnya.

Meski pasarnya tak bergeser, dia mengakui, para pengembang yang menggarap ruko mulai kesulitan menjualnya sejak 2015 lalu. Penurunan dalam dua tahun terakhir ini, kata Arief, mencapai 60 persen.

Tahun ini pun, pengembang kawasan Grand Mahakam itu menilai, bisnis properti komersial masih sulit pulih. Di satu sisi, penjualan oleh beberapa pengembang memang tumbuh. Namun di sisi lain, banyak stok ruko lama yang tak lagi digunakan oleh pemiliknya, dan lantas dijual kembali.

“Sehingga nett demand tidak bertambah. Sebab, ada unit yang tak lagi digunakan dan dijual. Jadi, pertumbuhan penjualan ruko-ruko baru itu hanya menjadi penyeimbang. Pasar ruko memang masih sulit,” jelasnya.

Arief menyebut, kondisi permintaan properti komersial, seperti ruko di suatu daerah, merupakan gambaran iklim bisnis di daerah tersebut. Sebab, permintaan hanya akan tumbuh jika terdapat kebutuhan.

“Tapi bagi pengembang, tak cukup menguntungkan jika hanya menggarap ruko. Biasanya langsung dengan membangun kawasan baru. Kalau bicara daya beli, kami yakin masih banyak yang mau buka usaha. Tapi balik lagi, sektor ekonominya harus bergerak dulu,” tutur dia.

Dari kalangan anggota REI Kaltim saja, Arief mengatakan, banyak yang memiliki ruko menganggur. Sehingga menurutnya, wajar jika sejak 2015 belum ada perbaikan, dan terjadi penurunan sampai 60 persen dalam dua tahun terakhir.

Pertumbuhan ekonomi Kaltim yang positif di level 3,4 persen pada tahun lalu pun, menurutnya belum cukup menjadi acuan. Pasalnya, pulihnya bisnis belum merata. “Tahun ini, saya prediksi belum ada perbaikan pada sektor properti, khususnya ruko. Itu mengacu pada siklus 10 tahunan krisis ekonomi. Jika daya beli sudah baik, maka pasar ruko pasti ikut meningkat,” tutupnya.

Konsep gedung perkantoran konvensional diklaim mulai kehilangan peminat. Kini banyak pengembang yang membangun gedung dengan fasilitas modern.

Tidak hanya memiliki beragam fasilitas, dari segi harga pun gedung dengan fasilitas modern jauh lebih murah daripada rumah toko (ruko). Direktur Pemasaran PT Intiland Grande (salah satu anak usaha Intiland), Harto Laksono menyatakan, gedung perkantoran dengan konsep modern belum banyak di Surabaya.

Meski begitu, dia menilai, ruko masih mendominasi pasar perkantoran. Padahal, jika dibandingkan, harga ruko di pusat kota terbilang mahal.

“’Harga ruko bisa dua sampai tiga kali lipat dibandingkan membeli unit di dalam gedung perkantoran,’’ ujarnya, Senin (1/1).

Perhitungannya, lanjut Harto, untuk ukuran ruang kerja yang sama, harga di ruko relatif lebih tinggi. Meski biasanya memiliki ukuran yang lebih besar, kebutuhan ruangan yang beragam membuat fungsi ruko sebagai ruang kerja menjadi tidak maksimal.

Di berbagai negara, dia menyebut, gedung perkantoran mengarah dan menyesuaikan dengan lifestyle. Berbagai kebutuhan bisa diperoleh di dalam gedung tersebut.

Operasional gedung perkantoran juga tidak terbatas. Makanya, kami siapkan gedung perkantoran strata title yang beroperasi 24 jam,” jelas Harto. (*/ctr/man/k15)


BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 06:09

Optimistis Daya Beli Pulih

SAMARINDA  -  Hypermart terus memanjakan pelanggan setia dengan memberikan harga…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:05

Pertahankan Sistem Penjualan Dual Brand di Kalsel

BANJARMASIN  –  PT Semen Indonesia (SI) masih mempertahankan sistem penjualan…

Jumat, 14 Desember 2018 06:41

Pemerintah Tambah Pasokan BBM 8 Persen

JAKARTA – Pemerintah berencana menambah pasokan bahan bakar minyak (BBM)…

Jumat, 14 Desember 2018 06:36

Beralih ke Elektronik Menengah Atas

JAKARTA – Pelaku industri elektronik, khususnya di segmen home appliance,…

Jumat, 14 Desember 2018 06:36

Bulog Amankan Pasokan Pangan

JAKARTA - Jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Perusahaan Umum…

Jumat, 14 Desember 2018 06:35

AP II Terbitkan Surat Utang Rp 750 Miliar

JAKARTA - PT Angkasa Pura II (Persero) resmi mencatatkan obligasi…

Kamis, 13 Desember 2018 06:44

Awal 2019, Ekonomi Tumbuh Positif

SAMARINDA – Perekonomian Kaltim pada triwulan I 2019 diprediksi tumbuh…

Kamis, 13 Desember 2018 06:43

Perkuat Pasar Motor Sport

BALIKPAPAN - Penyegaran kembali dilakukan Honda kepada motor sport andalannya,…

Kamis, 13 Desember 2018 06:39

Bersiap Tatap Bonus Demografi

BALIKPAPAN - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) terus mendorong…

Kamis, 13 Desember 2018 06:37

CGV Hadirkan Sweetbox Class

BALIKPAPAN - CGV Cinemas Plaza Balikpapan terus memanjakan penggemar film…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .