MANAGED BY:
RABU
25 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 11 Januari 2018 07:22
Ruko Konvensional Masih Diminati

Pengembang Akui Pasar Lesu, tapi Belum Bergeser

MASIH BANYAK LAHAN: Maket salah satu kawasan komersial di Jalan MT Haryono, Balikpapan. Pertumbuhan pasar ruko disebut sebagai gambaran kondisi ekonomi di suatu daerah. (ANGGI PRADITHA/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA - Pergeseran pasar ruko di beberapa kota besar diyakini belum terjadi di Kaltim. Meski demikian, pengembang mengakui, pasar properti komersial memang belum pulih sejak beberapa tahun terakhir.

Di kota besar seperti Jakarta, kebutuhan kantor memang mulai bergeser. Dari semula menggunakan ruko konvensional, menjadi perkantoran modern yang ditawarkan di gedung-gedung komersial.

Terkait hal itu, KetuaReal Estate Indonesia (REI) Kaltim Arief Rahman Hasyim menyebut, di Benua Etam, tren itu belum terjadi. Ruko konvensional, kata dia, masih menjadi sasaran utama bagi perusahaan.

Arief menjelaskan, di kota-kota besar, kantor memang harus bersaing untuk tetap berada di pusat kota, atau kawasan perkantoran. Sementara di sisi lain, lahan sudah semakin terbatas.

“Sehingga, wajar jika tren perkantoran bergeser menjadi satu gedung dengan beberapa kantor,” ucapnya saat ditemui Kaltim Post di kantornya, Jalan Siradj Salman, Samarinda, Rabu (10/1).

Sebab, sampai sekarang, daerah-daerah utama di Kaltim masih memiliki lahan cukup luas. “Kecuali lahannya sudah habis, lalu penduduknya sudah sepadat Jakarta atau Surabaya, mungkin bisa bergeser,” ungkapnya.

Meski pasarnya tak bergeser, dia mengakui, para pengembang yang menggarap ruko mulai kesulitan menjualnya sejak 2015 lalu. Penurunan dalam dua tahun terakhir ini, kata Arief, mencapai 60 persen.

Tahun ini pun, pengembang kawasan Grand Mahakam itu menilai, bisnis properti komersial masih sulit pulih. Di satu sisi, penjualan oleh beberapa pengembang memang tumbuh. Namun di sisi lain, banyak stok ruko lama yang tak lagi digunakan oleh pemiliknya, dan lantas dijual kembali.

“Sehingga nett demand tidak bertambah. Sebab, ada unit yang tak lagi digunakan dan dijual. Jadi, pertumbuhan penjualan ruko-ruko baru itu hanya menjadi penyeimbang. Pasar ruko memang masih sulit,” jelasnya.

Arief menyebut, kondisi permintaan properti komersial, seperti ruko di suatu daerah, merupakan gambaran iklim bisnis di daerah tersebut. Sebab, permintaan hanya akan tumbuh jika terdapat kebutuhan.

“Tapi bagi pengembang, tak cukup menguntungkan jika hanya menggarap ruko. Biasanya langsung dengan membangun kawasan baru. Kalau bicara daya beli, kami yakin masih banyak yang mau buka usaha. Tapi balik lagi, sektor ekonominya harus bergerak dulu,” tutur dia.

Dari kalangan anggota REI Kaltim saja, Arief mengatakan, banyak yang memiliki ruko menganggur. Sehingga menurutnya, wajar jika sejak 2015 belum ada perbaikan, dan terjadi penurunan sampai 60 persen dalam dua tahun terakhir.

Pertumbuhan ekonomi Kaltim yang positif di level 3,4 persen pada tahun lalu pun, menurutnya belum cukup menjadi acuan. Pasalnya, pulihnya bisnis belum merata. “Tahun ini, saya prediksi belum ada perbaikan pada sektor properti, khususnya ruko. Itu mengacu pada siklus 10 tahunan krisis ekonomi. Jika daya beli sudah baik, maka pasar ruko pasti ikut meningkat,” tutupnya.

Konsep gedung perkantoran konvensional diklaim mulai kehilangan peminat. Kini banyak pengembang yang membangun gedung dengan fasilitas modern.

Tidak hanya memiliki beragam fasilitas, dari segi harga pun gedung dengan fasilitas modern jauh lebih murah daripada rumah toko (ruko). Direktur Pemasaran PT Intiland Grande (salah satu anak usaha Intiland), Harto Laksono menyatakan, gedung perkantoran dengan konsep modern belum banyak di Surabaya.

Meski begitu, dia menilai, ruko masih mendominasi pasar perkantoran. Padahal, jika dibandingkan, harga ruko di pusat kota terbilang mahal.

“’Harga ruko bisa dua sampai tiga kali lipat dibandingkan membeli unit di dalam gedung perkantoran,’’ ujarnya, Senin (1/1).

Perhitungannya, lanjut Harto, untuk ukuran ruang kerja yang sama, harga di ruko relatif lebih tinggi. Meski biasanya memiliki ukuran yang lebih besar, kebutuhan ruangan yang beragam membuat fungsi ruko sebagai ruang kerja menjadi tidak maksimal.

Di berbagai negara, dia menyebut, gedung perkantoran mengarah dan menyesuaikan dengan lifestyle. Berbagai kebutuhan bisa diperoleh di dalam gedung tersebut.

Operasional gedung perkantoran juga tidak terbatas. Makanya, kami siapkan gedung perkantoran strata title yang beroperasi 24 jam,” jelas Harto. (*/ctr/man/k15)


BACA JUGA

Selasa, 24 April 2018 12:30

WARNING..!! Rupiah Terus Melemah, Ini yang Dilakukan BI

Nilai mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami pelemahan yang cukup dalam…

Selasa, 24 April 2018 07:18

Penjualan Daihatsu Tumbuh 10 Persen

JAKARTA – Daihatsu mencatatkan pertumbuhan penjualannya di Indonesia, sepanjang kuartal pertama…

Selasa, 24 April 2018 07:12

Penuhi Hasrat Pencinta Modifikasi Retro

MESKI tak sebesar segmen matik ataupun sport, pangsa pasar motor retro tetap memiliki peminat. Tak terkecuali…

Selasa, 24 April 2018 07:08

Genjot Potensi Ekspor ke Bangladesh

JAKARTA - Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kementerian Perdagangan memperkuat…

Selasa, 24 April 2018 07:07

Konsumsi Alas Kaki Makin Tinggi

JAKARTA - Industri alas kaki diproyeksi menggeliat tahun ini, seiring pertumbuhan penduduk dan…

Selasa, 24 April 2018 07:07

BUMN Ditarget Raup Rp 2.200 Triliun

JAKARTA - Para direksi dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tampaknya harus bekerja lebih keras tahun…

Selasa, 24 April 2018 07:06

Penggunaan Biodiesel Akan Diperluas

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana mencampur seluruh jenis solar…

Selasa, 24 April 2018 07:05

Syarat Penerima Tax Holiday Diusulkan Turun

JAKARTA - Upaya mendorong investasi di Tanah Air terus dilakukan pemerintah. Salah satunya, dengan mempertimbangkan…

Senin, 23 April 2018 08:28

ADUH !!! Kurang Serius Garap Sektor Perkebunan Sawit

SAMARINDA – Dengan potensi bahan baku yang melimpah, pabrik minyak sawit mentah atau crude palm…

Senin, 23 April 2018 08:26

Tujuh Blok Terminasi Diserahkan ke Pertamina

JAKARTA – Tujuhwilayah kerja minyak dan gas bumi (migas) yang berakhir masa kontraknya (terminasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .