MANAGED BY:
SENIN
21 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 11 Januari 2018 07:19
Kuliner dan Properti Tetap Dicari Konsumen
-

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Tingginya konsumsi masyarakat terhadap sektor kuliner dan properti menjadi peluang bagi pengusaha daerah. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), alokasi pengeluaran konsumen untuk rumah dan makanan terus tumbuh.

Kepala BPS Balikpapan Nur Wahid mengatakan, perumahan merupakan kebutuhan mendasar. Minat penduduk untuk memiliki rumah pribadi, disebutnya sangat tinggi.

Rumah tangga yang memiliki rumah pribadi, kata dia, mencapai 61,48 persen dari jumlah penduduk. Sedangkan rumah dengan status kontrak atau sewa sebesar 22,92 persen. Sementara sisanya, tinggal di fasilitas lain dari instansi tertentu.

Nur mengakui, Balikpapan merupakan salah satu kota dengan biaya hidup

yang cukup tinggi di Indonesia. Dari hasil Susenas 2017, rata-rata pengeluaran per

kapita per bulan mencapai Rp 1.843.111. Pengeluaran tertinggi berasal dari

kelompok bukan makanan yang mencapai Rp 1.072.511, dengan andil tertinggi dari kelompok perumahan sebesar Rp 571.354.

Sedangkan kelompok makanan menyumbang sebesar Rp 770.601. Tingginya pengeluaran per kapita pada kelompok bukan makanan menunjukkan bahwa ciri khas kota yang lebih mengutamakan aset daripada konsumsi harian. Selain itu, modernisasi dan tingginya kreativitas di bidang kuliner, juga membuat masyarakat lebih memilih mengonsumsi makanan dan minuman jadi ketimbang memasak sendiri. “Sebab, dipandang lebih cepat dan praktis,” urai dia.

Rektor Universitas Balikpapan Piatur Pangaribuan menambahkan, makanan merupakan biaya pengeluaran yang paling besar. Menurut dia, gaya hidup selalu beli makanan jadi mesti diubah. Sebab, lebih hemat dan sehat masak sendiri di rumah.

Mereka yang beli makanan jadi, hampir seluruhnya bermotif tak ingin repot. Tapi konsekuensinya, biaya konsumsi membengkak.

“Lebih sehat masak sendiri. Sebab, minyak goreng tidak dipakai berulang kali, dan makanan tidak dipanaskan beberapa kali,” sebut dia.

Menurut dia, gaya hidup seperti itu perlu diubah. Pengeluaran rumah tangga, disebutnya lebih baik ditabung untuk membeli kebutuhan primer lain, seperti rumah.

Piatur menjelaskan, di berbagai negara berkembang seperti Belanda dan Kroasia, rata-rata masyarakat masak sendiri di rumah. Jadi, tidak heran bila setiap rumah punya peralatan masak dan makanan yang lengkap.

“Beli di luar mahal. Makanya mereka masak sendiri untuk menghemat biaya hidup. Dengan demikian, kemampuan membeli rumah tercukupi,” papar dia.

Meski demikian, dia menegaskan adanya fakta ini menjadi peluang bagi pengusaha Kota Beriman. Yakni di sektor kuliner dan properti.

Usaha tersebut dapat menciptakan lapangan kerja dan menggairahkan ekonomi. “Apalagi pemkot masih lamban dalam upaya mengembangkan lapangan kerja. Ini bisa jadi solusi,” ujarnya. (*/hdd/man/k15)


BACA JUGA

Minggu, 20 Mei 2018 06:31

Permintaan Aneh Pelanggan Menggali Kreativitas

SETELAH lulus dari Limkokwing University of Creative Technology, Malaysia pada 2014, Sherli Sukangto…

Minggu, 20 Mei 2018 06:28

Jaga Komunikasi, Kualitas, dan Kecepatan Kerja

MENGELOlA bisnis di bidang desain sejak 2014, Sherli Sukangto mengaku telah banyak menghadapi persaingan.…

Sabtu, 19 Mei 2018 00:14

2019, Ekonomi Ditarget Tumbuh 5,8 Persen

JAKARTA  –  Pemerintah memasang target pertumbuhan ekonomi pada 2019 mendatang mencapai…

Sabtu, 19 Mei 2018 00:09

BI Terbitkan Buku Kajian Stabilitas Keuangan

JAKARTA –  Bank Indonesia (BI) meluncurkan buku Kajian Stabilitas Keuangan No.30, Maret 2018.…

Sabtu, 19 Mei 2018 00:08

BI Terapkan Pengetatan Moneter, Era Bunga Tinggi Dimulai

JAKARTA  –  Bank Indonesia (BI) akhirnya menaikkan suku bunga acuan. Kamis (17/5), rapat…

Jumat, 18 Mei 2018 06:32

Lampaui Target Konsumsi Nasional

TANA PASER  –  Meski terjadi kenaikan harga, masyarakat Paser tidak perlu bingung mencari…

Jumat, 18 Mei 2018 06:30

Penguatan Dolar Bisa Katrol Harga Otomotif

BALIKPAPAN - Harga jual otomotif di Kaltim diprediksi bakal terpengaruh penguatan dolar Amerika Serikat…

Jumat, 18 Mei 2018 06:27

Asuransi Optimistis Tumbuh 20 Persen

JAKARTA – Industri asuransi tetap optimistis bisa tumbuh 20-30 persen tahun ini. Indonesia dinilai…

Jumat, 18 Mei 2018 06:26

Tren Positif Batu Bara Belum Merata

BALIKPAPAN - Meski harga batu bara menguat dan ekspor meningkat, kondisi ini tak serta-merta membuat…

Jumat, 18 Mei 2018 06:23

Penambahan Subsidi Solar Belum Final

JAKARTA – Masyarakat harus bersabar. Rencana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .