MANAGED BY:
JUMAT
19 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 11 Januari 2018 07:10
Indonesia Kembali Boleh Ekspor Manggis ke Tiongkok
SUDAH DAPAT IZIN: Manggis asal Indonesia dilarang masuk Tiongkok sejak 2013 lalu. (DOK/KP)

PROKAL.CO, BEIJING - Pemerintah Tiongkok disebut telah mengizinkan lagi Indonesia mengekspor manggis ke Negeri Tirai Bambu tersebut. Selama empat tahun sebelumnya, komoditas itu dilarang masuk ke negara tersebut, dengan alasan tidak memenuhi standar baku mutu.

“Per Januari ini, Tiongkok mengeluarkan keputusan baru, bahwa kita sudah bisa ekspor manggis lagi,” kata Kuasa Usaha Ad-Interim RI untuk Tiongkok dan Mongolia, Listyowati kepada Kantor Berita Antara di Beijing, Rabu (10/1).

Dia mengatakan, protokol manggis ditandatangani Badan Karantina Pertanian Kementan RI dan Badan Karantina Tiongkok (AQSIQ) pada 11 Desember 2017. “Prosedur administrasi sudah selesai dan sudah ada pengumuman daftar rumah kemasnya. Sekarang tinggal pelaksanaannya,” ujar dia.

Listyowati menganggap, kebijakan tersebut menguntungkan bagi Indonesia dalam upaya meningkatkan nilai perdagangan dengan Tiongkok. Atase Perdagangan Kedutaan Besar RI di Beijing, Dandy Satria Iswara menyebutkan, pada 2013 saat Indonesia terakhir kali mengekspor manggis ke sana, nilainya hanya USD 93 ribu. Padahal, pada tahun sebelumnya, sempat mencapai USD 36 juta.

“Pada 2012, ekspor manggis kita termasuk tinggi. Pangsa pasar kita di Tiongkok mencapai 18,84 persen, ujarnya.

Tiongkok menghentikan impor manggis dari Indonesia pada 2014, karena kandungan zat kimianya melebihi batas toleransi yang berlaku di negara berpenduduk terbanyak di dunia itu. Pada 2016, Indonesia sempat mencoba mengekspor manggis ke Tiongkok. Namun nilainya sangat kecil, hanya USD 27 ribu. Kemudian tahun lalu, Indonesia sama sekali tidak mengekspor manggis ke sana.

Indonesia menduduki peringkat ketiga negara pengekspor manggis ke Tiongkok pada 2013 lalu, di bawah Thailand yang nilainya mencapai USD 222 juta dan Malaysia dengan USD 8 juta. Data Bea dan Cukai Tiongkok mencatat, peringkat Indonesia juga masih di bawah kedua negara tetangganya itu pada 2011 dan 2012.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik RI mencatat, pada 2012, Tiongkok menduduki peringkat teratas negara tujuan ekspor manggis Indonesia. Mengungguli Hong Kong dan Uni Emirat Arab.

Ketika Tiongkok menghentikan impor, Malaysia justru menjadi negara penyerap terbanyak manggis dari Indonesia. Pada 2014 lalu, negeri jiran itu mengimpor komoditas tersebut dengan nilai hingga USD 2,2 juta. Lalu naik menjadi USD 5,7 juta pada 2015, dan USD 5,36 juta pada tahun selanjutnya. (ant/man2/k15)


BACA JUGA

Kamis, 18 Januari 2018 07:33
PAD Restoran Naik 100 Persen dalam Tiga Tahun

Masyarakat Konsumtif, Peluang di Depan Mata

SAMARINDA - Tak hanya menggenjot pertumbuhan ekonomi, sektor makanan dan minuman menjadi andalan Pemkot…

Kamis, 18 Januari 2018 07:28

Terkerek Tahun Politik

PEMILIHAN kepala daerah (pilkada) serentak tahun ini berdampak beragam terhadap masing-masing sektor…

Kamis, 18 Januari 2018 07:26

Direct Call Tak Kunjung Jalan

BALIKPAPAN - Upaya mempercepat realisasi pelayaran internasional langsung atau direct call di Balikpapan…

Kamis, 18 Januari 2018 07:24

Survive meski Pasang Harga 20 Kali Lebih Mahal

Merek kaca film V-Kool mungkin tak asing bagi pemilik mobil di Kaltim. Keberhasilan brand tersebut meraup…

Rabu, 17 Januari 2018 07:17

Kuliner Jadi Favorit Pemula

SAMARINDA - Perlambatan ekonomi Kaltim sejak 2013 lalu rupanya tak berlaku merata. Di level usaha mikro…

Rabu, 17 Januari 2018 07:14

Auto2000 Geber Program Undian

BALIKPAPAN - Beragamstrategi dijalankan diler untuk menggenjot penjualan unit roda empat tahun ini.…

Rabu, 17 Januari 2018 07:12

Mini University Cetak 359 Pengusaha Baru

SAMARINDA - Program Mini University yang dirintis Kantor Perwakilan Bank Indonesia (Kpw-BI) Kaltim sejak…

Rabu, 17 Januari 2018 07:11

WIDIH..!! Konsumen Lebih Suka Beras Mahal

BALIKPAPAN - Isu kelangkaan beras medium di beberapa daerah diyakini tak berlaku di Balikpapan. Di Kota…

Rabu, 17 Januari 2018 07:09

Petani Kaltim Belum Juga Surplus

SAMARINDA - Sektor pertanian belum juga menjanjikan untuk Kaltim. Hal itu tergambar dari nilai tukar…

Rabu, 17 Januari 2018 07:07

Krisis Regenerasi, Produk Kalah Saing dengan Kain Cetak

Permukiman penenun sudah terbangun puluhan tahun lalu di Samarinda Seberang. Oleh pemerintah, kawasan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .