MANAGED BY:
MINGGU
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 11 Januari 2018 07:10
Indonesia Kembali Boleh Ekspor Manggis ke Tiongkok
SUDAH DAPAT IZIN: Manggis asal Indonesia dilarang masuk Tiongkok sejak 2013 lalu. (DOK/KP)

PROKAL.CO, BEIJING - Pemerintah Tiongkok disebut telah mengizinkan lagi Indonesia mengekspor manggis ke Negeri Tirai Bambu tersebut. Selama empat tahun sebelumnya, komoditas itu dilarang masuk ke negara tersebut, dengan alasan tidak memenuhi standar baku mutu.

“Per Januari ini, Tiongkok mengeluarkan keputusan baru, bahwa kita sudah bisa ekspor manggis lagi,” kata Kuasa Usaha Ad-Interim RI untuk Tiongkok dan Mongolia, Listyowati kepada Kantor Berita Antara di Beijing, Rabu (10/1).

Dia mengatakan, protokol manggis ditandatangani Badan Karantina Pertanian Kementan RI dan Badan Karantina Tiongkok (AQSIQ) pada 11 Desember 2017. “Prosedur administrasi sudah selesai dan sudah ada pengumuman daftar rumah kemasnya. Sekarang tinggal pelaksanaannya,” ujar dia.

Listyowati menganggap, kebijakan tersebut menguntungkan bagi Indonesia dalam upaya meningkatkan nilai perdagangan dengan Tiongkok. Atase Perdagangan Kedutaan Besar RI di Beijing, Dandy Satria Iswara menyebutkan, pada 2013 saat Indonesia terakhir kali mengekspor manggis ke sana, nilainya hanya USD 93 ribu. Padahal, pada tahun sebelumnya, sempat mencapai USD 36 juta.

“Pada 2012, ekspor manggis kita termasuk tinggi. Pangsa pasar kita di Tiongkok mencapai 18,84 persen, ujarnya.

Tiongkok menghentikan impor manggis dari Indonesia pada 2014, karena kandungan zat kimianya melebihi batas toleransi yang berlaku di negara berpenduduk terbanyak di dunia itu. Pada 2016, Indonesia sempat mencoba mengekspor manggis ke Tiongkok. Namun nilainya sangat kecil, hanya USD 27 ribu. Kemudian tahun lalu, Indonesia sama sekali tidak mengekspor manggis ke sana.

Indonesia menduduki peringkat ketiga negara pengekspor manggis ke Tiongkok pada 2013 lalu, di bawah Thailand yang nilainya mencapai USD 222 juta dan Malaysia dengan USD 8 juta. Data Bea dan Cukai Tiongkok mencatat, peringkat Indonesia juga masih di bawah kedua negara tetangganya itu pada 2011 dan 2012.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik RI mencatat, pada 2012, Tiongkok menduduki peringkat teratas negara tujuan ekspor manggis Indonesia. Mengungguli Hong Kong dan Uni Emirat Arab.

Ketika Tiongkok menghentikan impor, Malaysia justru menjadi negara penyerap terbanyak manggis dari Indonesia. Pada 2014 lalu, negeri jiran itu mengimpor komoditas tersebut dengan nilai hingga USD 2,2 juta. Lalu naik menjadi USD 5,7 juta pada 2015, dan USD 5,36 juta pada tahun selanjutnya. (ant/man2/k15)


BACA JUGA

Sabtu, 22 September 2018 00:08

AH MASAK SIH..?? Pelemahan Rupiah Untungkan Kaltim

SAMARINDA   -  Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) diklaim menguntungkan…

Sabtu, 22 September 2018 00:07

Realisasi Pajak Capai Rp 12,8 T

BALIKPAPAN   -   Direktorat Jenderal Pajak Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimra)…

Sabtu, 22 September 2018 00:06

Tabungan Masih Mendominasi

BALIKPAPAN  -  Membaiknya perekonomian di Kaltim turut mengerek dana pihak ketiga (DPK) di…

Sabtu, 22 September 2018 00:06

Proyek Infrastruktur Dongkrak Kinerja Investasi

SAMARINDA   -  Kinerja pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi Kaltim pada…

Sabtu, 22 September 2018 00:04

Optimistis Capai Target

JAKARTA  –  Pemerintah terus memantapkan program mandatori biodiesel 20 persen (B20)…

Sabtu, 22 September 2018 00:02

Kemenkeu Imbau Perusahaan Gunakan Rupiah

JAKARTA  –  Pemerintah menggunakan serangkaian strategi jitu untuk memperkuat rupiah.…

Sabtu, 22 September 2018 00:00

Perbaiki Data Produksi Beras

0

Jumat, 21 September 2018 23:59

Pengusaha Pemula Harus Jeli

JAKARTA  –  Pengusaha baru di Indonesia terus tumbuh seiring kemudahan akses informasi…

Jumat, 21 September 2018 07:15

Kredit Macet Kaltim Tertinggi di Kalimantan

SAMARINDA - Masyarakat Kaltim dituntut bijak dalam berutang. Saat ini, Bumi Etam menjadi daerah dengan…

Jumat, 21 September 2018 07:13

Pertamina Butuh Investasi USD 56 M

SAMARINDA – PT Pertamina tampaknya harus bekerja ekstra untuk meningkatkan produksi minyak dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .