MANAGED BY:
SENIN
21 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

CELOTEH

Rabu, 10 Januari 2018 10:59
Semakin Ditekan, Emosi Tak Terkendali

Mengenal Bipolar pada Anak

TIDAK STABIL: Emosi anak yang menderita bipolar sering berubah secara tiba-tiba. Sebab itu, orangtua harus lebih bisa menahan diri dalam menghadapi perilaku anak. Jangan menekan anak karena akan memperparah kondisi.

PROKAL.CO, POLA asuh yang buruk dari orangtua bisa mengganggu perilaku anak. Salah satu efek negatifnya adalah membuat anak menderita bipolar atau gangguan mood. Menurut psikolog pendidikan anak Nina Zulita, gangguan tersebut menyebabkan anak mengalami perubahan mood atau suasana hati secara fluktuatif dan dramatis, biasanya terjadi secara tiba-tiba.

“Pola asuh yang buruk itu, misalnya, memberikan kasih sayang yang tidak sesuai kepada anak. Contoh, terlalu berlebihan menyayangi anak atau malah mengabaikan, terlalu keras dalam mendidik juga bisa membuat emosi anak tidak stabil. Faktor-faktor itulah yang bisa menyebabkan buah hati Anda mengalami bipolar,” ujar Nina saat diwawancarai pada Rabu (27/12).

Perempuan berjilbab itu menjelaskan, gangguan bipolar dikenal dengan sebutan manic depressive. Manic berarti fase naik, sedangkan depressive adalah fase turun. Biasanya fase manic ditandai dengan perilaku anak atau individu yang semangat, aktif, dan suasana hatinya bahagia. Namun, pada fase depresif, anak akan tampak murung, lesu, sedih, dan cenderung tidak semangat beraktivitas dalam keseharian.

"Anda bisa mengenali ciri-ciri anak yang mengalami gangguan mood dari sisi perilaku, perasaan, dan pikiran anak. Contohnya, buah hati Anda berbicara terlalu cepat sehingga orang lain tidak memahami perkataannya. Anak mengerjakan sesuatu dengan sembarangan, terkadang aktif, tapi tiba-tiba malas dan tidak bersemangat. Lalu saat bahagia, perasaannya itu akan sangat berlebihan, karena dia merasa memiliki sebuah kekuatan," tutur dia. 

Pada periode manic, lanjut dia, anak bisa memikirkan beragam ide menarik dan kreatif. Namun, pada saat memasuki fase turun atau depresif, dia menjadi tidak peduli dan tidak bisa memikirkan ide kreatif lagi. Selain pola asuh yang buruk, faktor genetik juga menyebabkan anak mengalami gangguan bipolar. Nina membeberkan, sekitar 78 persen anak bipolar berasal dari orangtua yang juga menderita gangguan yang sama.

“Namun, bila gangguan tersebut dialami anak 5 tahun, penyebabnya dapat dilihat dari ikatan emosional antara anak dan orangtua. Bila tidak baik, bisa membuat anak kesulitan menyalurkan semua emosinya dengan tepat, sehingga gangguan bipolar tersebut bisa muncul dengan cepat,” papar perempuan yang berpraktik di Biro Psikolog MatavHati tersebut.

Bila gangguan bipolar tidak diatasi sampai anak masuk usia sekolah, maka tingkat stresnya akan terus meningkat. Sebab, saat usia sekolah, kegiatannya semakin bertambah dan diperlukan perkembangan emosional yang stabil.

"Hal itu akan membuat anak semakin tertekan dengan aktivitas lingkungannya, dia pun berisiko dirundung atau ditindas teman-temannya yang akhirnya semakin memperparah bipolar," ungkap dia.

Nina mengatakan, orangtua harus benar-benar bisa memahami keadaan anak agar dapat memantau perkembangannya. Bila buah hati Anda dicurigai menderita bipolar, maka segeralah meminta bantuan ahli. Periksa kondisi anak kepada dokter spesialis kejiwaan atau psikiater untuk memastikan dan melihat tingkat keparahan gangguan. Dokter akan membantu menentukan obat sesuai dosis yang tepat, agar anak bisa mengendalikan kinerja otaknya.

"Obat-obatan juga membantu mengontrol emosi dan perpindahan periode manic ke depresif, berikan pula terapi emosi kepada anak dengan meminta bantuan psikolog. Tak hanya mengandalkan obat dan terapi, orangtua juga harus mengenali penyebab perubahan suasana hati anak, agar bisa mencegah gangguan bipolar," tegas perempuan berkulit putih tersebut. (*/lia/*/ni/k9)


BACA JUGA

Minggu, 20 Mei 2018 10:24

Bersabar Selama Lima Tahun

PUNYA tubuh ideal dan sehat adalah keinginan Sartika Lonardy sejak remaja. Namun sayang, kebiasaan makan…

Minggu, 20 Mei 2018 10:23

Konsisten Menjalani Hidup Sehat

MENGUBAH kebiasaan hidup memang tak mudah. Banyak rintangan yang harus dihadapi, seperti pengalaman…

Minggu, 20 Mei 2018 10:22

Berprestasi di Kompetisi Lari

BERLARI sejauh 4 kilometer (km) setiap hari untuk mendapatkan bentuk tubuh lebih ideal, membuat Sartika…

Minggu, 20 Mei 2018 06:13

Sajian Lezat ala Q-Resto di Q-Hotel

RAMADAN kali ini ada penawaran spesial dari Q-Resto di Q-Hotel Jalan Yos Sudarso 2/17, Komplek Thomas…

Kamis, 17 Mei 2018 10:55

Semangat Berbisnis demi Meringankan Beban Orangtua

TERLAHIR sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara, tak jadi alasan bagi Nur Fitria Sari untuk bermanja-manja.…

Kamis, 17 Mei 2018 10:55

Sabar Menghadapi Rintangan Usaha dan Klien

SUKA dan duka dalam berbisnis menjadi bumbu yang menambah banyak kesan dan pengalaman. Seperti yang…

Rabu, 16 Mei 2018 21:43

Ini Beberapa Hal yang Membantu Anda Rileks

Jika Anda diliputi kecemasan, sulit tidur karena mengkhawatirkan hari esok dan sering kali sakit kepala,…

Selasa, 15 Mei 2018 11:00

Operasi Blepharoplasty untuk si Sipit

KELOPAK mata yang layu atau menurun karena faktor usia atau gen memang tak bisa dihindari. Hal tersebut…

Selasa, 15 Mei 2018 10:59

Trik Melepas Bulu Mata Palsu Tanpa Merusak

BAGI Anda yang senang menggunakan bulu mata palsu, pemakaiannya yang sekali pakai terkadang tak hanya…

Selasa, 15 Mei 2018 10:58

Dua Cara Mudah Merawat Kuku

KEBERSIHAN dan kesehatan kuku kadang luput diurus. Padahal, kuku yang bersih mencegah Anda terjangkit…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .