MANAGED BY:
MINGGU
18 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

CELOTEH

Rabu, 10 Januari 2018 10:59
Semakin Ditekan, Emosi Tak Terkendali

Mengenal Bipolar pada Anak

TIDAK STABIL: Emosi anak yang menderita bipolar sering berubah secara tiba-tiba. Sebab itu, orangtua harus lebih bisa menahan diri dalam menghadapi perilaku anak. Jangan menekan anak karena akan memperparah kondisi.

PROKAL.CO, POLA asuh yang buruk dari orangtua bisa mengganggu perilaku anak. Salah satu efek negatifnya adalah membuat anak menderita bipolar atau gangguan mood. Menurut psikolog pendidikan anak Nina Zulita, gangguan tersebut menyebabkan anak mengalami perubahan mood atau suasana hati secara fluktuatif dan dramatis, biasanya terjadi secara tiba-tiba.

“Pola asuh yang buruk itu, misalnya, memberikan kasih sayang yang tidak sesuai kepada anak. Contoh, terlalu berlebihan menyayangi anak atau malah mengabaikan, terlalu keras dalam mendidik juga bisa membuat emosi anak tidak stabil. Faktor-faktor itulah yang bisa menyebabkan buah hati Anda mengalami bipolar,” ujar Nina saat diwawancarai pada Rabu (27/12).

Perempuan berjilbab itu menjelaskan, gangguan bipolar dikenal dengan sebutan manic depressive. Manic berarti fase naik, sedangkan depressive adalah fase turun. Biasanya fase manic ditandai dengan perilaku anak atau individu yang semangat, aktif, dan suasana hatinya bahagia. Namun, pada fase depresif, anak akan tampak murung, lesu, sedih, dan cenderung tidak semangat beraktivitas dalam keseharian.

"Anda bisa mengenali ciri-ciri anak yang mengalami gangguan mood dari sisi perilaku, perasaan, dan pikiran anak. Contohnya, buah hati Anda berbicara terlalu cepat sehingga orang lain tidak memahami perkataannya. Anak mengerjakan sesuatu dengan sembarangan, terkadang aktif, tapi tiba-tiba malas dan tidak bersemangat. Lalu saat bahagia, perasaannya itu akan sangat berlebihan, karena dia merasa memiliki sebuah kekuatan," tutur dia. 

Pada periode manic, lanjut dia, anak bisa memikirkan beragam ide menarik dan kreatif. Namun, pada saat memasuki fase turun atau depresif, dia menjadi tidak peduli dan tidak bisa memikirkan ide kreatif lagi. Selain pola asuh yang buruk, faktor genetik juga menyebabkan anak mengalami gangguan bipolar. Nina membeberkan, sekitar 78 persen anak bipolar berasal dari orangtua yang juga menderita gangguan yang sama.

“Namun, bila gangguan tersebut dialami anak 5 tahun, penyebabnya dapat dilihat dari ikatan emosional antara anak dan orangtua. Bila tidak baik, bisa membuat anak kesulitan menyalurkan semua emosinya dengan tepat, sehingga gangguan bipolar tersebut bisa muncul dengan cepat,” papar perempuan yang berpraktik di Biro Psikolog MatavHati tersebut.

Bila gangguan bipolar tidak diatasi sampai anak masuk usia sekolah, maka tingkat stresnya akan terus meningkat. Sebab, saat usia sekolah, kegiatannya semakin bertambah dan diperlukan perkembangan emosional yang stabil.

"Hal itu akan membuat anak semakin tertekan dengan aktivitas lingkungannya, dia pun berisiko dirundung atau ditindas teman-temannya yang akhirnya semakin memperparah bipolar," ungkap dia.

Nina mengatakan, orangtua harus benar-benar bisa memahami keadaan anak agar dapat memantau perkembangannya. Bila buah hati Anda dicurigai menderita bipolar, maka segeralah meminta bantuan ahli. Periksa kondisi anak kepada dokter spesialis kejiwaan atau psikiater untuk memastikan dan melihat tingkat keparahan gangguan. Dokter akan membantu menentukan obat sesuai dosis yang tepat, agar anak bisa mengendalikan kinerja otaknya.

"Obat-obatan juga membantu mengontrol emosi dan perpindahan periode manic ke depresif, berikan pula terapi emosi kepada anak dengan meminta bantuan psikolog. Tak hanya mengandalkan obat dan terapi, orangtua juga harus mengenali penyebab perubahan suasana hati anak, agar bisa mencegah gangguan bipolar," tegas perempuan berkulit putih tersebut. (*/lia/*/ni/k9)


BACA JUGA

Sabtu, 17 Februari 2018 12:23

Tepat Mengatur Waktu Olahraga

MENDAPATKAN tubuh yang sehat dan bugar, Anda dianjurkan untuk rajin berolahraga. Namun, porsinya harus…

Sabtu, 17 Februari 2018 12:22

Mountain Climbing Bentuk Kekuatan Tubuh

MENDAKI gunung salah satu olahraga yang dilakukan di luar ruangan. Yaitu, berjalan menaiki perbukitan…

Jumat, 16 Februari 2018 12:56

Preeklamsia, Pertumbuhan Janin Terhambat

MENJALANI kehamilan yang sehat memang tak mudah. Banyak hal yang perlu Anda perhatikan. Di antaranya,…

Jumat, 16 Februari 2018 12:55

Olahraga Ringan Cegah Keram Hamil

KONDISI fisik yang berubah saat hamil, disertai keluhan-keluhan berupa keram dan sulit bergerak, merupakan…

Kamis, 15 Februari 2018 10:21

Terus Menggali Ilmu, Tertantang Meraih Prestasi

USIANYA memang tak lagi muda, tapi keinginan untuk terus meraih prestasi tetap berapi-api. Rachmawati…

Kamis, 15 Februari 2018 10:20

Ciptakan Trik Menarik untuk Menumbuhkan Minat Baca Anak

PROFESI pustakawan sudah dilakoni Rachmawati sejak 2009. Sebagai kepala perpustakaan di SD Islam Bunga…

Rabu, 14 Februari 2018 11:02

Suara Merdu Pembawa Prestasi

SOUNDTRACKlagu film kartun Mulan dinyanyikan Athaya Mulya Ivanna dengan perlahan. Suaranya lembut dan…

Rabu, 14 Februari 2018 11:00

Atur Jadwal Latihan dan Belajar

WALAUPUN sering mengikuti dan memenangkan berbagai perlombaan, tetapi Athaya Mulya Ivanna tidak melupakan…

Selasa, 13 Februari 2018 11:32

Lip Butter dan Gula Melembapkan Bibir

BEPERGIAN atau beraktivitas di luar rumah tanpa menggunakan lipstik, kadang membuat wajah tampak pucat…

Selasa, 13 Februari 2018 11:31

Tampil Glamor, Bebas Norak

MERIAS wajah dengan tampilan yang simpel tapi tetap glamor, bisa Anda coba. Ada beberapa tips agar riasannya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .