MANAGED BY:
MINGGU
18 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Selasa, 09 Januari 2018 08:49
Peduli Lingkungan dan Antikorupsi

Gubernur Pilihan Akademisi, Aktivis, dan Jurnalis

-

PROKAL.CO, Komposisi empat pasang calon gubernur dan wakil hampir bisa dipastikan. Publik punya harapan dengan sosok pemimpin Kaltim berikutnya.

PESTA demokrasi yang berlangsung Juni 2018 menyuguhkan asa bagi rakyat Kaltim. Semua orang punya sosok dambaan dan kriteria yang melekat kepadanya. Kaltim Post mewawancarai para akademisi, aktivis, dan jurnalis untuk mengetahui sosok gubernur idaman mereka.

Dinamisator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim Pradarma Rupang punya kriteria pemimpin ideal. Bagi dia, gubernur nanti mesti berkomitmen dengan ruang hidup masyarakat. Harus pula bebas dari dosa masa lalu seperti pemberian izin sumber daya alam yang kelewatan. 

Rupang mengungkapkan, selama ini, pola pikir pemimpin masih berkutat dengan jual-beli tanah. Masyarakat akhirnya terpinggirkan karena ruang hidup terimpit perizinan.  Berbicara ruang hidup, menurut dia, harus menyinggung jejak sejarah, nilai budaya, dan keselamatan warga. Ruang hidup di Samarinda bisa menjadi contoh. Hampir 71 persen wilayah kota berupa izin tambang batu bara.

Sayangnya, hampir semua kandidat tak lepas dari dosa masa lalu. Rupang mencatat, seorang kandidat yang pernah menjadi bupati banyak menerbitkan izin tambang batu bara maupun perkebunan sawit.

Kandidat yang lain, yang sebelumnya penegak hukum, dianggap gagal. Tak ada perkembangan berarti untuk penegakan hukum mengenai kasus anak-anak yang meninggal di lubang tambang. “Dari 28 kasus, hanya satu yang disidangkan,” terangnya.

Dalam catatan Jatam, beberapa nama tak memiliki kaitan dengan dosa masa lalu. Mereka adalah Hadi Mulyadi dan Rusmadi Wongso.

Ketua Harian Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Samarinda Adji Suwignyo juga punya harapan. Gubernur yang baru, kata dia, harus mengerti prioritas pembangunan. “Diawali pembangunan sumber daya manusia sejak anak,” terangnya.

Gubernur harus membangun dan melindungi generasi muda. Baik anak berprestasi hingga yang bermasalah sosial maupun hukum. Menurut Adji, indikator kesuksesan daerah adalah anak-anak yang sejahtera. Pendidikan juga harus merata. Gubernur mendatang turut diharapkan menjadi koordinator aktivis perempuan dan anak agar penyelesaian masalah bisa terukur.

Sosok mana yang memenuhi kriteria tersebut? “Semua masih dalam misi politik. Belum mengarah pembangunan SDM Kaltim,” jawabnya.

Direktur Kelompok Kerja (Pokja) 30 Samarinda Carolus Tuah memberi pandangan tentang sosok gubernur harapan. Dia memberi kata kunci antikorupsi. “Bisa ditarik ke belakang, visi yang selama ini digembar-gemborkan pemimpin, tidak bekerja,” ujarnya.

Komitmen menolak praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, adalah dasar kuat. Sikap tersebut memberi jaminan kepada pemimpin untuk tidak merusak lingkungan. “Termasuk tak menyalahgunakan kekuasaan,” ujarnya.

Dari beberapa bakal calon yang sudah mendapat tiket dalam Pilgub Kaltim 2018, Tuah menilai belum ada wajah baru yang membawa terobosan. Tuah menyinggung kandidat yang baru mencalonkan diri tetapi sudah mengundang kontroversi. Dugaan kriminalisasi lawan politik yang heboh beberapa waktu lalu dapat menjadi amsal.

Bakal cagub lain, kata Tuah, sudah 20 tahun menjadi wawali dan wali kota. Satu persoalan yang sangat penting, yakni banjir, belum juga berakhir. “Warga mana yang happy dengan banjir?” Tuah mengatakan, rekam jejak kandidat yang lain juga memprihatinkan. Seorang mantan bupati tercatat tak menyelesaikan masa jabatan.

“Menyelesaikan sumpah sebagai bupati saja tidak bisa, bagaimana bila menjadi gubernur?”

PANDANGAN JURNALIS

Pilgub Kaltim memberi asa bagi masyarakat menemukan sosok yang membawa Benua Etam ke jalan terbaik. Para juru warta yang selama ini setia menyajikan informasi juga punya dambaan.

“Perlu figur yang sehat. Bukan secara harfiah tapi sehat terhadap kritikan yang mengemuka. Tak panas kuping hanya karena kritik,” terang ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim, Endro S Effendi, Sabtu (6/1).

Mampu menyiangi cercaan masyarakat dengan sehat, kata Endro, menunjukkan kelas pemimpin Kaltim yang sesungguhnya. Gubernur mendatang disebut perlu mendengar tanpa melalui kanal berbelit. Tak lupa, mudah berkomunikasi dengan siapa pun tanpa sekat.

Harapan pewarta terhadap gubernur berikutnya ialah sosok yang mengusung makna “Kaltim Hijau” secara menyeluruh. Kaltim Hijau tidak bisa sekadar lisan dan minim aksi. Jangan pula, lanjut dia, menggantungkan fiskal daerah kepada sumber daya alam yang hanya mengirim bencana ke masa depan.

“Harus pro lingkungan di mulut dan tindakan,” tutur Asho Marmin, anggota Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kaltim.

Novi Abdi, ketua Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Balikpapan, juga punya bayangan terhadap gubernur selanjutnya. Sosok yang menunjukkan kesederhanaan untuk menggambarkan kultur beragam di Kaltim dianggap tepat. “Figur seperti Presiden Joko Widodo, sangat elok untuk Kaltim,” terangnya. Jokowi dikenal suka blusukan dan tak canggung bertemu siapa pun.

PANDANGAN AKADEMISI

Budiman, pengamat politik dari Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda, ingin memiliki gubernur yang berkomitmen. “Saya melihat, akhir-akhir ini pertarungan kepala daerah cenderung menjadi kepentingan menuju pusat,” ucapnya.

Pandangannya berdasar fenomena penunjukan bakal calon pada last minute. Kepentingan pusat, kata dia, begitu tampak. Budiman menekankan, gubernur ideal berangkat dari kepedulian terhadap pendapatan, pendidikan, dan kesehatan. Itulah hal mendasar pembangunan kesejahteraan rakyat.

Untuk mendukung ketiganya, dibutuhkan pembangunan infrastruktur merata, bukan menciptakan ketimpangan. Selama ini, kota selalu menjadi perhatian sedangkan desa-desa terlupakan.

“Kontestasi pilgub seharusnya diikuti mereka yang punya prestasi. Bukan hanya tersiar di berbagai media, tapi yang terlihat di lapangan dan dirasakan,” terang dosen pengampu mata kuliah demokrasi lokal, FISIP Unmul, tersebut.

Logika sederhana organisasi di tingkat universitas hampir serupa dengan pertarungan politik merebut kursi nomor satu provinsi. Terang Budiman, para ketua tingkat terbaik layak mendapat posisi sebagai ketua himpunan jurusan. Begitu seterusnya ketika ketua badan eksekutif mahasiswa tingkat fakultas pantas diketuai oleh ketua himpunan yang mumpuni. Terus begitu sampai kursi BEM universitas.

Dosen FISIP yang lain, Lutfi Wahyudi, menginginkan gubernur yang merasa “cukup”. Dengan begitu, gubernur fokus melayani masyarakat. "Bukan gubernur yang disibukkan dengan pertanyaan apa yang akan didapat setelah menjabat?”

Gubernur ideal di mata pengamat politik tersebut yakni yang mampu melihat hal yang kontekstual. Kaltim memerlukan sosok yang tidak sekadar tahu, tapi juga mau berbuat dan berani. Dari rekam jejak para kandidat secara formal, Lutfi menilai semua layak dan berpengalaman. “Namun, rekam jejak loyalitas dan kapasitas kandidat sebagai gubernur masih kurang,” terang dosen sistem kepartaian dan pemilu Indonesia tersebut.

Sonny Sudiar, juga pengamat politik dari Unmul, mengatakan, syarat ideal pemimpin ada lima. Dimulai kemauan, kemampuan, pengetahuan, dukungan dan pengalaman, serta momentum. (*/fch/*/ryu/*/rdm/bby/fel/k8)


BACA JUGA

Rabu, 14 Februari 2018 09:18

Program Bagus, Eksekusi Tak Mulus

TARGET dua juta sapi sulit tercapai hingga ujung periode kedua Gubernur Awang Faroek Ishak. Program…

Senin, 12 Februari 2018 09:00

Selamatkan Ratusan Ribu Suara, Bergantung Kerja Keras KPU

ANCAMAN tenggelamnya ratusan ribu suara warga Kaltim yang berdomisili di luar daerah bakal jadi nyata.…

Sabtu, 10 Februari 2018 09:30

Banyak Mimpi Belum Terealisasi

Hari ini, 121 tahun lalu Balikpapan dilahirkan. Masih banyak pekerjaan rumah yang belum dituntaskan.…

Sabtu, 10 Februari 2018 09:17

Gedung DPRD Batal, Fokus Penanganan Banjir

DPRD Balikpapan enggan pesimistis. Asa membangun Kota Minyak masih terbuka lebar. Meski dibayangi berbagai…

Jumat, 09 Februari 2018 09:24

Pesut Tak Tersenyum Lagi

Populasi pesut di Sungai Mahakam terus menyusut. Habitat dan nyawa The Smiling Dolphin terancam bahaya…

Jumat, 09 Februari 2018 09:20

Diteror Ponton Batu Bara

SELAMA 20 tahun belakangan, populasi pesut terkonsentrasi di perairan Muara Kaman, Kutai Kartanegara.…

Jumat, 09 Februari 2018 09:08

Elegi Pesut

OLEH: RADEN RORO MIRA BUDIASIH DILIHAT dari Jalan Gajah Mada, depan Kegubernuran Kaltim di Samarinda,…

Rabu, 07 Februari 2018 09:36

Perut Mengandung, Badan Terkurung

Perempuan-perempuan ini mengandung, melahirkan, dan menyusui di dalam tahanan. Perjuangan berat merawat…

Rabu, 07 Februari 2018 09:34

Bersalin dengan Biaya Sendiri

PEREMPUAN yang melahirkan ketika menjalani hukuman diizinkan untuk merawat bayi hingga berumur 2 tahun.…

Rabu, 07 Februari 2018 09:22

Bukan Tempat Menyambut Bayi

NEGARA memperbolehkan anak narapidana mengikuti ibunya di lembaga permasyarakatan hingga berusia dua…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .