MANAGED BY:
MINGGU
21 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Senin, 08 Januari 2018 08:56
PDIP Usung Safaruddin, Kejutan Jaang-Ferdian
-Ilustrasi.

PROKAL.CO, PENDAFTARAN calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) Kaltim ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) dibuka hari ini (8/1). Namun, hingga tadi malam, baru dua pasangan yang jumlah dukungan kursi DPRD Kaltim telah memenuhi syarat.

Mereka adalah pasangan Cagub Syaharie Jaang dan Cawagub Awang Ferdian Hidayat. Keduanya diusung oleh Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan 12 kursi.

Kemudian, pasangan Isran Noor dan Hadi Mulyadi yang memang sudah resmi mendeklarasikan diri maju pilgub sejak sepekan lalu. Keduanya diusung Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Amanat Nasional (PAN) dengan 14 kursi.

Sementara itu, Kapolda Kaltim Irjen Safaruddin disebut telah mendapat rekomendasi dari PDI Perjuangan sebagai cagub. Namun, hingga tadi malam, dia belum memiliki wakil dan masih perlu berkoalisi dengan partai lain untuk menambah jumlah kekurangan kursi DPRD Kaltim. Sebab, PDI Perjuangan hanya memiliki 10 kursi.

Adapun, Partai Golkar yang memiliki 13 kursi DPRD Kaltim sampai tadi malam juga belum mengumumkan jagoan mereka untuk bertarung di Pilgub Kaltim. Namun, ada tiga nama yang santer bakal mendapat rekomendasi. Yakni Plt Ketua DPD Partai Golkar Kaltim Sofyan Hasdam, Ketua Harian DPD Golkar Kaltim Makmur HAPK, dan anggota DPR RI Hetifah Sjaifudian.

Sedangkan Hanura yang memiliki empat kursi DPRD Kaltim belum memutuskan nama cagub dan cawagub yang akan diusung. Tadi malam Hanura dikabarkan menggelar pertemuan dengan PDI Perjuangan. Ditengarai kedua partai ingin membangun koalisi.

Dikonfirmasi Kaltim Post, Ketua DPD Hanura Kaltim Herwan Susanto mengatakan, sikap partainya sampai saat ini belum diputuskan. Pembahasan masih terus dilakukan oleh petinggi partai. “Saya juga masih menunggu keputusan. Belum ada sampai sekarang, elite lah yang bahas,” jawab Herwan tadi malam.

Khusus pasangan Syaharie Jaang dan Awang Ferdian menjadi kejutan. Mengingat sejak awal, Syaharie Jaang hanya dikaitkan akan berpasangan dengan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi atau Safaruddin. Namun belakangan, Jaang lebih memilih Rizal sebagai wakilnya untuk di Pilgub Kaltim. 

Dalam konferensi pers di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, kemarin (7/1), Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, dari 17 pasangan yang diusung di pilkada serentak 2018, 14 di antaranya adalah kader partai. Salah satunya, Syaharie Jaang yang juga ketua DPD Demokrat Kaltim.

SBY mengatakan, ada empat faktor untuk mengusung pasangan cagub dan cawagub. Perinciannya adalah integritas, kapasitas, elektabilitas, dan masalah koalisi. “Masalah koalisi ini yang sangat dinamis. Ada yang sudah setuju, tapi jelang hari H pindah ke lain,” ucap SBY.

Seperti yang terjadi pada Syaharie Jaang. Awalnya dia disebut-sebut berpasangan dengan Rizal Effendi. Namun, ternyata dalam konferensi pers kemarin, Jaang justru berpasangan dengan Awang Ferdian.

Tampaknya, penentuan cawagub dan partai koalisi Demokrat ditentukan pada waktu akhir. Pasalnya, power point dalam pemaparan SBY, umumnya cagub dan cawagub yang diusung ditampilkan nama, foto, latar belakang orang, dan partai koalisinya. Namun, pada slide Kaltim, hanya terpampang foto Syaharie Jaang tanpa cawagub maupun partai koalisinya.

Nah, tak seperti PDIP yang mengundang pasangan calon ke Jakarta untuk turut konferensi pers, Partai Demokrat tidak mengundang para pasangan. SBY beralasan, politik itu dinamis sehingga pihaknya baru memberikan endorsement dan dukungan resmi ketika pasangan sudah mendaftar ke KPU dan menjadi cagub-cawagub definitif.

LANGKAH CEPAT FERDIAN

Kejutan paling besar dalam proses politik sepanjang Ahad (7/1) adalah langkah Awang Ferdian Hidayat. Pada pukul 00.00 Wita, beredar kabar bahwa Ferdian ditetapkan PDI Perjuangan untuk maju sebagai calon gubernur. Koalisi bersama Partai NasDem membawa nama Nusyirwan Ismail sebagai pendamping.

Hanya hitungan jam, hal itu berubah. Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menugaskan mantan Kapolda Kaltim Safaruddin dalam perhelatan pilkada. Minggu pagi, Safaruddin dipersilakan mencari koalisi sekaligus pendamping.

Sumber Kaltim Post menyebutkan, sempat terjadi perdebatan di tubuh PDIP karena Ferdian urung didukung. Namun, langkah cepat diambil putra sulung Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak tersebut. Dia “menyeberang” ke kubu Partai Demokrat.

Dikonfirmasi hal tersebut, Faroek mengakui situasi politik berubah sangat cepat. Detik per detik, keputusan bisa berubah. “Saya hanya memantau dari Samarinda. Apapun keputusan partai, saya terima,” jelasnya kepada Kaltim Post, tadi malam.

Mengenai Ferdian yang berpasangan dengan Jaang, Faroek mengatakan telah merestuinya. “Menurut saya, keduanya punya kemampuan yang tidak diragukan. Sangat cocok untuk meneruskan kepemimpinan di Kaltim,” terangnya. “Semoga Kaltim mendapat pemimpin yang terbaik,” lanjut mantan bupati Kutai Timur itu.

USUNG SAFARUDDIN

Sementara 10 kursi yang dimiliki PDI Perjuangan di DPRD Kaltim membuat partai berlambang banteng moncong putih itu tak bebas menentukan pilihan. Walau dipastikan Kapolda Kaltim Irjen Safaruddin bakal diusung sebagai cagub, namun posisi cawagub hingga tadi malam masih belum didapat. “Saya kasih penugasan dulu (kepada tim penjaringan kepala daerah) untuk mencari cawagub bagi Pak Safaruddin,” ucap Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Putri mantan Presiden RI Soekarno itu juga memastikan bahwa seluruh kepala daerah yang diusungnya harus berperan sebagai petugas partai. Artinya, mereka harus taat pada AD/ART PDIP. “Kalau sudah jadi anggota partai siapa pun harus turut aturan partai,” sambungnya.

Safaruddin yang ditemui selepas deklarasi mengaku bersama pimpinan DPP PDI Perjuangan masih mencari sosok yang cocok yang akan didampingkan dengannya. “Pastinya kami harus koalisi sebab hanya punya 10 kursi,” sebut perwira tinggi polisi yang akan memasuki masa pensiun bulan depan itu.

Dia mengaku, seiring dengan terbitnya SK mutasi dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dia akan resmi menyerahkan jabatan Kapolda Kaltim kepada Brigjen Priyo Widyanto pada Kamis (11/1).

DAFTAR HARI INI

Sekretaris DPD Gerindra Kaltim Sutrisno Toha menegaskan, pihaknya sudah sangat siap memenangkan pasangan Isran Noor dan Hadi Mulyadi di Pilgub Kaltim 2018. Partai Gerindra yang memiliki 1.930 ranting sudah siap bergerak. Tinggal menunggu perintah dan arahan dari pimpinan.

“Tidak ada perpecahan setelah Pak Yusran Aspar mundur (dari ketua Gerindra Kaltim). Kami sudah bertekad memenangkan Isran-Hadi sesuai arahan Pak Prabowo Subianto (ketua umum Gerindra),” tegasnya. (*/him/*/nyc/fel/pra/rom/k8)


BACA JUGA

Rabu, 17 Januari 2018 09:07
Nasib Jalan Tol ketika Bandara Samarinda Beroperasi

Sepi Sesaat, Kendaraan Tumbuh Pesat

KEKHAWATIRAN terhadap fungsi jalan tol ketika Bandara APT Pranoto di Samarinda beroperasi sempat mencuat.…

Rabu, 17 Januari 2018 08:58

BSB dan Sepinggan Sama-Sama Untung

CATATAN : FARID NURRAHMAN ST MSC(Dosen Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi…

Selasa, 16 Januari 2018 08:51

Burung Besi Berdenging Lagi

KALTIM punya pesawat pribadi yang dikelola Perusda Melati Bhakti Satya (MBS). Kapal terbang Gippsland…

Selasa, 16 Januari 2018 08:49

Nasib Miris Pesawat Perintis

TUJUH tahun selepas dugaan rasuah memudar, empat pesawat Gippsland GA8 Airvan disimpan di hanggar Bandara…

Selasa, 16 Januari 2018 08:46

"Terlalu Sensitif Diungkapkan"

PEMUCUK pimpinan Perusda Melati Bhakti Satya (MBS) berganti dari Sabri Ramdhani kepada Agus Dwitarto…

Senin, 15 Januari 2018 08:58

Dianggap Berbeda, Setahun Tak ke Kantin

MELIHAT namanya masuk daftar mahasiswa yang lulus, Nur Intan Savitri meluapkan kebahagiaan dengan hati…

Senin, 15 Januari 2018 08:53

Rp 62,4 Miliar dari Kaltim Cemerlang

BEASISWA penuh bagi seluruh mahasiswa Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Kaltim adalah tawaran…

Senin, 15 Januari 2018 08:52

Terobos Ruang Gubernur untuk Lapor Kekurangan

PERPINDAHAN aktivitaskuliah ISBI Kaltim dari Jogjakarta ke Tenggarong menjadi awal lahirnya kesukaran.…

Senin, 15 Januari 2018 08:46

Quo Vadis Seni Budaya Kaltim

Oleh: Syamsul Rijal(Dosen Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman, Samarinda) SELAIN minyak dan…

Senin, 15 Januari 2018 08:43

"Jangan Sampai Ahli Budaya Merasa Miskin"

MEMASUKI tahun keenam, ISBI Kaltim masih jauh dari sebutan perguruan tinggi. Padahal, saat didirikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .