MANAGED BY:
RABU
20 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 08 Januari 2018 07:21
Okupansi Sulit Capai Titik Ideal

Pasar Utama Lesu, Hotel Mesti Cari Peluang Baru

PROKAL.CO, SAMARINDA - Sampai mendekati pengujung 2017, tingkat hunian hotel berbintang di Kaltim belum juga menggembirakan. Meski terjadi kenaikan, rasio okupansi kamar dinilai belum mencapai titik ideal. Tanpa peluang baru, kondisi itu dikhawatirkan kembali terjadi tahun ini.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, November lalu, okupansi hotel berbintang memang 3,49 poin dibanding bulan sebelumnya. Yakni di posisi 53,19 persen. Sementara sepanjang tahun ini, tingkat keterisian kamar tak pernah mencapai 60 persen, yang disebut sebagai titik ideal bagi bisnis hospitality ini. (selengkpanya lihat infografis)

Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kaltim, HM Zulkifli mengatakan, peningkatan okupansi pada akhir tahun merupakan tren wajar. Bahkan, pada laporan Desember 2017 yang akan dirilis nanti, dia meyakini tingkat keterisian kamar mengalami kenaikan.

Namun, dia menjelaskan, okupansi hotel idealnya adalah 60 persen dari total kamar. Jika di bawah itu, tanpa dukungan pendapatan dari produk selain kamar, Zulkifli menyebut, mustahil menutupi biaya operasional.

“Okupansi rata-rata 53,19 persen dari total kamar, itu sudah baik, jika melihat kondisi saat ini. Tapi kalau cuma mengandalkan kamar, itu masih sulit menutupi biaya operasional,” katanya kepada Kaltim Post, Minggu (7/1).

Berdasarkan catatan asosiasi, tingkat hunian hotel sudah lama berada di bawah level ideal. Salah satu penyebabnya, kata dia, adalah pembatasan kegiatan pemerintahan di hotel, sejak dua tahun terakhir. Di sisi lain, segmen corporate yang menjadi penyumbang tamu terbesar, juga mengurangi permintaan.

“Itu baru bicara hotel berbintang. Sedangkan hotel nonbintang, okupansinya bisa di sampai hanya 10 persen,” ungkapnya.

Zulkifli menjelaskan, kondisi di Samarinda dan Balikpapan yang menjadi pasar terbesar, bisa menjadi contoh. Kedua kota tersebut, kata dia, belum dapat disebut sebagai destinasi wisata. Tak heran, di Kota Minyak dan Kota Tepian, hotel sangat berharap pasar dari korporasi dan pemerintahan.

Sepanjang 2017 lalu, Zulkifli menyebut, bisnis perhotelan belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan signifikan. Tren peningkatan tipis yang terjadi dari bulan ke bulan, disebutnya masih bagian dari fluktuasi, yang secara umum menggambarkan kondisi stagnan.

“Apalagi, hotel juga menumpuk di kawasan pusat perkotaan. Termasuk hotel-hotel baru. Ini berpotensi memunculkan perang harga. Tidak seimbangnya tingkat hunian dan pembangunan hotel juga menjadi penyebab,” terangnya.

Zulkifli memprediksi, tahun ini, bisnis perhotelan belum bisa beranjak signifikan. Selama belum ada potensi pasar baru, menurutnya sulit mendongkrak sektor ini.

“Prediksi tersebut berkaca pada masih adanya rencana pembangunan hotel baru di tengah kota. Penambahan dari sisi supply ini bisa jadi penghambat pertumbuhan pasar,” tutupnya. (*/ctr/man/k18)


BACA JUGA

Rabu, 20 Juni 2018 06:32

Tarif Rental Mobil Melambung

TEGAL – Meski Lebaran sudah lima hari berlalu, namun tarif rental mobil masih cukup tinggi. Kenaikan…

Rabu, 20 Juni 2018 06:32

Lima Bulan, 4.343 Izin Usaha Masuk

MANADO — Iklim investasi di Manado menjanjikan. Buktinya, periode Januari hingga Mei tahun ini,…

Rabu, 20 Juni 2018 06:31

Pacu Inflasi Tinggi

MANADO — Omzet sejumlah ritel meningkat saat momen Lebaran. Bahkan, sejak tiga hari sebelum perayaan…

Rabu, 20 Juni 2018 06:30

Minta Kelonggaran Aturan KPR

SURABAYA – Pengembang properti meminta kelonggaran regulasi kredit pemilikan rumah (KPR). Itu…

Selasa, 19 Juni 2018 06:10

RI Ambil Peluang dari Perang Dagang Tiongkok–AS

JAKARTA – Perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok bakal membuat perekonomian global…

Selasa, 19 Juni 2018 06:09

Pasokan BBM Aman

JAKARTA – Perayaan Idulfitri tahun ini ikut mendongkrak penyaluran BBM jenis gasoline sebesar…

Selasa, 19 Juni 2018 06:07

DPR Siap Dukung BI Naikkan Suku Bunga

JAKARTA - Ketua DPR Bambang Soesatyo menyatakan siap mendukung kebijakan Bank Indonesia (BI) bila nantinya…

Selasa, 19 Juni 2018 06:05

Dilarang Berpuas Diri

JAKARTA – Direktur Jenderal Perhubungan Udara Agus Santoso menilai pencabutan larangan terbang…

Selasa, 19 Juni 2018 06:03

Jepang Ikut Terdampak

JAKARTA – Perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat berimbas kepada Jepang. Tercatat,…

Selasa, 19 Juni 2018 06:02

Makna Idulfitri di Mata Bos KSEI

JAKARTA - Seluruh umat muslim di dunia merayakan Hari Raya Idulfitri dengan saling bersilaturahmi bersama…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .