MANAGED BY:
RABU
17 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 08 Januari 2018 07:21
Okupansi Sulit Capai Titik Ideal

Pasar Utama Lesu, Hotel Mesti Cari Peluang Baru

PROKAL.CO, SAMARINDA - Sampai mendekati pengujung 2017, tingkat hunian hotel berbintang di Kaltim belum juga menggembirakan. Meski terjadi kenaikan, rasio okupansi kamar dinilai belum mencapai titik ideal. Tanpa peluang baru, kondisi itu dikhawatirkan kembali terjadi tahun ini.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, November lalu, okupansi hotel berbintang memang 3,49 poin dibanding bulan sebelumnya. Yakni di posisi 53,19 persen. Sementara sepanjang tahun ini, tingkat keterisian kamar tak pernah mencapai 60 persen, yang disebut sebagai titik ideal bagi bisnis hospitality ini. (selengkpanya lihat infografis)

Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kaltim, HM Zulkifli mengatakan, peningkatan okupansi pada akhir tahun merupakan tren wajar. Bahkan, pada laporan Desember 2017 yang akan dirilis nanti, dia meyakini tingkat keterisian kamar mengalami kenaikan.

Namun, dia menjelaskan, okupansi hotel idealnya adalah 60 persen dari total kamar. Jika di bawah itu, tanpa dukungan pendapatan dari produk selain kamar, Zulkifli menyebut, mustahil menutupi biaya operasional.

“Okupansi rata-rata 53,19 persen dari total kamar, itu sudah baik, jika melihat kondisi saat ini. Tapi kalau cuma mengandalkan kamar, itu masih sulit menutupi biaya operasional,” katanya kepada Kaltim Post, Minggu (7/1).

Berdasarkan catatan asosiasi, tingkat hunian hotel sudah lama berada di bawah level ideal. Salah satu penyebabnya, kata dia, adalah pembatasan kegiatan pemerintahan di hotel, sejak dua tahun terakhir. Di sisi lain, segmen corporate yang menjadi penyumbang tamu terbesar, juga mengurangi permintaan.

“Itu baru bicara hotel berbintang. Sedangkan hotel nonbintang, okupansinya bisa di sampai hanya 10 persen,” ungkapnya.

Zulkifli menjelaskan, kondisi di Samarinda dan Balikpapan yang menjadi pasar terbesar, bisa menjadi contoh. Kedua kota tersebut, kata dia, belum dapat disebut sebagai destinasi wisata. Tak heran, di Kota Minyak dan Kota Tepian, hotel sangat berharap pasar dari korporasi dan pemerintahan.

Sepanjang 2017 lalu, Zulkifli menyebut, bisnis perhotelan belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan signifikan. Tren peningkatan tipis yang terjadi dari bulan ke bulan, disebutnya masih bagian dari fluktuasi, yang secara umum menggambarkan kondisi stagnan.

“Apalagi, hotel juga menumpuk di kawasan pusat perkotaan. Termasuk hotel-hotel baru. Ini berpotensi memunculkan perang harga. Tidak seimbangnya tingkat hunian dan pembangunan hotel juga menjadi penyebab,” terangnya.

Zulkifli memprediksi, tahun ini, bisnis perhotelan belum bisa beranjak signifikan. Selama belum ada potensi pasar baru, menurutnya sulit mendongkrak sektor ini.

“Prediksi tersebut berkaca pada masih adanya rencana pembangunan hotel baru di tengah kota. Penambahan dari sisi supply ini bisa jadi penghambat pertumbuhan pasar,” tutupnya. (*/ctr/man/k18)


BACA JUGA

Selasa, 16 Oktober 2018 06:44

Triton Masih Jadi Unggulan

BALIKPAPAN - Membaiknya kinerja pertambangan batu bara di Bumi Etam turut mengerek penjualan Mitsubishi.…

Selasa, 16 Oktober 2018 06:42

Minyak Mentah Turun Bisa Jadi Penolong Rupiah

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) masih sulit meninggalkan level 15.000.…

Selasa, 16 Oktober 2018 06:32

Pacu Pembangunan Pembangkit Listrik Energi Terbarukan

JAKARTA - Indonesia memerhatikan laporan terbaru panel antar pemerintah tentang perubahan iklim …

Senin, 15 Oktober 2018 06:36

BI Sebut Kebutuhan Dolar Masih Besar

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memproyeksi kebutuhan valuta asing dalam bentuk dolar Amerika Serikat…

Senin, 15 Oktober 2018 06:29

Kerek Okupansi Hotel

BALI – Gelaran pertemuan tahunan bertajuk Annual Meetings International Monetary Fund World Bang…

Senin, 15 Oktober 2018 06:28

Jaga Daya Beli, Jokowi Pastikan Premium Tidak Naik

JAKARTA - Pekan lalu publik sempat dihebohkan dengan pengumuman kenaikan bahan bakar minyak (BBM) jenis…

Minggu, 14 Oktober 2018 06:53

Puaskan Dulu Karyawan, lalu Pelanggan

ASET terpenting dalam usaha adalah karyawan. Sebab, sekuat apapun tenaga pemilik, pasti tetap membutuhkan…

Sabtu, 13 Oktober 2018 00:08

Groceries Penopang Revenue Hypermart

BALIKPAPAN  -  Hypermart masih mengandalkan segmen groceries sebagai tulang punggung pendapatan.…

Sabtu, 13 Oktober 2018 00:07

Waspada Migrasi ke Pertalite

BALIKPAPAN  -  Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax dan Dex Series, serta…

Sabtu, 13 Oktober 2018 00:07

Konsumsi Rumah Tangga Dorong Perbaikan Ekonomi

SAMARINDA  - Perekonomian Kaltim pada triwulan IV 2018 diprediksi masih berada pada nilai yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .