MANAGED BY:
RABU
23 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 08 Januari 2018 07:21
Okupansi Sulit Capai Titik Ideal

Pasar Utama Lesu, Hotel Mesti Cari Peluang Baru

PROKAL.CO, SAMARINDA - Sampai mendekati pengujung 2017, tingkat hunian hotel berbintang di Kaltim belum juga menggembirakan. Meski terjadi kenaikan, rasio okupansi kamar dinilai belum mencapai titik ideal. Tanpa peluang baru, kondisi itu dikhawatirkan kembali terjadi tahun ini.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, November lalu, okupansi hotel berbintang memang 3,49 poin dibanding bulan sebelumnya. Yakni di posisi 53,19 persen. Sementara sepanjang tahun ini, tingkat keterisian kamar tak pernah mencapai 60 persen, yang disebut sebagai titik ideal bagi bisnis hospitality ini. (selengkpanya lihat infografis)

Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kaltim, HM Zulkifli mengatakan, peningkatan okupansi pada akhir tahun merupakan tren wajar. Bahkan, pada laporan Desember 2017 yang akan dirilis nanti, dia meyakini tingkat keterisian kamar mengalami kenaikan.

Namun, dia menjelaskan, okupansi hotel idealnya adalah 60 persen dari total kamar. Jika di bawah itu, tanpa dukungan pendapatan dari produk selain kamar, Zulkifli menyebut, mustahil menutupi biaya operasional.

“Okupansi rata-rata 53,19 persen dari total kamar, itu sudah baik, jika melihat kondisi saat ini. Tapi kalau cuma mengandalkan kamar, itu masih sulit menutupi biaya operasional,” katanya kepada Kaltim Post, Minggu (7/1).

Berdasarkan catatan asosiasi, tingkat hunian hotel sudah lama berada di bawah level ideal. Salah satu penyebabnya, kata dia, adalah pembatasan kegiatan pemerintahan di hotel, sejak dua tahun terakhir. Di sisi lain, segmen corporate yang menjadi penyumbang tamu terbesar, juga mengurangi permintaan.

“Itu baru bicara hotel berbintang. Sedangkan hotel nonbintang, okupansinya bisa di sampai hanya 10 persen,” ungkapnya.

Zulkifli menjelaskan, kondisi di Samarinda dan Balikpapan yang menjadi pasar terbesar, bisa menjadi contoh. Kedua kota tersebut, kata dia, belum dapat disebut sebagai destinasi wisata. Tak heran, di Kota Minyak dan Kota Tepian, hotel sangat berharap pasar dari korporasi dan pemerintahan.

Sepanjang 2017 lalu, Zulkifli menyebut, bisnis perhotelan belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan signifikan. Tren peningkatan tipis yang terjadi dari bulan ke bulan, disebutnya masih bagian dari fluktuasi, yang secara umum menggambarkan kondisi stagnan.

“Apalagi, hotel juga menumpuk di kawasan pusat perkotaan. Termasuk hotel-hotel baru. Ini berpotensi memunculkan perang harga. Tidak seimbangnya tingkat hunian dan pembangunan hotel juga menjadi penyebab,” terangnya.

Zulkifli memprediksi, tahun ini, bisnis perhotelan belum bisa beranjak signifikan. Selama belum ada potensi pasar baru, menurutnya sulit mendongkrak sektor ini.

“Prediksi tersebut berkaca pada masih adanya rencana pembangunan hotel baru di tengah kota. Penambahan dari sisi supply ini bisa jadi penghambat pertumbuhan pasar,” tutupnya. (*/ctr/man/k18)


BACA JUGA

Rabu, 23 Januari 2019 07:03

Pengusaha Mamin Keluhkan Masalah Gula Lokal

JAKARTA - Penggunaan gula rafinasi impor untuk industri makanan dan…

Selasa, 22 Januari 2019 06:53

Kenaikan Harga Diklaim Wajar

BALIKPAPAN - Otoritas bandara berencana mengajukan perubahan tarif batas atas…

Selasa, 22 Januari 2019 06:47

Produksi Udang Windu Dituntut Meningkat

SAMARINDA - Udang windu Kaltim saat ini menjadi andalan Indonesia…

Selasa, 22 Januari 2019 06:45

Perjuangkan Bea Masuk Ekspor Perhiasan 0 Persen

JAKARTA – Industri perhiasan masih menjadi salah satu andalan untuk…

Selasa, 22 Januari 2019 06:41

Inka Ekspor Gerbong ke Bangladesh

SURABAYA – Kebutuhan sarana transportasi kereta di berbagai negara masih…

Selasa, 22 Januari 2019 06:40

2020, Target Kirim 30,3 Juta Ton Batu Bara

PALEMBANG - PT Bukit Asam (BA) Tbk terus meningkatkan pengiriman…

Selasa, 22 Januari 2019 06:39

PGN Optimistis Capai 244.043 Pelanggan

JAKARTA - Setelah resmi mengakuisisi 51 persen saham PT Pertamina…

Selasa, 22 Januari 2019 06:39

Maret, VietJet Air Buka Rute Vietnam-RI

JAKARTA - Maskapai penerbangan asal Vietnam, VietJet Air akan membuka…

Selasa, 22 Januari 2019 06:38

BTN Pacu Pembiayaan Perumahan di Sektor Nonformal

JAKARTA - Skema pembiayaan perumahan untuk pekerja informal jadi peluang…

Senin, 21 Januari 2019 06:57

Infrastruktur Jadi kendala

SAMARINDA – Pemprov Kaltim diminta memberi perhatian lebih kepada jalur…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*