MANAGED BY:
JUMAT
19 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 08 Januari 2018 07:21
Okupansi Sulit Capai Titik Ideal

Pasar Utama Lesu, Hotel Mesti Cari Peluang Baru

PROKAL.CO, SAMARINDA - Sampai mendekati pengujung 2017, tingkat hunian hotel berbintang di Kaltim belum juga menggembirakan. Meski terjadi kenaikan, rasio okupansi kamar dinilai belum mencapai titik ideal. Tanpa peluang baru, kondisi itu dikhawatirkan kembali terjadi tahun ini.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, November lalu, okupansi hotel berbintang memang 3,49 poin dibanding bulan sebelumnya. Yakni di posisi 53,19 persen. Sementara sepanjang tahun ini, tingkat keterisian kamar tak pernah mencapai 60 persen, yang disebut sebagai titik ideal bagi bisnis hospitality ini. (selengkpanya lihat infografis)

Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kaltim, HM Zulkifli mengatakan, peningkatan okupansi pada akhir tahun merupakan tren wajar. Bahkan, pada laporan Desember 2017 yang akan dirilis nanti, dia meyakini tingkat keterisian kamar mengalami kenaikan.

Namun, dia menjelaskan, okupansi hotel idealnya adalah 60 persen dari total kamar. Jika di bawah itu, tanpa dukungan pendapatan dari produk selain kamar, Zulkifli menyebut, mustahil menutupi biaya operasional.

“Okupansi rata-rata 53,19 persen dari total kamar, itu sudah baik, jika melihat kondisi saat ini. Tapi kalau cuma mengandalkan kamar, itu masih sulit menutupi biaya operasional,” katanya kepada Kaltim Post, Minggu (7/1).

Berdasarkan catatan asosiasi, tingkat hunian hotel sudah lama berada di bawah level ideal. Salah satu penyebabnya, kata dia, adalah pembatasan kegiatan pemerintahan di hotel, sejak dua tahun terakhir. Di sisi lain, segmen corporate yang menjadi penyumbang tamu terbesar, juga mengurangi permintaan.

“Itu baru bicara hotel berbintang. Sedangkan hotel nonbintang, okupansinya bisa di sampai hanya 10 persen,” ungkapnya.

Zulkifli menjelaskan, kondisi di Samarinda dan Balikpapan yang menjadi pasar terbesar, bisa menjadi contoh. Kedua kota tersebut, kata dia, belum dapat disebut sebagai destinasi wisata. Tak heran, di Kota Minyak dan Kota Tepian, hotel sangat berharap pasar dari korporasi dan pemerintahan.

Sepanjang 2017 lalu, Zulkifli menyebut, bisnis perhotelan belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan signifikan. Tren peningkatan tipis yang terjadi dari bulan ke bulan, disebutnya masih bagian dari fluktuasi, yang secara umum menggambarkan kondisi stagnan.

“Apalagi, hotel juga menumpuk di kawasan pusat perkotaan. Termasuk hotel-hotel baru. Ini berpotensi memunculkan perang harga. Tidak seimbangnya tingkat hunian dan pembangunan hotel juga menjadi penyebab,” terangnya.

Zulkifli memprediksi, tahun ini, bisnis perhotelan belum bisa beranjak signifikan. Selama belum ada potensi pasar baru, menurutnya sulit mendongkrak sektor ini.

“Prediksi tersebut berkaca pada masih adanya rencana pembangunan hotel baru di tengah kota. Penambahan dari sisi supply ini bisa jadi penghambat pertumbuhan pasar,” tutupnya. (*/ctr/man/k18)


BACA JUGA

Kamis, 18 Januari 2018 07:31

LCGC Sumbang 75 Persen Pangsa Pasar

JAKARTA - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menargetkan penjualan kendaraan…

Kamis, 18 Januari 2018 07:24

Peluang Menang Masih Terbuka

BALIKPAPAN - Program Strukvaganza sudah memasuki bulan ketiga sejak diluncurkan pada November lalu.…

Kamis, 18 Januari 2018 07:24

Survive meski Pasang Harga 20 Kali Lebih Mahal

Merek kaca film V-Kool mungkin tak asing bagi pemilik mobil di Kaltim. Keberhasilan brand tersebut meraup…

Kamis, 18 Januari 2018 07:20

Jargas Masih Bergantung APBN

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berharap pembangunan jaringan gas (Jargas)…

Kamis, 18 Januari 2018 07:19

Persaingan Global, Sektor Pertanian Mesti Efisien

JAKARTA - Globalisasi juga diyakini melanda sektor pertanian. Untuk menghadapinya, salah satu langkah…

Rabu, 17 Januari 2018 07:12

Mini University Cetak 359 Pengusaha Baru

SAMARINDA - Program Mini University yang dirintis Kantor Perwakilan Bank Indonesia (Kpw-BI) Kaltim sejak…

Rabu, 17 Januari 2018 07:05

Subsidi Listrik 2018 Membengkak

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengaku masih memiliki utang Rp 7 triliun atas PT Perusahaan…

Rabu, 17 Januari 2018 07:03

43 Persen Penjualan dari Produk Baru

MELUNCURNYA beberapa produk baru sepanjang tahun lalu ternyata sukses menjaga pertumbuhan pasar PT Astra…

Rabu, 17 Januari 2018 07:02

LCK Global Catatkan IPO Pertama Tahun Ini

JAKARTA - Arus pendaftaran emiten baru tahun ini mulai terlihat. Selasa (16/2), Bursa Efek Indonesia…

Rabu, 17 Januari 2018 07:01

Februari, Penerima Bantuan Nontunai Ditambah

JAKARTA - Bantuan pangan nontunai (BPNT) mulai disalurkan bulan depan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .