MANAGED BY:
RABU
23 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 08 Januari 2018 07:13
Tahun Politik, Perputaran Uang Diprediksi Naik 12 Persen, KOK BISA YA....
BAKAL NAIK: Sepanjang 2017, BI Kaltim mencatat jumlah uang beredar mencapai Rp 11,2 triliun. (ANGGI PRADITHA/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Pemilihan kepala daerah diyakini bakal mendongkrak peredaran uang di Kaltim. Untuk menjaga kelancaran perputaran rupiah, Bank Indonesia (BI) pun telah menyiapkan kas titipan di beberapa daerah.

Kantor Perwakilan BI mencatat, total ada Rp 11,2 triliun uang beredar di Benua Etam sepanjang tahun lalu. Tahun ini, jumlahnya diperkirakan naik antara 10 hingga 12 persen.

Kepala KPw-BI Kaltim Muhamad Nur mengatakan, uang yang beredar sepanjang tahun lalu itu terdiri dari Rp 11,19 triliun uang kertas, dan Rp 11,13 miliar pecahan logam. Jumlah Rp 11,2 triliun, juga disebutnya lebih besar dari catatan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 11,01 persen. Atau terjadi kenaikan 2 persen.

Terkait proyeksi peningkatan kebutuhan rupiah tahun ini, Nur menyebut, agenda politik pemilihan kepala daerah menjadi salah satu penyebabnya. Sektor yang paling banyak membutuhkan alat tukar ini, kata dia, adalah sektor konsumsi.

“Pastinya meningkat. Contoh saja, jika ada kampanye, sablon baju, penjual makanan, pembuatan flyer dan lainnya akan banyak mendapat job. Itu semua akan membuat peredaran uang ikut naik,” terangnya kepada Kaltim Post, Minggu (7/1).

Untuk mengantisipasi lonjakan itu, BI juga telah menyiapkan langkah agar distribusi uang terjaga. Salah satunya dengan membuka kas titipan di empat kawasan, dengan total perputaran uang mencapai mencapai Rp 3,9 triliun.

“Kas titipan di Sangatta, Kutai Timur diproyeksi mengelola Rp 2,02 triliun. Selanjutnya, di Tanjung Redeb, Berau Rp 723,74 miliar, dan di Sendawar, Kutai Barat Rp 947,05 miliar. Lalu di Tanjung Selor, Kaltara, senilai Rp 270,76 miliar,” ungkap dia.

Nur menjelaskan, dari total Rp 11,2 triliun yang disalurkan sepanjang tahun lalu, hanya Rp 7,61 triliun yang masuk lagi ke kas KPw-BI Kaltim. Uang yang masuk itu meningkat 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain memenuhi lonjakan kebutuhan karena pilkada, BI menyatakan akan mempercepat pengiriman uang di daerah terluar. Sebab, kebutuhan uang baru di perbatasan sangat penting, karena terbatasnya fasilitas jasa keuangan di sana. (*/ctr/man/k18)


BACA JUGA

Selasa, 22 Januari 2019 06:53

Kenaikan Harga Diklaim Wajar

BALIKPAPAN - Otoritas bandara berencana mengajukan perubahan tarif batas atas…

Selasa, 22 Januari 2019 06:47

Produksi Udang Windu Dituntut Meningkat

SAMARINDA - Udang windu Kaltim saat ini menjadi andalan Indonesia…

Selasa, 22 Januari 2019 06:45

Perjuangkan Bea Masuk Ekspor Perhiasan 0 Persen

JAKARTA – Industri perhiasan masih menjadi salah satu andalan untuk…

Selasa, 22 Januari 2019 06:41

Inka Ekspor Gerbong ke Bangladesh

SURABAYA – Kebutuhan sarana transportasi kereta di berbagai negara masih…

Selasa, 22 Januari 2019 06:40

2020, Target Kirim 30,3 Juta Ton Batu Bara

PALEMBANG - PT Bukit Asam (BA) Tbk terus meningkatkan pengiriman…

Selasa, 22 Januari 2019 06:39

PGN Optimistis Capai 244.043 Pelanggan

JAKARTA - Setelah resmi mengakuisisi 51 persen saham PT Pertamina…

Selasa, 22 Januari 2019 06:39

Maret, VietJet Air Buka Rute Vietnam-RI

JAKARTA - Maskapai penerbangan asal Vietnam, VietJet Air akan membuka…

Selasa, 22 Januari 2019 06:38

BTN Pacu Pembiayaan Perumahan di Sektor Nonformal

JAKARTA - Skema pembiayaan perumahan untuk pekerja informal jadi peluang…

Senin, 21 Januari 2019 06:57

Infrastruktur Jadi kendala

SAMARINDA – Pemprov Kaltim diminta memberi perhatian lebih kepada jalur…

Senin, 21 Januari 2019 06:51

Eksplorasi Cadangan Minerba Belum Optimal

JAKARTA – Cadangan mineral dan batu bara di Indonesia terus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*