MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 08 Januari 2018 07:10
Dolar Berpeluang Menguat, Harga Mobil Bisa Naik
PENGARUHI IMPOR: Indef memproyeksikan dolar AS ada di level Rp 13.600 tahun ini. (ANGGI PRADITHA/KP)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Peluang penguatan kurs dolar AS tahun ini diperkirakan masih terbuka. Dampak terhadap sejumlah sektor pun mulai diwaspadai. Tak terkecuali, pada bisnis kendaraan bermotor.

Sampai saat ini, sebagian besar produk roda empat yang dipasarkan di Tanah Air tak diproduksi dari awal sampai akhir di dalam negeri. Mayoritas pabrik hanya menjalankan tahap penyelesaian, seperti perakitan.

Banyaknya komponen dari luar negeri, menjadikan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turut berpengaruh. Agen pemegang merek (APM) pun tak menampik, hal tersebut bakal disusul dengan penyesuaian harga.

Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memprediksi, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan kembali terdepresiasi tahun ini. Dolar AS diproyeksi akan bertengger hingga level Rp 13.600.

Kepala Cabang Toyota Auto2000 MT Haryono Balikpapan, Michaelwen Kurniawan menjelaskan, biasanya kenaikan komponen kendaraan bermotor, termasuk roda empat, sudah terjadi pada awal tahun. Dalam satu tahun, perubahan kurs bakal diikuti langkah penyesuaian hingga dua kali.

“Ya mesin, baja, dan spare part yang tidak ada atau tidak bisa dibuat di Indonesia, mau tidak mau didatangkan dari luar. Kita belinya pakai dolar. Perakitannya kita (Toyota) hampir seluruh produk sudah di dalam negeri. Itu juga yang buat kenaikannya tidak terlalu tinggi. Berbeda dengan mobil impor mobil secara utuh (CBU),” tuturnya.

Kenaikan harga mobil, lanjut Michaelwen, juga terjadi lantaran faktor ongkos distribusi dan pajak masuk. Di Kaltim, dia menyebut, biayanya lebih besar dari daerah lain

“Sebut saja Banjarmasin. Masih lebih murah di sana. Misalnya, di Banjarmasin ongkosnya bisa 5 persen dari harga produk, masuk ke Balikpapan bisa 10 persen. Otomatis harga menyesuaikan lagi,” terang dia.

Dia juga menyebut, harga mobil ini tak seperti properti, yang perubahannya lebih banyak ditentukan faktor pasar. Untuk industri otomotif, harga sangat bergantung pada ongkos perakitan.

Lebih lanjut, Michaelwen membeberkan, pangsa pasar mobil di Kaltim juga akan sedikit berubah tahun ini. Segmen harga Rp 500 juta ke atas yang sebelumnya sepi peminat, tahun ini akan kembali pulih, meski masih terbatas.

“Beberapa kali kami mendapat orderan mobil di segmen tersebut. Seperti Fortuner, Alphard, dan Land Cruiser. Itu mulai ada lagi peminatnya,” beber dia.

Toyota Auto200, kata dia, menargetkan penjualan dapat tumbuh 10 persen tahun ini. Michaelwen juga berharap ada dampak signifikan dari bisnis pertambangan batu bara, yang disebut tengah bergairah karena harganya yang sudah menembus lebih dari USD 90 per metrik ton. (aji/man/k18)


BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 07:15

Kredit Macet Kaltim Tertinggi di Kalimantan

SAMARINDA - Masyarakat Kaltim dituntut bijak dalam berutang. Saat ini, Bumi Etam menjadi daerah dengan…

Kamis, 20 September 2018 07:56

Ini Dia, Bakal Jadi Ikon Wisata Balikpapan

BALIKPAPAN - Tidak mudah meyakinkan masyarakat untuk beralih ke hunian apartemen. Pasalnya, saat ini…

Kamis, 20 September 2018 07:53

2019, Pemerintah Utang Subsidi Rp 15 T ke Pertamina dan PLN

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengatakan, utang subsidi yang belum dibayarkan pemerintah…

Kamis, 20 September 2018 07:48

Jaga Kinerja Ekspor

JAKARTA - Satu dari 28 produk baja dari Indonesia, yaitu non-alloy and other alloy quarto plates dikenakan…

Kamis, 20 September 2018 07:46

Kredit UMKM Kian Tumbuh

SAMARINDA - Meski masih negatif, kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kaltim menunjukkan perbaikan.…

Kamis, 20 September 2018 07:45

Tonjolkan Pariwisata dan Biodiesel

JAKARTA - Penyelenggaraan International Monetary Fund (IMF) World Bank Group di Nusa Dua, Bali, tinggal…

Kamis, 20 September 2018 07:44

Pemerintah Beri Relaksasi Debitur KUR

JAKARTA – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terkena dampak gempa Lombok bisa…

Rabu, 19 September 2018 07:03

Rupiah Kembali Bergolak

JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali tidak berdaya di hadapan dolar Amerika Serikat (USD). Berdasar…

Rabu, 19 September 2018 07:01

Transaksi Tunai Meningkat

SAMARINDA - Jumlah transaksi tunai di Kaltim pada triwulan II 2018 mengalami peningkatan jika dibandingkan…

Rabu, 19 September 2018 06:56

Siapkan 1,4 Juta Ton Pupuk

BONTANG – Kebutuhan pupuk dalam negeri dipastikan aman. Terutama saat musim tanam pada Oktober…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .