MANAGED BY:
SELASA
22 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 08 Januari 2018 07:10
Dolar Berpeluang Menguat, Harga Mobil Bisa Naik
PENGARUHI IMPOR: Indef memproyeksikan dolar AS ada di level Rp 13.600 tahun ini. (ANGGI PRADITHA/KP)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Peluang penguatan kurs dolar AS tahun ini diperkirakan masih terbuka. Dampak terhadap sejumlah sektor pun mulai diwaspadai. Tak terkecuali, pada bisnis kendaraan bermotor.

Sampai saat ini, sebagian besar produk roda empat yang dipasarkan di Tanah Air tak diproduksi dari awal sampai akhir di dalam negeri. Mayoritas pabrik hanya menjalankan tahap penyelesaian, seperti perakitan.

Banyaknya komponen dari luar negeri, menjadikan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turut berpengaruh. Agen pemegang merek (APM) pun tak menampik, hal tersebut bakal disusul dengan penyesuaian harga.

Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memprediksi, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan kembali terdepresiasi tahun ini. Dolar AS diproyeksi akan bertengger hingga level Rp 13.600.

Kepala Cabang Toyota Auto2000 MT Haryono Balikpapan, Michaelwen Kurniawan menjelaskan, biasanya kenaikan komponen kendaraan bermotor, termasuk roda empat, sudah terjadi pada awal tahun. Dalam satu tahun, perubahan kurs bakal diikuti langkah penyesuaian hingga dua kali.

“Ya mesin, baja, dan spare part yang tidak ada atau tidak bisa dibuat di Indonesia, mau tidak mau didatangkan dari luar. Kita belinya pakai dolar. Perakitannya kita (Toyota) hampir seluruh produk sudah di dalam negeri. Itu juga yang buat kenaikannya tidak terlalu tinggi. Berbeda dengan mobil impor mobil secara utuh (CBU),” tuturnya.

Kenaikan harga mobil, lanjut Michaelwen, juga terjadi lantaran faktor ongkos distribusi dan pajak masuk. Di Kaltim, dia menyebut, biayanya lebih besar dari daerah lain

“Sebut saja Banjarmasin. Masih lebih murah di sana. Misalnya, di Banjarmasin ongkosnya bisa 5 persen dari harga produk, masuk ke Balikpapan bisa 10 persen. Otomatis harga menyesuaikan lagi,” terang dia.

Dia juga menyebut, harga mobil ini tak seperti properti, yang perubahannya lebih banyak ditentukan faktor pasar. Untuk industri otomotif, harga sangat bergantung pada ongkos perakitan.

Lebih lanjut, Michaelwen membeberkan, pangsa pasar mobil di Kaltim juga akan sedikit berubah tahun ini. Segmen harga Rp 500 juta ke atas yang sebelumnya sepi peminat, tahun ini akan kembali pulih, meski masih terbatas.

“Beberapa kali kami mendapat orderan mobil di segmen tersebut. Seperti Fortuner, Alphard, dan Land Cruiser. Itu mulai ada lagi peminatnya,” beber dia.

Toyota Auto200, kata dia, menargetkan penjualan dapat tumbuh 10 persen tahun ini. Michaelwen juga berharap ada dampak signifikan dari bisnis pertambangan batu bara, yang disebut tengah bergairah karena harganya yang sudah menembus lebih dari USD 90 per metrik ton. (aji/man/k18)


BACA JUGA

Senin, 21 Mei 2018 06:24

Harga Minyak Mentah Naik, BBM Tetap

JAKARTA – Tren kenaikan harga minyak mentah atau Indonesia crude price (ICP) berdampak positif…

Senin, 21 Mei 2018 06:23

Agustus, Akuisisi Pertagas Diminta Rampung

JAKARTA – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meminta proses akuisisi PT Pertamina Gas…

Minggu, 20 Mei 2018 06:31

Permintaan Aneh Pelanggan Menggali Kreativitas

SETELAH lulus dari Limkokwing University of Creative Technology, Malaysia pada 2014, Sherli Sukangto…

Minggu, 20 Mei 2018 06:28

Jaga Komunikasi, Kualitas, dan Kecepatan Kerja

MENGELOlA bisnis di bidang desain sejak 2014, Sherli Sukangto mengaku telah banyak menghadapi persaingan.…

Sabtu, 19 Mei 2018 00:14

Hypermart Mulai Geber Diskon dan Promo

BALIKPAPAN  -  Meski indeks tendensi konsumen (ITK) turun, retailer di Kota Minyak optimistis…

Sabtu, 19 Mei 2018 00:14

2019, Ekonomi Ditarget Tumbuh 5,8 Persen

JAKARTA  –  Pemerintah memasang target pertumbuhan ekonomi pada 2019 mendatang mencapai…

Sabtu, 19 Mei 2018 00:13

Waspada Bibit Kelapa Sawit Ilegal

SAMARINDA  -  Para petani kembali diminta mewaspadai peredaran benih kelapa sawit ilegal.…

Sabtu, 19 Mei 2018 00:12
Masih Didominasi Pajak

Triwulan Pertama, PAD Kaltim Capai 16,85 Persen

SAMARINDA  -  Kinerja Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) Kaltim…

Sabtu, 19 Mei 2018 00:11

Sering Terbentur Aturan

BALIKPAPAN  - Perusahaan di Kaltim belum maksimal dalam memanfaatkan keuntungan melantai di Bursa…

Sabtu, 19 Mei 2018 00:09

BI Terbitkan Buku Kajian Stabilitas Keuangan

JAKARTA –  Bank Indonesia (BI) meluncurkan buku Kajian Stabilitas Keuangan No.30, Maret 2018.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .