MANAGED BY:
JUMAT
19 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 08 Januari 2018 07:08
Kaltim Tak Masuk Daftar

Kawasan Industri Prioritas, Kalimantan Hanya Diwakili Ketapang

TUNGGU DUKUNGAN FASILITAS: Kawasan Industri Kariangau di Balikpapan, tak masuk dalam daftar penyerap investasi prioritas Kemenperin tahun ini. (ANGGI PRADITHA/KP)

PROKAL.CO, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyiapkan 13 kawasan industri sebagai prioritas penyedot investasi tahun ini. Dari daftar tersebut, tak satupun berlokasi di Kalimantan Timur.

Dalam laporan terbaru Kemenperin, 13 kawasan itu sebagian besar ada di Pulau Sulawesi. Di antaranya Kawasan Industri/Kawasan Ekonomi Khusus Morowali dan Palu di Sulawesi Tengah, Kawasan Industri Bantaeng di Sulawesi Selatan, Kawasan Industri Konawe di Sulawesi Tenggara, dan Kawasan Ekonomi Khusus Bitung di  Sulawesi Utara.

Selanjutnya, di wilayah Sumatra dan sekitarnya, ada Kawasan Ekonomi Khusus KEK Sei Mangkei di Sumatera Utara, Kawasan Ekonomi Khusus Lhokseumawe di Aceh, Kawasan Industri Dumai di Riau, dan Kawasan Industri Tanjung Buton di Riau. Lalu di Pulau Jawa, ada Kawasan Industri JIIPE Gresik di  Jawa Timur, Kawasan Industri Kendal di Jawa Tengah, dan Kawasan Industri Wilmar Serang di Banten. Kawasan Industri Ketapang di Kalimantan Barat menjadi satu-satunya pilihan Kemenperin di Tanah Borneo.

MenteriPerindustrian Airlangga Hartarto menjelaskan, investasi yang bisa ditarik dari 13 kawasan tersebut ditaksir mencapai Rp 250,7 triliun tahun ini. Pemerintah pun menyiapkan fasilitas, seperti pembangunan sejumlah kawasan industri terpadu dengan fasilitas-fasilitas yang menunjang, guna memudahkan para investor mengembangkan bisnisnya di sana.

“Pemerintah telah memberikan kemudahan berinvestasi di dalam kawasan industri. Antara lain melalui pemberian insentif fiskal dan nonfiskal serta pembentukan satgas untuk penyediaan gas, listrik, air, SDM, lahan, tata ruang, dan lain-lain,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam keterangannya, Sabtu (6/1).

Airlangga mengatakan, pemerintah terus memacu pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satunya melalui peningkatan investasi dan ekspor. Untuk itu diperlukan langkah strategis seperti promosi kepada para pemodal mengenai iklim usaha yang kondusif di Indonesia dan perluasan pasar produk industri lokal ke kancah internasional.

“Pemerintah akan mengadakan roadshow kepada investor potensial dan rating agency agar mereka mengenal Indonesia dan mengetahui regulasi-regulasi yang sudah diperbaiki terkait penciptaan iklim investasi yang baik,” katanya.

Sementara itu, Airlangga memproyeksi investasi di industri secara keseluruhan sektor manufaktur pada tahun ini sebanyak Rp 352 triliun.  “Dengan adanya investasi di sektor industri, tercipta lapangan kerja baru dan multiplier effect seperti peningkatan nilai tambah dan penerimaan devisa dari ekspor. Oleh karenanya, industri menjadi penunjang utama dari target pertumbuhan ekonomi,” papar dia. (ant/man2/k18)


BACA JUGA

Kamis, 18 Januari 2018 07:33
PAD Restoran Naik 100 Persen dalam Tiga Tahun

Masyarakat Konsumtif, Peluang di Depan Mata

SAMARINDA - Tak hanya menggenjot pertumbuhan ekonomi, sektor makanan dan minuman menjadi andalan Pemkot…

Kamis, 18 Januari 2018 07:31

LCGC Sumbang 75 Persen Pangsa Pasar

JAKARTA - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menargetkan penjualan kendaraan…

Kamis, 18 Januari 2018 07:28

Terkerek Tahun Politik

PEMILIHAN kepala daerah (pilkada) serentak tahun ini berdampak beragam terhadap masing-masing sektor…

Kamis, 18 Januari 2018 07:26

Direct Call Tak Kunjung Jalan

BALIKPAPAN - Upaya mempercepat realisasi pelayaran internasional langsung atau direct call di Balikpapan…

Kamis, 18 Januari 2018 07:24

Peluang Menang Masih Terbuka

BALIKPAPAN - Program Strukvaganza sudah memasuki bulan ketiga sejak diluncurkan pada November lalu.…

Kamis, 18 Januari 2018 07:24

Survive meski Pasang Harga 20 Kali Lebih Mahal

Merek kaca film V-Kool mungkin tak asing bagi pemilik mobil di Kaltim. Keberhasilan brand tersebut meraup…

Kamis, 18 Januari 2018 07:20

Jargas Masih Bergantung APBN

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berharap pembangunan jaringan gas (Jargas)…

Kamis, 18 Januari 2018 07:19

Persaingan Global, Sektor Pertanian Mesti Efisien

JAKARTA - Globalisasi juga diyakini melanda sektor pertanian. Untuk menghadapinya, salah satu langkah…

Rabu, 17 Januari 2018 07:17

Kuliner Jadi Favorit Pemula

SAMARINDA - Perlambatan ekonomi Kaltim sejak 2013 lalu rupanya tak berlaku merata. Di level usaha mikro…

Rabu, 17 Januari 2018 07:14

Auto2000 Geber Program Undian

BALIKPAPAN - Beragamstrategi dijalankan diler untuk menggenjot penjualan unit roda empat tahun ini.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .