MANAGED BY:
RABU
17 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 08 Januari 2018 07:08
Kaltim Tak Masuk Daftar

Kawasan Industri Prioritas, Kalimantan Hanya Diwakili Ketapang

TUNGGU DUKUNGAN FASILITAS: Kawasan Industri Kariangau di Balikpapan, tak masuk dalam daftar penyerap investasi prioritas Kemenperin tahun ini. (ANGGI PRADITHA/KP)

PROKAL.CO, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyiapkan 13 kawasan industri sebagai prioritas penyedot investasi tahun ini. Dari daftar tersebut, tak satupun berlokasi di Kalimantan Timur.

Dalam laporan terbaru Kemenperin, 13 kawasan itu sebagian besar ada di Pulau Sulawesi. Di antaranya Kawasan Industri/Kawasan Ekonomi Khusus Morowali dan Palu di Sulawesi Tengah, Kawasan Industri Bantaeng di Sulawesi Selatan, Kawasan Industri Konawe di Sulawesi Tenggara, dan Kawasan Ekonomi Khusus Bitung di  Sulawesi Utara.

Selanjutnya, di wilayah Sumatra dan sekitarnya, ada Kawasan Ekonomi Khusus KEK Sei Mangkei di Sumatera Utara, Kawasan Ekonomi Khusus Lhokseumawe di Aceh, Kawasan Industri Dumai di Riau, dan Kawasan Industri Tanjung Buton di Riau. Lalu di Pulau Jawa, ada Kawasan Industri JIIPE Gresik di  Jawa Timur, Kawasan Industri Kendal di Jawa Tengah, dan Kawasan Industri Wilmar Serang di Banten. Kawasan Industri Ketapang di Kalimantan Barat menjadi satu-satunya pilihan Kemenperin di Tanah Borneo.

MenteriPerindustrian Airlangga Hartarto menjelaskan, investasi yang bisa ditarik dari 13 kawasan tersebut ditaksir mencapai Rp 250,7 triliun tahun ini. Pemerintah pun menyiapkan fasilitas, seperti pembangunan sejumlah kawasan industri terpadu dengan fasilitas-fasilitas yang menunjang, guna memudahkan para investor mengembangkan bisnisnya di sana.

“Pemerintah telah memberikan kemudahan berinvestasi di dalam kawasan industri. Antara lain melalui pemberian insentif fiskal dan nonfiskal serta pembentukan satgas untuk penyediaan gas, listrik, air, SDM, lahan, tata ruang, dan lain-lain,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam keterangannya, Sabtu (6/1).

Airlangga mengatakan, pemerintah terus memacu pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satunya melalui peningkatan investasi dan ekspor. Untuk itu diperlukan langkah strategis seperti promosi kepada para pemodal mengenai iklim usaha yang kondusif di Indonesia dan perluasan pasar produk industri lokal ke kancah internasional.

“Pemerintah akan mengadakan roadshow kepada investor potensial dan rating agency agar mereka mengenal Indonesia dan mengetahui regulasi-regulasi yang sudah diperbaiki terkait penciptaan iklim investasi yang baik,” katanya.

Sementara itu, Airlangga memproyeksi investasi di industri secara keseluruhan sektor manufaktur pada tahun ini sebanyak Rp 352 triliun.  “Dengan adanya investasi di sektor industri, tercipta lapangan kerja baru dan multiplier effect seperti peningkatan nilai tambah dan penerimaan devisa dari ekspor. Oleh karenanya, industri menjadi penunjang utama dari target pertumbuhan ekonomi,” papar dia. (ant/man2/k18)


BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2018 06:45

MAUNYA SIH..!! Maloy Harus Beroperasi Bulan Ini

SAMARINDA - Sempat tertunda beroperasi dari target awal pada Agustus, Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta…

Selasa, 16 Oktober 2018 06:44

Triton Masih Jadi Unggulan

BALIKPAPAN - Membaiknya kinerja pertambangan batu bara di Bumi Etam turut mengerek penjualan Mitsubishi.…

Selasa, 16 Oktober 2018 06:42

Minyak Mentah Turun Bisa Jadi Penolong Rupiah

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) masih sulit meninggalkan level 15.000.…

Selasa, 16 Oktober 2018 06:32

Pacu Pembangunan Pembangkit Listrik Energi Terbarukan

JAKARTA - Indonesia memerhatikan laporan terbaru panel antar pemerintah tentang perubahan iklim …

Senin, 15 Oktober 2018 06:36

BI Sebut Kebutuhan Dolar Masih Besar

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memproyeksi kebutuhan valuta asing dalam bentuk dolar Amerika Serikat…

Senin, 15 Oktober 2018 06:29

Kerek Okupansi Hotel

BALI – Gelaran pertemuan tahunan bertajuk Annual Meetings International Monetary Fund World Bang…

Senin, 15 Oktober 2018 06:28

Jaga Daya Beli, Jokowi Pastikan Premium Tidak Naik

JAKARTA - Pekan lalu publik sempat dihebohkan dengan pengumuman kenaikan bahan bakar minyak (BBM) jenis…

Minggu, 14 Oktober 2018 06:53

Puaskan Dulu Karyawan, lalu Pelanggan

ASET terpenting dalam usaha adalah karyawan. Sebab, sekuat apapun tenaga pemilik, pasti tetap membutuhkan…

Sabtu, 13 Oktober 2018 00:08

Groceries Penopang Revenue Hypermart

BALIKPAPAN  -  Hypermart masih mengandalkan segmen groceries sebagai tulang punggung pendapatan.…

Sabtu, 13 Oktober 2018 00:07

Waspada Migrasi ke Pertalite

BALIKPAPAN  -  Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax dan Dex Series, serta…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .