MANAGED BY:
KAMIS
21 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MASKULIN

Minggu, 07 Januari 2018 11:10
Kisah Tyrone dengan 350 Tamiya
Masih Ingin Menambah Koleksi
INGIN LENGKAP: Meski belum semua dimilikinya, berbagai seri Tamiya sudah tersusun rapi di lemari. Semuanya berbeda, tak ada yang kembar.

PROKAL.CO, LEMARI cokelat empat lantai seakan menjadi garasi bagi ratusan mini four-wheel drive (4WD) merek Tamiya. Tak cukup satu, namun etalase kaca di sampingnya juga penuh dengan Tamiya, semuanya itu merupakan koleksi Tyrone Kaspar Kantono. Meski berjumlah ratusan, tak ada model yang sama. Setiap tamu dari generasi 90-an yang pernah menonton serial TV Let’s and Go pasti mudah mengenalinya.

“Enggak cuman ini, di dalam kamar masih ada yang lain. Belasan masih belum dirakit,” tuturnya sambil menunjuk koleksinya kepada Maskulin pada Selasa pekan lalu di kediamannya, Jalan Juanda I Samarinda.

Mulanya, Tyrone hanya membeli satu mini 4WD untuk dijajal di lintasan. Tamiya pertamanya adalah Vanguard Sonic yang dia beli di salah satu mal ketika duduk di kelas 9 SMP. “Saya beli karena modelnya unik dan paling sreg di hati,” ujar pria kelahiran Balikpapan tersebut.

Saat itu, Tyrone harus membayar Rp 1.000 jika ingin melihat Vanguard Sonic miliknya berlari di sirkuit. Jika keluar lintasan, dia wajib membayar sewa kembali. Walhasil, belasan ribu dikeluarkannya setiap kali bermain. “Karena dulu ingin memacu Tamiya secepat mungkin. Makanya sering terlempar,” ungkapnya.

Puas memainkannya, Tyrone mulai mengoleksi seluruh Tamiya di serial Let’s and Go. Selain Sonic, dia juga mengoleksi Magnum, Spin Cobra, Buck Blader, Beak Spider dan seri-seri lain. Satu mini 4WD tipe reguler dibanderol Rp 40 ribu, untungnya saat itu orangtua selalu membelikan. “Saya coba koleksi semuanya hingga berjumlah 30 mobil,” kenangnya.

Dia menyebut, miniatur Kamen Rider sempat mengalihkan hobinya hingga puluhan Tamiya miliknya berakhir di gudang. Namun, kecintaannya terhadap mini 4WD kembali menggema sembilan tahun kemudian, meski usianya telah menginjak 24 tahun. Kali ini dia bisa lebih bebas mengoleksinya karena sudah memiliki penghasilan sendiri. “Enggak sebatas di tipe reguler saja, tapi juga koleksi edisi terbatas,” jelasnya.

Tyrone menuturkan, beberapa Tamiya edisi terbatas dibelinya seharga Rp 1 juta rupiah per mobil. Kini dia sudah memiliki belasan. Bahkan jika Tamiya incarannya tak tersedia di Indonesia, dia coba menitip kenalannya yang hendak pergi ke Jepang. Meski sudah memiliki ratusan, dirinya belum merasa puas. “Karena tidak mudah mengumpulkan semuanya. Tipe Sonic saja ada tujuh macam,” sebutnya.

Awal tahun ini, dia kembali berambisi mengejar tiga Tamiya baru untuk menambah koleksi. Kini totalnya ada 350 Tamiya. Jika kehabisan incaran, terpaksa dia membeli dengan sesama kolektor yang harganya bisa berkali lipat lebih mahal. “Di toko online juga tersedia, tetapi harganya sudah tak masuk akal,” pungkasnya. (*/kuh/ypl/k16)


BACA JUGA

Minggu, 17 Juni 2018 00:46

Waspada Kolesterol Pasca Lebaran

JAKARTA – Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) Ari Fahrial Syam mengimbau agar…

Sabtu, 16 Juni 2018 13:16

Gini Loh, Supaya Ngga Ngantuk Abis Begadang Nonton Piala Dunia

Pertandingan Piala Dunia 2018 malam ini tentu menjadi keseruan tersendiri bagi Anda yang gemar olahraga…

Minggu, 10 Juni 2018 05:29

Lapangan Pekerjaan untuk Masyarakat Bayur

SHEILA Achmad memilih bekerja di lapangan daripada memerhatikan usaha yang dikelolanya di balik meja.…

Minggu, 03 Juni 2018 10:40

Desain Pakaian, Dipesan Hingga Luar Daerah

DENGAN tatapan serius, tangan Muhammad Gusti Fahrizal mengayunkan pena. Garis demi garis tercoret pada…

Minggu, 03 Juni 2018 10:39

Desainer Serba Bisa

PENDIDIKAN tinggi tak membuat Muhammad Gusti Fahrizal tergiur untuk jadi pegawai. Padahal orangtua menginginkannya…

Minggu, 03 Juni 2018 10:33

Rumah Literasi Wadah Berbagi Informasi

SEJAK 2016 membangun komunitas Literasi Papadah, Mahmuddin Bashar dan kawan-kawannya mendapatkan beragam…

Minggu, 03 Juni 2018 10:32

Membaca, Menulis, dan Berdiskusi

SAAT melihat sebuah fenomena, seseorang dituntut bisa berpikir kritis untuk menganalisis atau mengevaluasi…

Minggu, 03 Juni 2018 10:32

Ajak Masyarakat Mencintai Budaya Literasi

MemAHAMI tentang pentingnya sebuah budaya literasi, jadi salah satu alasan Mahmuddin Bashar bersama…

Minggu, 03 Juni 2018 06:08

Desainer Serbabisa

PENDIDIKAN tinggi tak membuat Muhammad Gusti Fahrizal tergiur untuk jadi pegawai. Padahal orangtua menginginkannya…

Minggu, 03 Juni 2018 06:05

Desain Pakaian, Dipesan hingga Luar Daerah

DENGAN tatapan serius, tangan Muhammad Gusti Fahrizal mengayunkan pena. Garis demi garis tercoret pada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .