MANAGED BY:
RABU
23 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MASKULIN

Minggu, 07 Januari 2018 11:10
Kisah Tyrone dengan 350 Tamiya
Masih Ingin Menambah Koleksi
INGIN LENGKAP: Meski belum semua dimilikinya, berbagai seri Tamiya sudah tersusun rapi di lemari. Semuanya berbeda, tak ada yang kembar.

PROKAL.CO, LEMARI cokelat empat lantai seakan menjadi garasi bagi ratusan mini four-wheel drive (4WD) merek Tamiya. Tak cukup satu, namun etalase kaca di sampingnya juga penuh dengan Tamiya, semuanya itu merupakan koleksi Tyrone Kaspar Kantono. Meski berjumlah ratusan, tak ada model yang sama. Setiap tamu dari generasi 90-an yang pernah menonton serial TV Let’s and Go pasti mudah mengenalinya.

“Enggak cuman ini, di dalam kamar masih ada yang lain. Belasan masih belum dirakit,” tuturnya sambil menunjuk koleksinya kepada Maskulin pada Selasa pekan lalu di kediamannya, Jalan Juanda I Samarinda.

Mulanya, Tyrone hanya membeli satu mini 4WD untuk dijajal di lintasan. Tamiya pertamanya adalah Vanguard Sonic yang dia beli di salah satu mal ketika duduk di kelas 9 SMP. “Saya beli karena modelnya unik dan paling sreg di hati,” ujar pria kelahiran Balikpapan tersebut.

Saat itu, Tyrone harus membayar Rp 1.000 jika ingin melihat Vanguard Sonic miliknya berlari di sirkuit. Jika keluar lintasan, dia wajib membayar sewa kembali. Walhasil, belasan ribu dikeluarkannya setiap kali bermain. “Karena dulu ingin memacu Tamiya secepat mungkin. Makanya sering terlempar,” ungkapnya.

Puas memainkannya, Tyrone mulai mengoleksi seluruh Tamiya di serial Let’s and Go. Selain Sonic, dia juga mengoleksi Magnum, Spin Cobra, Buck Blader, Beak Spider dan seri-seri lain. Satu mini 4WD tipe reguler dibanderol Rp 40 ribu, untungnya saat itu orangtua selalu membelikan. “Saya coba koleksi semuanya hingga berjumlah 30 mobil,” kenangnya.

Dia menyebut, miniatur Kamen Rider sempat mengalihkan hobinya hingga puluhan Tamiya miliknya berakhir di gudang. Namun, kecintaannya terhadap mini 4WD kembali menggema sembilan tahun kemudian, meski usianya telah menginjak 24 tahun. Kali ini dia bisa lebih bebas mengoleksinya karena sudah memiliki penghasilan sendiri. “Enggak sebatas di tipe reguler saja, tapi juga koleksi edisi terbatas,” jelasnya.

Tyrone menuturkan, beberapa Tamiya edisi terbatas dibelinya seharga Rp 1 juta rupiah per mobil. Kini dia sudah memiliki belasan. Bahkan jika Tamiya incarannya tak tersedia di Indonesia, dia coba menitip kenalannya yang hendak pergi ke Jepang. Meski sudah memiliki ratusan, dirinya belum merasa puas. “Karena tidak mudah mengumpulkan semuanya. Tipe Sonic saja ada tujuh macam,” sebutnya.

Awal tahun ini, dia kembali berambisi mengejar tiga Tamiya baru untuk menambah koleksi. Kini totalnya ada 350 Tamiya. Jika kehabisan incaran, terpaksa dia membeli dengan sesama kolektor yang harganya bisa berkali lipat lebih mahal. “Di toko online juga tersedia, tetapi harganya sudah tak masuk akal,” pungkasnya. (*/kuh/ypl/k16)


BACA JUGA

Minggu, 20 Januari 2019 10:30

Membuat Amplang di Papua

HINGGA kini, Taufik Rahmani masih aktif mengikuti berbagai kegiatan kewirausahaan…

Minggu, 20 Januari 2019 10:28

Wajib Belajar dari Kegagalan

Sejak 1992 hingga kini, usaha amplang Taufik Rahmani semakin eksis.…

Minggu, 06 Januari 2019 08:34

Penting..!! Cek Kolesterol Usai Liburan

Liburan bisa membuat Anda relaks dan mengisi ulang energi dan…

Minggu, 30 Desember 2018 11:02

Maratua Istimewa

Komunitas gowes Kaltim Post, Samarinda Blue Bike Community (SBBC), kembali…

Minggu, 30 Desember 2018 10:47

Tubuh Ideal dan Pertahanan Diri

SALAH satu olahraga bela diri yang cukup populer berasal dari…

Minggu, 16 Desember 2018 11:13

Cegah Terkena Diabetes Melitus

Jumlah penderita diabet melitus (DM) di Indonesia terus meningkat. Menurut…

Minggu, 16 Desember 2018 07:56

Asmara dalam Pigura

DALAM mengambil gambar untuk pre-wedding, ada beberapa hal yang harus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*