MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MASKULIN

Minggu, 07 Januari 2018 11:08
Merantau Bersama Tamiya
BERSEJARAH: Vanguard Sonicmiliknya sudah dimiliki sejak kelas IX atau sekitar 17 tahun lalu. Berbagai kenangan sudah dilaluinya bersama Tamiya merah-putih tersebut.

PROKAL.CO, KEPOPULERAN mobil mini 4WD melesat saat serial Let’s and Go tayang setiap minggu pagi di salah satu stasiun televisi swasta. Anime tersebut menceritakan kakak beradik bernama Retsu Seiba dan Go Seiba atau yang dijuluki Let’s Go brothers. Pada awal kariernya sebagai racer, keduanya diberi Tamiya oleh Dr Tsuchia, sesepuh dari Tshuchia Racing Factory. Retsu diberikan Sonic Saber sedangkan Go mendapatkan seri Magnum Saber.

Sebagai kakak, Retsu digambarkan sebagai seseorang yang sabar, sistematis, dan peduli dengan orang lain. Dia percaya jika teknik merupakan kunci untuk memenangkan kompetisi balap. Sementara itu, Go sang adik berkarakter pemarah, ambisius, dan tidak sabar. Bagi dia, kecepatan adalah yang utama.

Serial Let’s and Go tersebutlah yang membuat Tyrone Kaspar Kantono mencintai Vanguard Sonic. Tokoh Retsu membuatnya kepincut membawa pulang Vanguard Sonic, mini 4WD pertamanya. Setelah membelinya dengan harga Rp 40 ribu di salah satu mal di Samarinda, dia langsung merakit dan memainkannya di atas lintasan. “Usianya sekarang sudah 17 tahun,” jelas kolektor ratusan Tamiya tersebut.

Tyrone menunjukkan Vanguard Sonic miliknya kepada Maskulin. Lalu dia bercerita, mainan tersebut sudah menemani berbagai fase hidupnya. Pada pekan pertama dia memilikinya, mini 4WD itu selalu dikantonginya dan terus dimainkannya di lintasan Tamiya maupun sirkuit yang dibuatnya sendiri di belakang rumah. Meski sedang tren, mobil tersebut tak pernah dipamer ke sekolah karena takut diambil guru. “Sekarang cuman dipajang karena sasisnya mulai rapuh,” ungkapnya.

Dia menyebut, meski minatnya terhadap Tamiya sempat pudar dan beralih ke miniatur Kamen Rider, Vanguard Sonic miliknya tak disingkirkan. Bahkan Tyrone membawanya saat merantau ke Surabaya untuk menemani hari-harinya selama menjadi mahasiswa. “Meski beralih fungsi sebagai pajangan, kenangannya tak terlupakan,” tambah alumnus Universitas Ciputra tersebut.

Walau banyak yang lebih mahal dan langka, Tamiya seri Sonic punya tempat spesial di hatinya. Enam seri turunan setelah Sonic Saber seperti Vanguard Sonic, Hurricane Sonic, Buster Sonic, Blitzer Sonic, Rodeo Sonic, dan Great Blast Sonic, sudah lengkap dimilikinya. “Seluruh bagiannya masih asli, kecuali mengganti stiker karena sudah terkupas,” pungkas Tyrone lalu menyusun kembali mainan kesayangannya itu. (*/kuh/ypl/k16)


BACA JUGA

Minggu, 17 Juni 2018 00:46

Waspada Kolesterol Pasca Lebaran

JAKARTA – Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) Ari Fahrial Syam mengimbau agar…

Sabtu, 16 Juni 2018 13:16

Gini Loh, Supaya Ngga Ngantuk Abis Begadang Nonton Piala Dunia

Pertandingan Piala Dunia 2018 malam ini tentu menjadi keseruan tersendiri bagi Anda yang gemar olahraga…

Minggu, 10 Juni 2018 05:29

Lapangan Pekerjaan untuk Masyarakat Bayur

SHEILA Achmad memilih bekerja di lapangan daripada memerhatikan usaha yang dikelolanya di balik meja.…

Minggu, 03 Juni 2018 10:40

Desain Pakaian, Dipesan Hingga Luar Daerah

DENGAN tatapan serius, tangan Muhammad Gusti Fahrizal mengayunkan pena. Garis demi garis tercoret pada…

Minggu, 03 Juni 2018 10:39

Desainer Serba Bisa

PENDIDIKAN tinggi tak membuat Muhammad Gusti Fahrizal tergiur untuk jadi pegawai. Padahal orangtua menginginkannya…

Minggu, 03 Juni 2018 10:33

Rumah Literasi Wadah Berbagi Informasi

SEJAK 2016 membangun komunitas Literasi Papadah, Mahmuddin Bashar dan kawan-kawannya mendapatkan beragam…

Minggu, 03 Juni 2018 10:32

Membaca, Menulis, dan Berdiskusi

SAAT melihat sebuah fenomena, seseorang dituntut bisa berpikir kritis untuk menganalisis atau mengevaluasi…

Minggu, 03 Juni 2018 10:32

Ajak Masyarakat Mencintai Budaya Literasi

MemAHAMI tentang pentingnya sebuah budaya literasi, jadi salah satu alasan Mahmuddin Bashar bersama…

Minggu, 03 Juni 2018 06:08

Desainer Serbabisa

PENDIDIKAN tinggi tak membuat Muhammad Gusti Fahrizal tergiur untuk jadi pegawai. Padahal orangtua menginginkannya…

Minggu, 03 Juni 2018 06:05

Desain Pakaian, Dipesan hingga Luar Daerah

DENGAN tatapan serius, tangan Muhammad Gusti Fahrizal mengayunkan pena. Garis demi garis tercoret pada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .