MANAGED BY:
RABU
12 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

OLAHRAGA

Minggu, 07 Januari 2018 07:03
Dualisme Hoki Kembali Mencuat
SIAP PASANG BADAN: Najemuddin menggaransi atlet tidak akan menjadi korban atas polemik yang terjadi. (ASEP SAIFI/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA - Dualisme di tubuh cabang olahraga hoki menuai masalah. Seperti diketahui, Federasi Hoki Indonesia (FHI) dan Persatuan Hoki Seluruh Indonesia (PHSI) saling berseberangan. Namun, akhirnya FHI yang mendapat legalitas di Tanah Air. Pembinaan pun berjalan pesat, Kaltim jadi salah satu provinsi paling menonjol.

Tetapi, jelang pelaksanaan Asian Games 2018, justru PHSI yang mendapat legal. Sebab, di kancah internasional, FHI masih belum menggema. Sementara PHSI telah lama ada. Walhasil, PHSI yang akan menjadi juru kunci tampilnya atlet ke Asian Games 2018. Atlet dan pelatih yang lama dibina FHI diklaim, dan menyeberang.

"Yang didekati PHSI adalah Bandung dan Kaltim. Di Kaltim, atlet Balikpapan yang terhasut plus pelatih," papar Najemuddin selaku ketua FHI Kaltim.

Adanya polemik tersebut, membuat PB FHI menginstruksikan seluruh provinsi agar tidak bergerak dahulu. Karena sejauh ini, PB sedang melakukan tindakan. "Kami pun meminta atlet, agar tidak menyeberang. Tunggu sampai instruksi berikutnya," tegas Najemuddin.

Lebih lanjut, disebutnya untuk atlet yang terpengaruh dan pelatih yang menyeberang akan dikenakan sanksi dari PB FHI. Namun, hingga kemarin seperti apa sanksi yang bakal diberikan, Najemuddin mengaku, belum tahu secara pasti. "Kalau tetap PHSI yang tampil di Asian Games 2018, saya jamin hoki tidak turun dengan tim terbaik," tegasnya.

Sebab, selama ini yang melakukan pembinaan maupun menggulirkan kejuaraan adalah PB FHI. Sementara PHSI tidak memiliki kepengurusan di provinsi apalagi kabupaten/kota. "Jadi timnya hanya cabutan saja. Saat ini yang condong ke mereka (PSHI, Red) adalah Balikpapan dan Bandung. Sementara daerah lain, termasuk Kaltim masih menunggu," tuturnya.

Dia pun menggaransi, atlet tidak akan menjadi korban atas polemik yang terjadi. Bila hal buruk terjadi, Najemuddin menegaskan, siap pasang badan. "Andai kata PHSI mampu menggeser keberadaan FHI di Indonesia. Biarlah kami pengurus yang diganti. Asal atlet tetap bisa jadi patriot olahraga yang membela daerah," tutup Najemuddin. (*/asp/is/k15)


BACA JUGA

Selasa, 11 Desember 2018 13:09

Ini Dia Faktor Kenapa Aleksandar Rakic Bisa Jadi Top Skor

MULANYA striker Persebaya Surabaya David da Silva yang lebih dijagokan…

Selasa, 11 Desember 2018 13:01
Rohit Chand

Pemain Tim, Tidak Individual

SEBELUM pekan terakhir Liga 1, sudah terdengar beberapa nama yang…

Selasa, 11 Desember 2018 12:58
Osvaldo Haay, Pemain Muda Terbaik Liga 1 2018

Karena Menonjol Dalam Tim

LAMBAT panas. Kata itu tepat menggambarkan performa winger Persebaya Surabaya…

Selasa, 11 Desember 2018 11:19

Fase Penentu di Camp Nou

BARCELONA memang sudah memastikan tiket ke 16 besar Liga Champions.…

Selasa, 11 Desember 2018 11:08

Degradasi Bukan Kiamat

KOMPETISI Liga 1 2018 sudah selesai. Persija Jakarta keluar sebagai…

Selasa, 11 Desember 2018 11:04

Ozil berlabuh ke Inter Milan

Rumor yang menyebut gelandang Arsenal Mesut Ozil bakal bergabung dengan…

Selasa, 11 Desember 2018 07:28

Nabil: Itu Bukan Tipe Saya

BOS Borneo FC Nabil Husein meradang. Tim yang dikelolanya dengan…

Selasa, 11 Desember 2018 07:21

Evaluasi PSM: Kurang Maksimalkan Potensi

LIGA 1 2018 sudah berakhir. Para pemain PSM pun kini…

Selasa, 11 Desember 2018 07:12

Tak Dipandang Sebelah Mata

JAKARTA – Terpilihnya Rohit Chand (Persija) sebagai pemain terbaik Liga…

Selasa, 11 Desember 2018 07:09

Liga 1 2019 setelah Pilpres

JAKARTA - PT Liga Indonesia Baru (LIB) segera melakukan evaluasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .